Menyia-nyiakan Waktu Lebih Berbahaya dari Kematian

Waktu sangatlah berharga. Begitu berharganya waktu, menyia-nyiakannya adalah bentuk puncak kerugian, bahkan lebih berbahaya dari kematian.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

ุฅุถุงุนุฉู ุงู„ูˆู‚ุช ุฃุดุฏูู‘ ู…ู† ุงู„ู…ูˆุช ุ› ู„ุฃู†ูŽู‘ ุฅุถุงุนุฉ ุงู„ูˆู‚ุช ุชู‚ุทุนูƒ ุนู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉุŒ ูˆุงู„ู…ูˆุชู ูŠู‚ุทุนูƒ ุนู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุฃู‡ู„ู‡ุง

โ€œMenyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknyaโ€. [Al-Fawaid hal 44]

Apabila waktu di sia-siakan terus-menerus maka untuk apa ia hidup? Waktunya tidak bermanfaat baik untuk dirinya dan orang lain. Waktu hanya digunakan untuk bermain-main dan bersenda gurau saja?

Begitu Berharganya Waktu

Ketika Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya dalam Al-Quran, hal ini menunjukkan makhluk tersebut memiliki keistimewaan. Allah bersumpah dengan waktu dalam Al-Quran dalam beberapa ayat. Misalnya โ€œwal-ashriโ€ (demi masa), โ€œwad-dhuhaโ€ (demi waktu dhuha), โ€œwal-lailโ€ (demi waktu malam) dan lain-lainnya. Waktu memang sangat berharga dan harus dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat.

Manusia pun sepakat bahwa waktu itu berharga. Misalnya orang barat mengatakan โ€œtime is moneyโ€. Pepatah Arab juga menyebutkan waku itu penting:

ุงูŽู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ููŽุงุณูŒ ู„ูŽุง ุชูŽุนููˆู’ุฏู

โ€œWaktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.โ€

Orang sukses dunia-akhirat akan sangat menyesal jika waktunya terbuang percuma tanpa manfaat dan faidah. Ibnu Masโ€™ud radhiallahu โ€˜anhu berkata,

๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏บชู๏ปฃู’๏บ–ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บทูŽ๏ปฒู’๏บ€ู ๏ปงูŽ๏บชูŽ๏ปฃู๏ปฒ ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปกู ๏ปูŽ๏บฎูŽ๏บ‘ูŽ๏บ–ู’ ๏ดฐูŽ๏บดู’๏ปชู ๏ปงูŽ๏ป˜ูŽ๏บบูŽ ๏ป“ู๏ปดู’๏ปชู ๏บƒูŽ๏บŸูŽ๏ป ู๏ปฒ ๏ปญูŽ๏ฑ‚ูŽ ู’๏ปณูŽ๏บฐู๏บฉู’ ๏ป“ู๏ปดู’๏ปชู ๏ป‹ูŽ๏ปคูŽ๏ป ู๏ปฒ

โ€œTiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.โ€ (Lihat Miftahul Afkar)

Mereka juga pelit dengan waktu mereka, Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุชู ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุดูŽุญูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูู…ู’ุฑูู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูู‡ู

โ€œAku menjumpai beberapa kaum, salah satu dari mereka lebih pelit terhadap umurnya (waktunya) dari pada dirham (harta) merekaโ€(Al-โ€˜Umru was Syaib no. 85)

Sibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat

Perhatikan perkataan emas yang dinukil oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berikut,

ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุดู’ุบูŽู„ูŽุชู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ ุงุดู’ุชูŽุบูŽู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุจูุงู„ุจูŽุงุทูู„ู

โ€œJika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, PASTI akan disibukkan dengan hal-hal yang batilโ€ (Al Jawabul Kaafi hal 156)

Ini adalah kaidah dalam kehidupan. Apabila waktu kita tidak diisi dengan kegiatan positif, pasti diisi oleh kegiatan negatif. Paling minimal diisi dengan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Buat program, rencana serta target hidup ke depan agar hari-hari kita selalu terisi oleh hal-hal dan kegiatan yang positif.

Hendaknya kita perhatikan dan kita atur dengan baik, waktu dan umur yang telah Allah berikan kepada kita. Mayoritas manusia banyak lalai dan menyia-nyiakan waktu.

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽุงู†ู ู…ูŽุบู’ุจููˆู†ูŒ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุŒ ุงู„ุตูู‘ุญูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑูŽุงุบู

โ€œAda dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggangโ€ (HR. Bukhari no. 6412)

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen
Sumber: https://muslim.or.id/42113-menyia-nyiakan-waktu-lebih-berbahaya-dari-kematian.html

Doa Ketika Hujan Deras

Ada doa yang bisa diamalkan ketika hujan deras. Dan perlu dipahami bisa saja hujan deras atau lebat tersebut adalah musibah dengan banjir besar atau banjir bandang. Akhirnya, itu jadi teguran dari Allah.

Cerita Turunnya Hujan Lebat di Masa Nabi

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jumโ€™at melalui arah Darul Qodhoโ€™. Kemudian ketika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian menghadap kiblat sambil berdiri. Kemudian laki-laki tadi pun berkata, โ€œWahai Rasulullah, ternak kami telah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan (karena tidak ada pakan untuk unta, pen). Mohonlah pada Allah agar menurunkan hujan pada kamiโ€. Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya, lalu beliau pun berdoโ€™a,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุง ุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุง ุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุบูุซู’ู†ูŽุง

โ€œYa Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami.โ€

Anas mengatakan, โ€œDemi Allah, ketika itu kami sama sekali belum melihat mendung dan gumpalan awan di langit. Dan di antara kami dan gunung Salโ€™i tidak ada satu pun rumah. Kemudian tiba-tiba muncullah kumpulan mendung dari balik gunung tersebut. Mendung tersebut kemudian memenuhi langit, menyebar dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu, kami pun tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian ketika Jumโ€™at berikutnya, ada seorang laki-laki masuk melalui pintu Darul Qodhoโ€™ dan ketika itu Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sedang berdiri dan berkhutbah. Kemudian laki-laki tersebut berdiri dan menghadap beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu ia mengatakan, โ€œWahai Rasulullah, sekarang ternak kami malah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan. Mohonlah pada Allah agar menghentikan hujan tersebut pada kami.โ€ Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya, lalu berdoโ€™a,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุญูŽูˆูŽุงู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุขูƒูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุธูู‘ุฑูŽุงุจู ูˆูŽุจูุทููˆู†ู ุงู„ุฃูŽูˆู’ุฏููŠูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ูŽุงุจูุชู ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู

โ€œYa Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonanโ€

Setelah itu, hujan pun berhenti. Kami pun berjalan di bawah terik matahari. Syarik mengatakan bahwa beliau bertanya pada Anas bin Malik, โ€œApakah laki-laki yang kedua yang bertanya sama dengan laki-laki yang pertama tadi?โ€ Anas menjawab, โ€œAku tidak tahu.โ€ (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Doa Ketika Hujan Deras

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, ketika hujan tidak kunjung berhenti, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berdoโ€™a,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ ุญูŽูˆูŽุงู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง,ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุขูƒูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุธูู‘ุฑูŽุงุจู ูˆูŽุจูุทููˆู†ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฏููŠูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ูŽุงุจูุชู ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู

โ€œAllahumma haawalaina wa laa โ€™alaina. Allahumma โ€™alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].โ€ (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Ibnul Qayyim mengatakan, โ€Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam untuk memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doโ€™a di atas.โ€ (Zaadul Maโ€™ad, 1: 439)

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa doโ€™a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzkir, hal. 28)

Berarti dapat kita ambil pelajaran bahwa doa di atas dibaca saat hujan itu deras dan membawa dampak bahaya seperti banjir besar atau banjir bandang. Ini bisa terjadi curah hujan itu kecil namun berlangsung dalam waktu yang cukup lama, 3 atau 4 jam di daerah yang rawan banjir. Wallahu aโ€™lam.

Renungan: Barangkali Musibah Datang

Yang patut direnungkan bisa jadi hujan deras atau lebat yang turun ini adalah teguran dari Allah. Barangkali itu adalah musibah. โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha pernah menceritakan,

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽู‰ ุบูŽูŠู’ู…ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฑููŠุญู‹ุง ุนูุฑูููŽ ููู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูˆูุง ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ู…ูŽ ููŽุฑูุญููˆุง ุŒ ุฑูŽุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุทูŽุฑู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽุงูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ุนูุฑูููŽ ููู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠูŽุฉู . ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ู…ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ูู‘ู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ูููŠู‡ู ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุนูุฐูู‘ุจูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุจูุงู„ุฑูู‘ูŠุญู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ( ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽุงุฑูุถูŒ ู…ูู…ู’ุทูุฑูู†ูŽุง ) ยป

โ€œJika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.โ€ โ€˜Aisyah berkata, โ€œWahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.โ€ Beliau pun bersabda, โ€œWahai โ€˜Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adaah azab. Dan pernah suatu kaum diberi azab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum โ€˜Aad) ketika melihat azab, mereka mengatakan, โ€œIni adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.โ€ (HR. Bukhari no. 4829 dan Muslim no. 899)

Yang dimaksud oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam di atas adalah siksaan yang menimpa kaum โ€˜Aad sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut,

ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฑูŽุฃูŽูˆู’ู‡ู ุนูŽุงุฑูุถู‹ุง ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ุฏููŠูŽุชูู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽุงุฑูุถูŒ ู…ูู…ู’ุทูุฑูู†ูŽุง ุจูŽู„ู’ ู‡ููˆูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุนู’ุฌูŽู„ู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ุฑููŠุญูŒ ูููŠู‡ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ (24) ุชูุฏูŽู…ูู‘ุฑู ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจูู‘ู‡ูŽุง ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญููˆุง ู„ูŽุง ูŠูุฑูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽุณูŽุงูƒูู†ูู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู†ูŽุฌู’ุฒููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ (25)

โ€œMaka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: โ€œInilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kamiโ€. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.โ€ (QS. Al Ahqaf: 24-25)

Jika itu Musibah โ€ฆ

Jika itu musibah, maka patut direnungkan bahwa musibah itu datang bisa jadi karena dosa dan maksiat yang kita lakukan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุฉู ููŽุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูƒูู…ู’

โ€œDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).โ€ (QS. Asy Syuraa: 30)

โ€˜Ali bin Abi Tholib radhiyallahu โ€˜anhu mengatakan,

ู…ูŽุง ู†ูุฒูู‘ู„ูŽ ุจูŽู„ุงูŽุกูŒ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุฐูŽู†ู’ุจู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฑูููุนูŽ ุจูŽู„ุงูŽุกูŒ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู

โ€œTidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.โ€ (Lihat Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, โ€œDi antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.โ€ (Idem)

Semoga Allah menurunkan pada kita hujan yang membawa manfaat, bukan hujan yang membawa musibah. Semoga kita dimudahkan untuk kembali taat pada Allah dan diangkat dari berbagai macam musibah. Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, Ya Allah.

โ€”

Disusun saat hujan mengguyurย Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 6 Safar 1436 H

Yang senantiasa mengharapkan bimbingan Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

sumber: https://rumaysho.com/9690-doa-ketika-hujan-deras.html

Beda Adzab Kubur dan Fitnah Kubur

Bisa jadi ada yang belum tahu perbedaaan antara adzab kubur dan fitnah kubur. Adzab kubur adalah siksa di alam kubur sedangkan fitnah (ujian) kubur adalah pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir kepada ahli kubur.

Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihiy menjelaskan,

๏ป“๏บŽ๏ปŸ๏ปŒ๏บฌ๏บ๏บ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณ๏ปŒ๏บฌ๏บ ๏บ๏ปน๏ปง๏บด๏บŽ๏ปฅ ๏ปญ๏ปณ๏ป€๏บฎ๏บ ุŒ ๏ปญ๏ปณ๏ป”๏บ˜๏บข ๏ปŸ๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏บ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏ปจ๏บŽ๏บญ ุŒ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ป”๏บ˜๏ปจ๏บ” : ๏บ๏ปป๏บง๏บ˜๏บ’๏บŽ๏บญ ๏ปญ๏บ๏ปป๏ปฃ๏บ˜๏บค๏บŽ๏ปฅ ุŒ ๏ป“๏ปด๏บ„๏บ—๏ปฒ ๏ปง๏ปœ๏ปด๏บฎ ๏ปญ๏ปฃ๏ปจ๏ปœ๏บฎ ๏ปณ๏บ’๏บ˜๏ป ๏ปด๏บŽ๏ปง๏ปช ๏ปญ๏ปณ๏บจ๏บ˜๏บ’๏บฎ๏บ๏ปง๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏บ†๏บ๏ป : ๏ปฃ๏ปฆ ๏บญ๏บ‘๏ปšุŸ ๏ปฃ๏บŽ ๏บฉ๏ปณ๏ปจ๏ปšุŸ ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏ปง๏บ’๏ปด๏ปšุŸ ๏บ›๏ปข ๏บ—๏บ„๏บ—๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป˜๏ปฎ๏บ‘๏บ” ๏บ‘๏ปŒ๏บช ๏บซ๏ปŸ๏ปš ุŒ ๏ป“๏ปด๏ป”๏บ˜๏ปฆ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏บ†๏บ๏ป ๏บ›๏ปข ๏ปณ๏ปŒ๏บฌ๏บ ุŒ ๏ป“๏บŽ๏ปŸ๏ปŒ๏บฌ๏บ๏บ ๏บท๏ปฒ๏บ€ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ป”๏บ˜๏ปจ๏บ” ๏บท๏ปฒ๏บ€

โ€œAdzab kubur yaitu diadzab, dipukulnya manusia dan dibukakan (diperlihatkan) pintu neraka. Fitnah kubur adalah ujian, di mana malaikat Nakir dan Mungkir menguji dengan memberikan pertanyaan: โ€˜Siapa Rabb-mu, Apa agama-mu dan siapa Nabi-muโ€™, lalu memberikan hukuman setelahnya (apabila tidak bisa menjawab). Adzab kubur dan fitnah kubur adalah suatu hal yang berbeda.โ€ [1]

Seorang mukmin bisa menjawab pertanyaan dengan โ€œqaulus tsabitโ€œ, sedangkan orang kafir dan munafik tidak bisa menjawab dan diadzab. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah.

๏ปณู๏บœูŽ๏บ’ูู‘๏บ–ู ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปณ๏ปฆูŽ ๏บ๏ปฃูŽ๏ปจู๏ปฎ๏บ ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏ปฎู’๏ปู ๏บ๏ปŸ๏บœูŽู‘๏บŽ๏บ‘ู๏บ–ู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ปดูŽ๏บŽ๏บ“ู ๏บ๏ปŸ๏บชูู‘๏ปงู’๏ปดูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปต๏บงู๏บฎูŽ๏บ“ู ๏ปญูŽ๏ปณู๏ป€ู๏ปžูู‘ ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏ปˆูŽู‘๏บŽ๏ปŸู๏ปคู๏ปด๏ปฆูŽ ๏ปญูŽ๏ปณูŽ๏ป”ู’๏ปŒูŽ๏ปžู ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บธูŽ๏บŽ๏บ€ู

โ€˜Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di Akhirat. Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memerbuat apa yang Dia kehendakiโ€™ [QS. Ibrahim: 27].

Hendaknya tidak kita samakan antara menjawab pertanyaan fitnah kubur dengan menjawab pertanyaan biasa, walaupun kita hapal jawabannya, belum tentu kita mampu menjawab. Misalnya saja dalam perkara dunia:

  • Kita tahu jawabannya sebelum wawancata, tetapi karena sangat ketakutan dan tegang, kita menjawab salah atau tidak tepat saat wawancara atau ujuan lisan
  • Terkadang di luar ruangan wawancara/introgasi kita menghapal dengan mudah, tapi tatkala masuk ruangan dan bertemu dengan penguji, tiba-tiba โ€œblankโ€ dan lupa semua jawabannya

Hadits mengenai fitnah kubur yang terkenal yaitu hadits dari sahabat al-Barra bin โ€˜Azib Radhiyallahu anhu, Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏ปฃูŽ๏ป ูŽ๏ปœูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ป“ูŽ๏ปดู๏บ ู’๏ป ู๏บดูŽ๏บŽ๏ปงู๏ปชู : ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บญูŽ๏บ‘ูู‘๏ปšูŽ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บญูŽ๏บ‘ูู‘๏ปฒูŽ ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บฉู๏ปณ๏ปจู๏ปšูŽ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บฉู๏ปณ๏ปจู๏ปฒูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บˆู๏บณู’๏ป ูŽ๏บŽ๏ปกู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ปซูŽ๏บฌูŽ๏บ ๏บ๏ปŸ๏บฎูŽู‘๏บŸู๏ปžู ๏บ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏บ‘ู๏ปŒู๏บšูŽ ๏ป“ู๏ปด๏ปœู๏ปขู’ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บญูŽ๏บณู๏ปฎ๏ปู ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏บปูŽ๏ป ูŽู‘๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปชู ๏ปญูŽ๏บณูŽ๏ป ูŽู‘๏ปขูŽ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ปณู๏บชู’๏บญู๏ปณู’๏ปšูŽ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏ป—ูŽ๏บฎูŽ๏บƒู’๏บ•ู ๏ป›ู๏บ˜ูŽ๏บŽ๏บูŽ ๏บ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปชู ๏ป“ูŽ๏บ‚๏ปฃูŽ๏ปจู’๏บ–ู ๏บ‘ู๏ปชู ๏ปญูŽ๏บปูŽ๏บชูŽู‘๏ป—ู’๏บ–ู ๏ป“ูŽ๏ปดู๏ปจูŽ๏บŽ๏บฉู๏ปฑ ๏ปฃู๏ปจูŽ๏บŽ๏บฉู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏บ€ู : ๏บƒูŽ๏ปฅู’ ๏ป—ูŽ๏บชู’ ๏บปูŽ๏บชูŽ๏ป•ูŽ ๏ป‹ูŽ๏บ’ู’๏บชู๏ปณ๏ป”ูŽ๏บ„ูŽ๏ป“ู’๏บฎู๏บทู๏ปฎ๏ปฉู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บ ูŽ๏ปจูŽู‘๏บ”ู โ€( ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏ปŸู’๏บ’ู๏บดู๏ปฎ๏ปฉู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บ ูŽ๏ปจูŽู‘๏บ”ู โ€) ๏ปญูŽ๏บ๏ป“ู’๏บ˜ูŽ๏บคู๏ปฎ๏บ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏บ‘ูŽ๏บŽ๏บ‘ู‹๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸู’๏บ ูŽ๏ปจูŽู‘๏บ”ู , ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปูŽ : ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บญูŽ๏ปญู’๏บฃู๏ปฌูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปƒู๏ปด๏บ’ู๏ปฌูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปณู๏ป”ู’๏บดูŽ๏บขู ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ป“ู๏ปฒ ๏ป—ูŽ๏บ’ู’๏บฎู๏ปฉู ๏ปฃูŽ๏บชูŽู‘ ๏บ‘ูŽ๏บผูŽ๏บฎู๏ปฉู ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปูŽ ๏ปญูŽ๏ปณูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏บญูŽ๏บŸู๏ปžูŒ ๏บฃูŽ๏บดูŽ๏ปฆู ๏บ๏ปŸู’๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปชู ๏บฃูŽ๏บดูŽ๏ปฆู ๏บ๏ปŸ๏บœูู‘๏ปดูŽ๏บŽ๏บู ๏ปƒูŽ๏ปดูู‘๏บู ๏บ๏ปŸ๏บฎูู‘๏ปณ๏บขู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บƒูŽ๏บ‘ู’๏บธู๏บฎู’ ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บดู๏บฎูู‘๏ป™ูŽ ๏ปซูŽ๏บฌูŽ๏บ ๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปฃู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏ป›ู๏ปจู’๏บ–ูŽ ๏บ—ู๏ปฎ๏ป‹ูŽ๏บชู , ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บƒูŽ๏ปงู’๏บ–ูŽ , ๏ป“ูŽ๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปฌู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปชู ๏ปณูŽ๏บ ู๏ปฒ๏บ€ู ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸู’๏บจูŽ๏ปดู’๏บฎู , ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บƒูŽ๏ปงูŽ๏บŽ ๏ป‹ูŽ๏ปคูŽ๏ป ู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸ๏บผูŽู‘๏บŽ๏ปŸู๏บขู , ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บญูŽ๏บูู‘ ๏บƒูŽ๏ป—ู๏ปขู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บŽ๏ป‹ูŽ๏บ”ูŽ ๏บฃูŽ๏บ˜ูŽู‘๏ปฐ ๏บƒูŽ๏บญู’๏บŸู๏ปŠูŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปฐ ๏บƒูŽ๏ปซู’๏ป ู๏ปฒ ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ๏ปŸู๏ปฒ

