Penulis: Abu Uwais
DZIKIR KEPADA ALLAH
Dzikir kepada Allah adalah ibadah besar yang memenuhi hajat manusia yaitu ketenangan dan kedamaian. Setiap orang pasti membutuhkan ketenangaan ini, dan ini tidak bisa dicapai dengan aktifitas olah raga, dagang, bekerja keras, pesta, apalagi permainan dan kesia-siaan.
Ketenangan hanya diperoleh saat manusia menggunakan batinnya, qalbunya untuk mendapatkan jaminan-jaminan dalam hidupnya, lebih-lebih dalam menghadapi kesulitan, jaminan-jaminan untuk mendapat aman, baik, masa depan yang cerah, ampunan dari kekurangan dan dosa-dosanya. Jaminan-jaminan ini tidak ada yang hakiki dan abadi selain dari Allah yang Maha mendengar, Maha menolong dan Maha perkasa. Untuk mendapatkan jaminan-jaminan itu dari Allah maka harus berkomunikasi dengan-Nya, melalui dzikir.
Allah berfirman:
ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููุชูุทูู ูุฆูููู ูููููุจูููู ู ุจูุฐูููุฑู ุงูููููู ุฃูููุง ุจูุฐูููุฑู ุงูููููู ุชูุทูู ูุฆูููู ุงูููููููุจู
โOrang-orang yang beriman dan tenang hati mereka dengan dzikir kepada Allah, ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang.โ (QS. Al-Qaโd: 28)
Dzikir kepada Allah di sini meliputi, membaca dan meresapi bacaan al-Qur`an, shalat dengan khusyu`, wirid, dan doa. Lebih-lebih yang mengingat Allah dengan hati dan dibarengi dengan lisannya mengulang-ulang pujian dan pengagungannya kepada Allah.
Berikut ini perkataan para salafus sholih tentang dzikir kepada Allah ๏.
1โฃ Sahabat Muadz ibn Jabal -Radhiyallaahu โanhu-.
Muadz berkata: โTidaklah seorang manusia melakukan amalan yang lebih menjanjikan selamat baginya dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah.โ Mereka bertanya: โWahai Abu Abdirrahman, tidak juga jihad di jalan Allah?โ Dia menjawab: โTidak juga jihad di jalan Allah, sebab Allah berfirman dalam al-Qur`an:
((ููููุฐูููุฑู ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ))
โDan dzikir kepada Allah itu lebih besarโ (QS. Al-Ankabut: 45). (HR. Ahmad dalam al-Zuhd, 229)
Ini adalah makna pertama dari ayat ini, yaitu dzikir kita kepada Allah itu lebih besar pengaruhnya daripada shalat dalam hal mencegah manusia dari kekejian dan kemunkaran. Sebab dzikir kepada Allah itu inti shalat dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Berbeda dengan shalat yang hanya di waktu dan tempat serta dengan syarat-syarat tertentu. Maka ini anjuran untuk terus berdzikir kepada Allah meskipun di luar shalat, sepanjang hayat, supaya baik dan selamat.
Yang memaknai seperti ini selain Muadz adalah Ummu Darda` dan Qatadah. Ummu Darda` berkata: โJika kamu shalat maka itu dzikir kepada Allah, jika kamu puasa maka itu dzikir kepada Allah, setiap kebaikan yang kamu lakukan adalah dzikir kepada Allah, dan setiap keburukan yang kamu jauhi maka itu termasuk dzikir kepada Allah, dan yang paaling afdhal dari semua itu adalah tasbih.โ
Sementara Qatadah berkata: โTidak ada yang lebih besar daripada dzikir kepada Allah.โ
Salman al-Farisi juga berkata kepada seseorang yang bertanya kepadanya: โAmal apa yang paling utama?โ Maka dia menjawab: โDzikir kepada Allah.โ (semua ini diriwayatkan oleh al-Thabari dalam Tafsirnya, 20/45)
Makna kedua: Penyebutan Allah kepadamu lebih besar lagi dari pada dzikirmu kepada-Nya. Ini juga menganjurkan untuk selalu berdzikir kepada Allah sebab kalau kita ingat Allah maka Allah lebih ingat lagi kepada kita. Jadi supaya diingat dan ditolong Allah maka kita harus selalu ingat kepada-Nya.
Ibnu Abbas berkata: โAda dua wajah bagi ayat ini: dzikir kepada Allah itu lebih besar dari selainnya, dan dzikir Allah (penyebutan Allah) kepada kalian lebih besar lagi dari pada dzikir kalian kepada-Nya. (Tafsir al-Thabari)
Dua makna ini sangat kuat.
Yang mengatakan dengan makna kedua ini adalah Ibnu Umar, dan al-Thabari condong menggunggulkan yang ini sebagai makna yang paling nampak di lapisan atas.
Makna ketiga: Dzikir kepada Allah itu lebih besar dari pada shalat. Ini ucapan Abu Malik.
Makna keempat: Dzikirmu kepada Allah itu lebih besar daripada apa yang dicegah oleh shalat dari kekejian dan kemungkaran. Ini ucapan ibnu Aun. Dia berkata: โKondisimu sekarang saat dzikir ini lebih baik daripada apa yang akan dicegah oleh shalat dari kekejian dan kemungkaran.โ (tafsir ibnu Jarir al-Thabari)
2โฃ Abdullah bin Rawahah -Radhiyallaahu โAnhu-.
Abdullah bin Rawahah -Radhiyallaahu โAnhu- berkata kepada sahabatnya: โKemarilah, mari kita beriman sesaat.โ Maka sahabatnya itu bertanya heran: โBukankah kita ini orang mukmin?โ Dia menjawab, โYa, betul, akan tetapi kita berdzikir kepada Allah hingga iman kita bertambah.โ (al-Baihaqi, Syuโabul Iman, 1/50)
3โฃ Anas bin Maik -Radhiyallaahu โAnhu-.
Anas bin Malik -Radhiyallaahu โAnhu- berkata: saya bersama Abu Musa al-Asyโari -Radhiyallaahu โAnhu- dalam satu perjalanan, lalu dia mendengar percakapan manusia. Maka dia berkata, โApa urusanku, wahai Anas (dengan percakapan mereka)?โ Mari kita berdzikir kepada Tuhan kita, karena mereka itu hampir saja salah seorang mereka memotong kulit dengan lisan mereka. Kemudian dia berkata: โWahai Anas, alangkah lambatnya manusia dari (amalan) akhirat.โ (Abu Nuaim, al-Hilyah, 1/259).
4โฃ Salman al-Farisi -Radhiyallaahu โAnhu-
Salman berkata: โSeandainya seseorang bermalam diberi (secara halal), seorang artis yang putih (cantik) dan yang lain bermalam berdzikir kepada Allah, saya melihat orang yang berdzikir lebih utama.โ (al-Mushannaf, 7/170).
