[111%] DONASI DITUTUP ๐Ÿ™

MasyaAllah walhamdulillah, donasi untuk pengadaan workstation tim desain HijrahApp telah terkumpul hinggaย 111% dalam waktu 29 jam.

Jazakumullahu khairan kepada seluruh muhsinin yang telah berkontribusi. Semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala membalas setiap kebaikan yang telah diberikan dengan balasan terbaik, karena hanya Dia sebaik-baik Dzat Yang Maha Memberi balasan.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada 604+ muhsinin yang telah ikut berdonasi, serta para pengguna yang turut mendukung dengan doa-doa terbaiknya.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menerima setiap kebaikan yang Bapak/Ibu tunaikan, melipatgandakan pahalanya, membersihkan harta, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Semoga kontribusi ini menjadi bagian dari upaya menebarkan dakwah, ilmu, dan kebaikan kepada lebih banyak kaum Muslimin. Semoga apa yang telah disisihkan menjadi tabungan pahala yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Allahumma aamiin.

Marilah kita bersama-sama mengikhlaskan seluruh upaya ini hanya untuk Allah Taโ€™ala.

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุตูŽู„ูŽุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ ูˆูŽู…ูŽุญู’ูŠูŽุงูŠูŽ ูˆูŽู…ูŽู…ูŽุงุชููŠ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS. Al-Anโ€™am: 162)

Sekali lagi, jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum. ๐Ÿคฒ

Laporan Donasi

Pintu Surga Ar Rayyan bagi Orang yang Berpuasa

Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ar Rayyan ini adalah salah satu pintu di surga dari delapan pintu yang ada yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa.

Dari Sahl bin Saโ€™ad, dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ูŠูŽู‘ุงู†ู ุŒ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ ุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

โ€œSesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut โ€œar rayyanโ€œ. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, โ€œMana orang yang berpuasa.โ€ Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinyaโ€ (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Al Fath menyebutkan, โ€œAr Rayyan dengan menfathahkan huruf roโ€™ dan mentasydid yaโ€™, mengikuti wazan fiโ€™il (kata kerja) dari kata โ€˜ar riyyโ€˜ yang maksudnya adalah nama salah satu pintu di surga yang hanya dikhususkan untuk orang yang berpuasa memasukinya. Dari sisi lafazh dan makna ada kaitannya. Karena kata ar rayyan adalah turunan dari kata ar riyy yang artinya bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa kelak akan memasuki pintu tersebut dan tidak pernah merasakan haus lagi.โ€ (Fathul Bari, 4: 131).

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam lafazh hadits lainnya disebutkan bahwa di surga itu ada delapan buah pintu. Salah satu pintu dinamakan Ar Rayyan. Pintu tersebut tidaklah dimasuki selain orang yang berpuasa (lihat Fathul Bari, 4: 132). Hadits yang dimaksud adalah,

ุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุŒ ูููŠู‡ูŽุง ุจูŽุงุจูŒ ูŠูุณูŽู…ูŽู‘ู‰ ุงู„ุฑูŽู‘ูŠูŽู‘ุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ยป

Dari Sahl bin Saโ€™ad radhiyallahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia berkata, โ€œSurga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasaโ€ (HR. Bukhari no. 3257).

Hadits di atas juga menunjukkan al jazaโ€™ min jinsil โ€˜amal, yaitu balasan dari Allah sesuai dengan jenis amalan. Dan juga menandakan bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diganti dengan yang lebih baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุฏูŽุนูŽ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ุงุชูู‘ู‚ูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฌูŽู„ูŽู‘ ูˆูŽุนูŽุฒูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽุนู’ุทูŽุงูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู…ูู†ู’ู‡ู

โ€œJika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah โ€˜azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baikโ€ (HR. Ahmad 5: 78, sanad hadits ini shahih kata Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth).

Karena orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat hubungan intim, makan dan minum semuanya karena Allah subhanahu wa taโ€™ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi, Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุฏูŽุนู ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ูู‰

โ€œDisebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Kuโ€ (HR. Bukhari no. 7492 dan Muslim no. 1151).

Karena ia meninggalkan kenikmatan-kenikmatan ini karena Allah, maka Dia akan mengganti dengan yang lebih baik. Bahkan amalan puasa ini dikhususkan untuk Allah, Dialah yang nanti akan membalasnya. Dalam hadits qudsi disebutkan,

ูƒูู„ูู‘ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูู‰ ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒูู‰ ุจูู‡ู

โ€œSetiap amalan manusia adalah untuknya. Kecuali amalan puasa itu untuk Allah dan Dia yang nanti akan membalasnyaโ€ (HR. Bukhari no. 5927 dan Muslim no. 1151).

Mengenai hadits balasan pintu Ar Rayyan di atas mengandung pelajaran tentang keutamaan puasa dan karomah bagi orang yang berpuasa. Demikian kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (8: 31).

Semoga Allah memudahkan kita untuk memasuki pintu tersebut dengan amalan puasa kita.

Referensi:

  • Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.
  • Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh, cetakan tahun 1424 H.
  • Romadhon Durusun wa โ€˜Ibarun โ€“ Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.

โ€”
Disusun di pagi hari, 15 Ramadhan 1434 H @ย Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta
Penulis:ย Muhammad Abduh Tuasikal

sumber: https://muslim.or.id/17579-kajian-ramadhan-13-pintu-surga-ar-rayyan-bagi-orang-yang-berpuasa.html

Dosa Selalu Menggelisahkan Jiwa

Kebaikan selalu menentramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

Dari cucu Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, Al Hasan bin โ€˜Ali, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฏูŽุนู’ ู…ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ุทูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุฑููŠุจูŽุฉูŒ

โ€œTinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.โ€[1]

Dalam lafazh lain disebutkan,

ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุทูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ูŽ ุฑููŠู’ุจูŽุฉูŒ

โ€œKebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.โ€[2]

Dalam hadits lainnya, dari Nawas bin Samโ€™an, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูู„ูู‚ู ูˆูŽุงู„ุฅูุซู’ู…ู ู…ูŽุง ุญูŽุงูƒูŽ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุทู‘ูŽู„ูุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู

โ€œKebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.โ€[3]

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, โ€œDosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa. Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.โ€[4]

Sampai-sampai jika seseorang dalam keadaan bingung, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan menanyakan pada hatinya, apakah perbuatan tersebut termasuk dosa ataukah tidak. Ini terjadi tatkala hati dalam keadaan gundah gulana dan belum menemukan bagaimanakah hukum suatu masalah. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menasehatkan pada Wabishoh,

ุงุณู’ุชูŽูู’ุชู ู†ูŽูู’ุณูŽูƒูŽ ุŒ ุงุณู’ุชูŽูู’ุชู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ูˆูŽุงุจูุตูŽุฉู โ€“ ุซูŽู„ุงูŽุซุงู‹ โ€“ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ู…ูŽุง ุงุทู’ู…ูŽุฃูŽู†ู‘ูŽุชู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุทู’ู…ูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ุŒ ูˆูŽุงู„ุฅูุซู’ู…ู ู…ูŽุง ุญูŽุงูƒูŽ ููู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุชูŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ููู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุฏู’ุฑู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽูู’ุชูŽุงูƒูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ูƒูŽ

โ€œMintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.โ€[5]

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menjelaskan, โ€œHadits Wabishoh dan yang semakna dengannya menunjukkan agar kita selalu merujuk pada hati ketika ada sesuatu yang merasa ragu. Jika jiwa dan hati begitu tenang, itu adalah suatu kebaikan dan halal. Namun jika hati dalam keadaan gelisah, maka itu berarti termasuk suatu dosa atau keharaman.โ€[6] Ingatlah bahwasanya hadits Wabishoh dimaksudkan untuk perbuatan yang belum jelas halal atau haram, termasuk dosa ataukah bukan. Sedangkan jika sesuatu sudah jelas halal dan haramnya, maka tidak perlu lagi merujuk pada hati.

Demikianlah yang namanya dosa, selalu menggelisahkan jiwa, membuat hidup tidak tenang. Jika seseorang mencuri, menipu, berbuat kecurangan, korupsi, melakukan dosa besar bahkan melakukan suatu kesyirikan, jiwanya sungguh sulit untuk tenang.

Lantas bagaimana jika ada yang melakukan dosa malah hatinya begitu tentram-tentram saja?

Jawabannya, bukan perbuatan dosa atau maksiat dibenarkan. Yang benar adalah itulah keadaan hati yang penuh kekotoran, yang telah tertutupi dengan noda hitam karena tidak kunjung berhenti dari maksiat. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูƒูŽู„ู‘ูŽุง ุจูŽู„ู’ ุฑูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุณูุจููˆู†ูŽ

โ€œSekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.โ€ (QS. Al Muthoffifin: 14). Jika hati terus tertutupi karena maksiat, maka sungguh sulit mendapatkan petunjuk dan melakukan kebaikan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, โ€œJika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.โ€[7]

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููุนู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽุชูŽุฑู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽุงุชู

Allahumma inni as-aluka fiโ€™lal khoiroot, wa tarkal munkaroot. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan berbagai kemungkaran.[8]

Diselesaikan di siang hari di Panggang-Gunung Kidul, 15 Syawal 1431 H (23/09/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://www.rumaysho.com

[1] HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[2] HR. Al Hakim 2/51 dalam Mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih. Adz Dzahabi menegaskan bahwa hadits ini shahih.