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, โ€œSiapakah Rabbmu ?โ€ Dia (si mayyit) menjawab, โ€œRabbku adalah Allรขhโ€. Kedua malaikat itu bertanya, โ€œApa agamamu?โ€Dia menjawab: โ€œAgamaku adalah al-Islamโ€.
Kedua malaikat itu bertanya, โ€œSiapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?โ€ Dia menjawab, โ€œBeliau utusan Allรขhโ€.
Kedua malaikat itu bertanya, โ€œApakah ilmumu?โ€ Dia menjawab, โ€œAku membaca kitab Allรขh, aku mengimaninya dan membenarkannyaโ€.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, โ€œHambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, โ€œBergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)โ€. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, โ€œSiapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?โ€ Dia menjawab, โ€œAku adalah amalmu yang shalihโ€. Maka ruh itu berkata, โ€œRabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartakuโ€.

Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam :

๏ปญูŽ๏ปณูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏ปฃูŽ๏ป ูŽ๏ปœูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ป“ูŽ๏ปดู๏บ ู’๏ป ู๏บดูŽ๏บŽ๏ปงู๏ปชู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บญูŽ๏บ‘ูู‘๏ปšูŽุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บƒูŽ๏บฉู’๏บญู๏ปฑ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู : ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บฉู๏ปณ๏ปจู๏ปšูŽ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บƒูŽ๏บฉู’๏บญู๏ปฑ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปŸูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ปซูŽ๏บฌูŽ๏บ ๏บ๏ปŸ๏บฎูŽู‘๏บŸู๏ปžู ๏บ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏บ‘ู๏ปŒู๏บšูŽ ๏ป“ู๏ปด๏ปœู๏ปขู’ ุŸ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปซูŽ๏บŽ๏ปฉู’ ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บƒูŽ๏บฉู’๏บญู๏ปฑ ๏ป“ูŽ๏ปดู๏ปจูŽ๏บŽ๏บฉู๏ปฑ ๏ปฃู๏ปจูŽ๏บŽ๏บฉู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏บ€ู ๏บƒูŽ๏ปฅู’ ๏ป›ูŽ๏บฌูŽ๏บูŽ ๏ป“ูŽ๏บŽ๏ป“ู’๏บฎู๏บทู๏ปฎ๏บ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸ๏ปจูŽู‘๏บŽ๏บญู ๏ปญูŽ๏บ๏ป“ู’๏บ˜ูŽ๏บคู๏ปฎ๏บ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏บ‘ูŽ๏บŽ๏บ‘ู‹๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปจูŽู‘๏บŽ๏บญู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บฃูŽ๏บฎูู‘๏ปซูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏บณูŽ๏ปคู๏ปฎ๏ปฃู๏ปฌูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปณู๏ป€ูŽ๏ปดูŽู‘๏ป–ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปชู ๏ป—ูŽ๏บ’ู’๏บฎู๏ปฉู ๏บฃูŽ๏บ˜ูŽู‘๏ปฐ ๏บ—ูŽ๏บจู’๏บ˜ูŽ๏ป ู๏ป’ูŽ ๏ป“ู๏ปด๏ปชู ๏บƒูŽ๏บฟู’๏ป ูŽ๏บŽ๏ป‹ู๏ปชู ๏ปญูŽ๏ปณูŽ๏บ„ู’๏บ—ู๏ปด๏ปชู ๏บญูŽ๏บŸู๏ปžูŒ ๏ป—ูŽ๏บ’ู๏ปด๏บขู ๏บ๏ปŸู’๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปชู ๏ป—ูŽ๏บ’ู๏ปด๏บขู ๏บ๏ปŸ๏บœูู‘๏ปดูŽ๏บŽ๏บู ๏ปฃู๏ปจู’๏บ˜ู๏ปฆู ๏บ๏ปŸ๏บฎูู‘๏ปณ๏บขู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บƒูŽ๏บ‘ู’๏บธู๏บฎู’ ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บดู๏ปฎ๏บ€ู๏ป™ูŽ ๏ปซูŽ๏บฌูŽ๏บ ๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปฃู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸูŽู‘๏บฌู๏ปฑ ๏ป›ู๏ปจู’๏บ–ูŽ ๏บ—ู๏ปฎ๏ป‹ูŽ๏บชู , ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บƒูŽ๏ปงู’๏บ–ูŽ ๏ป“ูŽ๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปฌู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปฎูŽ๏บŸู’๏ปชู ๏ปณูŽ๏บ ู๏ปฒ๏บ€ู ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸ๏บธูŽู‘๏บฎูู‘ ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู : ๏บƒูŽ๏ปงูŽ๏บŽ ๏ป‹ูŽ๏ปคูŽ๏ป ู๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บจูŽ๏บ’ู๏ปด๏บšู ๏ป“ูŽ๏ปดูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏บญูŽ๏บูู‘ ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ—ู๏ป˜ู๏ปขู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บŽ๏ป‹ูŽ๏บ”ูŽ