Demikianlah pandangan sebagaian murid-murid Rasulullah -shallallaahu โalaihi wasallama- terhadap keagungan dzikir kepada Allah. Mereka adalah murid-murid yang shalih, mengikuti ajaran gurunya yang agung, Rasulullah -shallallaahu โalaihi wasallama- yang pernah berwasiat kepada Abdullah bin Busr -Radhiyallaahu โAnhu-:
ููุง ููุฒูุงูู ููุณูุงูููู ุฑูุทูุจูุง ู ููู ุฐูููุฑู ุงูููููู
โUsahakan lidahmu selalu basah karena dzikir kepada Allah.โ
Oleh : KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag. dinukil dari Kitab Min Akhbaaris Salaf
Sumber : Majalah Al Umm Edisi 1 Volume 3
Untuk lebih lengkapnya, Yuk baca artikel ini di website attabiin.com pada url:
https://www.attabiin.com/dzikir-kepada-allah/
Bijak Menghargai Perbedaan Pendapat
Yang kami sayangkan dari sebagian ikhwan yang sudah kenal agama, sudah banyak ngaji, menisbatkan diri pada salafush sholeh, tampilannya pun waw โbergamisโ,namun akhlaknya kurang baik dan sulit menghargai beda pendapat. Yang kami maksudkan adalah beda pendapat dalam hal furuโ (cabang) di mana hal itu masih diperselisihkan. Bukan yang kami maksud adalah dalam hal yang disepakati oleh para ulama, tentu saja menyelisihi dalam hal ini dinilai tercela.
Akhlak buruk yang kami maksud adalah mencaci, mencela dan merendahkan orang yang beda pendapat dengannya.
Sebagaimana dalam postingan kami sebelumnya mengenai biji tasbih,ย Ibnu Taimiyah di antara ulama yang bolehkan menggunakan biji tasbih dan tidak menganggapnya bidโah. Kalau memang tidak setuju, silakan amalkan pendapat Anda. Namun tidak perlu rendahkan ulama atau tak perlu usik sampai menanyakan di mana ilmu orang yang berpendapat seperti itu.ย Waw, padahal Ibnu Taimiyah loh yang berpendapat.
Belajarlah untuk menghargai perbedaan dalam hal yang memang masih bisa ditolerir.
Sebagaimana kita pun tolerir dengan orang yang beda dalam hal menggerakkan jari ataukah tidak saat tasyahud, duduk tawarruk ataukah iftirosy dalam shalat yang dua rakaโat, maka dalam masalah yang lain yang itu adalah hasil ijtihad ulama, pintar-pintarlah menghargai khilaf atau perbedaan.
Jangan sampai kita pun dikatakan sebagai orang yang sombong karena punya sifat merendahkan orang lain. Sebagaimana dalam hadits Ibnu Masโud
ุฅูููู ุงูููููู ุฌูู ูููู ููุญูุจูู ุงููุฌูู ูุงูู ุงููููุจูุฑู ุจูุทูุฑู ุงููุญูููู ููุบูู ูุทู ุงููููุงุณู
โSesungguhnya Allah itu jamil (indah) dan menyukai suatu yang indah. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.โ (HR. Muslim no. 91. Imam Nawawi memberi judul Bab โHaramnya sifat sombong dan penjelasannyaโ)
Kami pun bisa bertanya di manakah ilmu orang yang selalu merendahkan orang lain seperti itu, mana akhlaknya? Apa ilmu itu hanyalah wawasan supaya dibangga-banggakan, tidak perlu diamalkan?
Kaโab bin Malik, dari ayahnya, Rasulullah shalallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ยซ ู ููู ุทูููุจู ุงููุนูููู ู ููููุฌูุงุฑููู ุจููู ุงููุนูููู ูุงุกู ุฃููู ููููู ูุงุฑููู ุจููู ุงูุณููููููุงุกู ุฃููู ููุตูุฑููู ุจููู ููุฌูููู ุงููููุงุณู ุฅููููููู ุฃูุฏูุฎููููู ุงูููู ุงููููุงุฑู ยป
โBarangsiapa yang menuntut ilmu karena hendak mendebat para โulama, atau berbangga-bangga di hadapan orang-orang bodoh, atau ingin perhatian orang tertuju pada dirinya, maka Allah akan masukkannya ke dalam neraka.โ (HR. Tirmidzi no. 2654. Hasan menurut Syaikh Al Albani)
Perhatikan perkataan ulama yang arif dalam menyikapi perbedaan.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, โAdapun jika dalam suatu permasalahan tidak ditunjukkan dalil yang tegas, juga tidak ada ijmaโ, maka berijtihad ketika itu dibolehkan dan tidak perlu orang yang berijtihad dan yang mengikuti diingkari dengan keras. โฆ Dalam masalah ijtihad ini selama tidak ada dalil yang tegas tidak perlu sampai mencela para mujtahid yang menyelisihinya seperti dalam permasalahan yang masih diselisihi para salaf.โ (Majmuโ Al Fatawa, 9: 112-113).
Rasul itu diutus untuk mengajarkan akhlak yang mulia,
ุฅููููู ูุง ุจูุนูุซูุชู ูุฃูุชูู ููู ู ุตูุงููุญู ุงูุฃูุฎููุงููู
โSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.โ (HR. Ahmad 2: 381, shahih)
Bahkan Rasul pun meminta agar diberikan akhlak yang mulia. Beliau memanjatkan doโa,
ุงูููููู ูู ุงููุฏูููู ูุฃูุญูุณููู ุงูุฃูุฎููุงููู ูุงู ููููุฏูู ูุฃูุญูุณูููููุง ุฅููุงูู ุฃูููุชู
โAllahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta (Ya Allah, tunjukilah padaku akhlaq yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlaq tersebut kecuali Engkau)โ (HR. Muslim no. 771).
Semoga kita dianugerahkan oleh Allah akhlak yang mulia, dibuka pintu ilmu yang bermanfaat dan diberi petunjuk untuk menghargai setiap perbedaan yang masih bisa ditolerir.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
โ
Gunungkidul, 12 Rabiโuts Tsani 1435 H
Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal
sumber: https://rumaysho.com/6488-bijak-menghargai-perbedaan-pendapat.html
Doa Meminta Aafiyah di Dunia dan Akhirat
Doa ini bagus sekali diamalkan karena berisi permintaan mendapatkan aafiyah di dunia dan akhirat. Apa itu aafiyah? Silakan baca dan dalami dalam tulisan ini.
Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Daโawaaat (16. Kitab Kumpulan Doa), Bab 250. Keutamaan Doa
Hadits #1488
Abu Al-Fadhl Al-โAbbas bin โAbdul Muththalib meriwayatkan, โAku berkata,
ููุง ุฑุณูู ุงููู ุนููููู ููู ุดูููุฆุงู ุฃุณูุฃูููู ุงููู ุชูุนูุงูููุ ููุงูู : (( ุณูููุง ุงููู ุงูุนูุงููููุฉู )) ููู ูููุซูุชู ุฃููููุงู ุงูุ ุซูู ูู ุฌูุฆูุชู ูููููุชู : ููุง ุฑุณููู ุงููู ุนููููู ูููู ุดูููุฆุงู ุฃุณูุฃูููู ุงููู ุชูุนูุงููู ุ ููุงูู ูู : (( ููุง ุนูุจููุงุณู ุ ููุง ุนูู ูู ุฑุณูู ุงูููู ุ ุณููููุง ุงููู ุงูุนูุงููููุฉู ูู ุงูุฏูููููุง ูุงูุขุฎูุฑูุฉู )) . ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู ุ ููุงู : (( ุญุฏูุซ ุญุณู ุตุญูุญ )) .
โWahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku minta kepada Allah.โ Maka beliau menjawab, โMintalah kepada Allah keselamatan.โ Setelah beberapa hari, aku datang dan berkata, โWahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu yang aku bisa minta kepada Allah.โ Beliau menjawab, โWahai โAbbas, paman Rasulullah, mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan akhirat.โ (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih).
Penilaian hadits
Syaikh Salim bin โIed Al-Hilaly mengatakan bahwa hadits ini sahih dilihat dari berbagi jalur. Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, 726; Tirmidzi, no. 3581; Ahmad, 1:209, dari jalur Yazid bin Abi Ziyad dari โAbdullah bin Al-Harits, darinya lalu ia menyebutkannya.
Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini sahih. โAbdullah adalah Ibnul Harits bin Naufal. Ia telah mendengar dari Al-โAbbas bin โAbdul Muththalib.
Secara umum, hadits ini sahih kata Syaikh Salim bin โIed Al-Hilaly. Wallahu aโlam. Lihat Bahjah An-Nazhirin, 2:511-512.
Kosakata hadits
Al-aafiyah adalah bentuk mashdar yang menunjukkan terhapusnya dosa-dosa dan selamat dari kekurangan dan berbagai aib.
Faedah hadits
- Allah itu Maha Pemberi maaf, maka kita diperintahkan untuk memohon ampunan pada Allah di dunia dan akhirat.
- Siapa yang mendapatkan al-โaafiyah maka ia telah mendapatkan kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat. Karena di dunia berarti selamat dari penyakit, ujian, dan fitnah. Sedangkan di akhirat berarti telah terhapuskan berbagai dosa, hilangnya hukuman, dan dekat dengan cinta Allah.
- Para sahabat semangat dalam menambah kebaikan dan ilmu.
Referensi:
Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โIed Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Sumber https://rumaysho.com/22468-doa-meminta-aafiyah-di-dunia-dan-akhirat.html
Rasulullah Memohon Keamanan
STABILITAS KEAMANAN NEGARA[1]
Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam Memohon Keamanan
Wasiat dari seseorang yang mencintai saudaranya, agar saudara-saudaranya tersebut senantiasa mengucapkan doa yang senantiasa dipanjatkan oleh Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam setiap hari, ketika Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam memasuki waktu pagi dan ketika mulai memasuki waktu petang hari. Juga doa yang Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam panjatkan tatkala melihat hilal (bulan sabit) sebagai tanda permulaan bulan baru.
Doa ini terkait erat dengan tema kita ini, yaitu masalah keamanan dan bagaimana kita menjaga serta melestarikannya? Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma berkata, โAku telah mendengar Rasรปlullรขh Shallallahu โalaihi wa sallam berucap dalam doanya tatkala memasuki waktu petang dan pagi; di mana beliau tidak pernah meninggalkannya hingga beliau meninggalkan dunia ini, atau sampai beliau wafat:
ุงููููููู ูู ุฅูููู ุฃุณูุฃูููู ุงููุนููููู ููุงููุนูุงููููุฉู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉู ุงููููููู ูู ุฅูููู ุฃูุณูุฃูููู ุงููุนููููู ููุงููุนูุงููููุฉู ููู ุฏููููู ููุฏูููููุงูู ููุฃูููููู ููู ูุงููู ุ ุงููููููู ูู ุงุณูุชูุฑู ุนูููุฑูุงุชูู ููุขู ููู ุฑูููุนูุงุชูู ุ ุงููููููู ูู ุงุญูููุธูููู ู ููู ุจููููู ููุฏูููู ููู ููู ุฎูููููู ุ ููุนูู ููู ููููู ููุนูู ุดูู ูุงููู ููู ููู ููููููู ุ ููุฃูุนููุฐู ุจูุนูุธูู ูุชููู ุฃููู ุฃูุบูุชูุงูู ู ููู ุชูุญูุชูู
Ya Allรขh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allรขh, sungguh aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan untuk agamaku, duniaku, keluargaku dan dan hartaku. Ya Allรขh, tutuplah auratku (aib celaku), berilah keamanan dari rasa takutku. Ya Allรขh, perliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dan dari arah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, agar aku terhindar kebinasaan dari bawahku (dibenamkan ke dalam bumi). [HR. Abu Daud, An-Nasรขโi, Ibnu Mรขjah]
Ini adalah doa yang sangat agung berkaitan dengan masalah keamanan. Sebagai seorang Muslim, kita sangat membutuhkannya setiap hari, sebagai bukti dari meneladani Rasรปlullรขh Shallallahu โalaihi wa sallam dan petunjuknya.
Keamanan yang diperoleh dari doa ini adalah keamanan yang sifatnya menyeluruh, meliputi keamanan dari segala sisi. Keamanan dari segala sisi yang dikhawatirkan oleh seseorang terhadap dirinya, keluarganya, atau masyarakatnya. Oleh karena itu, doa ini perlu untuk disebarluaskan di antara semua kaum Muslimin agar mereka selalu menjaga dan melestarikan doa ini secara berulang-ulang, dengan bergegas memohon perlindungan kepada Allรขh, memohon agar keamanan dilimpahkan untuk mereka.
Dalam hadits yang datang dari riwayat Ath-Thabrani dari Anas Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ููุงุณูุฃููููุง ุงูููู ุฃููู ููุณูุชูุฑู ุนูููุฑูุงุชูููู ูุ ููุฃููู ููุคูู ูููู ุฑูููุนูุงุชูููู ู
Mintalah kepada Allรขh agar Dia berkenan untuk menutup aib cela kalian, dan memberikan kepada kalian rasa aman dari rasa takut.