[3] HR. Muslim no. 2553.

[4] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihyaโ€™ At Turots, 1392, 16/111.

[5] HR. Ad Darimi 2/320 dan Ahmad 4/228. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini dhoโ€™if. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi. Lihat Al Irwaโ€™ no. 1734.

[6] Jaamiโ€™ul โ€˜Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Darul Muayyid, hal. 304.

[7] Ad Daaโ€™ wad Dawaaโ€™, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyyah, cetakan pertama, 1424 H, hal. 107.

[8] HR. Tirmidzi no. 3233, dari Ibnu โ€˜Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Sumber https://rumaysho.com/1269-dosa-selalu-menggelisahkan-jiwa.html

Orang yang Berbohong ketika Puasa Boleh Makan Minum?

Pertanyaan:

Saya mendengar bahwa orang yang berbohong ketika puasa maka puasanya sia-sia. Lalu apakah orang yang berbohong ketika puasa setelah itu boleh makan dan minum?

Jawaban:

Alhamdulillahi rabbil โ€˜alamin, ash-shalatu wassalamu โ€˜ala Nabiyyina Muhammadin wa โ€˜ala alihi wa shahbihi ajmaโ€™in, amma baโ€™du.

Pertama, berbohong tidak membatalkan puasa. Namun memang berbohong itu bisa membatalkan pahala puasa, sebagaimana maksiat-maksiat lainnya. Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู† ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ุฒูู‘ูˆุฑู ูˆุงู„ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุจู‡ ูˆุงู„ุฌูŽู‡ู’ู„ูŽุŒ ูู„ูŠุณูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุญุงุฌูŽุฉูŒ ุฃู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุนูŽ ุทูŽุนุงู…ูŽู‡ู ูˆุดูŽุฑุงุจูŽู‡ู

โ€œSiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan dusta serta kejahilan (maksiat), maka Allah tidak butuh amalan ia meninggalkan makan atau minum.โ€ (HR. Al-Bukhari no. 6057)

Dalam hadits yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda:

ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุฌูู†ูŽู‘ุฉูŒ ูู„ุง ูŠูŽุฑู’ููุซู’ ูˆู„ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู‡ู„ู’ุŒ ูˆุฅู†ู ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽู‡ู ุฃูˆู’ ุดูŽุงุชูŽู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’: ุฅู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽูŠู’ู†ู

โ€œPuasa adalah perisai. Maka janganlah berkata buruk dan janganlah berbuat kejahilan (maksiat). Jika ada orang yang memerangimu atau mencelamu maka katakanlah: saya sedang puasa, saya sedang puasa.โ€ (HR. Al-Bukhari no.1894, Muslim no.1151)

Penulis kitab Aunul Maโ€™bud menjelaskan:

ู‚ุงู„ ุจู† ุจุทุงู„: ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูุคู’ู…ูŽุฑ ุจูุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุน ุตููŠูŽุงู…ู‡ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ุญู’ุฐููŠุฑ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ ุงู„ุฒูู‘ูˆุฑ ูˆูŽู…ูŽุง ุฐููƒูุฑูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู โ€ฆ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู† ุงู„ู’ู…ูู†ููŠุฑ : ุจูŽู„ู’ ู‡ููˆูŽ ูƒูู†ูŽุงูŠูŽุฉ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุฏูŽู… ุงู„ู’ู‚ูŽุจููˆู„. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู† ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจููŠู‘ : ู…ูู‚ู’ุชูŽุถูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ุฃูŽู†ู’ ู„ุง ูŠูุซูŽุงุจ ุนูŽู„ูŽู‰ ุตููŠูŽุงู…ู‡ 

โ€œIbnu Bathal mengatakan, โ€œBukan berarti orang yang berdusta diperintahkan untuk meninggalkan puasanya. Namun maknanya adalah peringatan keras agar tidak berdusta dan tidak melakukan maksiat.โ€ โ€ฆ Ibnul Munir mengatakan, โ€œPerintah dalam hadits ini bermakna kiasan untuk menyatakan tidak diterimanya amalan puasa orang yang demikian.โ€ Ibnul Arabi mengatakan: โ€œKonsekuensi dari hadits ini adalah orang yang demikian tidak mendapatkan pahala puasaโ€โ€ (Aunul Maโ€™bud, 6/488 โ€“ 489)

Maka orang yang berbohong ketika sedang puasa tidak serta-merta membatalkan puasa, namun pahalanya berkurang atau hangus. Dan andaikan berbohong membatalkan puasa, maka maksiat-maksiat lain juga membuat puasa batal. Karena dalam hadits di atas tidak hanya disebutkan berbohong saja.

