[Kitabut Tauhid 6] 25 Malaikat tidak berhak disembah 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Kita wajib mengimani sifat-sifat Malaikat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya beritakan kepada Kita. Baik yang berupa sifat khalqiyah (wujud dan keadaan fisik) maupun sifat khuluqiyah (prilaku).
  • Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allâh -‘Azza wa Jalla-. Orang-orang Nashrani mengatakan bahwa Al-Masih (Nabi Iisâ –‘Alaihissalâm-) sebagai anak Allâh -‘Azza wa Jalla-  Dan orang-orang musyrik Arab mengatakan bahwa Malaikat adalah anak-anak perempuan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maha Suci Allâh -‘Azza wa Jalla- atas apa yang mereka tuduhkan. Allâh -‘Azza wa Jalla- pun mengingkari pernyataan orang-orang musyrik bahwa Malaikat berjenis kelamin wanita.
  • Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki nama. Kewajiban Kita adalah beriman secara global bahwa Para Malaikat memiliki nama. Dan Kita beriman dengan nama-nama yang secara rinci telah disebutkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya. Kita juga beriman secara global adanya Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- yang tidak Kita ketahui namanya. Tidak boleh seseorang menamai Malaikat tanpa ada dalil yang shahih dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar