[Kitabut Tauhid 10] 02 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

1. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyatakan bahwa Dia-lah dan hanya Dia sajalah yang menurunkan hujan.

2. Allâh -‘Azza wa Jalla- menamai hujan yang Dia turunkan sebagai rezeki dan rahmat dari-Nya. Padahal rezeki dan rahmat Allâh -‘Azza wa Jalla- sangat luas, bukan hanya hujan saja. Maka ini menunjukkan bahwa hujan merupakan rezeki dan rahmat Allâh -‘Azza wa Jalla- yang sangat utama. Sebagimana Allâh -‘Azza wa Jalla- juga mensifati hujan yang Dia turunkan sebagai mubaarakan (berbarakah, mengandung banyak kebaikan, kebaikannya melimpah ruah).

3. Menyandarkan turunnya hujan kepada bintang-bintang merupakan keyakinan dan prilaku kesyirikan dan kekufuran yang merupakan bagian dari keyakinan dan prilaku jahiliyyah.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 10] 01 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

da beberapa amalan yang disyariatkan terkait urusan hujan, yang tujuan dari amalan-amalan tersebut adalah untuk meminta kemashlahatan dan berlindung dari kemudharatan yang ada pada hujan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- turunkan. Diantara amalan-amalan tersebut adalah :

Berdoa Setelah Turun Hujan.

Berwudhu Dengan Air Hujan.

Tidak Mencela Hujan.

Shalat Di Rumah Ketika Hujan Deras.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[LAPORAN] Hasil Ujian Akhir – Kitabut Tauhid bag. 9

Catatan: Seluruh e-sertifikat telah kami kirimkan ke email antum. Namun, sebagian email peserta tidak berhasil terkirim karena kotak masuk email penuh.

Jika antum mengalami hal tersebut, silakan kosongkan sebagian pesan di email antum agar email dapat masuk kembali. Antum juga dapat membuka menu “Pusat Bantuan”, insyaallah e-sertifikat yang telah kami kirimkan juga dapat diakses melalui menu tersebut.

Terima kasih.


Alhamdulillāh, telah terlaksana ujian akhir Kitābut Tauḥīd Bagian 9 dengan total 580 peserta.

Dari jumlah tersebut, 492 peserta berhasil mencapai target kelulusan, yaitu minimal 50% jawaban benar, dan berhak memperoleh e-sertifikat yang insyaallah akan dikirimkan maksimal dalam 2 pekan ke depan.

Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus. Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi sebab semakin kokoh dalam mentauhidkan Allah Ta’ala.

Kami juga mengingatkan kembali bahwa ilmu bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah untuk beramal. Barang siapa menjadikan ilmu hanya sebagai tujuan dan berhenti sampai di sana, sungguh ia telah tertipu. Sebab tujuan dari ilmu adalah amal. Maka beramallah dengan ilmu yang telah Allah anugerahkan, sekecil apa pun itu, dan teruslah memohon kepada Allah agar diberi keistiqamahan di atas kebenaran.

Adapun bagi ikhwah yang belum lulus, jangan berkecil hati dan jangan berputus asa. Tetaplah semangat dalam belajar. Mudah-mudahan hasil ujian kali ini menjadi pemacu untuk semakin serius mempelajari tauhid, karena tauhid adalah ilmu yang paling agung dan paling penting bagi seorang hamba.

Berikut kami sampaikan laporan ujian akhir Kitābut Tauḥīd Bagian 9.

LAPORAN UA – IKHWAN

LAPORAN UA – AKHWAT

catatan:

Seluruh e-sertifikat telah kami kirimkan ke email antum. Namun, sebagian email peserta tidak berhasil terkirim karena kotak masuk email penuh.

Jika antum mengalami hal tersebut, silakan kosongkan sebagian pesan di email antum agar email dapat masuk kembali. Antum juga dapat membuka menu “Pusat Bantuan”, insyaallah e-sertifikat yang telah kami kirimkan juga dapat diakses melalui menu tersebut.

[SEGERA DITUTUP] Ujian Akhir – Kitabut Tauhid bag.9

KETENTUAN UJIAN

Harap membaca dengan seksama sebelum memulai.

  1. Ujian terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal benar/salah, total 25 soal.

  2. Ujian tidak dibatasi waktu pengerjaan, silakan kerjakan dengan tenang.

  3. Ujian dibuka mulai saat ini hingga Ahad, 1 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Gunakan waktu yang paling sesuai bagi Antum.

