[Kitabut Tauhid 6] 48 Syafaat 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Diantara amalan yang bermanfaat untuk mendapatkan syafa’at adalah :
  1. Merealisasikan Tauhid.
  2. Membaca Al-Qur’an.
  3. Puasa.
  4. Tinggal di Kota Madinah.
  5. Bershalawat kepada Nabi.
  6. Doa setelah adzan
  7. Memperbanyak sujud.
  8. Memperbanyak teman yang shalih.
  9. Shalat jenazah 40 orang yang bertauhid.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 47 Syafaat 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Syafa’at di akhirat terbagi menjadi dua : [1] syafa’ah khaashah, yaitu syafa’at yang merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan [2] syafa’ah musytarakah yang bukan merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Diantara syafa’ah khaashah adalah : [1] asy-syafa’ah al-‘uzhma (syafaat agung), yaitu syafa’at untuk seluruh manusia (Mukmin dan Kafir, Shalih dan Fajir) agar Allâh -‘Azza wa Jalla- menyegerakan hisab bagi mereka; [2] syafa’at Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- untuk pamannya, Abu Thalib, agar diringankan siksanya, dan [3] syafa’at bagi calon penghuni surga agar bisa masuk ke dalam surga, dan [4] Syafaat Untuk Mereka Yang Masuk SurgaTanpa Hisab Agar Segera Masuk Surga.
  • Syafa’at Musytarakah atau Syafa’ah ‘Ammah (Syafa’at Umum) adalah syafa’at yang Allâh -‘Azza wa Jalla- izinkan bagi siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafa’at kepada orang yang juga diizinkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk memperoleh syafa’at. Syafa’at semacam ini bisa didapatkan dari Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dan selain Beliau dari para Nabi yang lain, shidiqqin, syuhada’ dan shalihin, juga Para Malaikat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 46 Syafaat 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Salah satu syafa’ah khaashah adalah asy-syafa’ah al-‘uzhma (syafaat agung), yaitu syafa’at untuk seluruh manusia (Mukmin dan Kafir, Shalih dan Fajir) agar Allâh -‘Azza           wa Jalla- menyegerakan hisab bagi mereka.            

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 45 Syafaat 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Syafa’at di dunia ada dua macam :

  1. Dalam hal-hal yang dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Syafa’at jenis ini bisa menjadi pahala jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kebaikan. Sebaliknya akan menjadi dosa jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kejelekan. Syafa’at jenis ini harus terpenuhi padanya dua syarat, yaitu :
  • Syafaatnya dalam hal yang mubah (halal), bukan dalam hal yang haram.
  • Meyakini bahwa yang menentukan keberhasilan hanyalah Allâh -‘Azza wa Jalla-

2. Dalam hal-hal yang tidak dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Maka ini tergolong kekufuran dan kesyirikan. Seperti meminta syafa’at kepada pawang untuk menurunkan atau menahan hujan. Contohnya juga meminta syafa’at kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.

  • Syafa’at di akhirat terbagi menjadi dua : [1] syafa’ah khaashah, yaitu syafa’at yang merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan [2] syafa’ah musytarakah atau syafa’ah ‘aamah yang bukan merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 44 Syafaat 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Syafa’at disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam kehidupan akhirat nantinya memiliki tiga syarat :
  1. Izin Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada yang memberi syafa’at (Syâfi’).
  2. Keridhaan Allâh -‘Azza wa Jalla-  terhadap yang memberi syafa’at (Syâfi’).
  3. Keridhaan Allâh -‘Azza wa Jalla-  terhadap yang diberi syafa’at (Masyfu’ Lahu).
  • Syafa’at itu banyak jenisnya. Dari sisi dikabulkan atau tidak, syafa’at terbagi dua : [1] syafa’ah mutsbatah (syafaat yang ditetapkan) yaitu apabila terpenuhi persyaratannya, dan [2] syafa’ah manfiyyah (syafaat yang dinafikan) yaitu apabila tidak memenuhi persyaratannya. Dan jika dilihat dari tempat syafa’at itu terjadi, syafa’at juga terbagi menjadi dua : [1] syafa’at di dunia, dan [2] syafa’at di akhirat. Syafa’at di dunia terbagi lagi menjadi dua lagi : [1] dalam hal yang dimampui oleh hamba, dan [2] dalam hal yang tidak dimampui oleh hamba. Untuk syafa’at yang dimampui oleh hamba, syafa’at juga terbagi menjadi dua : [1] dalam hal yang halal, dan [2] dalam hal yang haram. Dan syafa’at di akhirat juga terbagi menjadi dua : [1] syafa’ah khaashah, yaitu syafa’at yang merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan [2] syafa’ah musytarakah yang bukan merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 43 Syafaat 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Hakikat syafa’at adalah do’a untuk orang lain agar diberi kebaikan atau dijauhkan dari keburukan.
  2. Dalil-dalil tentang syafa’at ada 4 macam :
  • Pertama, dalil-dalil yang menetapkan bahwa seluruh syafa’at hanyalah milik Allâh -‘Azza wa Jalla- semata.
  • Kedua, dalil-dalil yang menafikan syafa’at secara mutlak.
  • Ketiga, dalil-dalil yang menafikan syafa’at untuk orang-orang kafir dan musyrik.
  • Keempat, dalil-dalil yang menetapkan adanya syafaat jika terpenuhi persyaratannya. Diantara syarat-syarat tersebut adalah : [1] izin dan ridha Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada pemberi syafa’at, [2] ridha Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada yang diberi syafa’at.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 42 Syafaat 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Secara bahasa, syafa’at bermakna menggenapkan. Sedangkan menurut istilah, syafa’at adalah menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak madharat untuknya.
  2. Terkait dengan keyakinannya terhadap syafa’at di Hari Kiamat, manusia menjadi tiga kelompok :

Pertama, orang-orang yang ghuluw (berlebihan) dalam menetapkannya sehingga mereka mencarinya dari selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Kedua, ghuluw (berlebihan) dalam menafikan (meniadakan) syafa’at, seperti kaum Mu’tazilah dan Khawarij, mereka menafikan syafa’at bagi pelaku dosa besar dan menyelisih dalil-dalil yang mutawatir dari Al-Qur’an dan Sunnah dalam penetapan syafa’at.

Ketiga, pertengahan inilah aqidah Ahlussunnah Waljamaah, mereka menetapkan syafa’at sesuai dengan yang disebutkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-  dan Rasul-Nya, mereka beriman dengannya tidak ghuluw (berlebihan) dan tidak pula meremehkan.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 41 Syafaat 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Syafaat itu seluruhnya milik Allâh -‘Azza wa Jalla-, hanya bisa dan boleh diminta kepada-Nya. Meminta syafa’at kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla- termasuk perbuatan kekufuran dan kesyirikan.
  2. Syafa’at hanya bisa diberikan oleh orang yang diizinkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan hanya untuk orang yang diridhai-Nya.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 5 – kitabut tauhid bag. 6

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Rabu pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 6] 40 Malaikat tidak berhak disembah 22

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Langit terdiri dari 7 (tujuh) lapis.
  2. Jarak langit dengan bumi, jarak satu langit dengan langit yang lainnya, dan ketebalan setiap langit adalah sejarak perjalanan 500 (lima ratus) tahun.
  3. Langit dunia atau langit yang terbawah, yang terdekat dengan bumi dihiasi oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan bintang-bintang.
  4. Langit bergetar keras ketika mendengar firman Allâh -‘Azza wa Jalla- karena rasa takutnya kepada-Nya.
  5. Langit dunia dijaga oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dari syaithan-syaithan yang berupaya mencuri dengar pembicaraan Para Malaikat tentang apa yang ditakdirkan-Nya akan terjadi di bumi.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.