[Kitabut Tauhid] 25. Urgensi Tauhid 25

catatan: besok (sabtu) pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. yuk isi ramadhan dengan muraja’ah 5 materi terakhir ini.💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  1. Bolehnya menyembunyikan sebagian ilmu dan mengkhususkannya bagi sebagian orang jika ada maslahat yang diharapkan dan atau ada mudharat yang dikhawatirkan. 
  2. Larangan bersandar kepada takdir dan keharusan menempuh sebab-sebab kepada hal-hal yang bermanfaat untuk urusan dunia dan akhirat sesuai dengan bimbingan syari’at.
  3. Seseorang tidak dikatakan beriman sebelum dia beriman dengan ketentuan taqdir Allâh -‘Azza wa Jalla- yang merupakan salah satu rukun diantara rukun-rukun (pokok-pokok) keimanan.
  4. Beriman dengan benar terhadap takdir bukan berarti meniadakan kehendak dan kemampuan manusia untuk berbuat. Karena dalil-dalil syariat dan realita yang ada menunjukkan bahwa manusia masih memiliki kehendak dan kemampuan untuk melakukan sesuatu.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 25. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 24. Urgensi Tauhid 24

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki hal terhadap para hamba yang wajib mereka tunaikan, dan dengan keluasan rahmat-Nya Allâh -‘Azza wa Jalla- memberikan hak kepada para hamba yang pasti akan Dia diberikannya. Hak Allâh yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya (semata) dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allâh ialah bahwa Allâh tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 24. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 23. Urgensi Tauhid 23

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu adalah bab (pembahasan) yang sangat luas. Yang paling buruk dari seluruh perbuatan tersebut adalah : berbicara tentang dzat, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa landasan dalil dari Allâh dan Rasul-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 23. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 22. Urgensi Tauhid 22

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Berbicara tentang Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu merupakan perbuatan yang sangat tercela, diantara puncak kejelekannya adalah :

  1. Orang yang berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu menanggung dosa-dosa orang-orang yang dia sesatkan.
  2. Orang yang berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu berarti tidak berhukum dengan hukum Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  3. Orang yang berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu berarti mengikuti hawa nafsunya.
  4. Orang yang berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu berarti mengikuti perintah syaithan.
  5. Orang yang berbicara tentang agama Allâh -‘Azza wa Jalla- bertentangan dengan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 22. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 21. Urgensi Tauhid 21

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara adab yang yang wajib dijaga oleh seorang Penunutut Ilmu adalah hendaknya ketika ditanya tentang suatu ilmu yang tidak diketahuinya, dia mengatakan ‘Allâhu A’lam (‘Allâhu yang lebih mengetahui) dan menghindari sifat takalluf (berlebih-lebihan, memaksakan diri untuk menjawab pertanyaan yang dia tidak memiliki ilmu tentangnya, akhirnya berdusta atas nama Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dan berbicara tentang Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu merupakan bagian bahkan puncak dan pokok kesyirikan, karenanya ia menjadi dosa besar yang paling besar, dan lebih besar dari dosa-dosa syirik lainnya secara umum.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 21. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 20. Urgensi Tauhid 20

catatan: insyaallah besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quiz pekanan 4 akan aktif. jangan lupa muraja’ah 5 materi terakhir yaa. smgt💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Dari perkataan Mu’âdz Ibnu Jabal -Radhiyallâhu ‘Anhu- : ‘Aku pernah diboncengkan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- di atas seekor keledai …’ dapat diambil banyak pelajaran, diantaranya :

  • Kerendahan hati (sifat tawadhu’) Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Dimana Manusia paling mulia disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan disisi orang-orang beriman ini mau membonceng orang lain. Juga karena Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak merasa gengsi hanya dengan berkendaraan seekor keledai, tunggangan kelas bawah ketika itu.
  • Keutamaa Mu’âdz Ibnu Jabal -Radhiyallâhu ‘Anhu- karena pernah dibonceng Manusia paling mulia disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan disisi orang-orang beriman, yakni Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. 
  • Boleh mengendarai hewan tunggangan sesuai dengan kadar kemampuannya. Maka boleh juga berboncengan diatasnya jika tidak melebihi beban yang mampu ditanggung hewan tunggangannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 20. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 19. Urgensi Tauhid 19

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

‘Abdullâh Ibnu Mas’ud -Radhiyallâhu ‘Anhu- mengatakan bahwa seolah Rasûlullâh                                -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menjadikan perintah dan larangan Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam QS. Al  An’am: 151-153 sebagai wasiat Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- kepada ummatnya. Dan Allâh -‘Azza wa Jalla- menutup wasiatnya dengan perintah agar para hamba mengikuti jalan-Nya yang lurus, dan menjauhi jalan-jalan lain yang akan menjauhkan dan menyesatkan mereka dari jalan-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 19. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 18. Urgensi Tauhid 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Di dalam QS. Al  An’am: 151-153 Allâh -‘Azza wa Jalla- melarang para hamba dari 6 hal yang seluruhnya merupakan dosa besar. Dan yang terbesar adalah yang disebut pertama kali, yaitu mempersekutukan Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam beribadah kepada-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 18. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 17. Urgensi Tauhid 17

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Allâh -‘Azza wa Jalla- memerintahkan para hamba untuk beribadah kepada-Nya semata, dan melarang mereka dari mempersekutukan-Nya dengan apapun juga. Itu artinya, peribadahan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak akan terwujud kecuali dengan membersihkan diri dari kesyirikan. Dan membersihkan diri dari kesyirikan merupakan ungkapan lain dari menegakkan Tauhid. Karena Tauhid dan syirik merupakan dua hal yang saling kontradiktif, dimana yang satunya ada dengan ketiadaan lawannya.
  • Firman Allâh -‘Azza wa Jalla- : Sembahlah Allâh saja dan janganlah Kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun juga. ( QS. An-Nisâ’ : 36). Kata-kata  شَيْئًا (sesuatu apapun) dalam ayat ini adalah kata nakirah (nama umum, tanpa ditentukan dzatnya secara khusus), dan kata tersebut dalam konteks larangan. Kaidahnya, nakirah dalam konteks larangan memberikan faidah keumuman.Sehingga mencakup segala sesuatu yang dijadikan tandingan bagi Allâh -‘Azza wa Jalla-. Baik berupa malaikat, nabi, wali, kuburan, tempat keramat, dan lainnya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 17. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 16. Urgensi Tauhid 16

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kewajiban berbakti kepada orang tua tidak terbatas ketika orang tua masih hidup saja, bahkan berlanjut setelah mereka meninggal dunia. Karena setelah wafatnya orang tua masih bisa mengambil manfaat dari kebaikan-kebaikan anak-anaknya.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 16. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.