Berebut Bangkai Kambing

Bagaimana menyikapi bentrok supir taxi dan ojek. Mohon saranโ€ฆ

Terima kasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du,

Bagi seorang muslim, kebahagiaan yang asli bukan di dunia. Karena Allah menurunkan Adam di bumi, bukan dalam rangka memberi kenikmatan. Namun dalam rangka menghukum Adam, karena beliau telah mendekati pohon larangan di surga.

Sehingga, cita-cita terbesar bagi Adam adalah bagaimana bisa kembali lagi ke surga.

Imam Hasan al-Bashri pernah memberi nasehat kepada khalifah,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฏูŽุงุฑู ุธูŽุนู’ู†ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูุฏูŽุงุฑู ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุขุฏูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงู…ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุนูู‚ููˆุจูŽุฉู‹ ุŒ ููŽุงุญู’ุฐูŽุฑู’ู‡ูŽุง

Sesungguhnya dunia adalah negeri rantauan dan bukan negeri tempat menetap. Dan Nabi Adam โ€˜alaihis salam diturunkan di dunia untuk menjalani hukuman. Karena itu, berhati-hatilah. (az-Zuhd, Ibnu Abi Dunya, no. 50).

Dalam masalah dunia, seorang mukmin lebih memilih banyak bersabar. Karena dia tidak ingin, agamanya rusak gara-gara dunia. Karena itulah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebut dunia itu ibarat penjara bagi mukmin.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุณูุฌู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑู

โ€œDunia itu penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir.โ€ (HR. Ahmad 8512 & Muslim 7606)

Sebanyak apapun fasilitas hidup yang dimiliki mukmin di dunia, jika dibandingkan kenikmatan surga, maka dunia itu ibarat penjara baginya.

Agar umatnya tidak terlalu rakus dunia, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengingatkan betapa kehinaan dunia. Sampai beliau menyebutkan, andai di sisi Allah dunia ini sebanding dengan satu sayap seekor nyamuk, niscaya orang kafir tidak akan diberi minum walaupun seteguk air.

Dalam hadis dari Sahl bin Saโ€™d radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุชูŽุนู’ุฏูู„ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽ ุจูŽุนููˆุถูŽุฉู ู…ูŽุง ุณูŽู‚ูŽู‰ ูƒูŽุงููุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุดูŽุฑู’ุจูŽุฉูŽ ู…ูŽุงุกู

Andai dunia itu senilai satu sayap seekor nyamuk di sisi Allah, tentu orang kafir tidak akan diberi minum walaupun seteguk air. (HR. Turmudzi 2490 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam hadis lain, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebutkan bahwa di sisi Allah, dunia itu ibarat bangkai anak kambing di mata manusia. Orang melihatnya saja jijik, sehingga tidak akan sampai tega mengambilnya.

Sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahuโ€™anhuma menceritakan,

Suatu ketika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melewati pasar bersama para sahabat. Lalu beliau melihat bangkai anak kambing yang telinganya cacat. Beliau pun mengambil kambing itu dengan memegang telinganya. โ€œSiapakah yang mau membeli ini dengan harga satu dirham?โ€. Tanya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

โ€œKami sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?โ€. Jawab sahabat.

โ€œAtau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?โ€. Tanya beliau.

โ€œDemi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?โ€ kata para sahabat.

Kemudian Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyampaikan sabdanya,

ููŽูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’

โ€œDemi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini di mata kalian.โ€ (HR. Muslim 7607).

Karena itulah, orang yang terlalu rakus terhadap dunia, bisa dipastikan akan merusak sebagian agamanya.