  4. Pilihlah jawaban yang paling tepat sesuai dengan konteks pertanyaan.

  5. Peserta wajib login menggunakan alamat email aktif. Pastikan kapasitas email masih tersedia (tidak penuh), karena email akan digunakan untuk:

    • Mengirimkan rekapan jawaban

    • Mengirimkan e-sertifikat (jika lulus)

  6. Tuliskan Nama Lengkap (maksimal 25 karakter). Nama ini akan tercantum pada e-sertifikat.

  7. E-sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang mencapai nilai minimal 50% jawaban benar.

  8. Setiap pertanyaan wajib dijawab, untuk menghindari kelalaian atau jawaban kosong.

  9. Dilarang menyebarkan atau mempublikasikan soal ujian ini.

  10. Panitia berhak menolak komplain yang tidak sesuai dengan ketentuan.

PERNYATAAN PESERTA

Saya berjanji tidak akan menggunakan bantuan apa pun dalam mengerjakan Ujian Akhir – Kitabut Tauhid 9, baik berupa catatan, audio, video, maupun sejenisnya, sejak membuka soal hingga mengirimkan jawaban.

Dengan mengklik tautan di bawah ini, saya menyatakan telah memahami dan menyetujui seluruh ketentuan di atas.

YA, SAYA SETUJU (ketuk untuk memulai ujian)


Materi tauhid yang diujikan dapat dipelajari di link berikut:

link materi

[DIBUKA] Ujian Akhir – Kitabut Tauhid bag.9

KETENTUAN UJIAN

Harap membaca dengan seksama sebelum memulai.

  1. Ujian terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal benar/salah, total 25 soal.

  2. Ujian tidak dibatasi waktu pengerjaan, silakan kerjakan dengan tenang.

  3. Ujian dibuka mulai saat ini hingga Ahad, 1 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Gunakan waktu yang paling sesuai bagi Antum.

  4. Pilihlah jawaban yang paling tepat sesuai dengan konteks pertanyaan.

  5. Peserta wajib login menggunakan alamat email aktif. Pastikan kapasitas email masih tersedia (tidak penuh), karena email akan digunakan untuk:

    • Mengirimkan rekapan jawaban

    • Mengirimkan e-sertifikat (jika lulus)

  6. Tuliskan Nama Lengkap (maksimal 25 karakter). Nama ini akan tercantum pada e-sertifikat.

  7. E-sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang mencapai nilai minimal 50% jawaban benar.

  8. Setiap pertanyaan wajib dijawab, untuk menghindari kelalaian atau jawaban kosong.

  9. Dilarang menyebarkan atau mempublikasikan soal ujian ini.

  10. Panitia berhak menolak komplain yang tidak sesuai dengan ketentuan.

PERNYATAAN PESERTA

Saya berjanji tidak akan menggunakan bantuan apa pun dalam mengerjakan Ujian Akhir – Kitabut Tauhid 9, baik berupa catatan, audio, video, maupun sejenisnya, sejak membuka soal hingga mengirimkan jawaban.

Dengan mengklik tautan di bawah ini, saya menyatakan telah memahami dan menyetujui seluruh ketentuan di atas.

YA, SAYA SETUJU (ketuk untuk memulai ujian)


Materi tauhid yang diujikan dapat dipelajari di link berikut:

link materi

[MATERI] Ujian Akhir Tauhid bag.9

MATERI UJIAN

Alhamdulillah, kita telah sampai pada bagian kesembilan dari Materi Tauhid, dari total 49 materi yang perlu dimurajaah kembali. InsyaaAllah, sekitar dua pekan lagi kita akan menghadapi ujian evaluasi. Yuk, manfaatkan sisa waktu yang ada untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Sebagaimana biasa, peserta yang berhasil mencapai target kelulusan dengan minimal 50% jawaban benar akan mendapatkan e-sertifikat dari HijrahApp sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Mari luruskan niat, karena mengulang pelajaran tauhid tidak pernah sia-sia. Justru, itulah bagian dari usaha kita untuk menambah bekal dalam meraih ridha Allah dan surga-Nya. Semoga setiap langkah kecil yang kita tempuh menjadi pemberat amal kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tetap semangat, maksimalkan ikhtiar, dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa. Semoga Allah mudahkan kita semua. Barakallahu fiikum.


Download PDF Materi kitabut tauhid bagian 8:

https://drive.google.com/file/d/1gSiDm4A00plHOp9jrkhVVIzjduUBsIer/view?usp=share_link

Link materi video:

  1. https://youtu.be/5nsM1bMqdr8
  2. https://youtu.be/86M6ZK3-n0c
  3. https://youtu.be/qKbWr_iWz3o
  4. https://youtu.be/CXUG7jZWRpM
  5. https://youtu.be/K60x9BSwkzw
  6. https://youtu.be/mlkexPsuG50
  7. https://youtu.be/6osue8d22qs
  8. https://youtu.be/iehv0MxXiAY
  9. https://youtu.be/0nhcc0-GwnM
  10. https://youtu.be/OzVBYxtHmbk
  11. https://youtu.be/VbvioJ8W25Q
  12. https://youtu.be/biLicP1DxDM
  13. https://youtu.be/OguIX8qfmzI
  14. https://youtu.be/Cb6pxygyolk
  15. https://youtu.be/mRhUtRiCDE8
  16. https://youtu.be/Jphhn0GKyjc
  17. https://youtu.be/y3Y2grCNE6s
  18. https://youtu.be/aex86qwnmcM
  19. https://youtu.be/UvT5YhELgJw
  20. https://youtu.be/ZoqVubPCllc
  21. https://youtu.be/Gi9b3kh4Rks
  22. https://youtu.be/tcocL1oPF5o
  23. https://youtu.be/gqVWdN5TeHs
  24. https://youtu.be/Uh2JiOpJ1XA
  25. https://youtu.be/tQA0VAwtWCo
  26. https://youtu.be/a2tZeR7rPf4
  27. https://youtu.be/F-dSXcFlVF4
  28. https://youtu.be/VNTJRyImV9I
  29. https://youtu.be/v5dO5htX39E
  30. https://youtu.be/MHLi_GleSgE
  31. https://youtu.be/KXYbfzANFC4
  32. https://youtu.be/HMCj1mFR_WE
  33. https://youtu.be/JQ6cKb8OEm8
  34. https://youtu.be/sxjdYG6ymyk
  35. https://youtu.be/WK8ThhbYpe4
  36. https://youtu.be/BZo7vLdhweg
  37. https://youtu.be/P2n2XseUWU8
  38. https://youtu.be/cLsI7hdt1WA
  39. https://youtu.be/Dn1EPYF6k0U
  40. https://youtu.be/ApcYliL823w
  41. https://youtu.be/LNBEWHi4lWQ
  42. https://youtu.be/kYpQykjKPFA
  43. https://youtu.be/YfWwFaeziAk
  44. https://youtu.be/rkUcQgKXhBk
  45. https://youtu.be/bp5WVST_X7I
  46. https://youtu.be/PKCJHE08sGM
  47. https://youtu.be/TJAnij6cFdI
  48. https://youtu.be/qZRBikXZ6Uc
  49. https://youtu.be/5p4-TM6s9IE

[Kitabut Tauhid 9] 49 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 05

Ini adalah materi terakhir. InsyaAllah akan segera ujian dalam beberapa pekan kedepan.

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Ada beberapa amalan yang disyariatkan terkait urusan hujan, yang tujuan dari amalan-amalan tersebut adalah untuk meminta kemashlahatan dan berlindung dari kemudharatan yang ada pada hujan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- turunkan. Diantara amalan-amalan tersebut adalah :
  1. Berlindung Kepada Allâh Ketika Melihat Mendung.
  2. Berlindung Kepada Allâh Ketika Angin Kencang.
  3. Berdoa Meminta Keberkahan Hujan.
  4. Memperbanyak Doa Ketika Turun Hujan.
  5. Berlindung Kepada Allâh Dari Keburukan Hujan.
  6. Berlindung Kepada Allâh Ketika Mendengar Petir.
  7. Mengambil Keberkahan Air Hujan.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 9] 48 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Asalnya hujan merupakan bagian dari nikmat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada hamba-hamba-Nya. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyifati air yang diturunkan-Nya dengan : maa-an mubarakan (yaitu air yang berbarakah, yang mengandung banyak kebaikan, yang kebaikannya melimpah ruah).
  2. Akan tetapi adakalanya hujan menjadi salah satu bentuk diantara bentuk-bentuk adzab Allâh -‘Azza wa Jalla- yang Dia timpakan kepada sebagian hamba-Nya atas dasar tuntutan hikmah-Nya dan sebagai wujud keadilan-Nya, seperti hujan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- turnkan kepada kaumnya Nabi Nuh –‘Alaihissalâm-.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 9] 47 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- dan hanya Allâh -‘Azza wa Jalla- saja yang menurunkan hujan. Dan asalnya hujan merupakan bagian dari nikmat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- dan bahkan bagian nikmat-Nya yang sangat agung yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya.
  2. Sebagaimana nikmat-nikmat yang lainnya dan terlebih karena statusnya sebagai bagian nikmat yang sangat agung, maka nikmat hujan wajib untuk disyukuri dan tidak boleh dikufuri. Dan salah satu bentuk kekufuran terhadap nikmat hujan adalah ketika menyandarkan nikmat tersebut kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, seperti perkataan sebagian manusia : “Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu.”

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 9] 46 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

    1. Salah satu keyakinan kufur masyarakat jahiliyyah adalah mengaitkan turunnya hujan dengan bintang-bintang; apakah bintang-bintang tersebut yang menurunkan hujan dengan sendirinya tanpa ada kaitannya dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-; ataukah bintang-bintang tersebut sebagai sebab atau tanda turunnya hujan, dan yang menurunkan hujan adalah Allâh -‘Azza wa Jalla-; dan semua keyakinan tersebut adalah keyakinan yang bathil.
    2. Keyakinan yang bathil tersebut melahirkan prilaku yang bathil juga, yaitu “al-istisqâ bil anwâ’” (meminta hujan kepada bintang-bintang).

    “Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.