[Belajar Tauhid] 68. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 15

catatan: insyaallah, besok – sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. jangan lupa muraja’ah 5 materi serial belajar tauhid terakhir ini (pertemuan 64 s.d 68). ketuk kategori belajar tauhid yang ada di beranda untuk mengakses materi sebelumnya


بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Orang-orang musyrik Arab Jahiliyyah memiliki banyak berhala. Dan yang paling terkenal adalah : Al-Lâta, Al-‘Uzzâ dan Al-Manât. Nama ketiga berhala tersebut dinamakan oleh kaum musyrikin dengan mengambil nama-nama Allâh -‘Azza wa Jalla- akan tetapi di ta’nits-kan (dijadikan jenis perempuan). Mereka menyangka bahwa berhala-berhala tersebut adalah putri-putri Allâh -‘Azza wa Jalla-. Sementara mereka sendiri tidak suka anak-anak perempuan bahkan sampai membunuh anak-anak perempuan mereka

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 15. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 67. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 14

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Orang-orang musyrik yang dahulu diperangi oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- memiliki sesembahan yang berbeda-beda, diantaranya : matahari, rembulan, Malaikat, Para Nabi, dan orang-orang shalih.
  • Penyembahan terhadap Malaikat, Para Nabi, dan orang-orang shalih juga bagian dari kesyirikan, tidak seperti anggapan para pemuja kuburan yang membedakan penyembahan terhadap mereka dengan penyembahan terhadap berhala-berhala.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 14. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 66. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 13

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Dahulu Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- berada ditengah-tengah manusia yang memiliki sesembahan (selain Allâh -‘Azza wa Jalla-) yang berbeda-beda. Mereka semua diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  dan Beliau tidak membeda-bedakan mereka dengan sebab perbedaan sesembahan mereka.
  • Sudah menjadi tabiat orang-orang musryik dari masa -ke masa, ketika mereka berpaling dari men-tauhid-kan (meng-esa-kan) Allâh -‘Azza wa Jalla- mereka kemudian tidak pernah puas dengan satu atau dua sesembahan saja. Dan ini merupakan salah satu adzab Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada mereka, dimana mereka diperbudak oleh berhala-berhalanya.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 13. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 65. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 12

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara amalan yang bermanfaat untuk mendapat syafa’at Nabi adalah :

  1. Merealisasikan Tauhid.
  2. Membaca Al-Qur’an.
  3. Puasa.
  4. Doa Setelah Adzan.
  5. Tinggal di Kota Madinah.
  6. Bershalawat Kepada Nabi.
  7. Shalat Jenazah Dari 40 Lelaki Yang Bertauhid.
  8. Memperbanyak Sujud.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 12. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 64. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 11

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Syafa’ah Manfiyyah Bathilah adalah syafa’at yang tidak akan bisa memberi manfaat. Yaitu syafa’at yang diminta kepada selain pemiliknya, yanki Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau syafa’at yang diangan-angankan oleh orang-orang kafir. 
  • Syafa’at di dunia ada beberapa macam : [1] Dalam hal-hal yang dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Syafa’at jenis ini bisa menjadi pahala jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kebaikan. Sebaliknya akan menjadi dosa jika termasuk kriteria tolong-menolong dalam kejelekan. [2] Dalam hal-hal yang dimampui oleh hamba (yang dimintai syafa’at). Maka ini tergolong kekufuran dan kesyirikan. 
  • Yang paling berbahagia dengan syafa’at Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- orang yang mengucapkan laa ilaahaa illallaah dengan ikhlash dari hatinya, yaitu umatnya Beliau yang yang mati dari dalam keadaan tidak menyekutukan Allâh dengan sesuatu apapun.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 11. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 63. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 10

catatan: Insyaallah, Sabtu (besok) pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. quis ini akan menguji 5 pelajaran sebelumnya (pertemuan 59 s.d 63 serial belajar tauhid). antum dapat mengakses seluruh pelajaran serial belajar tauhid dengan mengetuk kategori “belajar tauhid” yang ada di beranda HijrahApp. so, jangan lupa muraja’ahnya yaa🙏


بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Disamping Asy-Syafa’ah Al-‘Udzmâ (Syafa’at Agung), ada beberapa jenis syafa’at yang lain yang juga merupakan kekhususan bagi Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, yaitu :  [1] Syafaat Agar Calon Penghuni Surga Bisa Memasuki Surga, [2] Syafaat Nabi Untuk Pamannya Abu Thalib, dan [3]                                                                 Syafaat Untuk Mereka Yang Masuk Surga Tanpa Hisab Agar Aegera Masuk Surga.