Dari Kaโ€™ab bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ุฐูุฆู’ุจูŽุงู†ู ุฌูŽุงุฆูุนูŽุงู†ู ุฃูุฑู’ุณูู„ุงูŽ ููู‰ ุบูŽู†ูŽู…ู ุฃูŽูู’ุณูŽุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูุฑู’ุตู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽูู ู„ูุฏููŠู†ูู‡ู

Dua serigala lapar yang dilepas di tengah kerumunan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan kerusakan terhadap agama seseorang yang ditimbulkan karena rakus harta dan kedudukan. (HR. Ahmad 16198, Ibnu Hibban 3228 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dan karena itu pula, orang yang tawuran, melakukan tindakan anarkis, demi dunia, disebut oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai tindakan jahiliyah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ุชูŽุญู’ุชูŽ ุฑูŽุงูŠูŽุฉู ุนูู…ูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุฅูู„ูŽู‰ ุนูŽุตูŽุจููŠูŽู‘ุฉู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุบู’ุถูŽุจู ู„ูุนูŽุตูŽุจููŠูŽู‘ุฉู ููŽู‚ูุชู’ู„ูŽุชูู‡ู ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉูŒ

โ€œSiapa yang berperang karena sebab yang tidak jelas, marah karena fanatik kelompok, atau motivasi ikut kelompok, atau dalam rangka membantu kelompoknya, kemudian dia terbunuh, maka dia mati jahiliyah.โ€ (HR. Muslim 4892).

Rebutan dunia memang memalukanโ€ฆ

Allahu aโ€™lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Referensi: https://konsultasisyariah.com/26622-berebut-bangkai-kambing.html

Diantara Penyebab Allah Turunkan Suatu Musibah Pada Diri Seorang Hamba

Rosulullah shollallaahu โ€˜alayhi wasallam bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽุจูŽู‚ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบู’ู‡ูŽุง ุจูุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุงุจู’ุชูŽู„ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูููŠ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูููŠ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุตูŽุจูŽู‘ุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุจู’ู„ูุบูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุณูŽุจูŽู‚ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

โ€œSesungguhnya seorang hamba jika telah ditentukan untuknya derajat (yang tinggi) namun amalnya tidak mencapainya, maka Allah akan timpakan padanya musibah pada :
โ€“ dirinya,
โ€“ hartanya atau
โ€“ pada anaknya,
kemudian Allah jadikan dia bisa bersabar atas musibah tersebut sehingga dengan sebab tersebut Allah sampaikan ia pada derajat yang telah Allah tetapkan untuknya..โ€

(HR. Abu Daud no. 2686)

Musibah bukan hanya untuk menggugurkan dosa..
Tidak juga selamanya menunjukkan pelakunya banyak dosa..

Namun terkadang karena amalnya yang kurang..
Sementara Allah telah menentukan derajat yang tinggi untuknya..
Maka Allah pun terus mengujinya hingga sampai kepada derajat tersebut..

Maka pujilah Allah saat ditimpa musibah..
Karena Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya..

?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

sumber : https://bbg-alilmu.com/archives/70285

Kebiasaan Berutang Membuat Tidak Tenang dan Terhina

Kebiasaan suka berutang membuat seseorang tidak tenang hidupnya bahkan bisa jadi akan terhina di mata manusia. Apalagi utang tersebut ternyata tidak digunakan untuk hal yang benar-benar darurat, melainkan hanya untuk bersenang-senang atau untuk kebutuhan tersier saja. Sebelumnya hidupnya aman dan tenteram karena qanaโ€™ah dan menerima apa yang telah Allah rezekikan berdasarkan usahanya, tetapi setelah ia mudah berutang, hidupnya tidak tenang dan membuat takut (meneror) dirinya sendiri.

Keadaan ini sebagaimana  hadis dari Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ู„ุง ุชูุฎููŠููˆุง ุฃู†ููุณูŽูƒู… ุจุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู…ู’ู†ูู‡ุง. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู…ุง ุฐุงูƒูŽ ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ุงู„: ุงู„ุฏูŽู‘ูŠู’ู†ู

โ€œJangan kalian membuat takut (meneror) diri kalian sendiri padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.โ€

Para sahabat bertanya: โ€œApakah itu wahai Rasulullah?โ€

Rasulullah menjawab: โ€œItulah utang!โ€ (HR. Ahmad, Silsilah Ash Shahihah no. 2420)

Seseorang yang memiliki banyak utang tentu hidupnya tidak tenang. Dia hanya senang sesaat saja ketika memegang uang tersebut, setelah itu ia akan merasa tidak tenang karena masih memiliki beban tanggung jawab. Belum lagi ia akan ditagih bahkan dikejar-kejar oleh orang yang menagih atau dikejar rentenir. Ia pun akan hina kedudukannya di hadapan manusia, ia akan diremehkan dan tidak punya harga diri. Ia akan mudah dibentak, dihinakan dan dijatuhkan harga dirinya di depan orang yang berutang.

Inilah pesan dari Umar bin Abdul Aziz, beliau berkata,

๏ปญ๏บƒ๏ปญ๏บป๏ปด๏ปœ๏ปข ๏บƒ๏ปฅ ๏ปป ๏บ—ู๏บช๏บ๏ปณ๏ปจ๏ปฎ๏บ ๏ปญ๏ปŸ๏ปฎ ๏ปŸ๏บ’๏บด๏บ˜๏ปข ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บ’๏บŽ๏บ€ ๏ป“๏บˆ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏บชู‘๏ปณ๏ปฆ ๏บซู๏ปูู‘ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ๏บญ ๏ปญ๏ปซ๏ปข ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป ๏ปด๏ปžุŒ ๏ป“๏บช๏ป‹๏ปฎ๏ปฉ ๏บ—๏บด๏ป ๏ปข ๏ปŸ๏ปœ๏ปข ๏บƒ๏ป—๏บช๏บ๏บญ๏ป›๏ปข ๏ปญ๏บƒ๏ป‹๏บฎ๏บ๏บฟ๏ปœ๏ปข ๏ปญ๏บ—๏บ’๏ป– ๏ปŸ๏ปœ๏ปข ๏บ๏ปŸ๏บค๏บฎ๏ปฃ๏บ” ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปจ๏บŽ๏บฑ ๏ปฃ๏บŽ ๏บ‘๏ป˜๏ปด๏บ˜๏ปข

โ€œAku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya utang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup.โ€ (Umar bin Abdul Aziz Maโ€™alim Al Ishlah wa At Tajdid, 2/71)

Orang yang punya kebiasaan berutang maka akan mudah terjerumus dalam kebiasaan berbohong dan berdusta, bahkan sering tidak menunaikan amanah. Bisa jadi ia berjanji akan melunasi bulan depan, tetapi ia berbohong dan tidak berniat melunasi bulan depan. Ketika ditagih, bisa jadi ia berbohong โ€œsedang tidak punya uangโ€ padahal ada uang untuk membayar utang tersebut. Bisa jadi dia juga berbohong agar orang tidak menagih utangnya, misalnya sedang sakit, ada keluarga sedang sakit atau ada keluarga yang sedang meninggal dan kebohongan lainnya.

Perhatikan hadis berikut, dimana ada seorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€œMengapa engkau sering kali berlindung kepada Allah dari utang?โ€

Beliau menjawab,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุฑูู…ูŽ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ููŽูƒูŽุฐูŽุจูŽ ุŒ ูˆูŽูˆูŽุนูŽุฏูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ

โ€œSesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar Al-Atsqalani rahimahullah menjelaskan bahwa inilah keadaan mayoritas orang yang suka berutang. Beliau berkata,

ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุดุฃู† ู…ู† ูŠุณุชุฏูŠู† ุบุงู„ุจุง

โ€œMaksudnya adalah seperti itulah keadaan orang yang suka berutang secara umum.โ€ (Fathul Baari libni Hajar Al-Atsqalani)

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membaca doa berlindung dari sifat suka berutang:

ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ู€ูŠู’ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู€ู…ูŽุณููŠุญู ุงู„ุฏูŽู‘ุฌูŽู‘ุงู„ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู€ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู€ู…ูŽู…ูŽู€ุงุชู ุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ู€ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู€ู…ูŽุฃู’ุซูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู€ู…ูŽุบู’ุฑูŽู…ู

