[Kitabut Tauhid 9] 03 SIHIR 23

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Para Ulama menjadikan surah Al-Baqarah : 102 sebagai salah satu dalil untuk menghukumi kafirnya para pelaku sihir. Pendalilannya dari beberapa sisi; dintaranya karena Allâh -‘Azza wa Jalla- menafikan kekafiran bagi Nabi Sulaiman –‘Alaihissalâm- karena Beliau tidak melakukan sihir sebagaimana yang dituduhkan Bani Israil, sebaliknya menetapkan kekafiran bagi Bani Israil karena mereka melakukan sihir; juga karena para penyihir meminta bantuan syaithan dan mengikuti bacaan-bacaan syaithan yang bermuatan kekufuran sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan syaithan agar dapat melakukan sihir.

Kemudian, kafirnya penyihir juga ditegaskan dalam ayat yang lain, diantaranya surah Yunus : 77 dan surah Thâhâ : 67-69 dimana Allâh -‘Azza wa Jalla- mengatakan bahwa para penyihir itu tidak mungkin beruntung. Dan berdasarkan kebiasaan Al-Qur’an jika dinafikan (ditiadakan) al-falâh (keberuntungan) maka menunjukan pengkafiran, misalnya firman Allâh -‘Azza wa Jalla- pada Al-Mukminun : 117, Al-Qashash : 82 dan Al-An’âm : 21.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 9] 02 SIHIR 22

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Diantara ayat Al-Qur’an yang dijadikan dalil oleh Para Ulama untuk menghukumi kafirnya para pelaku sihir ada surah Al-Baqarah : 102. Sisi pendalilan dari ayat tersebut adalah :

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyatakan bahwa para penyihir mengikuti bacaan syaithan.
  2. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyatakan bahwa Nabi Sulaimân –‘Alaihissalâm-tidaklah kafir, karena Beliau tidak mempraktikan sihir sebagaimana yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi.
  3. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyatakan bahwa orang yang belajar sihir akan menjadi kafir, maka terlebih lagi dengan yang mempraktikkannya.
  4. Allâh -‘Azza wa Jalla- menyatakan  bahwa para penyihir tidak mendapatkan bagian di Akhirat, dan ungkapan seperti ini menunjukan para penyihir itu kafir.
  5. Pada ayat selanjutnya Allâh -‘Azza wa Jalla- berfirman :“Sesungguhnya kalau mereka (para penyihir) ituberiman dan bertakwa.” Ini menunjukkan bahwa mereka tidak beriman.

Kemudian, kafirnya penyihir juga ditegaskan dalam ayat yang lain, diantaranya surah Yunus : 77 dan surah Thâhâ : 67-69 dimana Allâh -‘Azza wa Jalla- mengatakan bahwa para penyihir itu tidak mungkin beruntung. Dan berdasarkan kebiasaan Al-Qur’an jika dinafikan (ditiadakan) al-falâh (keberuntungan) maka menunjukan pengkafiran, misalnya firman Allâh -‘Azza wa Jalla- pada Al-Mukminun : 117, Al-Qashash : 82 dan Al-An’âm : 21.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 9] 01 SIHIR 21

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Sihir yang pernah menimpa Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- hanya memperngaruhi sedikit urusan dunia Beliau dan dalam waktu yang singkat, yaitu terkhayalkan bagi Beliau seolah-olah Beliau melakukan sesuatu dari urusan dunia padahal Beliau tidak melakukannya, yang kemudian setelahnya menjadi jelas bagi Beliau segala sesuatunya; Beliau memang tidak diistimewakan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dari manusia yang lainnya untuk urusan ini karena hanya urusan dunia; dan kejadian ini tidak mencacati kenabian Beliau karena tidak ada hubungannya dengan wahyu yang Beliau bawa dari sisi Allâh -‘Azza wa Jalla-.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[LAPORAN] Hasil Ujian Akhir – Kitabut Tauhid bag.8

Alhamdulillah, total 787 peserta mengikuti ujian akhir – kitabut tauhid bag.8 ini.

