Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
ุนู ุฃูุณ ุจู ู ุงูู ู ุฑุถู ุงููู ุนูู ู ูุงู: ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ู ููู ุตููููู ููููููู ุฃูุฑูุจูุนูููู ููููู ูุง ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููุฏูุฑููู ุงูุชููููุจููุฑูุฉู ุงููุฃููููู ููุชูุจูุชู ูููู ุจูุฑูุงุกูุชูุงูู ุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููุงุฑู ููุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููููุงูู
Dari Anas bin Malik radhiallahu โanhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu โalaihi wassalam bersabda: โBarangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjamaโah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.โ (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jamiโ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).
BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH YANG TERKANDUNG DI DALAM HADITS INI:
1. Hadits ini menerangkan tentang dua keutamaan besar bagi orang yang melaksanakan sholat berjamaโah selama 40 (empat puluh) hari tanpa terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam. Dua keutamaan besar tersebut ialah: Selamat dari siksa Api Neraka di akhirat, dan selamat dari kemunafikan di dunia.
2. Yang dimaksud dengan selamat dari kemunafikan ialah sebagaiman dijelaskan oleh Al-โAllamah al-Thiibi rahimahullah, ia berkata: โIa dilindungi (oleh Allah) di dunia ini dari melakukan perbuatan kemunafikan dan diberi taufiq untuk melakukan amalan orang-orang yang ikhlas. Sedangkan di akhirat, ia dilindungi dari adzab yang ditimpakan kepada orang munafik dan diberi kesaksian bahwa ia bukan seorang munafik. Yakni jika kaum munafik melakukan sholat, maka mereka sholat dengan bermalas-malasan. Dan keadaannya ini berbeda dengan keadaan mereka.โ (Lihat Tuhfatul Ahwadzi I/201).
3. Dua keutamaan besar dari sholat berjamaah tersebut akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang memenuhi beberapa syarat berikut ini:
- Melaksanakan sholat dengan niat ikhlash karena mengharap ridho Allah semata.
- Melaksanakan sholat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
- Melaksanakan sholat dengan berjamaโah, baik di masjid maupun musholla.
- Menjaga sholat berjamaโah selama 40 hari (siang dan malamnya).
- Mendapatkan takbiratul ihromnya imam secara berturut-turut, tanpa tertinggal atau terlambat (masbuq) sama sekali. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syuโabul Iman, dari Anas bin Malik radliyallah โanhu:ู ููู ููุงุธูุจู ุนูููู ุงูุตููููููุงุชู ุงููู ูููุชูููุจูุฉู ุฃูุฑูุจูุนููููู ููููููุฉู ูุง ุชูููููุชููู ุฑูููุนูุฉู ููุชูุจู ุงูููู ูููู ุจูููุง ุจูุฑูุงุกูุชูููููุ ุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููุงุฑู ููุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููููุงููโSiapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) shalat-shalat wajib selama 40 malam, tidak pernah tertinggal satu rakaโatpun maka Allah akan mencatat untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.โ (HR. Al-Baihaqi di dalam kitab Syuโabul Iman, no. 2746).
4. Seorang muslim yang pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam karena adanya udzur (halangan) syarโi, dan bukan merupakan kebiasaannya terlambat dari sholat berjamaah, maka ia bukanlah termasuk orang munafik.
5. Bagi siapa saja yang ingin meraih 2 keutamaan besar tersebut namun ia pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam, maka hendaknya ia memulai lagi dengan hitungan baru, dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Akan tetapi, orang-orang yang pernah terlambat dari takbirotul ihrom bersama imam karena adanya udzur (halangan) syarโi seperti sakit, berada di negeri kafir atau di daerah yang penduduknya tidak ada yang sholat, maka diharapkan baginya meraih 2 keutamaan besar tersebut, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุฅููููู ูุง ุงูุฃูุนูู ูุงูู ุจูุงูููููููุงุชู ุ ููุฅููููู ูุง ููููููู ุงู ูุฑูุฆู ู ูุง ููููู
โSesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung terhadap apa yang dia niatkan.โ (HR. Bukhori 1, Muslim 1907)
Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang dapat dipetik dari hadits ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah Taโala memberikan Taufiq dan bimbingan-Nya kpd kita semua agar dapat menjalankan setiap amal ibadah yang mendatangkan pahala besar dan keridhaan-Nya, serta menyelamatkan kita dari segala keburukan dan kebinasaan di dunia dan akhirat. Amiin. (Jakarta, 16 September 2014).