โ€œYa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepadamu dari fitnah al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‡ูŽู…ูู‘ ูˆูŽ ุงู„ุญูŽุฒูŽู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ูƒูŽุณูŽู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฎู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจู’ู†ูุŒ ูˆูŽุถูŽู„ูŽุนู ุงู„ุฏูŽู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุบูŽู„ูŽุจูŽุฉู ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู

โ€œYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang.โ€ (HR. Bukhari (VII/158) [no. 6363]. Lihat riwayat Bukhari dalam Al-Fath (XI/173))

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun:ย Raehanul Bahraen

Sumber: https://muslim.or.id/44580-kebiasaan-berutang-membuat-tidak-tenang-dan-terhina.html
Copyright ยฉ 2025 muslim.or.id

Khutbah Jumat: Bermaksiat dengan Gadget

Mungkinkah bermaksiat dengan gadget? Bukan mungkin lagi, namun sering sekali.

Khutbah Pertama

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู† ู„ุงูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู

ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุงุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽู‡ู’ุฌูู‡ู ุงู„ู‚ูŽูˆููŠู’ู…ู ูˆูŽุฏูŽุนูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูู‘ุฑูŽุงุทู ุงู„ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง

ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ูŽู‘ ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชูู‘ุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจูŽุงุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู

Amma baโ€™du โ€ฆ

Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa kepada-Nya. Prinsip bertakwa yang penting adalah menjalankan Islam dengan benar.

Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, kepada keluarga, para sahabat, serta pengikut setia beliau hingga akhir zaman.

Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ

Sekarang bermaksiat semakin berkembang, paling sering saat ini adalah dengan memandang, terutama dengan majunya teknologi saat ini dengan melihat gambar-gambar telanjang lewat sebuah gadget (Handphone). Mungkinkah? Mungkin sekali seperti itu dan inilah penyakit anak muda saat ini, apalagi jauh dari agama, apalagi jauh dari pengawasan, apalagi jauh dari perhatian orang tua.

Selain dengan pandangan, juga kadang dengan lisan, kata-kata yang tidak bisa dijaga saat di medsos dan mudahnya terkena pergaulan bebas sehingga akidah pun menjadi rusak.

Beberapa kiat untuk menghindari maksiat dengan gadget (Handphone):

Pertama: Memperbanyak doa

Karena Allah-lah yang menyelamatkan kita dari maksiat. Tanpa pertolongan Allah, sulit kiranya kita bisa selamat. Di antara doa yang bisa diamalkan untuk mata dan lisan hingga kemaluan terjaga adalah doa,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ู‰ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุณูŽู…ู’ุนูู‰ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุจูŽุตูŽุฑูู‰ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู„ูุณูŽุงู†ูู‰ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‰ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽู†ููŠูู‘ู‰

โ€œALLAHUMMA INNI Aโ€™UDZU BIKA MIN SYARRI SAMโ€™II, WA MIN SYARRI BASHARII, WA MIN SYARRI LISANII, WA MIN SYARRI QALBII, WA MIN SYARRI MANIYYIโ€

(artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasaโ€™i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kedua: Jauhi pergaulan yang rusak

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ู ุฎูŽู„ููŠู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงู„ูู„ู

โ€œSeseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.โ€ (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2:344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaamiโ€™ 3545).