649 peserta mencapai target kelulusan (min 50% jawaban benar) dan berhak untuk memperoleh e-sertifikat yang akan dikirim maksimal dalam 2 pekan ini.

selamat kami ucapkan bagi peserta yang lulus, mudah-mudahan ilmu tersebut dapat diamalkan dan mudah-mudahan dapat istiqomah pada masa mendatang. kami ingatkan kembali, bahwa ilmu bukan tujuan tapi ilmu adalah wasilah. jadi siapa saja yang menjadikan ilmu sebagai tujuan dan berhenti sampai disitu sungguh ia telah tertipu. namun ketahuilah tujuan ilmu adalah amal. jadi beramalah dengan ilmu yang Allah anugerahkan tersebut🙏

Bagi ikhwah yang belum lulus, jangan putus asa, tetap semangat belajarnya.! adapun hasil ujian saat ini mudah-mudahan menjadi cambuk untuk terus semangat belajar tauhidnya💪

berikut laporan ujian akhirnya

LAPORAN UA – IKHWAN

LAPORAN UA – AKHWAT

catatan:

*Hasil koreksi ujian sudah kami kirimkan ke alamat email antum

*Bagi peserta yang lulus, e-sertifikat akan kami kirimkan maksimal dalam 2 pekan kedepan. silahkan periksa kotak masuk/kotak spam email antum secara berkala.

*Materi kitabut tauhid berikutnya insyaallah akan dimulai kembali pada pertengahan September 2025

[MATERI] Ujian Akhir Tauhid bag.8

MATERI UJIAN

Alhamdulillah, kita telah sampai di bagian kedelapan dengan total 48 materi yang perlu dimurajaah kembali. InsyaaAllah, sekitar dua pekan lagi kita akan menghadapi ujian evaluasi. Yuk, manfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Seperti biasa, bagi peserta yang berhasil mencapai target kelulusan dengan minimal 50% jawaban benar, akan mendapatkan e-sertifikat dari HijrahApp sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan dalam belajar.

Mari kita luruskan niat, karena mengulang pelajaran tauhid tidak akan pernah sia-sia. Justru, ini adalah salah satu bentuk usaha kita untuk menambah bekal menuju ridha dan surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga setiap langkah kecil ini menjadi pemberat amal kebaikan di sisi-Nya.

Tetap semangat, ikhtiar maksimal, dan jangan lupa berdoa. Semoga Allah mudahkan kita semua. Barakallahu fiikum.


Download PDF Materi kitabut tauhid bagian 8:

https://drive.google.com/file/d/1PRwL5EVOmEnxfGGwU1-qN2s4sRQdAbng/view?usp=share_link

Link materi video:

  1. https://youtu.be/Hvuzv7To4FU
  2. https://youtu.be/o5W4eLtR5kM
  3. https://youtu.be/CamqSvy-H8c
  4. https://youtu.be/9H_Y21CnzGg
  5. https://youtu.be/FyazCmWqBYY
  6. https://youtu.be/u5_cZz0hY08
  7. https://youtu.be/51OEF59qABo
  8. https://youtu.be/CLqSYUiG_D4
  9. https://youtu.be/hvpRyrOP88Q
  10. https://youtu.be/ON4MMG_XS4U
  11. https://youtu.be/6ij0cqVJB94
  12. https://youtu.be/IQMz2J38W4E
  13. https://youtu.be/3_y2w_nJfJA
  14. https://youtu.be/UFJhkKvTSPQ
  15. https://youtu.be/7ZUpsHfORv8
  16. https://youtu.be/COKIfWigrgo
  17. https://youtu.be/vgTe1Wz9n7c
  18. https://youtu.be/35-4UIVm1cs
  19. https://youtu.be/zhZF2KVtTXI
  20. https://youtu.be/myqpwctLzdM
  21. https://youtu.be/oUOTM9pkxsg
  22. https://youtu.be/dpe9Kuqeu_4
  23. https://youtu.be/87WQLbtW6Rc
  24. https://youtu.be/wa0p9SI4LcM
  25. https://youtu.be/PxFTDc8giAk
  26. https://youtu.be/rctCj2AcLEI
  27. https://youtu.be/vlOZSKBYhDQ
  28. https://youtu.be/CWsKpmOqSVY
  29. https://youtu.be/NMs_2KCKwZA
  30. https://youtu.be/kcYZtnM5X1U
  31. https://youtu.be/kISt4Y8TvBc
  32. https://youtu.be/bKVZoIWPrRI
  33. https://youtu.be/-6NCd55hjXE
  34. https://youtu.be/NLC2fKlvXOY
  35. https://youtu.be/pJKN21_FNXI
  36. https://youtu.be/Ua4MqcDe5Rw
  37. https://youtu.be/p7I8INKL9as
  38. https://youtu.be/vv-IsQFiYN4
  39. https://youtu.be/jk2GNuwIJl0
  40. https://youtu.be/w0IZT69JVLc
  41. https://youtu.be/gAuXqx7HxmM
  42. https://youtu.be/Kic9gevHcmQ
  43. https://youtu.be/iPDP2I7DQuM
  44. https://youtu.be/RpavQszCl0s
  45. https://youtu.be/1iMHK8zlX8M
  46. https://youtu.be/eG_6TWzCAds
  47. https://youtu.be/O4LwBxTTW9M
  48. https://youtu.be/dV_ByrE6maQ

