[Belajar Tauhid] 87. Iman Kepada Kitab Kitab Allah 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Kitab Kitab Allah 02 sbb:

Kitab-kitab yang sekarang ada pada Ahlul Kitab tidak boleh dikatakan sebagai Kitab Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karena kitab-kitab telah mengalami perubahan-perubahan dan keluar statusnya sebagai Kitab Allâh -‘Azza wa Jalla-.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Kitab Kitab Allah 03, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 86. Iman Kepada Kitab Kitab Allah 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Kitab Kitab Allah 01 sbb:

  1. Beriman kepada Kitab-Kitab Allâh -‘Azza wa Jalla- maksudnya adalah membenarkan dengan penuh keyakinan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- mempunyai Kitab-Kitab yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas.
  2. Seorang Mukmin wajib mengimani seluruh Kitab-Kitab Allâh -‘Azza wa Jalla-, baik Kitab yang diturunkan kepada nabinya maupun Kitab-Kitab yang diturunkan kepada Nabi-Nabi yang lainnya. Juga meyakini bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki Kitab-Kitab lainnya yang tidak Ia sebutkan nama-namanya.
  3. Seorang Mukmin wajib mengimani secara rinci Kitab-Kitab Allâh -‘Azza wa Jalla- yang Ia sebutkan namanya, yaitu : Shuhuf Ibrahim, Shuhuf Musa, Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an Al-Kariim.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Kitab Kitab Allah 02, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 85. Iman Kepada Kitab Kitab Allah 01

catatan: insyaallah, besok (sabtu) pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 pelajaran terakhir ini💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Malaikat 03 sbb:

  1. Diantara Malaikat ada yang diberi tugas : mencatat amalan, menjaga hamba, dan lain-lain.
  2. Para Malaikat memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan manusia, karena Allâh -‘Azza wa Jalla- mengurus manusia mulai dari fase penciptaannya di dalam rahim, kemudian kehidupan dunianya, kehidupan barzakhnya, hingga kehidupan akhiratnya nantinya melalui Malaikat-Malaikat-Nya. 
  3. Para Malaikat adalah utusan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada para hamba dalam mencipta dan mengurusnya. Mereka adalah Para Safir (Duta) penghubung antara Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan para hamba.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Kitab Kitab Allah 01, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 84. Iman Kepada Malaikat 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Malaikat 02 sbb:

  1. Para Malaikat adalah makhluq- makhluq kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- yang diciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepada -Nya. Setiap orang dari mereka diberi tugas khusus oleh Allâh  -‘Azza wa Jalla-.
  2. Diantara Malaikat ada yang diberi tugas : menyampaikan wahyu, mengatur hujan, meniup sangkakala, mencabut ruh, menjaga surga, menjaga neraka, dan lain-lain.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Malaikat 03, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 83. Iman Kepada Malaikat 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Malaikat 01 sbb:

  1. Para Malaikat adalah makhluq- makhluq kepada Allâh  -‘Azza wa Jalla- yang diciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepada -Nya.
  2. Beriman kepada Para Malaikat artinya meyakini secara pasti bahwa Allâh  -‘Azza wa Jalla- memiliki Malaikat-Malaikat yang diciptakan-Nya dari nur (cahaya) yang tidak pernah mendurhakai apa yang Allâh  -‘Azza wa Jalla- perintahkan kepada mereka dan senantiasa melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Malaikat 02, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 82. Iman Kepada Malaikat 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Beriman Kepada Allah sbb:

  1. Beriman kepada Allâh  -‘Azza wa Jalla- maknanya adalah mengimani wujud Allâh  -‘Azza wa Jalla- dan ke-esaan-Nya dalam rububiyyah-Nya, yakni dalam menciptakan, menguasai, dan mengatur seluruh makhluq-Nya. Juga meyakini ke-esaan-Nya dalam uluhiyyah-Nya, yaitu sebagai satu-satunya Ilah yang berhak disembah oleh seluruh makhluq-Nya sebagai konsekuensi dari ke-esaan-Nya dalam rububiyyah-Nya.
  2. Termasuk keimanan Allâh  -‘Azza wa Jalla- adalah beriman dengan segala sesuatu yang Ia kabarkan dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dan bahwa Ia tidak sama dengan makhluq-Nya, dan bagi-Nya kesempurnaan yang mutlak dalam semua hal tersebut.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Malaikat 01, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 81. Beriman Kepada Allah

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Beriman Kepada Yang Ghaib sbb:

  1. Ghaib adalah segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra.
  2. Iman kepada yang ghaib berarti percaya kepada segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra dan tidak bisa dicapai oleh akal bisa, tetapi ia diketahui dan diyakini melalui jalan wahyu dari Allâh  -‘Azza wa Jalla- melalui para Rasul-Nya.
  3. Beriman kepada yang ghaib yang diwahyukan Allâh  -‘Azza wa Jalla- termasuk sifat yang sangat menonjol dari orang-orang beriman.

selanjutnya kita akan mempelajari Dasar Dasar Keimanan 11, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 80. Dasar Dasar Keimanan 10

catatan: insyaallah, sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. harap muraja’ah 5 materi yang telah dipelajari sepekan ini ya. terimakasih


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Dampak Maksiat Terhadap Iman sbb:

  1. Maksiat adalah lawan dari ketaatan. Wujudnya bisa berupa meninggalkan perintah atau melanggar larangan.
  2. Maksiat itu sebagiannya tergolong dosa besar, dan sebagiaannya lagi tergolong dosa kecil. Yang tergolong dosa besar ada yang membatalkan keimanan dan ada yang tidak membatalkan keimanan tetapi mengurangi dan merusak keimanan.
  3. Menghalalkan perbuatan dosa besar termasuk kekufuran yang membatalkan keimanan.
  4. Maksiat itu akan menjadi noda hitam pada hati manusia yang menghalanginya dari kebaikan-kebaikan dan melemahkannya dalam ketaatan. Noda hitam ini bisa dibersihkan dengan taubat dan memperbanyak amal shalih.

selanjutnya kita akan mempelajari Beriman Kepada Yang Ghaib, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 79. Dasar Dasar Keimanan 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Hukum Pelaku Dosa Besar sbb:

  1. Dosa besar adalah setiap dosa yang pelakunya harus mendapatkan HAD (sangsi hukum yang sudah ditetapkan jenis dan kadarnya dalam Syari’at) di dunia atau diancam oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan laknat-Nya atau adzab neraka-Nya.
  2. Dosa kecil adalah setiap dosa yang tidak mempunyai HAD (sangsi hukum yang sudah ditetapkan jenis dan kadarnya dalam Syari’at) di dunia, juga tidak terkena ancaman khusus di akhirat.
  3. Dosa kecil dinamakan dosa kecil semata-mata karena dibandingkan dengan dosa besar. Bukan berarti dosa kecil adalah sesuatu yang kecil. Bahkan setiap dosa merupakan sesuatu yang besar dalam pandangan Syari’at. Karena Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak pantas untuk dimaksiati dengan dosa apapun, baik yang “kecil” maupun yang besar.
  4. Pelaku dosa besar asalnya tetaplah seorang Mukmin dan tidak dikafirkan jika ia termasuk Ahlu Tauhid dan dosa besarnya tidak termasuk pembatal keimanan. Dia adalah Mukmin dengan keimanannya, dan fasik dengan sebab dosa besarnya.
  5. Ada tiga kelompok sesat dalam menyikapi pelaku dosa besar dari kalangan orang-orang beriman, yaitu : Murji’ah, Mu’tazilah, dan Khawarij.
  6. Murji’ah mengatakan bahwa dosa sama sekali tidak membahayakan keimanan orang-orang beriman, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bagi orang kafir. Karena bagi mereka keimanan hanya pembenaran hati saja, tidak ada kaitannya dengan ucapan lisan dan perbuatan anggota badan.
  7. Mu’tazilah mengatakan bahwa pelaku dosa besar tidak Mukmin juga tidak kafir, akan tetapi berada pada manzilah (kedudukan) diantara keduanya (keimanan dan kekafiran). Dan apabila dia meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari dosa besarnya maka ia kekal di dalam neraka.
  8. Khawarij mengatakan bahwa pelaku dosa besar kafir, keluar dari Agama Islam dan kekal di neraka.

selanjutnya kita akan mempelajari Dampak Maksiat Terhadap Iman, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 78. Dasar Dasar Keimanan 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Pembatal Keimanan _ Bagian Kedua sbb:

  1. Pembatal keimanan adalah sesuatu yang dapat menghapuskan keimanan secara total dan mengeluarkan pelakunya dari Agama Islam.
  2. Pembatal-pembatal keislaman itu banyak, diantaranya :
  • Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  Itu tidak sempurna dan bahwa ada hukum yang lebih sempurna dari hukum Allâh  -‘Azza wa Jalla-.
  • Membantu orang-orang kafir dalam memerangi Islam dan Kaum Muslimin.
  • Meyakini bahwa ada orang-orang yang boleh keluar dari ketentuan ajaran Rasulullah.
  • Berpaling dari Agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, tidak mau memperlajari dan mengamalkannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Hukum Pelaku Dosa Besar, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.