Ketiga: Jangan buat kecewa orang sekitar kita

Sahabat Abu Umamah radhiyallahu โ€˜anhu mengisahkan, โ€œAda seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lalu ia berkata, โ€œWahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.โ€

Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: โ€œApa-apaan ini!โ€

Adapun Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, โ€œMendekatlah.โ€

Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam besabda kepadanya, โ€œApakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?โ€

Pemuda itu menjawab, โ€œTidak, sungguh demi Allah.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œDemikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kembali bertanya, โ€œApakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?โ€

Pemuda itu menjawab, โ€œTidak, sungguh demi Allah.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menimpali jawabannya, โ€œDemikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.โ€

Selanjutnya beliau bertanya, โ€œApakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?โ€

Pemuda itu menjawab, โ€œTidak, sungguh demi Allah.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menimpalinya, โ€œDemikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kembali bertanya, โ€œApakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibimu)?โ€

Pemuda itu menjawab, โ€œTidak, sungguh demi Allah.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, โ€œDemikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kembali bertanya, โ€œApakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibimu)?โ€

Pemuda itu menjawab, โ€œTidak, sungguh demi Allah.โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menimpali jawabannya, โ€œDemikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.โ€

Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ุฐูŽู†ู’ุจูŽู‡ู ูˆูŽุทูŽู‡ูู‘ุฑู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุญูŽุตูู‘ู†ู’ ููŽุฑู’ุฌูŽู‡ู

โ€œYa Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.โ€

Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).โ€ (HR. Ahmad, 5:256. Syaikh Syuโ€™aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)

Keempat: Kurangi begadang malam ketika tidak ada hajat karena maksiat seringnya terjadi pada malam hari

Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata,

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat โ€˜Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 568)

Kelima: Ingat akan suul khatimah (akhir hidup yang jelek) ketika kita bermaksiat

Sebagaimana kata Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู’ุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ู

โ€œSesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 6607)

Keenam: Jangan sampai lupa waktu dengan gadget, karena waktu begitu berharga

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู†ููŠู’ู‡ู

โ€œDi antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ketujuh: Ingat semua nikmat akan ditanya, termasuk waktu senggang

Allah Taโ€™ala berfirman,

ุซูู…ูŽู‘ ู„ูŽุชูุณู’ุฃูŽู„ูู†ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุนููŠู…ู

โ€œKemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).โ€  (QS. At Takatsur: 8).

Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah untuk bisa menghindarkan diri dari maksiat.

ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู

Khutbah Kedua

ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู

ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู : ููŽูŠูŽุงุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู !! ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ. ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ู’. ูˆูŽุญูŽุงููุธููˆู’ุงุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุญูุถููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุงุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู. ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ุจูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุณูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง: ุงูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ูŠูŽุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุงุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุงุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ

ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ูู‘ุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ูŽู‘ุชูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆูู‘ู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุชูู‘ุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆูŽู‘ุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฏููŠู†ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ูู‘ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ูู‘ุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฒูุบู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู‘ุงุจู

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ูˆูŽุงู„ุบูู†ูŽู‰

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ูู‘ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ู‰ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ูˆูู„ูŽุงุฉูŽ ุฃูู…ููˆู’ุฑูู†ูŽุงุŒ ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ูˆูŽููู‘ู‚ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุญูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุญู ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุจู’ุนูุฏู’ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉูŽ ุงู„ุณูู‘ูˆู’ุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฑูู‘ุจู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุตูุญููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู†

ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ

Khutbah Jumat @ Masjid Jamiโ€™ Al-Adha Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul

Jumat Pahing, 20 Rabiโ€™ul Akhir 1440 H (28 Desember 2018)

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber https://rumaysho.com/19260-khutbah-jumat-bermaksiat-dengan-gadget.html

