[Kitabut Tauhid 8] 31 SIHIR 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Secara bahasa, sihir adalah segala sesuatu yang sebabnya samar, tidak tampak dengan jelas; dan bisa juga bermakna menampakkan sesuatu tidak sesuai dengan hakikatnya yang sebenarnya.
  • Sedangkan menurut istilah Syariat, sihir adalah amalan yang dengan sebabnya seseorang mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang diluar kewajaran dalam hal-hal yang bertentangan dengan Syariat dengan bantuan bangsa jin yang identik dengan praktek-praktek kesyirikan, kekufuran, dan kefasikan.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 30 SIHIR 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Siapa saja yang mengambil bagian dari sihir, dan dia tidak bertaubat darinya hingga wafatnya, maka dia tidak akan beruntung pada kehidupan Akhirat.
  • Dari zaman-zaman, ada saja orang-orang yang mengaku beriman kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, Kitab-Nya dan Rasul-Nya; tetapi mereka juga beriman kepada Al-Jibt dan Ath-Thâghût. Padahal diantara konsekuaensi kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, Kitab-Nya dan Rasul-Nya; adalah kufur kepada Al-Jibt dan Ath-Thâghût.
  • Sihir adalah salah satu dari tujuh dosa yang paling membinasakan.
  • Hukuman bagi pelaku sihir adalah dibunuh tanpa diminta bertaubat terlebih dahulu.
  • Al-‘Iyâfah, Ath-Tharq dan Ath-Thiyârah termasuk Al-Jibt dan Al-Jibt bagian dari sihir.
  • Ilmu nujum (ilmu  perbintangan) bagian dari sihir.
  • Membuat buhulan, lalu meniupnya termasuk sihir.
  • Mengadu domba juga termasuk perbuatan sihir.
  • Keindahan susunan kata yang mengesankan kebatilan seolah-olah merupakan kebenaran dan mengesankan kebenaran seolah-olah merupakan kebatilan juga termasuk perbuatan sihir.
  • Jika praktek sihir itu telah ada di kalangan Kaum Muslimin pada masa ‘Umar Ibnul Khaththâb -Radhiyallâhu ‘Anhu-, maka lebih mungkin lagi terjadi pada masa sesudahnya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 29 SIHIR 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Al-Haq (kebenaran) tidak akan dapat dilenyapkan seutuhnya sebagaimana yang terjadi pada masa lalu, bahkan akan selalu ada sekelompok orang yang berpegang teguh dengan kebenaran dan membela kebenaran. Bukti kongkretnya adalah bahwa mereka walaupun sedikit jumlahnya, tetapi tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang menelantarkan dan menentang mereka.
  • Makna menyembah berhala tidak harus dalam bentuk rukuk dan sujud di hadapannya, tetapi juga dalam bentuk mentaatinya bukan dalam rangka ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; termasuk juga menghalalkan apa yang mereka halalkan padahal diharamkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau kebalikannya mengharamkan apa yang mereka haramkan dari hal yang dihalalkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Berita tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi yang disebutkan oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dalam hadits Abu Sa’iid Al-khudriy benar-benar terjadi persis sebagaimana yang Beliau beritakan. Ini semua merupakan bagian dari bukti kebenaran kenabian Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dimana Beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya, bahkan apa yang dikatakannya adalah apa yang diwahyukan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepadanya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 28 Bahaya Laten Kesyirikan 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Akan muncul di tengah-tengah ummatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- 30 (tiga puluh) orang pendusta, semuanya mengaku sebagai nabi, padahal Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah penutup seluruh Nabi, tidak ada lagi nabi setelah Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Akan tetap ada segolongan dari umatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- orang-orang yang tetap istiqamah (konsisten) di atas kebenaran dan membela kebenaran, mereka selalu mendapat pertolongan Allâh -‘Azza wa Jalla-, mereka tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang menelantarkan mereka dan memusuhi mereka, sampai datang keputusan Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 27 Bahaya Laten Kesyirikan 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Yang paling Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- khawatirkan terhadap ummatnya adalah munculnya para pemimipin yang menyesatkan, baik pemimipin dalam urusan dunia dan terlebih pemimpin untuk urusan agama, dan itu terjadi karena dicabutnya ilmu dengan diwafatkannya Para Ulama.
  • Akan terjadi pertumpahan darah diantara ummatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lainnya, dan jika hal tersebut telah terjadi maka tidak akan terhenti sampai hari Kiamat.
  • Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai ada sebagian dari ummatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang mengikuti orang-orang musyrik dan menyembah berhala-berhala.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 26 Bahaya Laten Kesyirikan 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Diantara berita kenabian yang disampaikan oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dalam hadits Abu Sa’iid Al-Khudriy -Radhiyallâhu ‘Anhu- adalah bahwa akan ada sebagian dari umat Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang mengikuti orang-orang musyrik dan menyembah berhala-berhala.
  • Kemudian, umatnya Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- akan menguasai dunia, memanjang dari timur ke barat. Diberikan kemuliaan dengan dapat menaklukkan dua imperium besar, yaitu Romawi dan Persia. Setelah zaman kejayaan itu akan datang masa kemunduran, muncul banyak fitnah sebagai tanda semakin dekatnya Hari Kiamat, mulai dari pemimpin yang menyesatkan, nabi-nabi palsu, pertumpahan darah, pengikut kesyirikan dan penyembah berhala. Namun demikian, akan tetap ada segolongan dari umat ini yang masih tetap tegar diatas kebenaran mereka tidak tergoyahkan dengan apa yang terjadi, karena mereka diberi pertolongan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 25 Bahaya Laten Kesyirikan 10

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Standar tasyabbuh (menyerupai orang-orang kafir yang terlarang dalam Syariat) adalah pelakunya melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas dari orang-orang yang diserupainya. Menyerupai orang-orang Kafir artinya, seorang Muslim melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas mereka.
  • Adapun jika hal tersebut telah berlaku umum di kalangan Kaum Muslimin dan hal itu tidak membedakannya dari orang-orang Kafir, maka yang demikian ini bukan tasyabbuh (tidak tergolong menyerupai yang terlarang dalam Syariat), sehingga hukumnya tidak haram karena penyerupaan tersebut, kecuali jika hal itu haram bila dilihat dari sisi yang lainnya.
  • Adapun meniru-niru mereka pada hal-hal yang bermanfaat maka hal ini diperbolehkan. Karena, segala kebaikan pada asalnya disediakan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk orang-orang yang beriman.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 24 Bahaya Laten Kesyirikan 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Allâh -‘Azza wa Jalla- benar-benar telah memuliakan Kaum Muslimin dengan Islam dan hanya dengan Islam. Sebagaimana yang dikatakan oleh Amirul-Mukminin ‘Umar Ibnul-Khaththâb -Radhiyallâhu ‘Anhu-  :

Ketahuilah, Kita (dahulu) adalah kaum yang paling hina, lalu Allâh -‘Azza wa Jalla- memuliakan Kita dengan Islam. Karena itu jika Kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka pasti Dia -‘Azza wa Jalla- akan menghinakan Kita. __ HR Al-Hâkim : 1/61-62.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 23 Bahaya Laten Kesyirikan 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Suatu kepastian bahwa akan ada sebagian dari ummatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang meniru prilaku buruk Ahlul Kitab, selangkah demi selangkah, hingga dengan sebab prilaku tasyabbuh tersebut sebagian Kaum Muslimin menjadi sangat mirip dengan Ahlul Kitab.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 8] 22 Bahaya Laten Kesyirikan 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Surah Al-Kahfi : 21 terkait dengan kisah Ashhâbul Kahfi, yaitu sekelompok orang shalih dari ummatnya Nabi ‘Isâ –‘Alaihissalâm- yang lari dari penguasa yang zhalim kemudian berteduh di sebuah goa, dan kemudian Allâh -‘Azza wa Jalla- menidurkan mereka selama 309 tahun lamanya.
  • Setelah mereka dibangunkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- lalu kemudian Allâh -‘Azza wa Jalla- mewafatkan mereka, para pembesar negeri memerintahkan agar dibuat tempat ibadah di atas goa mereka. Dan ini adalah kebiasaan orang-orang Nashrani, yaitu menjadikan kuburan orang-orang shalih sebagai tempat ibadah.
  • Surah Al-Kahfi : 21 ini bukanlah dalil bolehnya membangun tempat ibadah di pekuburan, karena pada ayat tersebut Allâh -‘Azza wa Jalla- hanya menceritakan apa yang dilakukan orang-orang terhadap kuburan Ashhâbul Kahfi, dan itu adalah kebiasaan mereka yang dicela dan dilarang oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.