Dan diantara bentuk syafa’at umum adalah : [1] syafa’at untuk orang yang jumlah kebaikannya sama dengan dosa-dosanya agar bisa masuk ke dalam surga, [2] syafa’at untuk mengangkat derajat penghuni surga diatas derajat yang semestinya, [3] syafa’at untuk orang-orang yang sudah diputuskan masuk neraka agar tidak jadi dimasukkan ke neraka, dan [4] syafa’at untuk mengeluarkan orang-orang yang beriman yang masuk neraka untuk bisa keluar dari neraka dan masuk kedalam surga.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 10. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 62. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 9

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Syafaat itu terbagi menjadi dua : Syafa’ah Mustbatah Shahiihah dan Syafa’ah Manfiyyah Bâthilah. Syafa’ah Mustbatah Shahiihah yaitu syafa’at yang ditetapkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam kitab-Nya atau yang ditetapkan oleh Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- . Syafa’at ini terbagi menjadi dua : Syafa’ah Khashshah (syafa’at khusus bagi Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-) dan Syafa’ah ‘Aamah (syafa’at umum, bagi hamba-hamba yang bertaqwa). 

Salah satu jenis Syafa’ah Khashshah adalah Syafa’at Agung (Asy-Syafa’ah Al-‘Udzmâ) yang dibutuhkan dan diberikan kepada seluruh ummat manusia, yang Mukmin dan yang Kafir, yang Shalih dan yang Fajir. Dan syafa’at ini merupakan hak eksklusifnya Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 9. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 61. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 8

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara alasan orang-orang musyrik menyembah berhala-berhala adalah agar berhala-berhala tersebut nantinya menjadi pemberi syafaat bagi mereka disisi Allâh -‘Azza wa Jalla-. Sedangkan syafa’at itu seluruhnya milik Allâh. Tidak ada syafa’at kecuali dengan izin Allâh. Tidak ada yang berhak memberi syafaat dan menerima syafa’at kecuali orang-orang yang  Allâh ridhai dari kalangan orang-orang beriman.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 8. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 60. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 7

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tawassul yang tidak disyari’atkan terdiri dari dua macam, yaitu : Tawassul Bid’ah dan Tawassul Syirik.

Tawassul Bid’ah

Tawassul Bid’ah adalah segala sesuatu yang dianggap dan diniatkan oleh pelakunya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, akan tetapi perbuatan-perbuatan tersebut tidak disyari’atkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan juga pernah diamalkan oleh Para Salaf dari kalangan Sahabat Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, tâbi-‘iin, dan tâbi’ tâbi-‘iin.

Tawassul Syirik

Tawassul Syirik adalah segala sesuatu yang dianggap dan diniatkan oleh pelakunya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, akan tetapi perbuatan-perbuatan tersebut merupakan bagian dari amalan-amalan yang dihukumi sebagai kesyirikan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. 

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 7. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 59. Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah 6

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Apa yang dijadikan oleh para hamba sebagai wasilah ada yang disyari’atkan dan terhitung sebagai ketaatan, dan sebagiannya bertentangan dengan syari’at dan terhitung sebagai kemaksiatan. Diantara wasilah yang disyari’atkan atau disebut juga wasilah Sunnah adalah :

  1. Tawassul Dengan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Tawassul Dengan Keimanan.
  3. Tawassul Dengan Amal Shalih.
  4. Tawassul Doa Orang Shalil Yang Masih Hidup.
  5. Tawassul Dengan Shalawat Kepada Nabi.

Selanjutnya kita akan masuk pada Syarah Al-Qowaa-‘id Al-Arba’ah bagian 6. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.