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, โ€œSipakah Rabbmu?โ€ Dia menjawab: โ€œHah, hah, aku tidak tahuโ€.
Kedua malaikat itu bertanya, โ€œApakah agamamu?โ€ Dia menjawab, โ€œHah, hah, aku tidak tahuโ€.
Kedua malaikat itu bertanya, โ€œSiapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?โ€Dia menjawab: โ€œHah, hah, aku tidak tahuโ€.
Lalu penyeru dari langit berseru, โ€œHambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.โ€ Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, โ€œTerimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamuโ€. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, โ€œSiapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?โ€ Dia menjawab, โ€œAku adalah amalmu yang burukโ€. Maka ruh itu berkata, โ€œRabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamatโ€. 
[2]

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid
Penyusun:ย Raehanul Bahraen
Artikelย www.muslimafiyah.com


Catatan kaki:
[1] Syarh Sunnah Al-Barbahary, sumber: http://majles.alukah.net/t89962/
[2] Lihat Shahรฎhul Jรขmiโ€™ no: 1672

sumber : https://muslimafiyah.com/beda-adzab-kubur-dan-fitnah-kubur.html

[Kitabut Tauhid 9] 16 SIHIR 36

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Yang dimaksud dengan bahwa sebagian dari al-bayรขn (penjelasan) itu bagian dari sihir adalah tatkala seseorang menjelaskan dengan sangat baik, sehingga orang yang mendengarnya bisa sangat terpengaruh.
  • Jikaย al-bayรขnย dibawa kepada tujuan yang baik maka itu adalah sihir yang baik, dan jika dibawa kepada tujuan yang buruk maka itu adalah sihir yang buruk.

โ€œUstadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Maโ€™had โ€˜Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafaโ€™ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.โ€œ

Yang Kau Perlakukan adalah Gelas Kaca dan Tulang Rusuk yang Bengkok

Saudaraku, ingat yang kau perlakukan adalah gelas-gelas kaca dan tulang rusuk yang bengkok โ€ฆ

Jaga kata-kata, walaupun lagi kesel, capek, sayah, jagalah perasaan istri. Memperlakukan istri beda sekali dengan memperlakukan pria.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

โ€Žุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตููˆุง ุจูุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุถูู„ูŽุนู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุนู’ูˆูŽุฌูŽ ุดูŽู‰ู’ุกู ููู‰ ุงู„ุถูู‘ู„ูŽุนู ุฃูŽุนู’ู„ุงูŽู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจู’ุชูŽ ุชูู‚ููŠู…ูู‡ู ูƒูŽุณูŽุฑู’ุชูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ุฃูŽุนู’ูˆูŽุฌูŽ ุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตููˆุง ุจูุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู

โ€œBerbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.โ€ (HR. Bukhari, no. 3331 dan Muslim, no. 1468)

Lihatlah ungkapan yang bagus dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€Žุงูุฑู’ููŽู‚ู’ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆุงุฑููŠู’ุฑู

โ€œLembutlah kepada gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita).โ€ (HR. Bukhari, no. 5856; Muslim, no. 2323)

Ingat sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€Žุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฒูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุฒูŽุนู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุดูŽุงู†ูŽู‡ู

โ€œSesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (menjadikan sesuatu itu indah). Tidaklah dihilangkan kelembutan itu dari sesuatu melainkan akan memperjeleknya.โ€ (HR. Muslim, no. 2594)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

โ€ŽูˆูŽูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูู†ู’ูู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณููˆูŽุงู‡ู

โ€œDan Allah memberikan kepada sikap lembut itu dengan apa yang tidak Dia berikan kepada sikap kaku/ kasar dan dengan apa yang tidak Dia berikan kepada selainnya.โ€ (HR. Muslim, no. 2593)

Moga jadi renungan untuk diri kami pribadi serta setiap orang yang mau mengambil pelajaran.

โ€”

Al-faqir ila maghfirati Rabbihi:

Muhammad Abduh Tuasikal

Jogja, 6 Jumadats Tsaniyyah 1439 H (22-2-2018)

Sumber https://rumaysho.com/17240-yang-kau-perlakukan-adalah-gelas-kaca-dan-tulang-rusuk-yang-bengkok.html

Hukum Operasi Bariatrik (Potong Lambung) Agar Kurus

Belakangan negara kita agak dihebohkan dengan beberapa publik figur yang melakukan operasi bariatrik. Jenis operasi ini umumnya dilakukan oleh para penderita obesitas dengan tujuan mengurangi berat badan berlebih hingga menjadi ideal atau kurus.

Secara sederhana, operasi bariatrik adalah operasi pemotongan dan penyambungan kembali pada bagian lambung. Tujuannya adalah untuk membatasi ruang tampung makanan di lambung atau mengurangi penyerapan nutrisi.

Prosedur ini biasanya disarankan oleh dokter setelah mencoba berbagai metode menurunkan berat badan, seperti diet, olahraga rutin, intermittent fasting, mengonsumsi obat-obatan, namun tetap tidak berhasil. Sehingga prinsip operasi ini adalah sesuai dengan indikasi medis, tidak sembarangan dilakukan dan bisa dikatakan adalah jalan paling terakhir.

Operasi ini juga menjadi solusi jika obesitasnya kian diperparah oleh berbagai kumpulan penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterolemia, artritis, dan lain-lain.

Ada beberapa jenis operasi bariatrik, diantaranya:[1] Gastric bypass, yaitu dibuat bypass dari atas lambung langsung ke usus halus agar nutrisi & energi tidak terserap di usus;[2] leeve gastrectomy, yaitu memotong lambung hingga hanya tersisa 25-50% volume lambung saja.

Selain itu, Dokter juga perlu mempertimbangkan maslahat dan mudharat melakukan operasi ini, karena tentu di sana ada efek samping bagi si pasien, seperti tidak bisa banyak makan lagi karena akan langsung muntah, diare, lemas, dan seterusnya. Kesimpulannya, operasi ini boleh dilakukan dengan indikasi medis dan syarat lainnya yang ketat.

Hukum Operasi Bariatrik Menurut Syariat

Hukum asalnya adalah haram karena termasuk mengubah ciptaan Allah. Allah telah menghikayatkan perkataan syaithan tentang janjinya menyesatkan anak Adam di antaranya,

..ูˆูŽู„ุขู…ูุฑูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑูู†ูŽู‘ ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽ

โ€œdan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.โ€ (QS An-Nisaโ€™: 119)

Hal ini sama dengan hukum operasi plastik yang telah kami bahas dalam beberapa artikel kami lainnya. Semua bentuk operasi hukumnya terlarang jika bertujuan memperindah penampilan, dalam hal ini hanya karena ingin lebih kurus padahal tidak ada indikasi medis yang darurat. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam juga bersabda,

ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูˆูŽุงุดูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ููˆุชูŽุดูู…ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุงู„ู…ูุชูŽู†ูŽู…ูู‘ุตูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ูุชูŽููŽู„ูู‘ุฌูŽุงุชูุŒ ู„ูู„ู’ุญูุณู’ู†ู ุงู„ู…ูุบูŽูŠูู‘ุฑูŽุงุชู ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

โ€œSemoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah.โ€ (HR. Bukhari, no. 4886)

Selain faktor mengubah ciptaan Allah, pada prosedur operasi ini biasanya pasien akan membuka aurat. Tentu aurat adalah hal yang dilarang diperlihatkan kepada orang asing, kecuali dalam keadaan darurat.

