[Kitabut Tauhid] 5. Urgensi Tauhid 05

Catatan: besok, sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. Jangan lupa belajar yaa

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Sebagaimana halnya dengan manusia, bangsa jin juga termasuk makhluq mukallaf. Artinya mereka juga memiliki kewajiban menjalankan syari’at Allâh -Subhânahu wa Ta’âlâ. Ada banyak ayat yang lainnya yang menunjukkan bahwa bangsa jin juga mendapat perintah dan larangan. Mendapat janji nikmat surga dan ancaman adzab neraka.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 4. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 4. Urgensi Tauhid 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Agar suatu amalan diterima oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, selain harus dibangun diatas keimanan, juga harus dibangun diatas keikhlashan dan peneladan terhadap Sunnah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Dua fondasi ini (ikhlash dan mutaba’ah) adalah realisasi yang sebenar-benarnya dari penerapan syahadatain (dua kalimat syahadat) yang mana keduanya adalah inti dari agama Islam.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 4. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 3. Urgensi Tauhid 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu : al-hubbu (cinta), al-khauf (takut), dan ar-rajaa’ (harapan).

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 3. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 2. Urgensi Tauhid 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Sesungguhnya Allâh -‘Azza wa Jalla- menciptakan mansia bukan untuk sesuatu yang sia-sia, bukan pula untuk permainan belaka, bukan juga untuk tujuan yang rendah. Bahkan manusia diciptakan untuk sebuah tujuan yang sangat mulia, yaitu agar mereka beribadah kepada Allâh  -‘Azza wa Jalla- semata dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya, yaitu melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 2. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 1. Urgensi Tauhid

Pada pelajaran sebelum-sebelumnya kita telah menyelesaikan kajian pengantar tauhid, qowaidul arba’ah hingga rukun-rukun keimanan. dan pada pekan kemarin kita juga telah menyelenggarakan ujian akhir rukun-rukun keimanan, serta memperoleh hasilnya. dan Alhamdulillah, kembali kami informasikan bahwa kami telah mengirimkan seluruh e-sertifikat kepada peserta yang lulus. bagi antum yang lulus namun belum mendapati kiriman e-sertifikat di kotak masuk/spam email antum, silahkan hubungi tim support kami melalui email; buka menu tentang kami kemudian pilih hubungi kami. terimakasih

Baiklah, pada kesempatan kali ini, insyaallah kita akan memulai kajian perdana kitabut tauhid. materi ini adalah diantara materi yang sangat direkomedasikan untuk dipelajari kaum muslimin sehubungan dengan keselamatan akhirat dan dunia kita.

Insyaallah antum hanya butuh meluangkan waktu 10 menit setiap harinya untuk mengikuti pelajaran ini. jadi jangan sampai lewatkan pelajaran ini. akhir kata kapanpun antum siap, silahkan ketuk link dibawah ini. barakallahu fiikum

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 122. Penutup Level 2

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 11 sbb:

Berhujjah dengan takdir ketika tertimpa musibah diperbolehkan. Seluruh musibah yang telah ditakdirkan terjadi wajib diterima dengan ridha. Kemudian mengembalikan faktor pemicunya kepada dosa hamba.

Materi berikut akan menjadi materi penutup pelajaran serial belajar tauhid hijrahapp di level ke 2 ini. tidak ada quis pekanan pada pekan ini, namun akan diselenggarakan ujian rukun-rukun iman pada hari Ahad tanggal 21 februari hingga 28 februari mendatang. silahkan gunakan jeda waktu tersebut untuk mengulang kembali pelajaran rukun-rukun iman ini sedari awal.

