[Kitabut Tauhid 4] 03 Ruqyah Dan Tamimah 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Diantara jimat yang digunakan oleh para ahli jahiliyyah adalah jimat yang dibuat dari watar (tali busur) yang telah usang lalu digunakan sebagai jimat yang digantungkan pada hewan-hewan, dengan meyakini bahwa kalung tali busur tersebut dapat menolak bala atau penyakit karena ‘ain.
  • Wajib mengingkari kemungkaran, terlebih kesyirikan yang merupakan puncak kemungkaran.
  • Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sangat keras dalam mengingkari praktek-praktek kesyirikan, termasuk melarang penggunaan jimat-jimat, sampai-sampai Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- mengutus utusan untuk mengumumkan pelarangan jimat. Dan Diantara tujuan dari perbuatan Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tersebut adalah untuk menghilangkan keyakinan-keyakinan yang batil warisan jahiliyyah dari Para Sahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-, dan agar mereka memurnikan tawakkal serta keyakinannya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa mencegah dan menghilangkan marabahaya kecuali Dia semata.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 02 Ruqyah Dan Tamimah 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Ruqyah adalah lafadz-lafadz khusus yang diucapkan dengan niat mengucapkannya untuk kesembuhan dari penyakit, dan segala sebab yang merusak.
  • Tamiimah adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal penyakit ‘ain dan pengaruh jahat. 

Ruqyah sebagiannya ada yang merupakan kesyirikan, dan sebagiannya disyari’atkan. Sedangkan tamiimah seluruhnya kesyirikan, sebagiannya tergolong syirik kecil, dan sebagiannya lagi tergolong syirik besar.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 01. Ruqyah Dan Tamimah 01

Catatan: Alhamdulillah, sebelumnya kita telah menyelesaikan ujian akhir kitabut tauhid bagian 3. bagi peserta yang lulus, kami telah mengirimkan seluruh e-sertifikat ke email antum. jika antum tidak menerimanya harap hubungi tim support kami melalui email.

baiklah, setelah sempat jeda beberapa pekan, saatnya kita kembali mempelajari pokok agama kita, yakni tauhid. mari luruskan niat dan bersemangat. kapanpun antum siap, silahkan klik link materi berikut:

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[3 Hari Lagi!] Ujian Akhir Kitab Tauhid

caption:

yuk maksimalkan waktu yang tersisa untuk mengulang pelajaran.!

untuk mempermudah pengguna, kami telah merangkum seluruh link video materi belajar tauhid yang akan di ujikan sebagai berikut:

MATERI PDF: 

https://drive.google.com/file/d/1EeKdogIMSu5t5jLpV7lR5cAb2RSLReK0/view?usp=sharing )

PINTASAN MATERI VIDEO

1. https://youtu.be/goT-GGeROuU

2. https://youtu.be/YpVx1gqnW68

3. https://youtu.be/SSMif7C8lXU

4. https://youtu.be/FW9WOraCvRU

5. https://youtu.be/D_wNeuMLYZg

6. https://youtu.be/nXfOJymp_PI

7. https://youtu.be/20OeqlQqzss

8. https://youtu.be/tjm1WO-QoYw

9. https://youtu.be/PRiCMYevLww

10. https://youtu.be/aX-TE7OQBT0

11. https://youtu.be/JdCV-Lq55uo

12. https://youtu.be/DsIgFZneY1A

13. https://youtu.be/rFfbdVv5cMg

14. https://youtu.be/06csoEcwLq0

15. https://youtu.be/s5c4_et9GQ0

16. https://youtu.be/goQeBvp9bdw

17. https://youtu.be/9iqSQ-Nn6-8

18. https://youtu.be/yVB9K6pnK3A

19. https://youtu.be/dEDsNyhJofY

20. https://youtu.be/Gcmez97yuCs

21. https://youtu.be/VdbnJpuKN1A

22. https://youtu.be/P71gze8AHS8

23. https://youtu.be/mnm38FswH3o

24. https://youtu.be/jRQ4x3-fHGE

25. https://youtu.be/Fct005CiE4g

26. https://youtu.be/PL3_SDgKKp0

27. https://youtu.be/sMPVgx-IwdA

28. https://youtu.be/U27Tf1KwO0Q

29. https://youtu.be/vzlEtx7ItVI

30. https://youtu.be/6L2p6z_atHk

31. https://youtu.be/vqWVfuKJZIg

32. https://youtu.be/jH8drZHOLJk

33. https://youtu.be/ZhdAkKNc0kU

34. https://youtu.be/y0KNjGjxWkk

35. https://youtu.be/waiEwZBVTrc

36. https://youtu.be/31cZOOYBtZw

37. https://youtu.be/2h5TXVW0rqk

38. https://youtu.be/XaWUy7ZfnI8

39. https://youtu.be/x7zCJqtgMdk

40. https://youtu.be/bcUndq1twwk

41. https://youtu.be/2D92XArPqX4

42. https://youtu.be/mQjFc1XdqIA

43. https://youtu.be/OtgoRSABXxA

44. https://youtu.be/TWwBc0qJPso

45. https://youtu.be/xMKuERGFQTw

46. https://youtu.be/iQNUGZddxeY

[Kitabut Tauhid 3] 46. Hukum Jimat 16

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Dalam masalah al-udzru bil-jahl (udzur karena kejahilan, ketidaktahuan) ada perincian. Karena ketidaktahuan ada dua macam, ketidaktahuan yang menyebabkan seseorang diberi udzur karenanya dan ketidaktahuan yang seseorang tidak diberi udzur karenanya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 3] 45. Hukum Jimat 15

