[Belajar Tauhid] 117. Iman Kepada Takdir 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 06 sbb:

  1. Takdir adalah rahasia Allâh -‘Azza wa Jalla- terkait urusan makhluq-Nya, selain-Nya tidak ada yang mengetahuinya secara detail, tidak Malaikat yang dekat dengan-Nya dan tidak pula Para Rasul yang diutus.
  2. Syari’at menegaskan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kehendak dan kekuatan bagi manusia serta menyandarkan perbuatan manusia kepada mereka sendiri bersamaan dengan tidak adanya kehendak makhluq kecuali dengan kehendak-Nya, dan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- yang menciptakan mereka dan perbuatan mereka, juga bahwa tidak ada yang terjadi di kerajaan-Nya kecuali atas izin-Nya, juga bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- meridhai ketaatan dan memerintahkannya sebagaimana Ia tidak ridha terhadap kemaksiatan dan melarangnya.
  3. Rasululah -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- melarang ummatnya dari membahas permasalahan takdir secara mendalam, karena detailisasi permasalah tersebut diluar jangkauan akal manusia, dan perbuatan tersebut juga merupakan pembuka amalan syaithan berupa keraguan dan yang semisalnya.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 07, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 116. Iman Kepada Takdir 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 05 sbb:

Takdir terbagi menjadi 4 (empat) macam :

  1. Takdir Azali : Yaitu takdir umum bagi segala sesuatunya. Ditetapkan 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, ketika Allâh -‘Azza wa Jalla- menciptakan Al-Qolam dan memerintahkannya menulis segala sesuatunya hingga tegaknya hari kiamat.
  2. Takdir ‘Umuri : Yaitu takdir untuk individu, yang ditetapkan pada awal penciptaannya.
  3. Takdir Sanawi : Yaitu takdir tahunan, yang ditetapkan pada malam Al-Lailatul Qadr setiap tahunnya.
  4. Takdir Yaumi : Yaitu takdir bagi segala sesuatu yang ditetapkan untuk masa satu hari.  

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 06, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 115. Iman Kepada Takdir 05

catatan: Insyaallah, besok (Hari Sabtu pukul 17.00WIB) quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir. 💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 04 sbb:

Beriman kepada Takdir Allâh -‘Azza wa Jalla- meliputi 4 (empat) tingkatan, tingkatan ke 3 dan ke 4 yakni :

  • Al-Masyi’ah : Yaitu mengimani masyi’ah (kehendak) Allâh -‘Azza wa Jalla- dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh. Apa yang Ia kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Apa yang tidak terjadi bukan karena Ia tidak mampu mewujudkannya, akan tetapi karena Ia tidak menghendakinya.
  • Al-Khalq : Yaitu mengimani bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- pencipta segala sesuatu. Tidak ada Khaaliq (Pencipta) selain-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 05, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 114. Iman Kepada Takdir 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 03 sbb:

Beriman kepada Takdir Allâh -‘Azza wa Jalla- meliputi 4 (empat) tingkatan, diantaranya:

  1. Al-‘Ilmu : Yaitu mengimani ilmu Allâh -‘Azza wa Jalla- yang merupakan sifat-Nya sejak azali. Dia -‘Azza wa Jalla- mengetahui dan menguasai segala sesuatu. Dia mengetahui seluruh makhluk-Nya sebelum penciptaannya dan mengetahui keadaannya pada masa yang lampau, masa sekarang dan yang akan datang. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya dari kerajaan-Nya.
  2. Al-Kitabah : Yaitu mengimani bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- menulis takdir seluruh makhluk-Nya di Lauhul Mahfuzh, tidak ada sesuatupun yang luput darinya.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 04, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 113. Iman Kepada Takdir 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 02 sbb:

  1. Makna beriman kepada Qadha’ dan Qadar adalah membenarkan dengan sesungghnya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas qadha’ dan qadar dari Allâh -‘Azza wa Jalla- yang telah ditetapkan-Nya sebelum penciptaan segala sesuatu.
  2. Semua yang telah ditakdirkan Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah hikmah menurut ilmu Allâh -‘Azza wa Jalla- meski tidak dipahami oleh akal manusia.
  3. Segala sesuatu apabila dinisbatkan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah keadlian, hikmah, dan rahmat. Maka keburukan yang murni tidak termasuk sifat Allâh -‘Azza wa Jalla- juga bukan merupakan perbuatan-Nya karena kesempurnaan-Nya yang mutlak.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 03, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 112. Iman Kepada Takdir 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 01 sbb:

  1. Qadha’ adalah hukum yang Allâh -‘Azza wa Jalla- tetapkan bagi alam semesta. Dan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berjalan sesuai dengan ketentuan Qadha’ Allâh -‘Azza wa Jalla- sejak penciptaannya dan untuk selama-lamanya.
  2. Qadar atau takdir adalah menentukan atau membatasai kadar (ukuran) segala sesuatu sebelum adanya atau terjadinya dan menulisnya di Lauhul Mahfuzh.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 02, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 111. Iman Kepada Takdir 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 14 sbb:

Syafa’at ada delapan macam :

  1. Syafa’at ‘Uzhmaa (Syafa’at Agung) untuk disegerakan hisab.
  2. Syafa’at untuk penduduk surga agar bisa memasuki surga.
  3. Syafa’at untuk orang yang kadar pahala dan dosanya sama agar bisa masuk surga.
  4. Syafa’at untuk orang yang sudah diputuskan masuk neraka agar tidak jadi masuk neraka.
  5. Syafa’at untuk mengangkat derajat penduduk dari derajatnya yang semestinya.
  6. Syafa’at untuk orang-orang yang bisa masuk surga tanpa hisab.
  7. Syafa’at untuk mengeluarkan orang-orang yang berdosa dari kalangan orang-orang beriman dari neraka.
  8. Syafa’at Nabi Kita Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- untuk meringankan siksa pamannya Abu Thalib.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 01, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 110. Iman Kepada Hari Akhir 14

catatan: besok, sabtu pukul 17.00WIB, quiz pekanan akan aktif. yuk murajaah 5 materi serial belajar tauhid yang terakhir.


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 13 sbb:

  1. Syafa’at adalah meminta kebaikan untuk orang lain, yaitu bergabung dengan pihak lain dalam rangka menolongnya sebagai peminta kebaikan untuknya.
  2. Syafaat juga bermakna bergabungnya orang yang tinggi derajatnya dengan orang yang rendah derajatnya untuk mengangkat derajat mereka.
  3. Syafaat itu seluruhnya milik Allâh -‘Azza wa Jalla- dan merupakan salah sebab yang membuat Allâh -‘Azza wa Jalla- berbelas kasihan kepada hamba-Nya.
  4. Syafa’at disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- hanya terjadi dengan dua syarat. Pertama : Izin Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada Syaafi’ (Pemberi Syafa’at) untuk memberikan syafaatnya. Kedua : Ridha Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada Masyfuu’ Lahu (Yang Diberi Syafa’at) untuk menerima syafa’at.
  5. Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak akan memberikan izin syafa’at kecuali kepada wali-wali-Nya. Dan Para Wali ini tidak akan memberikan syafa’at kecuali kepada orang-orang yang diridhai Allâh -‘Azza wa Jalla- dari Ahlu Tauhid.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 14, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 109. Iman Kepada Hari Akhir 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 12 sbb:

  1. Ash-Shirath adalah jembatan yang terbentang diatas punggung neraka yang harus dilewati seluruh anak manusia untuk sampai ke surga. Siapa yang tidak mampu melaluinya otomatis dia terjerumus ke neraka.
  2. Kemampuan melalui Ash-Shirath sesuai kadar iman dan amalan. Hanya orang-orang beriman dan bertaqwa yang mampu melaluinya. Adapun orang-orang kafir, munafik, dan para pembangkang akan tergelincir darinya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 13, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 108. Iman Kepada Hari Akhir 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 11 sbb:

  1. Seluruh amalan anak manusia dari kebaikan-kebaikannya dan kejelekan-kejelekannya akan ditimbang untuk menyempurnakan keadilan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada segenap makhluqnya. Dan agar setiap makhluq mengetahui dengan pasti apa yang telah diupayakannya dalam kehidupan dunianya untuk disempurnakan balasan baginya.
  2. Yang beruntung adalah orang-orang yang berat timbangan kebaikannya. Dan yang celaka adalah orang-orang yang berat timbangan keburukannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Hari Akhir 12, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.