Selanjutnya, besok pukul 17.00WIB Kami akan menginformasikan ketentuan-ketentuan ujiannya serta membagikan PDF materi rukun-rukun iman.

berikut materi penutup rukun-rukun iman:

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 121. Iman Kepada Takdir 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 10 sbb:

  1. Manusia menempuh jalan kebaikan dan keburukan berdasarkan pilihannya. Maka siapa yang menempuh jalan kebaikan dengan menuruti faktor-faktor pendorongnya dan mengalahkan faktor-faktor pendorong kejahatan dia berhak mendapatkan ganjaran. Sebaliknya siapa yang menempuh jalan keburukan dengan menuruti faktor-faktor pendorongnya dan mengalahkan faktor-faktor pendorong kebaikan dia berhak mendapatkan hukuman.
  2. Perbuatan manusia terjadi atas kehendak dan pilihannya sendiri. Dia sadar sesadar-sadarnya bahwa dia tidak dipaksa untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu. Jika mau dia bisa melakukan atau tidak melakukannya.
  3. Siapa yang berbuat maksiat dengan beralasan dengan qadha’ dan qadar, maka alasannya tidak masuk akan dan tidak bisa diterima. Kenyataannya, tidak mau menerima alasan orang yang mengambil haknya dengan berdalil kepada qadha’ dan qadar. Bahkan dia menuntut haknya dan meminta ditegakkannya hukum bagi orang yang menzhaliminya. Seandainya takdir itu adalah hujjah, tentu akan menjadi hujjah bagi semuanya dalam segala urusan dengan kondisi apapun.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 11, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 120. Iman Kepada Takdir 10

catatan: besok (sabtu pukul 17.00WIB) Quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi serial belajar tauhid terakhir💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 09 sbb:

  1. Tidak boleh berdalil dengan takdir Allâh -‘Azza wa Jalla- ketika meninggalkan perintah atau melanggar larangan. Karena para hamba itu diperintah dan dilarang, dijanjikan pahala untuk ketaatannya dan diancam dengan adzab atas kemaksiatannya.  Dan Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kepada mereka kehendak, kemampuan dan ikhtiar (pilihan). Yang dengan semua hal tersebut terwujudlah perbuatan-pertbuatan dan karenanya mereka diberi pahala atau siksa. 
  2. Motivator kebaikan adalah fithrah, akal sehat, dan wahyu Allâh -‘Azza wa Jalla. Sedangkan motivator kejahatan adalah syaithan yang memanfaatkan keinginan-keinginan hawa nafsu. Allâh -‘Azza wa Jalla- memberikan kemampuan kepada syaithan untuk mengganggu manusia dan memerintahkan manusia untuk berlindung kepada-Nya dari tipu-daya syaithan.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 10, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 119. Iman Kepada Takdir 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 08 sbb:

RINGKASAN MADZAB SALAF DALAM MASALAH QADHA’ DAN QADAR :

  1. Beriman kepada rububiyyah Allâh -‘Azza wa Jalla- secara muthlaq, bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah Pencipta, Pemiliki dan Pengatur alam semesta. 
  2. Sesungguhnya Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kepada para hamba kehendak, kemampuan dan ikhtiar (pilihan). Yang dengan semua hal tersebut terwujudlah perbuatan-perbuatan dan karenanya mereka diberi pahala atau siksa. 
  3. Kehendak dan kemampuan pada makhluq tidak keluar dari kehendak dan kemampuan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dia yang memberikan semua itu dan menjadikan mereka mampu memilih dan memilah. Maka perbuatan mana saja yang mereka pilih tidak keluar dari kehendak dan kemampuan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  4. Beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk adalah berdasarkan penisbatannya kepada para makhluq. Sedangkan apabila dinisbatkan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- maka semua takdir adalah baik. Karena kesemurnaan-Nya yang muthlaq, maka tidak ada yang buruk pada sifat dan perbuatan-Nya, maka keburukan tidak dinisbatkan kepada-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 09, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 118. Iman Kepada Takdir 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari  Iman Kepada Takdir 08 sbb:

  1. Para Salaf bersepakat membenarkan Qadha’ dan Qadar Allâh -‘Azza wa Jalla-. Mereka mengatakan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah Pencipta, Pemiliki dan Pengatur alam semesta. Apa yang Ia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Ia kehendaki tidak bakal terjadi. Tidak ada yang terjadi di alam semesta kecuali dengan masyi’ah (kehendak) dan qudrah (kekuasaan) Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan terjadi; semuanya ada pada ilmu Allâh -‘Azza wa Jalla-, Dia telah menulisnya di Al-Lauh Al-Mahfuzh, Dia yang menghendakinya dan Dia yang menciptakannya dengan hikmah yang diketahui dan dikehendaki-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari  Iman Kepada Takdir 08, ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran.

Link alternatif

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.