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Sebagian salaf dari kalangan Shahabat juga berdalil dengan ayat yang berkaitan dengan syirik besar untuk mengingkari syirik kecil -sebagaimana kisah Hudzaifah -Radhiyallâhu ‘Anhu- ketika Beliau -Radhiyallâhu ‘Anhu- memutuskan benang yang dipakai oleh seorang laki-laki dengan tujuan untuk mengobati penyakit demam, dimana Beliau -Radhiyallâhu ‘Anhu- membaca ayat Allâh -‘Azza wa Jalla- QS. Yusuf : 106, juga tafsir Ibnu ‘Abbâs -Radhiyallâhu ‘Anhu-terhadap QS. Al-Baqarah : 22.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 3] 44. Hukum Jimat 14

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Kesyirikan dari pemakaian jimat ada dua kemungkinan :

  • Pertama : Syirik Kecil : Jika jimat tersebut diyakini sebagai sebab saja, dan Allâh -‘Azza wa Jalla- lah yang mentakdirkan, namun kemudian hati bergantung kepada jimat tersebut, inilah sisi kesyirikannya, dan dihukumi sebagai syirik kecil.
  • Kedua : Syirik Besar : Jika jimat tersebut diyakini bukan sebagai sebab, bahkan jimat tersebut berpengaruh dengan sendirinya, terlepas dari kehendak Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dimana pelakunya berkeyakinan bahwa jimat itulah yang menyingkirkan atau menangkal mara bahaya dan bukan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maka ini hukumnya syirik besar, karena menyakini ada yang mampu memberi manfa’at atau menolak mudharat dengan sendirinya selain dari Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 3] 43. Hukum Jimat 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal penyakit ‘ain dan pengaruh jahat. Sedangkan wada’ah adalah sesuatu yang diambil dari laut yang menyerupai rumah kerang yang menurut keyakinan orang-orang jahiliyah dahulu dapat digunakan sebagai penangkal penyakit.

  • Tamimah dan wada’ah dalam hadits dalam bentuk isim nakirah (in-definite) dalam konteks persyaratan sehingga memberikan faidah keumuman, karenanya mencakup seluruh jenis jimat dengan berbagai bentuk dan dengan seluruh tujuannya.
  • Memakai tamimah menyebabkan urusan seseorang menjadi berantakan, dan memakai wada’ah menyebabkan kegelisahan dan hilangnya ketentraman. Keduanya merupakan kebalikan dari maksud atau tujuan pemakainya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 3] 42. Hukum Jimat 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Memakai gelang dan semisalnya dengan tujuan untuk menolak mudharat, tidak akan bermanfaat sedikitpun, justru menyebabkan kerugian di dunia dan di akhirat bagi pelakunya.

  • Mudharat di dunia karena gelang tersebut tidak bisa memberikan kekuatan dan kesembuhan sebagaimana tujuan pemakainya, dan justru hanya akan menambah kelemahan atas dirinya. Dan ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Kita dapati orang yang memakai jimat justru selalu dalam kegelisahan, kekhawatiran, terlebih lagi jika jimatnya ketinggalan. Berbeda halnya dengan orang yang bertawakkal kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, hatinya akan tenteram, tenang, dan kuat.
  • Mudharat di Akhirat karena karena pelakunya tidak akan beruntung selama-lamanya. Yaitu ketika ia meninggal dalam kondisi tidak bertaubat dari perbuatan syiriknya tersebut. Ini menjadi dalil bagi Para Ulama yang menyatakan bahwa syirik kecil tidak dimaafkan. 

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 3] 41. Hukum Jimat 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Sisi pendalilan kesyirikan pemakaian jimat merupakan kesyirikan adalah : dalam hadits dinyatakan bahwa jimat itu tidak bermanfa’at, dengan demikian jimat itu hakikatnya bukan sebab! Malah justru membahayakan pemakainya di dunia, sedangkan di Akhirat, tidak bakal beruntung (terancam adzab). Berarti pemakainya, tidak memenuhi hukum sebab pertama dan kedua, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karena ia menjadikan jimat sebagai sebab, padahal bukan sebab, sehingga tergantung hatinya kepada jimat, dan inilah hakikat kesyirikan!

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.