Doa ini telah kita sebutkan di muka dalam hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma :
ุงููููููู ูู ุงุณูุชูุฑู ุนูููุฑูุงุชูู ููุขู ููู ุฑูููุนูุงุชูู
Ya Allรขh! Tutupilah aib celaku dan berilah rasa aman kepadaku dari rasa takutku
Adapun berkenaan dengan masuknya bulan baru (bulan Qamariyah), maka telah datang hadits shahih dari Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam , dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam bila melihat hilal (yaitu hilal awal bulan) Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam berdoa:
]ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู [ุงููููููู
ูู ุฃููููููู ุนูููููููุง ุจูุงูุฃูู
ููู ููุงููุฅููู
ูุงูู ุ ููุงูุณูููุงูู
ูุฉู ููุงูุฅูุณููุงูู
ู ุ ุฑูุจููู ููุฑูุจูููู ุงูููู
[Allรขh Maha Besar], Ya Allรขh munculkanlah hilal ini kepada kami dengan rasa aman dan iman, keselamatan dan Islam. Rabb ku dan Rabb mu adalah Allรขh.
Perhatikanlah, permohonan yang berulang-ulang ini; yang terus diperbaharui seiring dengan munculnya bulan yang terus bergulir dan berjalan. Demikianlah petunjuk Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam ; di mana Beliau memohon kepada Allรขh Azza wa Jalla pada setiap kali datangnya bulan baru, agar Allรขh Subhanahu wa Taโala memunculkan bulan baru tersebut kepada umat Islam; dengan disertai rasa keamanan dan iman; dengan membawa keselamatan dan Islam.
Kala kita merenungi doa yang agung ini, tentang permohonan diberi keamanan dan iman, keselamatan dan Islam; akan kita dapati adanya korelasi dan pertautan yang begitu menakjubkan antara rasa aman dan iman, antara keselamatan dan Islam. Inilah yang akan kita bicarakan kali ini.
Bila kita sudah memanjatkan doa ini pada pagi dan petang hari; juga doa yang dipanjatkan pada permulaan bulan, dalam rangka mengikuti Rasรปlullรขh Shallallahu โalaihi wa sallam , maka hendaknya kita mengiringi doa tersebut dengan ikhtiar. Hendaknya berusaha meniti sebab dan jalan guna menyemai keamanan. Hendaknya masing-masing kita menjadi perangkat yang bisa mewujudkan keamanan di tengah masyarakat. Dan janganlah sekali-kali kita nodai hal tersebut. Janganlah mengoyak benih-benih keamanan yang telah kita semai. Berdoalah kepada Allรขh agar berkenan memberi rasa aman. Jadilah orang yang menjadi sumber rasa aman; Orang yang tidak dikhawatirkan menjadi sumber keburukan atau kejahatan. Dan hendaknya selalu waspada, agar jangan sampai mencederai dan mengganggu rasa keamanan. Karena itu pula, berkenaan dengan doa terkait masalah keamanan, Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam setiap kali keluar dari rumah, Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam mengucapkan doa.
Dari Ummu Salamah berkata: Tidaklah sekali-kali Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam keluar dari rumahku melainkan Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam mengangkat pandangannya ke langit dan berdoa:
ุงููููููู ูู ุฃูุนููุฐู ุจููู ุฃููู ุฃูุถูููู ุฃููู ุฃูุถูููู ุฃููู ุฃูุฒูููู ุฃููู ุฃูุฒูููู ุฃููู ุฃูุธูููู ู ุฃููู ุฃูุธูููู ู ุฃููู ุฃูุฌููููู ุฃููู ููุฌููููู ุนูููููู
Ya Allรขh, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak jatuh dalam kesesatan atau disesatkan; agar tidak jatuh dalam ketergelinciran (kesalahan) atau digelincirkan, tidak berbuat zalim atau dizalimi, dan agar aku tidak berlaku seperti perbuatan orang-orang bodoh (menyakiti dan mengganggu) atau orang lain bertindak bodoh terhadapku. [HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Ini juga merupakan doa yang memperhatikan dan menekankan realisasi keamanan. Yaitu mewujudkan rasa aman yang datang dari diri kita, yaitu setiap kali kita keluar dari rumah. Juga mewujudkan rasa aman dari sisi lain, yaitu agar tidak ada sesuatu keburukan apapun yang menimpa kita yang datang dari pihak orang lain. Sehingga ketika kita keluar, kita pun merasakan bahwa inilah harapan dan dambaan kita di tengah masyarakat kita; ketika seseorang bertemu atau berinteraksi dengan orang lain. Dengan senantiasa berharap dan berdoa kepada Allรขh, agar Dia berkenan untuk mewujudkannya untuk kita.
Sebagian kaum salaf, bila keluar dari rumahnya ia berkata, โYa Allรขh, selamatkanlah aku, dan selamatkanlah (orang-orang) dari diriku.โ Dan, tentu saja doa Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam lebih sempurna dan lebih menyeluruh.
Ringkasnya; bahwa wajib atas setiap Muslim untuk menghadirkan perasaan pentingnya hal tersebut secara terus menerus. Dan agar berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan keamanan di tengah masyarakat; dengan berdoa, memohon kepada-Nya, juga dengan berikhtiar meniti sebab-sebab keamanan, dan dengan menjauhi segala perkara yang bisa menodai rajutan keamanan.
Keamanan Adalah Anugrah Allah Azza wa Jalla
Keamanan adalah anugerah Ilahiah, dan keutamaan yang diberikan Allรขh kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dalam al-Quran banyak dijumpai dalil yang menunjukkan hal tersebut. Jadi, keamanan adalah anugerah dan keutamaan yang Allรขh limpahkan kepada yang dikehendaki-Nya. Allรขh Azza wa Jalla berfirman:
ุฃูููููู ู ููู ูููููู ููููู ู ุญูุฑูู ูุง ุขู ูููุง ููุฌูุจูููฐ ุฅููููููู ุซูู ูุฑูุงุชู ููููู ุดูููุกู ุฑูุฒูููุง ู ููู ููุฏููููุง ูููููฐููููู ุฃูููุซูุฑูููู ู ููุง ููุนูููู ูููู
Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. [Al-Qashash/ 28: 57]
Allรขh juga berfirman:
ุฃูููููู ู ููุฑูููุง ุฃููููุง ุฌูุนูููููุง ุญูุฑูู ูุง ุขู ูููุง ููููุชูุฎูุทูููู ุงููููุงุณู ู ููู ุญูููููููู ู
Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. [Al-Ankabรปt/ 29: 67]
Jadi, keamanan merupakan pemberian tamkรฎn dari Allรขh Azza wa Jalla ; yakni pemberian kedudukan kuat dari Allรขh Subhanahu wa Taโala ; di mana Allรขh Azza wa Jalla yang menjadikannya di tempat yang dikehendaki-Nya; dan diberikan kepada yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, seorang Muslim wajib untuk meresapi dan merenungi makna ini, sehingga ketika kita mencari keamanan, baik untuk diri kita, keluarga maupun masyarakat, maka kita pun hanya bergegas mencarinya dari Allรขh Azza wa Jalla semata. Tentunya dengan menghadirkan ketulusan dan kejujuran terhadap Allรขh Azza wa Jalla ketika kita berlindung dan bertumpu kepada-Nya, dalam tawakkal kita kepada-Nya; ketika kita memohon kepada-Nya; dan saat kita mencari keamanan dari-Nya. Karena anugerah tersebut tidak lain adalah pemberian dari-Nya; dan segala perkara ada di tangan-Nya. Dia memberikannya kepada yang Dia kehendaki. Allรขh Azza wa Jalla adalah Dzat Yang mempunyai anugerah yang besar.