Adapun hadits:

ุฎู…ุณ ุชูุทุฑ ุงู„ุตุงุฆู… ุŒ ูˆุชู†ู‚ุถ ุงู„ูˆุถูˆุก : ุงู„ูƒุฐุจ ุŒ ูˆุงู„ุบูŠุจุฉ ุŒ ูˆุงู„ู†ู…ูŠู…ุฉ ุŒ ูˆุงู„ู†ุธุฑ ุจุงู„ุดู‡ูˆุฉ ุŒ ูˆุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ูุงุฌุฑุฉ

โ€œLima hal yang membatalkan puasa dan membatalkan wudhu: berbohong, ghibah, namimah, melihat lawan jenis dengan syahwat, dan bersumpah palsu.โ€

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Jauraqani di Al-Abathil (1/351), oleh Ibnul Jauzi di Al-Maudhuโ€™at (1131). Hadits ini adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan Ibnul Jauzi di Al-Maudhuโ€™at (1131) dan juga Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dhaifah (1708).

Kedua, orang yang berbohong ketika sedang puasa, tetap wajib melanjutkan puasanya sampai matahari tenggelam. Jika ia berbuka sebelum waktunya maka ia melakukan dosa besar lainnya, setelah dosa berbohong. Sebagaimana hadits dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahuโ€™anhu, bahwa Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, 

ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ู†ูŽุงุฆูู…ูŒ ุฅูุฐู’ ุฃูŽุชูŽุงู†ูู‰ ุฑูŽุฌูู„ุงูŽู†ู ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽุง ุจูุถูŽุจู’ุนูŽู‰ูŽู‘ ููŽุฃูŽุชูŽูŠูŽุง ุจูู‰ ุฌูŽุจูŽู„ุงู‹ ูˆูŽุนู’ุฑู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ุงูŽ ู„ูู‰ูŽ : ุงุตู’ุนูŽุฏู’ ููŽู‚ูู„ู’ุชู : ุฅูู†ูู‘ู‰ ู„ุงูŽ ุฃูุทููŠู‚ูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ุงูŽ : ุฅูู†ูŽู‘ุง ุณูŽู†ูุณูŽู‡ูู‘ู„ูู‡ู ู„ูŽูƒูŽ ููŽุตูŽุนูุฏู’ุชู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู’ุชู ููู‰ ุณูŽูˆูŽุงุกู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูŽุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชู ุดูŽุฏููŠุฏูŽุฉู ููŽู‚ูู„ู’ุชู : ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ููˆุง : ู‡ูŽุฐูŽุง ุนููˆูŽุงุกู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุทูู„ูู‚ูŽ ุจูู‰ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูุนูŽู„ูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุจูุนูŽุฑูŽุงู‚ููŠุจูู‡ูู…ู’ ู…ูุดูŽู‚ูŽู‘ู‚ูŽุฉูŒ ุฃูŽุดู’ุฏูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ุชูŽุณููŠู„ู ุฃูŽุดู’ุฏูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ุฏูŽู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู : ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠููู’ุทูุฑููˆู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุชูŽุญูู„ูŽู‘ุฉู ุตูŽูˆู’ู…ูู‡ูู…ู’

โ€œKetika aku sedang tidur, tiba-tiba ada dua laki-laki yang mendatangiku. Keduanya memegangi kedua lenganku, kemudian membawaku ke sebuah gunung terjal. Keduanya berkata kepadaku: โ€œnaiklah!โ€. Aku menjawab: โ€œAku tidak mampuโ€. Keduanya berkata, โ€œKami akan memudahkannya untukmuโ€. Maka aku naik. Ketika aku berada di tengah gunung itu, tiba-tiba aku mendengar suara-suara yang keras, sehingga aku bertanya: โ€œSuara apa itu?โ€. Mereka menjawab, โ€œItu teriakan penduduk nerakaโ€. Kemudian aku dibawa ke tempat lain, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang digantung terbalik dengan urat-urat kaki mereka sebagai ikatan. Ujung-ujung mulut mereka sobek dan mengalirkan darah. Aku bertanya, โ€œMereka itu siapa?โ€ Keduanya menjawab, โ€œMereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunyaโ€. (HR. Ibnu Hibban no.7491, dishahihkan Syuโ€™aib Al-Arnauth dalam Takhrij Shahih Ibnu Hibban)

Hadits ini adalah ancaman keras bagi orang yang berbuka sebelum waktunya. Maka orang yang terlanjur berbohong ketika puasa tidak boleh makan dan minum. Ia tetap wajib melanjutkan puasanya hingga tenggelam matahari. 

