Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari Iman Kepada Takdir 06 sbb:
- Takdir adalah rahasia Allâh -‘Azza wa Jalla- terkait urusan makhluq-Nya, selain-Nya tidak ada yang mengetahuinya secara detail, tidak Malaikat yang dekat dengan-Nya dan tidak pula Para Rasul yang diutus.
- Syari’at menegaskan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kehendak dan kekuatan bagi manusia serta menyandarkan perbuatan manusia kepada mereka sendiri bersamaan dengan tidak adanya kehendak makhluq kecuali dengan kehendak-Nya, dan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- yang menciptakan mereka dan perbuatan mereka, juga bahwa tidak ada yang terjadi di kerajaan-Nya kecuali atas izin-Nya, juga bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- meridhai ketaatan dan memerintahkannya sebagaimana Ia tidak ridha terhadap kemaksiatan dan melarangnya.
- Rasululah -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- melarang ummatnya dari membahas permasalahan takdir secara mendalam, karena detailisasi permasalah tersebut diluar jangkauan akal manusia, dan perbuatan tersebut juga merupakan pembuka amalan syaithan berupa keraguan dan yang semisalnya.
selanjutnya kita akan mempelajari Iman Kepada Takdir 07, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.


“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“


