Korelasi Antara Iman dan Keamanan
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XX/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
Footnote
[1] Disarikan dari ceramah Syaikh Prof Dr Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad di Masjid Istiqlal Jakarta pada tanggal 26 Februari 2017 M
Referensi : https://almanhaj.or.id/11113-rasulullah-memohon-keamanan.html
DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT (Above Every Sky is Another Sky) #shorts
Berlakulah Jujur!
Perilaku jujur adalah perilaku yang teramat mulia. Namun di zaman sekarang ini, perilaku ini amat sulit kita temukan. Lihat saja bagaimana kita jumpai di kantoran, di pasaran, di berbagai lingkungan kerja, perilaku jujur ini hampir saja usang. Lihatlah di negeri ini pengurusan birokrasi yang seringkali dipersulit dengan kedustaan sana-sini, yang ujung-ujungnya bisa mudah jika ada uang pelicin. Lihat pula bagaimana di pasaran, para pedagang banyak bersumpah untuk melariskan barang dagangannya dengan promosi yang penuh kebohongan. Pentingnya berlaku jujur, itulah yang akan penulis utarakan dalam tulisan sederhana ini.
Jujur berarti berkata yang benar yang bersesuaian antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya. Kebalikan jujur itulah yang disebut dusta.
Perintah untuk Berlaku Jujur
Dalam beberapa ayat, Allah Taโala telah memerintahkan untuk berlaku jujur. Di antaranya pada firman Allah Taโala,
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ููููููููุง ู ูุนู ุงูุตููุงุฏูููููู
โHai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.โ (QS. At Taubah: 119).
Dalam ayat lainnya, Allah Taโala berfirman,
ูููููู ุตูุฏููููุง ุงูููููู ููููุงูู ุฎูููุฑูุง ููููู ู
โTetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.โ (QS. Muhammad: 21)
Dalam hadits dari sahabat โAbdullah bin Masโud radhiyallahu โanhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Masโud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุนูููููููู ู ุจูุงูุตููุฏููู ููุฅูููู ุงูุตููุฏููู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููุจูุฑูู ููุฅูููู ุงููุจูุฑูู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููุฌููููุฉู ููู ูุง ููุฒูุงูู ุงูุฑููุฌููู ููุตูุฏููู ููููุชูุญูุฑููู ุงูุตููุฏููู ุญูุชููู ููููุชูุจู ุนูููุฏู ุงูููููู ุตูุฏูููููุง ููุฅููููุงููู ู ููุงููููุฐูุจู ููุฅูููู ุงููููุฐูุจู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููููุฌููุฑู ููุฅูููู ุงููููุฌููุฑู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููููุงุฑู ููู ูุง ููุฒูุงูู ุงูุฑููุฌููู ููููุฐูุจู ููููุชูุญูุฑููู ุงููููุฐูุจู ุญูุชููู ููููุชูุจู ุนูููุฏู ุงูููููู ููุฐููุงุจูุง
โHendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.โ[1]
Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin โAli, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฏูุนู ู ูุง ููุฑููุจููู ุฅูููู ู ูุง ูุงู ููุฑููุจููู ููุฅูููู ุงูุตููุฏููู ุทูู ูุฃููููููุฉู ููุฅูููู ุงููููุฐูุจู ุฑููุจูุฉู
โTinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.โ[2] Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan dusta (menipu) adalah suatu kejelekan. Yang namanya kebaikan pasti selalu mendatangkan ketenangan, sebaliknya kejelekan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.
Perintah Jujur bagi Para Pelaku Bisnis
Terkhusus lagi, terdapat perintah khusus untuk jujur bagi para pelaku bisnis karena memang kebiasaan mereka adalah melakukan penipuan dan menempuh segala cara demi melariskan barang dagangan.
Dari Rifaโah, ia mengatakan bahwa ia pernah keluar bersama Nabi shallallahu โalaihi wa sallam ke tanah lapang dan melihat manusia sedang melakukan transaksi jual beli. Beliau lalu menyeru, โWahai para pedagang!โ Orang-orang pun memperhatikan seruan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam sambil menengadahkan leher dan pandangan mereka pada beliau. Lantas Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูููู ุงูุชููุฌููุงุฑู ููุจูุนูุซูููู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููุฌููุงุฑูุง ุฅููุงูู ู ููู ุงุชููููู ุงูููููู ููุจูุฑูู ููุตูุฏููู
โSesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.โ[3]
Begitu sering kita melihat para pedagang berkata, โBarang ini dijamin paling murah. Jika tidak percaya, silakan bandingkan dengan yang lainnya.โ Padahal sebenarnya, di toko lain masih lebih murah dagangannya dari pedagang tersebut. Cobalah lihat ketidakjujuran kebanyakan pedagang saat ini. Tidak mau berterus terang apa adanya.
