[Kitabut Tauhid 2] 19. Dakwah kepada kalimat tauhid 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Berdakwah tanpa ilmu merupakan bagian dari perbuatan berbicara tentang Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ini. Ini merupakan dosa yang sangat besar dan sangat berbahaya. Karena perbuatan tersebut termasuk bentuk berdusta atas nama Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendahului-Nya, melangkahi kewenangan-Nya, merusak agama-Nya, dan menipu manusia.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 19. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 18. Dakwah kepada kalimat tauhid 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Orang-orang yang berilmu, yang memahami agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan baik, mereka memiliki sekian banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Dan cukup sebagai wakil dari seluruh keutamaan tersebut adalah ketika Allâh -‘Azza wa Jalla- menjadikan mereka sebagai saksi kalimat Tauhid. Maka, mereka Para Ulama adalah orang-orang yang paling berhak dan paling berkewajiban untuk mendakwahkan kalimat Tauhid, karena mereka adalah orang-orang yang paling memahami kandungan makna dan konsekuensi kalimat Tauhid, dan mereka jugalah orang-orang yang paling terdepat didalam menerapkan kalimat Tauhid dalam kehidupan ini.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 18. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 17. Dakwah kepada kalimat tauhid 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Telah disebutkan sebelumnya bahwa tugas Para Rasul sangat banyak, diataranya : [1] menjadi perantara antara para hamba dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-, mengenalkan para hamba kepada Rabb mereka; [2] mengajak para hamba untuk beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, dan meninggalkan sesembahan selain-Nya; [3] mengajarkan Syari’at Allâh -‘Azza wa Jalla.
  • Selain itu, Para Rasul juga bertugas : [4] menyampaikan berita gembira dan memberi peringatan, [5] memperbaiki moral anak manusia, [6] menerapkan Syari’at Allâh -‘Azza wa Jalla-,[7] menjadi saksi sampainya hujjah Allâh -‘Azza wa Jalla-, [8] mengingatkan pertemuan dengan Allâh -‘Azza wa Jalla- dan ahwal kehidupan akhirat, dan tugas-tugas yang lainnya.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 17. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 16. Dakwah kepada kalimat tauhid 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Berdakwah kepada agama Allâh -‘Azza wa Jalla- merupakan jalan hidupnya Para Nabi dan Rasul –‘Alaihimussalâm-.
  • Tugas Para Rasul sangat banyak, diataranya : [1] menjadi perantara antara para hamba dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-, mengenalkan para hamba kepada Rabb mereka; [2] mengajak para hamba untuk beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, dan meninggalkan sesembahan selain-Nya; [3] mengajarkan Syari’at Allâh -‘Azza wa Jalla.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 16. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 15. Dakwah kepada kalimat tauhid 02

catatan; insyaallah besok (sabtu pukul 17.00WIB) quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Prioritas pertama dan paling utama dari dakwah Para Rasul adalah mengajak umatnya kepada Tauhid dan menjauhkan mereka dari kesyirikan. Karenanya, mengingkari thaghut termasuk prioritas dalam dakwah.
  • Dakwah di jalan Allâh -‘Azza wa Jalla- harus mengikuti metode yang telah ditetapkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, yaitu metodenya Para Rasul dan Para Salaf (pendahulu) ummat ini dengan menjadikan Tauhid sebagai prioritas pertama dan paling utama dalam dakwah.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 15. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 14. Dakwah kepada kalimat tauhid 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tauhid merupakan sebab utama masuk ke dalam surganya Allâh -‘Azza wa Jalla-, sedangkan syirik merupakan sebab utama masuk ke dalam neraka Allâh -‘Azza wa Jalla. Karenanya, Tauhid merupakan kewajiban terbesar para hamba. Dan sebaliknya, syirik merupakan larangan terbesar bagi mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh  Al-Imâm Muhammad At-Tamimiy -Rahimahullâh- :

Hal teragung yang Allâh -‘Azza wa Jalla- perintahkan (kepada seluruh makhluk-Nya) adalah TAUHID, yaitu meng-esakan-Nya dalam beribadah. Sedangkan hal yang sangat dilarang oleh-Nya adalah SYIRIK, yaitu beribadah kepada selain-Nya- bersama dengan (beribadah) kepada-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 14. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 13. Khawatir Terhadap Kesyirikan 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Doa merupakan ibadah yang sangat agung disis Allâh -‘Azza wa Jalla-. Maka jika ibadah ini dipalingkan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan diberikan kepada makhluq-Nya, tidak diragukan lagi bahwa perbuatan tersebut merupakan kezhaliman yang paling zhalim, dosa besar yang paling besar.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 13. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 12. Khawatir Terhadap Kesyirikan 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Perbuatan riya’ terkait erat dengan beberapa perbuatan dosa yang samar, diantaranya sum’ah dan ujub (bangga diri), yang keduanya sangat tercela disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan sangat berbahaya bagi pelakunya.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 12. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 11. Khawatir Terhadap Kesyirikan 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Perbuatan riya’ memiliki banyak bahaya bagi pelakunya, diantaranya :

  1. Menggugurkan pahala amalan.
  2. Merupakan sifatnya orang-orang munafik.
  3. Sebab musibah besar bagi pelakunya.
  4. Pelaku riya’ akan menjadi orang-orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat nantinya dan yang pertama kali juga dicampakkan ke dalam neraka.
  5. Lebih berbahaya bagi Kaum Muslimin daripada fitnah Dajjal.
  6. Lebih merusak dibanding srigala lapar di tengan kawanan domba.
  7. Pada Hari Kiamat nantinya, pelaku riya akan diperintah untuk menemui dan meminta balasan amalan (pahala) kepada orang-orang yang mereka dahulu riya’ kepada mereka.
  8. Mewariskan hehinaan dan kerendahan bagi pelakunya di dunia dan akhirat.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 12. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 10. Khawatir Terhadap Kesyirikan 10

catatan: Insyaallah, besok (sabtu) pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. jangan lupa muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Riya’ adalah, seseorang memperlihatkan bahwasanya ia orang baik, padahal hatinya tidak demikian, dimana seseorang itu mencari apa yang ada di dunia dengan ibadah, dan asalnya mencari kedudukan di hati manusia. 
  • Asalnya riya’ merupakan syirik kecil, tetapi bisa menjadi syirik besar jika terkait pokok keimanan atau mendominasi seluruh jenis ibadah seseorang.
  • Riya’ merupakan bahaya laten sepanjang zaman, yang bahkan dikhawatirkan oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- akan menimpa Para Sahabat yang mulia -Radhiyallâhu ‘Anhum-.
  • Pelaku riya’ akan menjadi orang-orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat nantinya dan yang pertama kali juga dicampakkan ke dalam neraka.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 10. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.