Dan wajib baginya untuk bersegera bertaubat kepada Allah atas kebohongan yang ia lakukan. Jika ia bertaubat dengan taubat nasuha, maka insyaAllah pahala puasanya akan kembali. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu, bahwa Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda:

ุงู„ุชุงุฆุจู ู…ู† ุงู„ุฐู†ุจู ูƒู…ู† ู„ุง ุฐู†ุจูŽ ู„ู‡ู

โ€œOrang yang bertaubat dari suatu dosa, maka ia sama dengan orang yang tidak melakukan dosa tersebut.โ€ (HR. Ibnu Majah, no.4250, dihasankan Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Wallahu aโ€™lam, semoga Allah taโ€™ala memberi taufik.

Walhamdulillahi rabbil โ€˜alamin, wa shallallahu โ€˜ala Nabiyyina Muhammadin wa โ€˜ala alihi washahbihi ajmaโ€™in.

***

Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom.

Referensi: https://konsultasisyariah.com/41837-orang-yang-berbohong-ketika-puasa-boleh-makan-minum.html

Shalat Witir Bersama Imam akan Mendapat Pahala Shalat Semalaman

Selesaikan Tarawih dan Witirmu Bersama Imam

โ€œJangan ngacir sebelum witir bersama imam saat shalat tarawihโ€

Ungkapan di atas terlontar sebab sering kita perhatikan ada sebagian kaum muslimin meninggalkan jamaah ketika shalat tarawih telah selesai, mereka pergi dan tidak ikut shalat witir bersama imam karena hendak melaksanakan shalat malam lagi. Mereka berkeyakinan jika sudah shalat witir maka tidak boleh mengerjakan shalat malam lagi karena witir merupakan penutup salat malam.

Jangan Sampai Kehilangan Pahala Shalat Semalam Suntuk

Meninggalkan shalat witir bersama imam adalah hal yang kurang tepat karena jika tidak ikut shalat sampai selesai bersama imam maka akan kehilangan keutamaan yang besar berupa pahala salat semalam suntuk.

Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,

๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปกูŽ ๏ปฃูŽ๏ปŠูŽ ๏บู’๏ปนู๏ปฃูŽ๏บŽ๏ปกู ๏บฃูŽ๏บ˜ูŽู‘๏ปฐ ๏ปณูŽ๏ปจู’๏บผูŽ๏บฎู๏ป‘ูŽ ๏ป›ู๏บ˜ู๏บูŽ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ป—ู๏ปดูŽ๏บŽ๏ปกู ๏ปŸูŽ๏ปดู’๏ป ูŽ๏บ”

โ€œBarang siapa salat malam bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) salat satu malam (penuh).โ€ [1]

Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,

๏บ‡๏บซ๏บ ๏บป๏ป ๏ปด๏บ– ๏ปฃ๏ปŠ ๏บ๏ปน๏ปฃ๏บŽ๏ปก ๏บป๏ปผ๏บ“ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏บฎ๏บ๏ปญ๏ปณ๏บข : ๏ป“๏บŽ๏ปท๏ป“๏ป€๏ปž ๏บƒ๏ปฅ ๏บ—๏ปฎ๏บ—๏บฎ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปช ุ› ๏ปŸ๏บ˜๏บค๏บผ๏ปž ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปท๏บŸ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บŽ๏ปฃ๏ปž

โ€œJika engkau salat tarawih bersama imam maka lebih afdal jika engkau salat witir bersamanya agar mendapat pahala yang sempurna (berupa pahala salat semalam suntuk).โ€ [2]

Dalil Shalat Witir Sebagai Penutup Shalat Malam

Memang benar, ada hadits yang zahir-nya adalah memerintahkan agar menjadikan witir sebagai akhir shalat/penutup shalat malam kita. Yaitu hadits,

๏บ๏บŸู’๏ปŒูŽ๏ป ู๏ปฎ๏บ ๏บ ๏บงู๏บฎูŽ๏บปูŽ๏ป ูŽ๏บŽ ๏บ—ู๏ปœู๏ปขู’ ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปดู’๏ปžู ๏ปญู๏บ—ู’๏บฎู‹๏บ

โ€œJadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah shalat ganjil (witir)โ€ [3]

Ibnu Hazm menjelaskan bahwa ini hanyalah suatu anjuran bukan suatu keharusan. Beliau berkata

๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ—๏บฎ ๏บ๏บง๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปด๏ปž ๏บƒ๏ป“๏ป€๏ปž . ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปญ๏บ—๏บฎ ๏บƒ๏ปญ๏ปŸ๏ปช ๏ป“๏บค๏บด๏ปฆ , ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บผ๏ปผ๏บ“ ๏บ‘๏ปŒ๏บช ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ—๏บฎ ๏บŸ๏บŽ๏บ‹๏บฐ๏บ“ , ๏ปญ๏ปป ๏ปณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏ปญ๏บ—๏บฎ๏บู‹ ๏บ๏บง๏บฎ ๏บ๏ปซู€ .