Keberkahan dari Sikap Jujur
Jika kita merenungkan, perilaku jujur sebenarnya mudah menuai berbagai keberkahan. Yang dimaksud keberkahan adalah tetap dan bertambahnya kebaikan. Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููุจููููุนูุงูู ุจูุงููุฎูููุงุฑู ู ูุง ููู ู ููุชูููุฑููููุง โ ุฃููู ููุงูู ุญูุชููู ููุชูููุฑููููุง โ ููุฅููู ุตูุฏูููุง ููุจููููููุง ุจููุฑููู ููููู ูุง ููู ุจูููุนูููู ูุง ุ ููุฅููู ููุชูู ูุง ููููุฐูุจูุง ู ูุญูููุชู ุจูุฑูููุฉู ุจูููุนูููู ูุง
โKedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.โ[4]
Di antara keberkahan sikap jujur ini akan memudahkan kita mendapatkan berbagai jalan keluar dan kelapangan. Coba perhatikan baik-baik perkataan Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan surat At Taubah ayat 119. Beliau mengatakan, โBerlaku jujurlah dan terus berpeganglah dengan sikap jujur. Bersungguh-sungguhlah kalian menjadi orang yang jujur. Jauhilah perilaku dusta yang dapat mengantarkan pada kebinasaan. Moga-moga kalian mendapati kelapangan dan jalan keluar atas perilaku jujur tersebut.โ[5]
Akibat Berperilaku Dusta
Dusta adalah dosa dan โaib yang amat buruk. Di samping berbagai dalil dari Al Qurโan dan dan berbagai hadits, umat Islam bersepakat bahwa berdusta itu haram. Di antara dalil tegas yang menunjukkan haramnya dusta adalah hadits berikut ini,
ุขููุฉู ุงููู ูููุงูููู ุซููุงูุซู ุฅูุฐูุง ุญูุฏููุซู ููุฐูุจู ููุฅูุฐูุง ููุนูุฏู ุฃูุฎููููู ููุฅูุฐูุง ุงุฆูุชูู ููู ุฎูุงูู
โTanda orang munafik itu ada tiga, dusta dalam perkataan, menyelisihi janji jika membuat janji dan khinat terhadap amanah.โ[6]
Dari berbagai hadits terlihat jelas bahwa sikap jujur dapat membawa pada keselamatan, sedangkan sikap dusta membawa pada jurang kehancuran. Di antara kehancuran yang diperoleh adalah ketika di akhirat kelak. Kita dapat menyaksikan pada hadits berikut,
ุซูููุงุซูุฉู ููุง ูููููููู ูููู ู ุงูููู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููููุง ููููุธูุฑู ุฅูููููููู ู ููููุง ููุฒููููููููู ู ููููููู ู ุนูุฐูุงุจู ุฃูููููู ู : ุงููู ููููุงูู, ุงููู ูุณูุจููู ุฅูุฒูุงุฑููู ููุงููู ููููููู ุณูููุนูุชููู ุจูุงููุญููููู ุงููููุงุฐูุจู
โTiga (golongan) yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu: orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang, orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta.โ[7]
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam begitu mencela orang yang tidak transparan dengan menyembunyikan โaib barang dagangan ketika berdagang. Coba perhatikan kisah dalam hadits dari Abu Hurairah, ia berkata,
ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ู ูุฑูู ุนูููู ุตูุจูุฑูุฉู ุทูุนูุงู ู ููุฃูุฏูุฎููู ููุฏููู ูููููุง ููููุงููุชู ุฃูุตูุงุจูุนููู ุจููููุงู ููููุงูู ยซ ู ูุง ููุฐูุง ููุง ุตูุงุญูุจู ุงูุทููุนูุงู ู ยป. ููุงูู ุฃูุตูุงุจูุชููู ุงูุณููู ูุงุกู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู. ููุงูู ยซ ุฃููููุงู ุฌูุนูููุชููู ูููููู ุงูุทููุนูุงู ู ูููู ููุฑูุงูู ุงููููุงุณู ู ููู ุบูุดูู ููููููุณู ู ููููู ยป
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, โApa ini wahai pemilik makanan?โ Sang pemiliknya menjawab, โMakanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.โ Beliau bersabda, โMengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.โ[8] Jika dikatakan bukan termasuk golongan kami, berarti dosa menipu bukanlah dosa yang biasa-biasa saja.
Jujur Sama Sekali Tidak Membuat Rugi
Inilah pentingnya berlaku jujur dalam segala hal, terkhusus lagi dalam hal muamalah atau berbisnis. Dalam berbisnis hal ini begitu urgent. Karena begitu banyak orang yang loyal pada suatu penjual karena sikapnya yang jujur. Namun sikap jujur ini seakan-akan mulai punah. Padahal sudah sering kita dengar perilaku jujur dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, para sahabat, dan ulama salafush sholeh lainnya. Mereka semua begitu semangat dalam memelihara akhlak yang mulia ini. Walaupun ujung-ujungnya, bisa jadi mereka merugi karena begitu terus terang dan terlalu jujur.
Bandingkan dengan perangai jelek sebagian pelaku bisnis saat ini. Coba saja lihat secara sederhana pada penjual dan pembeli yang melakukan transaksi. โMas, HP yang saya jual ini masih awet lima tahun lagi,โ ucapan seseorang ketika menawarkan HP pada saudaranya. Padahal yang sebenarnya, HP tersebut sudah jatuh sampai sepuluh kali dan seringkali diservis. Perilaku tidak jujur ini pula seringkali kita saksikan dalam transaksi online (semacam pada toko online). Awalnya barang yang dipajang di situs, sungguh menawan dan membuat orang interest, tertarik untuk membelinya. Tak tahunya, apa yang dipajang berbeda jauh dengan apa yang sampai di tangan pembeli.
Pahamilah wahai saudaraku! Jika pelaku bisnis mau berlaku jujur ketika berbisnis, mau menerangkan โaib barang yang dijual, tidak sengaja menyembunyikannya, sungguh keberkahan akan selalu hadir. Walaupun mungkin keuntungan secara material tidak diperoleh karena saking jujurnya, namun keuntungan secara non material itu akan diperoleh. Karena jujur, sungguh akan membuahkan pahala begitu besar. Yakinlah bahwa keuntungan tidak semata-mata berupa uang atau material. Pahala besar di sisi Allah, itu pun suatu keuntungan. Bahkan pahala di sisi-Nya, inilah keuntungan yang luar biasa. Sungguh, nikmat dunia dibanding dengan nikmat akhirat berupa pahala di sisi Allah amat jauh sekali. Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู ูููุถูุนู ุณูููุทู ููู ุงููุฌููููุฉู ุฎูููุฑู ู ููู ุงูุฏููููููุง ููู ูุง ูููููุง
โSatu bagian kecil nikmat di surga lebih baik dari dunia dan seisinya.โ[9]
Ya Allah, mudahkanlah hamba-Mu untuk selalu memiliki akhlak yang mulia ini, selalu berlaku jujur dalam segala hal. Hanya Allah yang beri taufik.
Selesai disusun baโda Maghrib, 12 Syawal 1431 H (20/09/2010) di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.rumaysho.com
[1] HR. Muslim no. 2607.
[2] HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] HR. Tirmidzi no. 1210 dan Ibnu Majah no. 2146. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib 1785 mengatakan bahwa hadits tersebut shahih lighoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).
[4] HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532
[5] Tafsir Al Qurโan Al โAzhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 7/313
[6] HR Bukhari no. 2682 dan Muslim no. 59, dari Abu Hurairah.
[7] HR. Muslim no. 106, dari Abu Dzar.
[8] HR. Muslim no. 102.
[9] HR. Bukhari no. 3250, dari Sahl bin Saโad As Saโidi.
sumber: https://rumaysho.com/1263-berlakulah-jujur.html#_ftn1
Uang Terbatas, Naik Haji Atau Menikah? #video ~7
Cara Nabi Mengenali Umatnya Di Akhirat
Cara Nabi Mengenali Umatnya Di Akhirat
Assalamuโalaikum..ada pertanyaan ustdz:
Ustadz bagaimana cara Nabi Muhammad mengenali umatnya nanti di akhirat, apalagi nanti manusia akan bekumpul bermilyaran-milyaran?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah atas keagungan sifat-sifat-Nya dan kemurahan anugerah-Nya, Shalawat dan Salam bagi Nabi Muhammad, berserta keluarga dan seluruh para sahabatnya.