Jiwa Yang Mulia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ุงู„ู†ููˆุณ ุงู„ุดุฑูŠูุฉ ู„ุง ุชุฑุถู‰ ู…ู† ุงู„ุฃุดูŠุงุก ุฅู„ุง ุจุฃุนู„ุงู‡ุง ูˆุฃูุถู„ู‡ุง ูˆุฃุญู…ุฏู‡ุง ุนุงู‚ุจุฉุŒ ูˆุงู„ู†ููˆุณ ุงู„ุฏู†ูŠุฆุฉ ุชุญูˆู… ุญูˆู„ ุงู„ุฏู†ุงุกุงุช ูˆุชู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ูƒู…ุง ูŠู‚ุน ุงู„ุฐุจุงุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃู‚ุฐุงุฑุŒ ูุงู„ู†ูุณ ุงู„ุดุฑูŠูุฉ ุงู„ุนู„ูŠุฉ ู„ุง ุชุฑุถู‰ ุจุงู„ุธู„ู… ูˆู„ุง ุจุงู„ููˆุงุญุดุŒ ูˆุงู„ู†ูุณ ุงู„ุญู‚ูŠุฑุฉ ูˆุงู„ุฎุณูŠุณุฉ ุจุงู„ุถุฏ ู…ู† ุฐู„ูƒ

โ€œJiwa yang mulia tidak ridho kecuali kepada sesuatu yang mulia, paling utama dan terpuji.

Sedangkan jiwa yang rendah selalu berkutat di sekitar perkara yang rendah. Sebagaimana lalat yang suka hinggap pada kotoran.

Jiwa yang mulia tidak tidak ridho kepada kezholiman dan perbuatan keji.

Sedangkan jiwa yang buruk dan rendah sebaliknya..โ€ (Al Fawaid hal. 178)

Bila kita ingin mengetahui bagaimana jiwa kita..
Maka lihatlah kepada apa keinginan kita..

Jika selalu menginginkan kebaikan, ketaatan dan taqwa..
Maka itulah jiwa yang mulia..

Namun jika lebih menyukai maksiat, zholim dan perbuatan jelek..
Maka itulah keadaan jiwa kita..

?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

sumber : https://bbg-alilmu.com/archives/70910

Mulutmuโ€ฆ Surgamu, Atau Nerakamu!

Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Jagalah LISAN Anda, syukurilah nikmat itu untuk menghibur dan membahagiakan orang lainโ€ฆ

Jangan malah menjadikannya sebagai pemuas hawa nafsu Anda untuk menyakiti dan menusuk hati orang lainโ€ฆ karena lisanmu itu; surgamu atau nerakamuโ€ฆ Simaklah hadits berikut ini:

Sahabat Abu Huroiroh -rodhiallohu anhu- mengatakan:

Ada seorang lelaki mengatakan: โ€œYa Rosulullah, sungguh si fulanah itu dikenal dengan banyaknya amalan sholatnya, puasanya, dan sedekahnya, hanya saja dia biasa menyakiti tetangganya dengan lisannya.โ€

Beliau menjawab: โ€œDia di NERAKAโ€.

Orang itu mengatakan lagi: โ€œYa Rosululloh, sungguh si fulanah (yang lain), dia dikenal dengan sedikitnya amalan puasanya, sedekahnya, dan sholatnyaโ€ฆ namun dia TIDAK menyakiti tetangganya dengan lisannya.โ€

Beliau menjawab: โ€œDia di SURGAโ€.

[HR. Ahmad: 9675, sanadnya hasan, Al-Musnad 15/421].

sumber : https://bbg-alilmu.com/archives/11745

Orang Yang Panjang Penderitaannya

Asy Syathibi rohimahullah berkata,

โ€œOrang yang penderitaannya panjang adalah orang yang wafat namun dosa dosanya terus mengalir selama seratus, dua ratus tahun, dan ia terus diadzab di kuburnya sebab dosa tersebut..โ€

(Al Muwafaqot 1/361)

Akibat dosa yang diwariskan..
Merasa suka jika manusia mencontoh perbuatannya yang nista..

Sehingga ia menanggung dosa dosa mereka..
dan terus diadzab di kuburnya selama dosa itu masih diikuti manusia..

Nabi shollallaahu โ€˜alayhi wasallam bersabda,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ

โ€œDan siapa yang mecontohkan perbuatan yang buruk dalam islam lalu diamalkan (oleh manusia) setelah wafatnya maka ditulis untuknya dosa semua orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun..โ€ (HR. Muslim no 1017)
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

sumber : https://bbg-alilmu.com/archives/category/bbg-kajian