[Kitabut Tauhid 6] 30 Malaikat tidak berhak disembah 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Ada beberapa keyakinan dan prilaku yang keliru terkait dengan Para Malaikat. Kekeliruan tersebut tidak hanya merusak keimanan terhadap Para Malaikat, tetapi juga merusak atau bahkan membatalkan keimanan secara keseluruhan. Diantaranya adalah keyakinan bahwa Para Malaikat berhak untuk diibadahi dan keyakinan bahwa Mereka adalah anak-anak perempuan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maha Suci Allâh -‘Azza wa Jalla- atas apa yang mereka sifatkan.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 29 Malaikat tidak berhak disembah 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Di antara Para Malaikat ada sekelompok Malaikat yang bertugas mencabut nyawa; dan ada yang bertugas menanyai mayyit di kuburnya tentang siapa Rabb-nya, apa agamanya, dan siapa Nabi-Nya.
  • Keimanan seorang Mukmin yang benar terhadap Malaikat akan membuahkan hal-hal berikut ini :
  1. Menambah ilmu tentang keagungan, kekuatan, dan kekuasaan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karena keagungan makhluk (Malaikat) menujukkan keagungan Pencipta-nya.
    1. Bersyukur kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- terhadap penjagaan-Nya terhadap manusia, karena di antara Malaikat ada yang bertugas menjaga mereka, mencatat amal-amal mereka, serta memberikan maslahat-maslahat (manfaat) yang lainnya bagi mereka.
    1. Menumbuhkan kecintaan kepada Malaikat disebabkan ketaatan Mereka dalam beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 28 Malaikat tidak berhak disembah 10

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat adalah makhluk Allâh -‘Azza wa Jalla- yang juga dibebani tugas dan tanggung jawab. Namun –tidak sebagaimana manusia- Mereka diberi kekuatan penuh untuk melaksanakannya. Mereka juga tidak diberikan hawa nafsu, sehingga tidak ada salah satupun dari Mereka yang menyelisihi perintah Allâh -‘Azza wa Jalla-. Semuanya melaksanakan tugas masing-masing dengan benar sesuai perintah Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Di antara mereka ada yang bertugas menjaga manusia, ada yang bertugas menjaga gunung, ada yang bertugas mencari majelis-majelis dzikir, dan ada yang bertugas mencatat amalan manusia.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 27 Malaikat tidak berhak disembah 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Malaikat yang kita ketahui namanya dari dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah sebagai berikut :

  1. Jibril –‘Alaihissalâm-.
  2. Mikail –‘Alaihissalâm-.
  3. Israfil –‘Alaihissalâm-.
  4. Mâlik –‘Alaihissalâm-, Malaikat Penjaga Neraka.
  5. Ridwân –‘Alaihissalâm-, Malaikat Penjaga Surga.
  6. Munkar dan Nakir –‘Alaihimâssalâm-.
  7. Malaikat Maut (Malakul Maut) –‘Alaihissalâm-.
  8. Harut dan Marut –‘Alaihimâssalâm-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 26 Malaikat tidak berhak disembah 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Pembesar Malaikat ada tiga, yaitu Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil yang diberi tugas mengurusi kehidupan. Malaikat Jibril diberi tugas membawa wahyu yang hati dan ruh manusia menjadi hidup dengan wahyu tersebut. Mikail diberi tugas mengatur hujan yang bumi menjadi hidup dengannya. Sedangkan Israfil diberi tugas meniup trompet (sangkakala) yang dengannya hiduplah manusia setelah kematian mereka.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 25 Malaikat tidak berhak disembah 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Kita wajib mengimani sifat-sifat Malaikat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya beritakan kepada Kita. Baik yang berupa sifat khalqiyah (wujud dan keadaan fisik) maupun sifat khuluqiyah (prilaku).
  • Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allâh -‘Azza wa Jalla-. Orang-orang Nashrani mengatakan bahwa Al-Masih (Nabi Iisâ –‘Alaihissalâm-) sebagai anak Allâh -‘Azza wa Jalla-  Dan orang-orang musyrik Arab mengatakan bahwa Malaikat adalah anak-anak perempuan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maha Suci Allâh -‘Azza wa Jalla- atas apa yang mereka tuduhkan. Allâh -‘Azza wa Jalla- pun mengingkari pernyataan orang-orang musyrik bahwa Malaikat berjenis kelamin wanita.
  • Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki nama. Kewajiban Kita adalah beriman secara global bahwa Para Malaikat memiliki nama. Dan Kita beriman dengan nama-nama yang secara rinci telah disebutkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya. Kita juga beriman secara global adanya Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- yang tidak Kita ketahui namanya. Tidak boleh seseorang menamai Malaikat tanpa ada dalil yang shahih dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 3 – kitabut tauhid bag. 6

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Rabu pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 6] 24 Malaikat tidak berhak disembah 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Keberadaan Malaikat merupakan sesuatu yang diyakini oleh Kaum Muslimin bahkan mayoritas manusia secara umum. Hanya sedikit sekali orang-orang yang mengingkari keberadaan Malaikat, yaitu orang-orang yang nyeleneh dan menyimpang seperti ahlul kalam. Bahkan kaum terdahulu yang mendustakan Para Rasul, mereka meyakini keberadaan Malaikat, termasuk juga Fir’aun yang menampakkan pengingkaran terhadap wujud Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 23 Malaikat tidak berhak disembah 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki banyak keutamaan yang tidak  dimiliki oleh makhluk – makhluk yang lainnya.
  • Termasuk syarat sahnya keimanan seseorang kepada Malaikat adalah mengimani wujud (keberadaan) Malaikat. Malaikat adalah makhluk yang Allâh -‘Azza wa Jalla- ciptakan dari cahaya dan ber-jims (berjasad). Wujud mereka benar-benar ada, tidak sebagaimana keyakinan orang-orang yang sesat yang mengingkari tentang keberadaan Malaikat sebagai makhluk (mereka mengingkari jism Malaikat). Mereka mengatakan bahwa Malaikat hanyalah kiasan dari kekuatan maknawi berupa kekuatan baik yang tersembunyi dalam diri para makhluk.
  • Malaikat juga memiliki akal tapi tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Dan meskipun berjasad akan tetapi mereka tidak memerlukan makanan dan minuman.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 22 Malaikat tidak berhak disembah 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat adalah bentuk jamak (plural) dari kata Malak, yang secara bahasa bermakna Mursil alias utusan. Mereka adalah makhluk ghaib yang Allâh -‘Azza wa Jalla- ciptakan dari cahaya dan tidak memiliki sifat ketuhanan, selalu taat kepada perintah Allâh -‘Azza wa Jalla- dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya.
  • Salah satu rukun (pokok) keimanan yang wajib diimani oleh setiap Mukmin adalah beriman kepada Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karenaya tidak sah keimanan seseorang sampai dia beriman dengan keimanan yang benar terhadap Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Keimanan seorang Mukmin terhadap Para Malaikat harus mengandung hal-hal berikut : [1]  beriman terhadap wujud (keberadaan) Para Malaikat, [2] beriman terhadap nama-nama Malaikat, [3] beriman terhadap sifat-sifat Malaikat, [4] beriman terhadap amalan-amalan dan tugas-tugas Malaikat.
  • Wajib beriman terhadap seluruh Malaikat, tanpa membeda-bedakan satu pun di antara Malaikat dalam masalah keimanan ini. Membeda-bedakan ini bisa jadi dalam masalah jumlah (kuantitas) dan bisa jadi dalam masalah sifat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.