Amma Baโdu:
Ketika hari kiamat terjadi seluruh manusia berkumpul dari awal penciptaan sampai akhir masa kehidupan dunia. Mereka yang mukmin atau kafir di padang Mahsyar akan dihitung amalan-amalannya. Diantara manusia yang begitu banyak itu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam akan mengenal umatnya ketika datang ke Telaga dengan ciri-ciri khusus.
Bagaimana Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengenal umatnya?
Allah Taala berfirman:
ููููู ู ููุฏูุนูู ููููู ุฃูููุงุณู ุจูุฅูู ูุงู ูููู ู
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya (QS. Al Israaโ: 71)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan, Ibnu Abbas Radiyallahu โanhu berkata, โPemimpin kebaikan dan pemimpin kesesatanโ
Anas bin Malik berkata, โ(arti pemimpin) adalah Nabi setiap umatโ (Tafsir Ibnu Abi Hatim, 7/2339)
Ayat ini menjelaskan bahwa umat manusia pada Hari Kiamat dipanggil secara berkelompok, dan umat Islam dipanggil pada kelompok yang dipimpin oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Dengan ini kita bisa memahami, bahwa Nabi mengenal umatnya ketika umatnya berada pada kelompok yang bersama dengannya.
Disisi lain, bahwa umat Islam memiliki ciri tersendiri yang dengannya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengenal mereka. Nabi shalallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi:
ููุฏูุฏูุชู ุฃููููุง ููุฏู ุฑูุฃูููููุง ุฅูุฎูููุงููููุง. ููุงูููุง : ุฃูููููุณูููุง ุฅูุฎูููุงูููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุ ููุงูู : ุฃูููุชูู ู ุฃูุตูุญูุงุจูู ุ ููุฅูุฎูููุงููููุง ุงูููุฐูููู ููู ู ููุฃูุชููุง ุจูุนูุฏู . ููููุงูููุง : ูููููู ุชูุนูุฑููู ู ููู ููู ู ููุฃูุชู ุจูุนูุฏู ู ููู ุฃูู ููุชููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุ ููููุงูู : ุฃูุฑูุฃูููุชู ูููู ุฃูููู ุฑูุฌูููุง ูููู ุฎููููู ุบูุฑูู ู ูุญูุฌููููุฉู ุจููููู ุธูููุฑููู ุฎููููู ุฏูููู ู ุจูููู ู ุฃูููุง ููุนูุฑููู ุฎูููููููุ ููุงูููุง : ุจูููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุ ููุงูู : ููุฅููููููู ู ููุฃูุชูููู ุบูุฑููุง ู ูุญูุฌููููููู ู ููู ุงููููุถููุกู ููุฃูููุง ููุฑูุทูููู ู ุนูููู ุงููุญูููุถู
Saya berharap bahwa kami sudah bisa melihat saudara-saudara kamiโ. Mereka (para sahabat) berkata: โBukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah ?, Beliau menjawab: โKalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang (lahir) saat iniโ. Mereka berkata: โBagaimana engkau mengetahui orang yang belum ada saat ini dari umatmu, wahai Rasulullah?, Beliau menjawab: โTidakkah engkau melihat, jika seseorang memiliki kuda bertanda putih pada muka dan kaki-kakinya berada diantara kuda-kuda hitam pekat, tidakkah ia bisa mengenal kudanya ?, Mereka menjawab: โYa, wahai Rasulullahโ. Beliau bersabda: โMereka akan datang dengan wajah putih bersinar dan kaki tangan bercahaya pada bagian air wudhu, dan saya menunggu mereka di Telaga. (HR. Muslim 249)
Dari ayat dan hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengenal umatnya melalui dua perkara, yang pertama adalah pada hari kiamat umat Islam dipanggil bersama pemimpinnya, yaitu Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam; darinya Nabi Muhammad mengenal umatnya.
Yang kedua adalah tanda putih bercahaya pada wajah, kaki, tangan yang merupakan tempat air wudhu, sehingga tanda tersebut menjadi pembeda dari umat manusia yang lain.
Semoga kita semuanya adalah orang-orang yang dikenali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan mendapatkan minum dari telaganyaโฆ Amiin. Wallahuโalam.
***
Dijawab oleh Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf , Lc. MA. (Dosen Ilmu Hadits STDI Jember)
Referensi: https://konsultasisyariah.com/36158-cara-nabi-mengenali-umatnya-di-akhirat.html
Lemah Lembutlah dalam Bertutur Kata
Segala puji bagi Allah, Rabb yang berhak disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Semakin maju zaman, semakin manusia menjauh dari akhlaq yang mulia. Perangai jahiliyah dan kekasaran masih meliputi sebagian kaum muslimin. Padahal Islam mencontohkan agar umatnya berakhlaq mulia, di antaranya adalah dengan bertutur kata yang baik. Akhlaq ini semakin membuat orang tertarik pada Islam dan dapat dengan mudah menerima ajakan. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita perangai yang mulia ini.
Perintah Allah untuk Berlaku Lemah Lembut
Allah Taโala berfirman,
ููุงุฎูููุถู ุฌูููุงุญููู ููููู ูุคูู ูููููู
โDan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. โ (QS. Al Hijr: 88)
Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, โโBerendah dirilahโ yang dimaksud dalam ayat ini hanya untuk mengungkapkan agar seseorang berlaku lemah lembut dan tawadhuโ (rendah diri).โ1 Jadi sebenarnya ayat ini berlaku umum untuk setiap perkataan dan perbuatan, yaitu kita diperintahkan untuk berlaku lemah lembut. Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Taโala,
ููุจูู ูุง ุฑูุญูู ูุฉู ู ูููู ุงููู ูููุชู ููููู ู ูููููู ููููุชู ููุธูุงู ุบููููุธู ุงูููุจ ูุงูููููุถูููุงู ู ููู ุญููููููู
โ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.โ (QS. Ali Imron: 159). Yang dimaksud dengan bersikap keras di sini adalah bertutur kata kasar.2 Dengan sikap seperti ini malah membuat orang lain lari dari kita.