โ€œWitir di akhir malam lebih afdal. Barangsiapa yang witir di awal malam termasuk kebaikan juga, shalat malam lagi setelah witir hukumnya boleh dan tidak perlu diulang witir lagi (witir dua kali).โ€ [4]

Demikian juga penjelasan An-Nawawi, beliau berkata,

๏บ‡๏บซ๏บ ๏บƒ๏ปญ๏บ—๏บฎ ๏บ›๏ปข ๏บƒ๏บญ๏บ๏บฉ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณ๏บผ๏ป ๏ปฒ ๏ปง๏บŽ๏ป“๏ป ๏บ” ๏บƒ๏ปก ๏ป๏ปด๏บฎ๏ปซ๏บŽ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปด๏ปž ๏บŸ๏บŽ๏บฏ ๏บ‘๏ปผ ๏ป›๏บฎ๏บ๏ปซ๏บ” ๏ปญ๏ปป ๏ปณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ—๏บฎ

โ€œJila seseorang telah mengerjakan shalat witir kemudian ingin mengerjakan shalat sunah lagi pada malam harinya, hukumnya boleh dan tidak makruh, tetapi tidak mengulang salat witir lagi.โ€ [5]

Selepas Witir Bersama Imam Masih Boleh Shalat Malam Tanpa Mengulang Witir

Jika sudah mengerjakan shalat witir memang tidak boleh mengulangi salat witir kembali karena tidak boleh ada dua kali shalat witir dalam satu malam, akan tetapi masih boleh shalat malam secara umum.

Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,

๏ปปูŽ ๏ปญู๏บ—ู’๏บฎูŽ๏บ๏ปฅู ๏ป“ู๏ปฒู’ ๏ปŸูŽ๏ปดู’๏ป ูŽ๏บ”ู

โ€œTidak ada dua witir dalam satu malam.โ€ [6]

Demikian semoga beemanfaat

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun:ย dr. Raehanul Bahraen
Artikelย Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1]  HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasaโ€™i, dan lain-lain, Disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Tirmidzi
[2] Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah jilid II 6/54
[3] Muttafaqqun โ€˜alaihi
[4] Muhallaa 2/92-93
[5] Al-Majmuโ€™ Syarh Al-Muahadzab 3/512
[6] HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban

sumber: https://muslim.or.id/30160-shalat-witir-bersama-imam-akan-mendapat-pahala-shalat-semalaman.html

Puasa Tapi Tidak Shalat

Puasa Tapi Tidak Shalat

Pertanyaan:

Bolehkah berpuasa tapi tidak sholat wajib

Dari: Maja

(Dikirim melalui Aplikasi Tanya Ustadz untuk Windows Phone)

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala rasulillah, amma baโ€™du,

Berikut keterangan Imam Ibnu Utsaimin tentang status puasa orang yang meninggalkan shalat. Beliau menjelaskan,

โ€œOrang yang meninggalkan shalat, puasanya tidak sah dan tidak diterima. Karena orang yang meninggalkan shalat adalah orang kafir, telah murtad keluar dari islam. Berdasarkan firman Allah taโ€™ala,

ููŽุฅูู† ุชูŽุงุจููˆุงู’ ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุงู’ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูฐุฉูŽ ูˆูŽุกูฐุงุชูŽูˆูุงู’ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽูˆูฐุฉูŽ ููŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽู†ูููŽุตูู‘ู„ู ุงู„ุฃูŽูŠูŽู€ูฐุชู ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œJika mereka bertaubat, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat maka mereka adalah saudara kalian seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat untuk kaum yang mengetahui.โ€ (QS. At-Taubah: 11)

Kemudian, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda,

ุจูŠู† ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุจูŠู† ุงู„ุดุฑูƒ ูˆุงู„ูƒูุฑ ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ

โ€œBatas antara seorang muslim dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan shalat.โ€ (HR. Muslim 82)

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda,

ุงู„ุนู‡ุฏ ุงู„ุฐูŠ ุจูŠู†ู†ุง ูˆุจูŠู†ู‡ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ูู…ู† ุชุฑูƒู‡ุง ูู‚ุฏ ูƒูุฑ

โ€œPerjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat, siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir.โ€ (HR. Nasai 463, Turmudzi 2621, Ibn Majah 1079 dan yang lainnya, hadis shahih).

