[Belajar Tauhid] 105. Iman Kepada Hari Akhir 09

catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi sepekan ini


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 08 sbb:

  1. Kehidupan alam barzakh berakhir dengan Al-Ba’tsu, yaitu kebangkitan dari kubur, ketika manusia dihidupkan kembali oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan kemudian mereka digiring dan dikumpulkan di Mahsyar.
  2. Di Mahsyar, matahari didekatkan kepada para makhluq. Dan keadaan mereka berbeda-beda sesuai dengan amalannya ketika di dunia.
  3. Keadaan Mahsyar sangat mencekam, sehingga manusia berupaya mencari siapa yang bisa memberi syafaat kepada mereka agar Allâh -‘Azza wa Jalla- menyegerakan hisab bagi mereka. Dan tidak ada yang mampu memberikannya kecuali Nabi Kiata Muhammad -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam-, dan itulah Asy-Syafa’ah Al-‘Udzmaa (Syafa’at Agung).

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 09, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 104. Iman Kepada Hari Akhir 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 07 sbb:

  1. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-. Akan tetapi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya menyebutkan tanda-tanda dekatnya hari kiamat.
  2. Tanda-tanda dekatnya hari kiamat terbagi menjadi dua : tanda-tanda sughra (kecil) dan tanda-tanda kubra (besar). Tanda-tanda kubra (besar) berarti kiamat sudah teramat dekat.
  3. Diantara tanda-tanda kecil adalah : pemendekan waktu, berkurangnya ilmu dan amal, banyaknya pembunuhan dan beragam kefasikan, dan lain-lain.
  4. Diantara tanda-tanda besar adalah : keluarnya Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa, keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan lain-lain.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 08, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 103. Iman Kepada Hari Akhir 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 06 sbb:

  1. Kiamat adalah tibanya saat yang telah dijanjikan Allâh -‘Azza wa Jalla- yang dengannya berakhir kehidupan dunia seutuhnya.
  2. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 07, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 102. Iman Kepada Hari Akhir 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 05 sbb:

  1. Diantara keimana terhadap hari akhir adalah keimanan terhadap kehidupan alam barzakh (alam kubur) berupa : fitnah kubur, adzab kubur, dan nikmat kubur.
  2. Fitnah kubur adalah pertanyaan dua orang malaikat kepada mayyit tentang siapa tuhannya, siapa nabinya, dan apa agamanya. 
  3. Orang-orang beriman dan bertaqwa akan diberi kekokohan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- sehingga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat, dan setelahnya mereka akan mendapatkan nikmat kubur.
  4. Orang-orang kafir, munafik, para pembangkang tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat, dan setelahnya mereka akan mendapatkan adzab kubur.
  5. Adzab kubur bagi orang kafir, munafik, dan sebagian pembangkang akan terjadi terus-menerus hingga hari kiamat.
  6. Adzab kubur bagi pelaku maksiat yang ringan kemaksiatannya berlaku untuk batas waktu tertentu.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 06, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 101. Iman Kepada Hari Akhir 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 04 sbb:

Diantara metode Al-Qur’an dalam menetapkan keberadaan hari kebangkitan adalah : Berdalil terhadap adanya kebangkitan setelah kematian dengan perbuatan Allâh -‘Azza wa Jalla- yang telah menghidupkan sebagian orang yang sudah mati dalam kehidupan dunia ini.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 05, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 100. Iman Kepada Hari Akhir 04

catatan: Insyaallah besok, hari Sabtu pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi sepekan ini.👍


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 03 sbb:

Diantara metode Al-Qur’an dalam menetapkan keberadaan hari kebangkitan adalah :

  1. Berdalil terhadap adanya kebangkitan setelah kematian dengan pencitaan manusia pertama kalinya, karena siapa yang mampu menciptakaan manusia untuk pertama kalinya tentu mampu mengembalikannya untuk kedua kalinya.
  2. Berdalil terhadap adanya kebangkitan setelah kematian dengan penghidupan bumi setelah matinya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 04, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 99. Iman Kepada Hari Akhir 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 02 sbb:

Salah satu metode Al-Qur’an dalam menetapkan keberadaan hari kebangkitan adalah berdalil dengan penciptaan langit dan bumi serta benda-benda yang agung yang menjadi bukti atas kesempurnaan ciptaan Allâh -‘Azza wa Jalla- serta bukti kekuasaan Allâh -‘Azza wa Jalla- yang absolut. Dimana semua itu mengharuskan ke-Mahakuasaan Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk sesuatu yang lebih kecil dari semua itu, termasuk membangkitkan kembali para makhluq setelah kematiannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 03, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 98. Iman Kepada Hari Akhir 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 01 sbb:

Beriman kepada Hari Akhir merupakan Rukum Iman yang kelima. Dan maknanya adalah : meyakini dengan pasti kebenaran segala sesuatu yang diberitakan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dari hal-hal yang tejadi setelah kematian berupa kehidupan alam barzakh (fitnah kubur, azab kubur, nikmat kubur, dan kebangkitan dari kubur), kemudian apa yang terjadi setelah kebangkitan hingga surga dan neraka dan apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- janjikan bagi penghuninya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 02, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 97. Iman Kepada Hari Akhir 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Rasul 06 sbb:

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menyempurnakan agama-Nya, mencukupkan nikmat-Nya, dan meridhai Islam sebagai agama bagi ummat manusia melalui Pemimpin dan Penutup Segenap Nabi dan Rasul, Hamba-Nya Yang Paling Mulia, yaitu Nabi Kita Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  2. Allâh -‘Azza wa Jalla- mengutus Nabi Kita Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- kepada bangsa jin dan manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
  3. Syari’at yang dibawa oleh Nabi Kita Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menyempurnakan sekaligus menghapus seluruh syari’at nabi-nabi sebelumnya. Karenanya, siapapun yang mendengar kenabian dan kerasulannya, kemudian tidak beriman kepadanya, maka dia termasuk orang-orang kafir yang bakan kekal di neraka.
  4. Kesansian atas keesaan Allâh -‘Azza wa Jalla- dan kerasulan Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- merupakan rukun pertama dari rukun Islam, yang Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak meneriama agama apapun selain darinya.
  5. Untuk menegakkan hujjah kepada segenap manusia hingga tegaknya hari kiamat, Allâh -‘Azza wa Jalla- menjadikan Al-Qur’an sebagai mu’jizat terbesar bagi Nabi Kita Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan Allâh -‘Azza wa Jalla- menjamin akan memeliharanya dari tangan-tangan kotor hingga Al-Qur’an tersebut dianggkat di akhir zaman nantinya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 01, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 96. Iman Kepada Rasul 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Rasul 05 sbb:

  1. Beriman kepada segenap rasul artinya adalah meyakini bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- telah mengutus rasul kepada setiap ummat, mengajak mereka untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dan kufur dengan semua sesembahan selain-Nya. Dan bahwa mereka telah menunaikan tugas tersebut dengan sempurna.
  2. Kita wajib mengimani segenap nabi dan rasul secara umum, baik yang Kita mengetahuinya maupun tidak. Dan wajib beriman secara khusus kepada para Nabi dan Rasul yang disebutkan Namanya oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-. Mengingkari salah seorang diantara mereka sama saja dengan mengingkari mereka seluruhnya yang berarti jika mengingkari Dzat yang mengutus mereka yakni Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  3. Bukan termasuk keimanan kepada para Nabi dan Rasul ketika mengangkat dan mengagungkan mereka melebihi batas kedudukan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada mereka, seperti menyifati mereka dengan sifat-sifat ketuhanan dan memberikan kepada mereka sebagian hak-hak peribadahan. Bahkan hal ini merupakan bentuk kekufuran kepada mereka dan Rabb mereka.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Rasul 06, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“