Kesimpulannya, operasi bariatrik hukumnya haram, terutama jika tujuannya semata-mata hanya ingin kurus padahal badannya sehat. Terkecuali jika dijumpai adanya indikasi medis yang bersifat darurat maka hukumnya boleh, dan tentu setelah melewati pertimbangan ketat dari sisi kesehatan oleh dokter dan tim ahli yang terkait.

Artikelย www.muslimafiyah.com
Asuhanย Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
(Alumnus Maโ€™had Al-Ilmi Yogyakarta)

sumber: https://muslimafiyah.com/hukum-operasi-bariatrik-potong-lambung-agar-kurus.html

Hukum Makan Dan Minum Dengan Tangan Kiri

Diantara adab yang diajarkan Islam ketika makan atau minum adalah makan dan minum dengan tangan kanan. Dan Islam melarang makan atau minum dengan tangan kiri. Hal ini pun sejatinya sesuai dengan kebiasaan orang timur terutama di negeri kita. Dan sangat disayangkan sekali sebagian kaum Muslimin tidak mengindahkan adab yang indah ini.

Anjuran makan dan minum dengan tangan kanan

Ketahuilah Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam biasa menggunakan tangan kanan untuk sebagian besar urusannya yang baik-baik. Sebagaimana hadits โ€˜Aisyah radhiallahuโ€™anha:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุนู’ุฌูุจูู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ูŠูŽู…ูู‘ู†ู ูููŠ ุชูŽู†ูŽุนูู‘ู„ูู‡ู ูˆูŽุชูŽุฑูŽุฌูู‘ู„ูู‡ู ูˆูŽุทูู‡ููˆุฑูู‡ู ูููŠ ุดูŽุฃู’ู†ูู‡ู ูƒูู„ูู‘ู‡ู

โ€œNabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannyaโ€ (HR. Bukhari 168).

Termasuk juga dalam masalah makan dan minum beliau senantiasa mendahulukan tangan kanan. Sebagaimana juga diceritakan oleh sahabat Umar bin Abi Salamah radhiallahuโ€™anhuma:

: ูƒูู†ู’ุชู ุบูู„ุงูŽู…ู‹ุง ูููŠ ุญูุฌู’ุฑู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูŠูŽุฏููŠ ุชูŽุทููŠุดู ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ุญู’ููŽุฉูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ ู„ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ูŠูŽุง ุบูู„ุงูŽู…ู ุณูŽู…ูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ

Sewaktu aku masih kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah Shallallahuโ€˜alaihi wasallam, pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari (saat mengambil makanan) di nampan. Lalu Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda kepadaku: โ€œwahai bocah, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmuโ€. (HR. Bukhari no.5376, Muslim no.2022)

Ini juga berlaku ketika minum, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahuโ€™anhuma:

ุฅุฐุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃุญุฏููƒูู… ูู„ูŠุฃูƒู„ู’ ุจูŠู…ูŠู†ูู‡ู . ูˆุฅุฐุง ุดุฑูุจูŽ ูู„ูŠุดุฑุจู’ ุจูŠู…ูŠู†ูู‡ู . ูุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠุทุงู†ูŽ ูŠุฃูƒู„ู ุจุดู…ุงู„ูู‡ู ูˆูŠุดุฑุจู ุจุดู…ุงู„ูู‡ู

โ€œjika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinyaโ€ (HR. Muslim no. 2020).

Perhatikan bahwa hadits-hadits di atas menggunakan kata perintah ูƒูู„ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽ (makanlah dengan tangan kananmu), ูู„ูŠุฃูƒู„ู’ ุจูŠู…ูŠู†ูู‡ู (makanlah dengan tangan kanannya). Dan hukum asal dari perintah adalah wajib.

Maka sudah sepatutnya setiap Muslim memperhatikan adab ini dan tidak meremehkannya, jika ia memang bersemangat untuk menaati Allah dan Rasul-Nya serta bersemangat untuk meneladani Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam.

Hukum makan dan minum dengan tangan kiri

Setelah mengetahui pemaparan di atas, lalu bagaimana hukum makan dan minum dengan tangan kiri? Adapun makan dan minum dengan tangan kiri ketika ada udzur, maka hukumnya boleh. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan:

ุงู„ุฃูƒู„ ุจุงู„ูŠุฏ ุงู„ูŠุณุฑู‰ ุจุนุฐุฑ ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ุŒ ุฃู…ุง ู„ุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ูู‡ูˆ ุญุฑุงู…

โ€œmakan dan minum dengan tangan kiri ketika ada udzur hukumnya tidak mengapa, adapun jika tanpa udzur maka haramโ€ 1

Dalam Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah (6/119) juga disebutkan:

ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูุฐู’ุฑูŒ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ุงู„ุฃูŽู’ูƒู’ู„ ุฃูŽูˆู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ุจูŽ ุจูุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฑูŽุถู ุฃูŽูˆู’ ุฌูุฑูŽุงุญูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ุงูŽ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„

โ€œjika ada udzur yang menghalangi seseorang untuk makan atau minum dengan tangan kanan, semisal karena sakit atau luka atau semisalnya maka tidak makruh menggunakan tangan kiriโ€

Dan kami tidak mengetahui adanya khilaf diantara para ulama mengenai hal ini.

