Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- At-Taththayyur atau ath-thiyarah termasuk perbuatan kesyirikan yang menafikan kesempurnaan Tauhid, karena ia berasal dari apa yang disampaikan syaithan berupa godaan dan bisikannya, dan penyandaran sesuatu bukan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Jika meyakini bahwa at-taththayyur adalah tanda dan atau sebab kesialan atau keberuntungan, sedangkan yang menjadikannya sebagai tanda dan atau sebab adalah Allâh -‘Azza wa Jalla-, disini at-taththayyur terhitung sebagai syirik kecil, karena Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak pernah menjadikannya sebagai tanda dan atau sebab kesialan atau keberuntungan.
- Jika meyakini bahwa at-taththayyur dengan sendirinya yang menyebabkan kesialan atau keberuntungan, dan tidak ada kaitannya dengan ketetapan Allâh -‘Azza wa Jalla-, disini at-taththayyur terhitung sebagai syirik besar, karena telah menjadikan sekutu bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam al-khalqu (penciptaan) dan al-iijaad (pewujudan).
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“