Al Hasan Al Bashri mengatakan, โBerlaku lemah lembut inilah akhlaq Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam yang di mana beliau diutus dengan membawa akhlaq yang mulia ini.โ3
Keutamaan Bertutur Kata yang Baik
Pertama: Sebab Mendapatkan Ampunan dan Sebab Masuk Surga
Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam,
ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ุฏููููููู ุนูููู ุนูู ููู ููุฏูุฎูููููู ุงููุฌููููุฉู
โWahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.โ Beliau bersabda,
ุฅูููู ู ููู ู ููุฌูุจูุงุชู ุงููู ูุบูููุฑูุฉู ุจูุฐููู ุงูุณูููุงู ูุ ููุญูุณููู ุงูููููุงู ู
โDi antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.โ4
Kedua: Mendapatkan Kamar yang Istimewa di Surga Kelak
Dari โAli, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โDi surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.โ Kemudian seorang Arab Badui bertanya, โKamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?โ Beliau pun bersabda,
ููู ููู ุฃูุทูุงุจู ุงูููููุงูู ู ููุฃูุทูุนูู ู ุงูุทููุนูุงู ู ููุฃูุฏูุงู ู ุงูุตููููุงู ู ููุตููููู ููููููู ุจูุงูููููููู ููุงููููุงุณู ููููุงู ู
โKamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.โ5
Ketiga: Bisa menggantikan Sedekah
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููููููู ูุฉู ุงูุทูููููุจูุฉู ุตูุฏูููุฉู
โTutur kata yang baik adalah sedekah.โ6
Dari โAdi bin Hatim, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงุชูููููุง ุงููููุงุฑู ูููููู ุจูุดูููู ุชูู ูุฑูุฉู ููุฅููู ููู ู ุชูุฌูุฏููุง ููุจูููููู ูุฉู ุทููููุจูุฉู
โSelamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.โ7
Ibnul Qayyim mengatakan, โNabi shallallahu โalaihi wa sallam menjadikan tutur kata yang baik sebagai pengganti dari sedekah bagi yang tidak mampu untuk bersedekah.โ8
Ibnu Baththol mengatakan, โTutur kata yang baik adalah sesuatu yang dianjurkan dan termasuk amalan kebaikan yang utama. Karena Nabi shallallahu โalaihi wa sallam (dalam hadits ini) menjadikannya sebagaimana sedekah dengan harta. Antara tutur kata yang baik dan sedekah dengan harta memiliki keserupaan. Sedekah dengan harta dapat menyenangkan orang yang diberi sedekah. Sedangkan tutur kata yang baik juga akan menyenangkan mukmin lainnya dan menyenangkan hatinya. Dari sisi ini, keduanya memiliki kesamaan (yaitu sama-sama menyenangkan orang lain).โ9
Keempat: Menyelematkan Seseorang dari Siksa Neraka
Dalilnya adalah hadits Adi bin Hatim di atas. Ibnu Baththol mengatakan, โJika tutur kata yang baik dapat menyelamatkan dari siksa neraka, berarti sebaliknya, tutur kata yang kotor (jelek) dapat diancam dengan siksa neraka.โ10
Kelima: Dapat Menghilangkan Permusuhan
Ibnu Baththol mengatakan, โKetahuilah bahwa tutur kata yang baik dapat menghilangkan permusuhan dan dendam kesumat. Lihatlah firman Allah Taโala,
ุงุฏูููุนู ุจูุงูููุชูู ูููู ุฃูุญูุณููู ููุฅูุฐูุง ุงูููุฐูู ุจููููููู ููุจููููููู ุนูุฏูุงููุฉู ููุฃูููููู ููููููู ุญูู ููู ู
โTolaklah (kejelekan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.โ (QS. Fushilat: 34-35). Menolak kejelekan di sini bisa dengan perkataan dan tingkah laku yang baik.โ11
Sahabat yg mulia, Ibnu โAbbas โradhiyallahu โanhumaโ mengatakan, โAllah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.โ
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, โNamun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.โ12
Berlaku Lemah Lembut Bukan Berarti Menjilat
Perlu dibedakan antara berlaku lemah lembut dengan tujuan membuat orang tertarik dan berlaku lembah lembut dengan maksud menjilat. Yang pertama ini dikenal dengan mudaroh yaitu berlaku lemah lembut agar membuat orang lain tertarik dan tidak menjauh dari kita. Yang kedua dikenal dengan mudahanah yaitu berlaku lemah lembut dalam rangka menjilat dengan mengorbankan agama. Sikap yang kedua ini adalah sikap tercela sebagaimana yang Allah firmankan,
ููุฏูููุง ูููู ุชูุฏููููู ููููุฏูููููููู
โMaka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).โ (QS. Al Qalam: 9)
Ibnu Jarir Ath Thobari menafsirkan ayat di atas, โWahai Muhammad, orang-orang musyrik tersebut ingin kalian berlaku lembut pada mereka (dengan mengorbankan agama kalian) dengan memenuhi seruan untuk beribadah kepada sesembahan mereka. Jika kalian demikian, maka mereka akan berlaku lembut pada kalian dalam ibadah yang kalian lakukan pada sesembahan kalian.โ13
Oleh karenanya, orang yang bersikap mudaroh akan berlemah lembut dalam pergaulan tanpa meninggalkan sedikitpun prinsip agamanya. Sedangkan orang yang bersikap mudahin, ia akan berusaha menarik simpati orang lain dengan cara meninggalkan sebagian dari prinsip agamanya.
Hendaknya kita bisa memperhatikan perbedaan antara mudaroh dan mudahanah. Lemah lembut yang dituntunkan adalah dalam rangka membuat orang tertarik dengan akhlaq kita yang baik. Sikap pertama inilah yang akan membuat orang menerima dakwah, namun tetap dengan mempertahankan prinsip-prinsip beragama. Sedangkan lemah lembut yang tercela adalah jika sampai mengorbankan sebagian prinsip beragama dan mendiamkan kemungkaran tanpa adanya pengingkaran minimalnya dengan hati.
Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kepada kita tutur kata yang baik dan akhlaq yang mulia. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.com
Diselesaikan dengan anugerah Allah di Panggang-Gunung Kidul, 24 Muharram 1431 H
Footnote:
1 Adhwaul Bayan, Muhammad Al Amin Asy Syinqithi, 3/238, Dar Ilmi Al Fawaid.
2 Tafsir Al Qurโan Al โAzhim, Ibnu Katsir, 3/233, Muassasah Qurthubah.
3 Tafsir Al Qurโan Al โAzhim, 3/232,
4 HR. Thobroni dalam Muโjam Al Kabir no. 469 (Maktabah Al โUlum wal Hikam, cetakan kedua, 1404 H). Al โIroqi dalam Takhrij Al Ihyaโ (2/246) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus). Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah (1035) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan perowinya terpercaya.
5 HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad (1/155). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
6 HR. Ahmad (2/316) dan disebutkan oleh Al Bukhari dalam kitab shahihnya secara muโallaq (tanpa sanad). Syaikh Syuโaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim.
7 HR. Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 1016.
8 โIddatush Shobirin wa Dzakhirotusy Syakirin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 109, Mawqiโ Al Waroq
9 Syarh al Bukhari, Ibnu Baththol, 17/273, Asy Syamilah.
10 Syarh al Bukhari, 4/460.
11 Syarh al Bukhari, 17/273.
12 Lihat Tafsir Al Qurโan Al โAzhim, 12/243.
13 Tafsir Ath Thobari, Ibnu Jarir Ath Thobari, 23/157, Tahqiq: Dr. Abdullah bin Abdil Muhsin At Turki, Dar Hijr.
sumber: https://rumaysho.com/782-lemah-lembutlah-dalam-bertutur-kata.html