Kemudian, Imam Ibnu Utsaimin menegaskan bagaimana sikap sahabat terhadap orang yang meninggalkan shalat,

ูˆู„ุฃู† ู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุนุงู…ุฉ ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ุฅุฌู…ุงุนุงู‹ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ู‚ุงู„ ุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ุจู† ุดู‚ูŠู‚ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุชุงุจุนูŠู† ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑูŠู†: โ€œูƒุงู† ุฃุตุญุงุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุง ูŠุฑูˆู† ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุชุฑูƒู‡ ูƒูุฑ ุบูŠุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉโ€ุŒ ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุฅุฐุง ุตุงู… ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆู‡ูˆ ู„ุง ูŠุตู„ูŠ ูุตูˆู…ู‡ ู…ุฑุฏูˆุฏ ุบูŠุฑ ู…ู‚ุจูˆู„ุŒ ูˆู„ุง ู†ุงูุน ู„ู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ูˆู†ุญู† ู†ู‚ูˆู„ ู„ู‡: ุตู„ ุซู… ุตู…ุŒ ุฃู…ุง ุฃู† ุชุตูˆู… ูˆู„ุง ุชุตู„ูŠ ูุตูˆู…ูƒ ู…ุฑุฏูˆุฏ ุนู„ูŠูƒ ู„ุฃู† ุงู„ูƒุงูุฑ ู„ุง ุชู‚ุจู„ ู…ู†ู‡ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ.

Kesimpulan ini (meninggalkan shalat adalah kafir) merupakan pendapat umumnya sahabat, jika disebut kesepakatan diantara mereka. Abdullah bin Syaqiq rahimahullah โ€“ seorang tabiin yang terkenal โ€“ mengatakan,

โ€œPara sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pernah menilai ada satu amal yang jika ditinggalkan menyebabkan kafir, selain shalat.โ€

Oleh karena itu, jika ada orang yang puasa, namun dia tidak shalat maka puasanya tertolak dan tidak diterima, tidak ada manfaat untuknya di sisi Allah pada hari kiamat. Karena itu, kita nasehatkan kepada orang ini, โ€˜Kerjakan shalat dan laksanakan puasa. Jika anda puasa namun tidak shalat, puasa anda tertolak, karena ibadah orang kafir, tidak diterima.โ€™

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/15964

Allahu aโ€™lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Referensi: https://konsultasisyariah.com/19520-puasa-tapi-tidak-shalat-2.html

7 Alasan Banyak Sedekah di Bulan Ramadhan

Ada 7 alasan kenapa kita diperintah banyak sedekah di bulan Ramadhan.

Suri teladan kita, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita untuk banyak bersedekah dan berderma di bulan Ramadhan. Bahkan ada berbagai faedah jika seseorang bertambah semangat bersedekah ketika berpuasa di bulan penuh berkah tersebut.

Dalam shahihain, dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ููู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุŒ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู โ€“ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู โ€“ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ููู‰ ูƒูู„ูู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽูŠูุฏูŽุงุฑูุณูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ููŽู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏู ุจูุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูŠุญู ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ูŽุฉู

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qurโ€™an kala itu. Dan Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.โ€ (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, โ€œAl juud berarti rajin dan banyak memberi (berderma)โ€ (Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 291). Jadi maksud hadits adalah Rasulullah โ€“shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€“ rajin memberi sedekah pada orang lain di bulan Ramadhan.

Ibnu Rajab juga menyebutkan, โ€œPada diri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam terkumpul berbagai macam sifat dermawan. Beliau gemar berderma dengan ilmu dan harta beliau. Beliau juga mengorbankan jiwa untuk memperjuangkan agamanya. Beliau juga memberikan manfaat pada umat dengan menempuh berbagai macam cara. Bentuk kemanfaatan yang beliau berikan adalah dengan memberi makan pada orang yang lapar, menasihati orang yang bodoh, memenuhi hajat dan mengangkat kesulitan orang yang butuh.โ€ (Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 293).

Di halaman lainnya dari kitab Lathaif Al-Maโ€™arif (hlm. 295), semangat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk berderma lebih besar lagi di bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.

Apa yang mendorong beliau lebih bersemangat seperti itu?

1- Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia dan pahala berlipat ganda pada bulan tersebut.

2- Rajin berderma pada bulan Ramadhan berarti membantu orang yang berpuasa, orang yang melakukan shalat malam dan orang yang berdzikir supaya mereka mudah dalam beramal. Orang yang membantu di sini akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka yang beramal. Sebagaimana Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan orang yang memberi makan buka puasa,

ู…ูŽู†ู’ ููŽุทูŽู‘ุฑูŽ ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œSiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.โ€ (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

3- Di bulan Ramadhan, Allah juga berderma dengan memberikan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, lebih-lebih lagi di malam Lailatul Qadar.