[Kitabut Tauhid 8] 48 SIHIR 20

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Ahlussunnah membenarkan kisah tersihirnya Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- oleh penyihir Yahudi yang bernama Labiid Ibnu Al-Asham, sedangkan Ahlul Bid’ah dari kalangan Mu’tazilah dan yang sejalan dengan mereka mengiingkarinya; akan tetapi pengingkaran mereka tertolak berdasarkan dalil-dalil Syar’iat dan akal sehat.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 8] 47 SIHIR 19

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Sihir itu ada hakikatnya, nyata pengaruhnya, ada yang bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit, ada yang bisa memisahkan pasangan suami istri, dan bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian. Akan tetapi sihir tidak dapat memberi pengaruh apapun kecuali dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maka sepantasnya setiap Muslim membentengi dirinya dari keburukan pengaruh sihir, dengan meminta perlindungan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- melalui amalan-amalan yang disyariatkan. Dan diantara amalan-amalan tersebut adalah :

  1. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an.
  2. Mengkonsumsi kurma ‘Ajwah.
  3. Memperbanyak dzikir dan ta’aawudzaat.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 8] 46 SIHIR 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Sihir itu ada hakikatnya, nyata pengaruhnya; ada yang bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit, ada yang bisa memisahkan pasangan suami istri, dan bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian. Akan tetapi sihir tidak dapat memberi pengaruh apapun kecuali dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maka sepantasnya setiap Muslim membentengi dirinya dari keburukan pengaruh sihir, dengan meminta perlindungan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- melalui amalan-amalan yang disyariatkan. Dan diantara amalan-amalan tersebut adalah :

  1. Mentauhidkan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Menegakkan ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  3. Menjaga anak saat terbenam matahari.
  4. Membersihkan rumah dari benda-benda terlarang yang disukai syaithan; seperti salib, patung-patung, gambar-gambar makhluq bernyawa, dan anjing; demikian juga dibersihkan dari piranti-piranti yang melalaikan, seperti alat musik dan nyanyian.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 8] 45 SIHIR 17

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Salah satu syubhat (kerancuan berfikir) yang beredar di tengah-tangah Kaum Muslimin adalah bahwa boleh mempelajari dan mempraktekkan sihir kalau dengan tujuan untuk mengatasi gangguan sihir dengan alasan“keadaan darurat”. Dan pendapat ini tidak benar, karena bolehnya mengambil yang haram dalam kondisi darurat setidaknya disyaratkan dua hal : (pertama) tidak ada alternatif lain, dan (kedua) metode tersebut diyakini manfaatnya. Dan kedua syarat tersebut tidak terpenuhi pada pengobatan sihir dengan sihir.
  • An-Nusyrah adalah (cara) menghilangkan sihir dari orang yang terkena sihir, jenisnya ada dua macam : (pertama) menghilangkan sihir dengan sihir yang semisalnya, dengan bantuan syaithan melalui perantara dukun atau tukang sihir, ini hukumnya haram, bahkan merupakan bagian dari kekufuran dan kesyirikan; (kedua) menghilangkan sihir dengan ruqyah (pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al Qur-an dan zikir-zikir dari sunnah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam), ta’awwudzât (zikir-zikir memohon perlindungan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- yang bersumber dari Al-Qur-an dan As-Sunnah), do’a-do’a, dan pengobatan-pengobatan (lain) yang diperbolehkan (dalam agama), maka ini (hukumnya) boleh bahkan dianjurkan.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 8] 44 SIHIR 16

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Berobat dengan sihir; baik dilakukan sendiri dan untuk diri sendiri, atau menyihirkan orang lain yang meminta diobati, atau datang kepada dukun dan tukang sihir untuk pengobatan diri sendiri atau orang lain; hukumnya haram.

Pelaku sihir memiliki tanda-tanda yang dapat dikenali. Apabila dijumpai salah satu di antara tanda-tanda tersebut pada seorang ahli pengobatan, maka dapat diketahui bahwa dia melakukan praktek sihir atau melakukan praktek yang amat dekat dengan sihir, sehingga harus dijauhi dan ditinggalkan.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“