[Kitabut Tauhid] 75. Keutamaan memurnikan tauhid 40

catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. jangan lupa muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya. 🙏


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Karena sangat besar dan sangat mendesaknya kebutuhan manusia terhadap hidayah Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka dengan sebab kebijaksanaan-Nya yang sempurna dan rahmat-Nya yang luas kepada hamba-hamba-Nya, Allâh -‘Azza wa Jalla- bimbing mereka untuk senantiasa berdoa meminta hidayah kepada-Nya setiap rakaat shalatnya.

Doa tersebut ada didalam surah Al-Fathihah yang merupakan surah paling agung didalam Al-Qur’an karena merupakan Ummul Kitab (induk Al-Qur’an), dimana seluruh kandungan Al-Qur’an terangkum didalamnya. Allâh -‘Azza wa Jalla- pilihkan dan wajibkan doa tersebut bagi hamba-hamba-Nya untuk mereka berdoa kepada-Nya dengannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 40. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 74. Keutamaan memurnikan tauhid 39

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya jalan yang lurus yang menghantarkan kepada surga-Nya, dan memerintahkan mereka untuk menempuh jalan tersebut. Sebaliknya Dia juga telah memperingatkan mereka dari jalan-jalan kesesatan yang menjerumuskan kepada adzab-Nya dan melarang mereka untuk menempuhnya.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan dari hamba-hamba-Nya. Memerintahkan mereka untuk taat dan melarang mereka dari maksiat. Menjanjikan pahala untuk setiap ketaatan, dan mengancam dengan adzab untuk setiap kemaksiatan.
  • Para hamba tidak mengetahui takdir kecuali setelah terjadinya takdir tersebut. Ia tidak mengetahui apakah Allâh -‘Azza wa Jalla- telah mentakdirkannya untuk menjadi tersesat atau mendapatkan hidayah. Maka tidak pantas bagi mereka untuk menjalani jalan kesesatan kemudian beralasan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- menghendaki hal tersebut bagi mereka. Bahkan sepantasnya mereka untuk menjalahi jalan hidayah kemudian berkata : ‘Sungguh Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberi untuk Kami hidayah kepada jalan yang lurus.’

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 39. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 73. Keutamaan memurnikan tauhid 38

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Umumnya, Para Ulama membagi hidayah menjadi dua macam, yaitu :

__ Hidayatul ‘ilmi wal irsyad, yaitu hanya sekadar memberikan penjelasan.  __ Hidayatut taufiiq wal ‘amal, yaitu menerima dan menjalankan syariat. 

  • Hidayah jenis pertama, yaitu hidayatul ‘ilmi wal irsyad bisa diupayakan oleh manusia. Sedangkan untuk hidayah kedua, yaitu hidayatut taufiiq wal ‘amal ini merupakan kewenangan Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, yang Dia tidak bersekutu dengan siapapun dari kalangan mahkluq-Nya, termasuk Para Nabi dan Malaikat.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 38. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 72. Keutamaan memurnikan tauhid 37

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Hidayah secara bahasa berarti ar-rasyâd (bimbingan) dan ad-dalâlah (dalil/petunjuk).
  • Hidayah ada yang bersifat umum yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada segenap makhluq-Nya dan ada yang dikhususnya untuk Kaum Muslimin. Dan hidayah yang dikhususkan untuk Kaum Muslimin ada yang bersifat mujmal (global) dan ada yang mufashshal (terperinci).

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 37. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 71. Keutamaan memurnikan tauhid 36

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Sesungguhnya dalil-dalil kebenaran itu sangatlah banyak. Akan tetapi sangat sedikit sekali manusia yang mendapat petunjuk, karena Allâh -‘Azza wa Jalla- hanya memberi hidayah menuju jalan yang lurus kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 36. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 70. Keutamaan memurnikan tauhid 35

catatan: besok, sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif, yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Manusia adalah satu-satunya makhluq Allâh -‘Azza wa Jalla- yang menyatakan diri siap memikul ‘amanat berat’ yang tidak mampu dilakukan oleh makhluq-makhluq besar seperti langit, bumi, dan gunung-gunung. Padahal makhluk yang bernama manusia ini berjatidiri dzâlum (teramat zhalim) dan jâhul (teramat bodoh).

Kebanyakan manusia itu : tidak beriman, tidak bersyukur, benci kepada kebenaran, keluar dari ketaatan, lalai dari ayat-ayat Allâh -‘Azza wa Jalla-, menyesatkan manusia dari jalan Allâh -‘Azza wa Jalla-, tidak mengikuti agama yang lurus, mengikuti prasangka belaka, dan calon penghuni neraka.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 35. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 69. Keutamaan memurnikan tauhid 34

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali dalam keadaan asing. Maka keberuntungan itu ada pada orang-orang yang asing karena istiqamah diatas agama Allâh -‘Azza wa Jalla-.  Dan keterasingan itu terjadi ketika sudah maraknya kejelekan dan kesesatan. 
  • Kita tidak boleh silau dengan jumlah yang banyak dan tidak boleh pesimis dengan jumlah yang sedikit.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 34. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 68. Keutamaan memurnikan tauhid 33

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Parameter kebenaran bukanlah berdasarkan kuantitas : banyak atau sedikitnya pengikut. Akan tetapi, kebenaran itu (disebut kebenaran) tatkala sesuai dengan dalil tanpa perlu melihat banyaknya orang yang menerima atau minimnya penolakan orang. Antipati manusia atau respon positif mereka tidak otomatis menunjukkan kebenaran atau penyimpangan satu pendapat. Tiap pendapat dan perbuatan haruslah berdasarkan dalil dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 33. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 67. Keutamaan memurnikan tauhid 32

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Ilmu adalah pelayan bagi amal, dan amal adalah puncak dari ilmu.
  • Hakikat Ash-Shirath Al-Mustaqiim : Jalan Yang Lurus adalah jalan terang yang akan mengantarkan hamba menuju Allâh -‘Azza wa Jalla- dan masuk ke dalam Syurga-Nya. Hakikat jalan tersebut adalah mengetahui kebenaran dan mengamalkannya.’ 

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 32. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 66. Keutamaan memurnikan tauhid 31

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu itu dicari demi mencapai sesuatu yang lain. Fungsi ilmu ibarat sebatang pohon, sedangkan amalan seperti buahnya. Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam, seseorang harus mengiringi dengan amalan, sebab orang yang berilmu yang tidak beramal dengannya lebih buruk keadaannya daripada orang yang bodoh.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 31. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.