4- Menggabungkan antara puasa dan sedekah adalah sebab seseorang dimudahkan masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,

ุนูŽู†ู’ ุนูŽู„ูู‰ูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุบูุฑูŽูู‹ุง ุชูุฑูŽู‰ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูุทููˆู†ูู‡ูŽุง ูˆูŽุจูุทููˆู†ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูŽุง ยป. ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจูู‰ูŒู‘ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู‡ูู‰ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุนูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฏูŽุงู…ูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู†ููŠูŽุงู…ูŒ ยป

Dari โ€˜Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œSesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.โ€ Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, โ€œUntuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?โ€ Beliau bersabda, โ€œItu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.โ€ (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1: 155. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kata Ibnu Rajab Al Hambali, sifat-sifat yang disebutkan di atas semuanya terkumpul di bulan Ramadhan. Karena orang beriman akan mengumpulkan pada dirinya amalan puasa, shalat malam, sedekah dan berkata yang baik di mana ketika berpuasa dilarang berkata kotor dan sia-sia. Lihat Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 298.

5- Menggabungkan antara sedekah dan puasa adalah sebab kemudahan meraih ampunan dosa dan selamat dari siksa neraka. Lebih-lebih jika kedua amalan tersebut ditambah dengan amalan shalat malam.

Disebutkan bahwa puasa adalah tameng (pelindung) dari siksa neraka,

ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุฌูู†ูŽู‘ุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูƒูŽุฌูู†ูŽู‘ุฉู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุชูŽุงู„ู

โ€œPuasa adalah pelindung dari neraka seperti tameng salah seorang dari kalian ketika ingin berlindung dari pembunuhan.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 1639 dan An Nasai no. 2232. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Mengenai sedekah dan shalat malam disebutkan dalam hadits,

ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุฉู ุชูุทู’ููุฆู ุงู„ู’ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูุทู’ููุฆู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽ ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ุฌูŽูˆู’ูู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู

โ€œSedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang selepas tengah malam.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

6- Dalam puasa pasti ada cacat dan kekurangan, sedekah itulah yang menutupi kekurangan tersebut. Oleh karenanya di akhir Ramadhan, kaum muslimin disyariโ€™atkan menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa. Disebutkan dalam hadits, Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma berkata,

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุทูู‡ู’ุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ููŽุซู ูˆูŽุทูุนู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.โ€ (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

7- Disyariโ€™atkan banyak berderma ketika puasa seperti saat memberi makan buka puasa adalah supaya orang kaya dapat merasakan orang yang biasa menderita lapar sehingga mereka pun dapat membantu orang yang sedang kelaparan. Oleh karenanya sebagian ulama teladan di masa silam ditanya, โ€œKenapa kita diperintahkan untuk berpuasa?โ€ Jawab mereka, โ€œSupaya yang kaya dapat merasakan penderitaan orang yang lapar. Itu supaya ia tidak melupakan deritanya orang yang lapar.โ€ (Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 300)

Yang dicontohkan oleh para ulama di antaranya โ€˜Abdullah bin Al-Mubarak dan Al-Hasan Al-Bashri, mereka biasa memberi makan pada orang lain, padahal sedang berpuasa (sunnah).

Demikian tujuh faedah yang disampaikan oleh Ibnu Rajab yang mendorong kita supaya rajin membantu, memberi dan berderma di bulan Ramadhan. Sehingga itulah mengapa bulan Ramadhan disebut bulan muwasaah, yaitu bulan yang diperintahkan banyak berderma.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, โ€œSiapa yang tidak bisa menggapai derajat itsar (mendahulukan orang lain dari diri sendiri, pen.), maka jangan sampai ia tidak mencapai derajat orang yang rajin membantu orang lain (muwasah).โ€ (Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 300)

Imam Syafiโ€™i rahimahullah berkata, โ€œAku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Yaโ€™la dan ulama Hambali lainnya.โ€ (Lathaif Al-Maโ€™arif, hlm. 301)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah untuk rajin berbuat kebajikan di bulan Ramadhan.

Referensi:

Lathaif Al-Maโ€™arif fii Maa Limawasim Al-โ€˜Aam min Al-Wazhoif. Cetakan pertama tahun 1428 H. Ibnu Rajab Al Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islami.

โ€”

@ Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul, 22 Syaโ€™ban 1436 H di pagi hari

Penulis:ย Muhammad Abduh Tuasikal

sumber: https://rumaysho.com/11195-7-alasan-banyak-sedekah-di-bulan-ramadhan.html