Sedangkan makan dan minum dengan tangan kiri tanpa udzur, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini:

  1. Pendapat pertama, hukumnya makruh. Ini adalah pendapat Syafiโ€™iyyah dan Hanabilah.ุตูŽุฑูŽู‘ุญูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู†ูŽุงุจูู„ูŽุฉู ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ุฃูŽู’ูƒู’ู„ ูˆูŽุงู„ุดูู‘ุฑู’ุจู ุจูุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„ ุจูู„ุงูŽ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉูโ€œSyafiโ€™iyyah dan Hanabilah menegaskan bahwa makruh hukumnya makan dan minum dengan tangan kiri ketika tidak dalam keadaan daruratโ€ (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 45/294).
    Diantara ulama masa kini yang menguatkan pendapat ini adalah Syaikh Shalih Alu Asy Syaikh dan Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahumallah. Mereka memaknai dalil-dalil larangan makan dan minum sebagai larangan yang sifatnya bimbingan yang tidak sampai haram, namun makruh lit tanzih. Hal ini ditunjukkan dalam sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam :ูŠูŽุง ุบูู„ุงูŽู…ู ุณูŽู…ูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽโ€œwahai bocah, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmuโ€
    dalam hadits ini Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam menyebutkan perkara-perkara yang hukumnya mustahab bukan wajib menurut mereka2.
  2. Pendapat kedua, hukumnya haram. Ini adalah pendapat para ulama muhaqiqqin seperi Ibnu Hajar Al Asqalani, Ibnul Qayyim, Ibnu โ€˜Abdil Barr, Ash Shanโ€™ani, Asy Syaukani dan juga para ulama besar zaman ini seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar radhiallahuโ€™anhuma:ุฅุฐุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃุญุฏููƒูู… ูู„ูŠุฃูƒู„ู’ ุจูŠู…ูŠู†ูู‡ู . ูˆุฅุฐุง ุดุฑูุจูŽ ูู„ูŠุดุฑุจู’ ุจูŠู…ูŠู†ูู‡ู . ูุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠุทุงู†ูŽ ูŠุฃูƒู„ู ุจุดู…ุงู„ูู‡ู ูˆูŠุดุฑุจู ุจุดู…ุงู„ูู‡ูโ€œjika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinyaโ€ (HR. Muslim no. 2020).
    Dalam hadits ini terdapat dua poin: perintah makan dengan tangan kanan dan larangan makan dengan tangan kiri.
    Juga hadits Jabir bin โ€˜Abdillah radhiallahuโ€™anhu, bahwa Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:ู„ุง ุชุฃูƒู„ูˆุง ุจุงู„ุดูู‘ู…ุงู„ู ุŒ ูุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠุทุงู†ูŽ ูŠุฃูƒู„ู ุจุงู„ุดูู‘ู…ุงู„ูโ€œjanganlah kalian makan dengan tangan kiri karena setan makan dengan tangan kiriโ€ (HR. Muslim 2019)

Pendapat kedua adalah pendapat yang rajih, yang sesuai dengan dalil-dalil yang tegas memerintahkan makan dengan tangan kanan ditambah lagi dalil-dalil yang tegas melarang makan dan minum dengan tangan kiri.

Andaikan hanya ada dalil perintah makan dan minum dengan tangan kanan, maka itu sudah cukup kuat untuk mengharamkannya. Sebagaimana kaidah:

ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุดูŠุก ู†ู‡ูŠ ุนู† ุถุฏู‡

โ€œperintah terhadap sesuatu, merupakan larangan terhadap kebalikannyaโ€

Namun dalam masalah ini tidak hanya ada dalil perintah makan dan minum dengan tangan kanan, bahkan juga terdapat dalil larangan makan dan minum dengan tangan kiri. Sehingga lebih tegas lagi keharamannya.

Jangan meniru setan!

Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุขูƒูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุงุŒ ุฅูู…ูŽู‘ุง ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ู…ูุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŒ ุจูู‡ู

โ€œyang makan dengan tangan kiri, kalau ia bukan setan maka ia menyerupai setanโ€ (Zaadul Maโ€™ad, 2/369)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: โ€œmakan dan minum dengan tangan kiri ketika ada udzur hukumnya tidak mengapa, adapun jika tanpa udzur maka haram. Karena Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam melarangnya, beliau bersabda:

ุฅู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูŠุฃูƒู„ ุจุดู…ุงู„ู‡ ูˆูŠุดุฑุจ ุจุดู…ุงู„ู‡

โ€˜sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinyaโ€˜

dan Allah Taโ€™ala berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ุง ุชูŽุชูŽู‘ุจูุนููˆุง ุฎูุทููˆูŽุงุชู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู‘ุจูุนู’ ุฎูุทููˆูŽุงุชู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู

โ€œwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya ia menyuruh kepada perbuatan buruk dan kemungkaranโ€ (QS. An Nur: 21)

Kemudian, setan itu senang jika anda makan dengan tangan kiri anda, karena itu artinya anda telah mengikuti setan dan menyelisihi Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Maka ini bukan perkara remeh! Jika anda makan atau minum dengan tangan kiri, setan sangat bergembira karena perbuatan tersebut. Ia gembira karena anda telah mencocoki dirinya dan menyelisihi Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Maka ini bukan perkara remeh! Oleh karena itu wajib bagi para penuntut ilmu untuk melarang orang-orang awam melakukan perbuatan ini.

Banyak orang yang kita dapati ketika makan, mereka minum dengan tangan kiri. Kata mereka: โ€œnanti gelasnya kotorโ€. Padahal kebanyakan gelas sekarang terbuat dari kertas yang hanya sekali pakai saja. Maka jika demikian biarkan saja ia terkena noda (dari bekas makan). Kemudian, masih memungkinkan anda memegangnya pada bagian bawahnya diantara telunjuk dan ibu jari, kemudian meminumnya. Lalu andaikan alternatif-alternatif barusan tidak memungkinkan, maka biarkan saja gelasnya terkena noda nanti bisa dicuci, ini bukan hal yang musykilah.

Karena selama seseorang itu tahu bahwa melakukan hal tersebut hukumnya haram dan berdosa jika minum dengan tangan kiri, maka yang haram itu tidak boleh dilakukan kecuali daruratโ€3

Khan cuma makruh?

Sebagian orang ada yang beralasan โ€œbukankah sebagian ulama hanya memakruhkan, tidak mengharamkan?โ€.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: โ€œsebagian ulama memang berpendapat makruh. Namun, wahai saudaraku, saya nasehatkan anda dan yang lainnya, ketika Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda, janganlah anda mengatakan โ€˜bukankah sebagian ulama berpendapat begini dan begitu?โ€˜. Para ulama berfatwa sesuai pemahaman mereka. Terkadang mereka mengetahui dalilnya, namun salah dalam memahaminya. Dan terkadang mereka tidak mengetahui dalilnya, dan terkadang dalil dalam suatu masalah itu khafiy (samar).

