[Kitabut Tauhid 6] 39 Malaikat tidak berhak disembah 21

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Para Malaikat yang merupakan makhluk yang sedemikian kuatnya ternyata sangat takut kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Begitu mendengar suara Allâh -‘Azza wa Jalla- mereka langsung sujud tersungkur. Jika mereka sedemikian takutnya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-  padahal Mereka adalah hamba-hamba yang shalih dan mulia, maka ini menunjukan bahwa Mereka tidak pantas untuk disembah, terlebih lagi orang-orang shalih yang tentu dibawah kedudukan Para Malaikat dari berbagai sisinya.                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 38 Malaikat tidak berhak disembah 20

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Astronomi adalah ilmu nujum yang mempelajari posisi Bintang-bintang dengan tujuannya untuk memudahkan mengetahui arah dalam perjalanan, posisi kiblat, pembagian waktu, pergantian musim, dan berbagai mashlahat dunia dan agama yang lainnya.

Jenis ilmu nujum kedua inilah yang diperbolehkan oleh Salafus Shâlih untuk dipelajari. Diriwayatkan dari ‘Umar Ibnu Al-Khaththâb  -Radhiyallâhu ‘Anhu- bahwa Beliau berkata : “Pelajarilah ilmu falak sekadar untuk mengetahui arah kiblat dan arah jalan. Tahanlah dirimu dari hal-hal  selain itu.”

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 37 Malaikat tidak berhak disembah 19

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Ada dua ilmu yang mempelajari tentang perbintangan (ilmu nujum) yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yiir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsiir).
  2. Astrologi adalah ilmu nujum yang meyakini bahwa bintang-bintang mempunyai pengaruh terhadap keadaan alam semesta. Ilmu ini termasuk kesyirikan dan bukan ilmu yang bermanfaat.
  3. Astronomi adalah ilmu nujum yang tujuannya untuk memudahkan mengetahui arah dalam perjalanan, posisi kiblat, pembagian waktu, pergantian musim, dan berbagai mashlahat dunia dan agama yang lainnya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 36 Malaikat tidak berhak disembah 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa Allâh ‘Azza wa Jalla- menciptakan bintang-bintang untuk 3 (tiga) hal : perhiasan langit, penunjuk arah, dan pelontar setan.
  2. Siapa saja yang menggali tentang perbintangan selain pada 3 hal tersebut, dia keliru, menyia-nyiakan jatahnya, dan membebani diri dengan sesuatu yang sama sekali dia tidak memiliki modal ilmu tentangnya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 35 Malaikat tidak berhak disembah 17

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Dengan sebab ramalannya dan klaimnya mengatahui ilmu ghaib, para dukun dan tukang sihir menjadi bagian dari para pembesar thaghut.
  • Thaghutadalah segala sesuatu yang diperlakukan oleh seorang hamba secara melampaui batas; baik sesuatu itu dari hal yang diibadahi, diikuti, atau ditaati.
  • Thagut itu banyak sekali jumlah dan jenisnya, dan pembesarnya ada lima : (1) syaithan yang selalu mengajak untuk beribadah kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, (2) penguasa yang zhalim yang merubah hukum-hukum Allâh -‘Azza wa Jalla-, (3) orang yang memutuskan hukum bukan dengan hukum yang diturunkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, (4) orang yang mengklaim mengetahui hal yang ghaib, dan (5) segala sesuatu yang disembah selain dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan dia rela dengan penyembahan tersebut. 

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 34 Malaikat tidak berhak disembah 16

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Salah satu tujuan penciptaan sebagian bintang adalah untuk melontar setan-setan dari bangsa jin yang mencuri dengar pembicaraan Para Malaikat di langit dunia tetang apa yang diwahyukan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- terkait peristiwa yang akan terjadi di muka bumi.
  2. Berita wahyu tersebut disampaikan oleh setan pencuri berita kepada sekutunya dari kalangan para dukun dan tukang ramal yang kemudian mencampurnya dengan seratus kedustaan. Dan karena ramalannya pernah benar dengan sebab berita wahyu yang sampai kepadanya, para dukun dan tukang ramal dipercaya oleh manusia meskipun mereka banyak berdusta.
  3. Mendatangi para dukun atau tukang ramal untuk menanyakan kejadian dimasa yang akan datang, atau tentang barang yang hilang dan semisalnya, ini merupakan kesyirikan dan kekufuran, sebagaimana yang ditegaskan oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 33 Malaikat tidak berhak disembah 15

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Kebanyakan Ulama berpendapat bahwa manusia yang shalih lebih utama dari Malaikat. Akan tetapi keutamaan manusia shalih dibanding Malaikat tidaklah bersifat mutlak. Karenanya adapula yang memandang dari sudut pandang lainnya dalam masalah ini.

Mereka mengatakan : Bahwa orang shalih lebih utama jika telah masuk ke dalam syurga. Karena mereka berada dekat dengan Sang Pencipta, bersenang-senang di dalam surga, dimuliakan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan rahmat-Nya, bahkan bisa melihat wajah Allâh -‘Azza wa Jalla-. Sementara Malaikat ketika itu –dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla- menjadi pelayan manusia. Adapun sekarang –di kehidupan dunia- Malaikat lebih utama dari manusia shalih, karena keberadaannya di atas langit, dekat dengan Sang Pencipta, sibuk beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, suci dari dosa yang dilakukan oleh manusia di muka bumi. 

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 4 – kitabut tauhid bag. 6

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Rabu pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 6] 32 Malaikat tidak berhak disembah 14

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Kebanyakan Ulama berpendapat bahwa manusia yang shalih lebih utama dari Malaikat. Karena meskipun Malaikat taat secara total kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, dan tidak sedikitpun bermaksiat kepada-Nya; itu karena Mereka diberi kekuatan penuh untuk menegakkan ketaatan dan juga karena Mereka tidak diberi hawa nafsu yang merupakan energi penggerak untuk bermaksiat.
  • Sedangkan manusia-manusia yang shalih, dengan kemanusiaannya mereka adalah makhluk-makhluk yang lemah, tidak memiliki kekuatan penuh untuk menegakkan ketaatan, ditambah lagi hawa nafsu yang mereka miliki berpotensi melemahkan ketaatan mereka. Maka ketika mereka berhasil menegakkan ketaatan dan menundukkan hawa nafsunya, mereka memperoleh jenjang kemuliaan yang lebih tinggi dari yang didapatkan Malaikat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 31 Malaikat tidak berhak disembah 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Diantara keyakinan dan prilaku yang keliru terkait dengan Para Malaikat adalah :

  1. Keyakinan bahwa Malaikat itu mengetahui hal yang gaib secara mutlak, yang ini merupakan sifat khusus bagi Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Menghina dan mencela Para Malaikat, dan juga meremehkan Mereka.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.