Bukankah para sahabat Nabi pernah tidak mengetahui hadits tentang thaโ€™un? Ketika Umar bin Khathab berangkat menuju Syam, ada yang mengabari beliau bahwa di Syam sedang ada thaโ€™un (wabah penyakit). Lalu beliau berdiri dan bermusyawarah dengan para sahabat. Lalu datang juga kaum Muhajirin dan Anshar yang turut berdiskusi dalam ruangan. Mereka semua ketika itu tidak tahu tenatng hadits thaโ€™un! Namun walhamdulillah, Allah memberi taufiq kepada mereka untuk kembali dan tidak melanjutkan perjalanan. Yaitu melalui Abdurrahman bin Auf radhiallahuโ€™anhu yang meriwayatkan hadits tersebut, yang awalnya ia tidak hadir di rombongan. Namun kemudian ia datang dan menyampaikan hadits tersebut. Semua sahabat ketika itu tidak tahu haditsnya, dan padahal ketika itu jumlah mereka terbatas (sedikit). Maka bagaimana lagi ketika umat sudah tersebar dan ulama juga sudah tersebar? Maka tidak semestinya kita menentang sabda Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dengan perkataan โ€˜apa dalam masalah ini ada khilaf?โ€˜ atau โ€˜bukankah sebagian ulama berpendapat begini dan begitu?โ€˜. Jika Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda kepada kita:

ู„ุง ูŠุฃูƒู„ ุฃุญุฏูƒู… ุจุดู…ุงู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุดุฑุจ ุจุดู…ุงู„ู‡ุ› ูุฅู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูŠุฃูƒู„ ุจุดู…ุงู„ู‡ ูˆูŠุดุฑุจ ุจุดู…ุงู„ู‡

โ€˜janganlah kalian makan dan minum dengan tangan kiri karena setan makan dan minum dengan tangan kiriโ€˜

maka habis perkara. Jika seorang mukmin disuruh memilih, apakah anda lebih suka dengan tuntunan Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam ataukah lebih suka dengan jalannya setan? Apa jawabnya? Tentu akan menjawab, saya lebih suka dengan tuntunan Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallamโ€4

Selain itu, andaikan seseorang menguatkan pendapat makruhnya hal ini, maka yang makruh itu hendaknya dijauhi. Ketika para ulama mengatakan hukumnya makruh, maka mereka menginginkan orang-orang menjauhi hal tersebut, bukan malah melakukannya apalagi menjadikannya kebiasaan. Bukankah Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุงู„ุญูŽู„ุงูŽู„ู ุจูŽูŠูู‘ู†ูŒุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุจูŽูŠูู‘ู†ูŒุŒ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽุงุชูŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ูŽุง ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ููŽู…ูŽู†ู ุงุชูŽู‘ู‚ูŽู‰ ุงู„ู…ูุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽุงุชู ุงุณู’ุชูŽุจู’ุฑูŽุฃูŽ ู„ูุฏููŠู†ูู‡ู ูˆูŽุนูุฑู’ุถูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ูููŠ ุงู„ุดูู‘ุจูู‡ูŽุงุชู: ูƒูŽุฑูŽุงุนู ูŠูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ุญูู…ูŽู‰ุŒ ูŠููˆุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆูŽุงู‚ูุนูŽู‡ู

โ€œYang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantaranya ada yang syubhat, yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhi yang syubhat, ia telah menjaga kehormatan dan agamanya. Barangsiapa mendekati yang syubhat, sebagaimana pengembala di perbatasan. Hampir-hampir saja ia melewatinyaโ€ (HR. Bukhari 52, Muslim 1599)

Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam juga bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฌู’ุฑููŠ ู…ู† ุงุจู’ู† ุขุฏู… ู…ุฌุฑู‰ ุงู„ุฏู…

โ€œSesungguhnya setan ikut mengalir dalam darah manusiaโ€ (HR. Bukhari 7171, Muslim 2174)

Al Khathabi menjelaskan hadits ini:

ูˆูŽูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุงุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุฐูŽุฑูŽ ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู ู…ูู…ูŽู‘ุง ุชูŽุฌู’ุฑููŠ ุจูู‡ู ุงู„ุธูู‘ู†ููˆู†ู ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุทูุฑู ุจูุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุทู’ู„ูุจูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงู…ูŽุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุจูุฅูุธู’ู‡ูŽุงุฑู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงุกูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูŠูŽุจู

โ€œDalam hadits ini ada ilmu tentang dianjurkannya setiap manusia untuk menjauhi setiap hal yang makruh dan berbagai hal yang menyebabkan orang lain punya sangkaan dan praduga yang tidak tidak. Dan anjuran untuk mencari tindakan yang selamat dari prasangka yang tidak tidak dari orang lain dengan menampakkan perbuatan yang bebas dari hal hal yang mencurigakanโ€ (Talbis Iblis, 1/33)

Kesimpulan

Wajib makan dan minum dengan tangan kanan dan haram hukumnya makan dan minum dengan tangan kiri. Dan makan dan minum dengan tangan kiri adalah perbuatan setan. Pendapat yang menyatakan makruh adalah pendapat yang lemah, namun andaikan seseorang mengambil pendapat ini maka tetaplah hendaknya ia menjauhinya bukan malah melakukannya.

Semoga bermanfaat, nas-alullah at taufiq was sadaad.

Catatan kaki

http://islamancient.com/play.php?catsmktba=19833

Sebagaimana penjelasannya Syaikh Shalih Alu Asy Syaikh dalam halaman berikut: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=19400&highlight=9%2F522

http://islamancient.com/play.php?catsmktba=19833

4 idem

Penulis: Yulian Purnama

Sumber: https://muslim.or.id/24266-hukum-makan-dan-minum-dengan-tangan-kiri.html
Copyright ยฉ 2024 muslim.or.id

Wahai Ayah,Tidak Tahu Jalan Menuju Surga, Bukankah Engkau Nahkodanya?

Wahai Ayah, engkau imam dan pemimpin yang sesungguhnya bagi keluargamu.

Engkau adalah nahkoda bahtera keluarga dengan penumpangnya istri dan anak-anak-mu.

Hendak ke mana engkau bawa istri dan anakmu? Apakah ke surga? Jika ke surga, engkau harus menuntut ilmu agama agar bahtera rumah tangga tidak kandas karena fitnah dan ujian dunia seperti badai laut yang menerpa bahtera

Wahai ayah, Bagaimana mungkin engkau mengemudikan kapal dan membawa keluarga menuju surga sedangkan jalan menuju surga saja engkau tidak tahu?

Jalan menuju surga itu diketahui dengan belajar agama.

Semoga engkau menjadi nahkoda, imam dan pemimpin yang shalih, memimpin membawa keluarga dan berkumpul kembali di surga Allah kelak bersama keluarga tercinta.

Allah Taโ€™ala berfirman

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู

โ€œWahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.โ€ (QS. At-Tahrim: 6)

Artikelย www.muslimafiyah.com
Asuhanย Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
(Alumnus Maโ€™had Al-Ilmi Yogyakarta)

sumber: https://muslimafiyah.com/wahai-ayahtidak-tahu-jalan-menuju-surga-bukankah-engkau-nahkodanya.html