[Kitabut Tauhid 2] 37. Dakwah kepada kalimat tauhid 23

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Ulama yang berpendapat kafirnya orang yang meninggalkan shalat meskipun tidak mengingkari kewajibannya, mereka juga berdalil dengan sejumlah hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Diantaranya adalah hadits yang konteksnya :

  • Shalat adalah ciri dan syarat ke-Islam-an, sekaligus sebab jaminan (darah, harta, dan kehormatan) dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya.
  • Bagian seseorang dalam Islam sesuai kadar shalatnya, artinya orang yang tidak shalat tidak memiliki bagian sama-sekali dalam Islam, juga dinafikannya ke-Islam-an bagi orang yang meninggalkan shalat.
  • Shalat adalah tiang dari Diinul Islam, itu artinya tidak ada Islam tanpa shalat.
  • Dengan sebab meninggalkan shalat, para pemimpin boleh diperangi, karena perbuatannya meninggalkan shalat dihukumi sebagai kekufuran yang nyata.
  • Shalat merupakan ajaran Islam yang terakhir kali hilang, artinya jika tidak lagi mengerjakan shalat, berarti tidak tersisa ke-Islam-an pada diri seseorang.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 23. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 36. Dakwah kepada kalimat tauhid 22

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Selain berhujjah dengan ayat-ayat Al-Qur’an, Para Ulama yang berpendapat kafirnya orang yang meninggalkan shalat meskipun tidak mengingkari kewajibannya, mereka juga berdalil dengan sejumlah hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Diantaranya adalah hadits yang konteksnya:

  1. Bahwa shalat adalah pembeda dan batas pemisah antara keimanan dengan kekufuran dan kesyirikan.
    1. Orang yang menyia-nyiakan shalat terancam bakal dikumpulkan bersama Qârun, Fir’aun, Hâmân, dan Ubay Ibnu Khalaf. Sedangkan mereka adalah pembesar-pembesar kekufuran, dan merupakan orang-orang yang paling besar adzabnya di neraka.
    1. Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- diperintah oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk memerangi anak manusia sampai mereka mengikrarkan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 22. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 35. Dakwah kepada kalimat tauhid 21

catatan: besok quis pekanan akan aktif, yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Ulama yang berpendapat kafirnya orang yang meninggalkan shalat meskipun tidak mengingkari kewajibannya, mereka berdalil dengan sejumlah ayat Al-Qur’an. Diantaranya :  QS. At-Taubah : 5, 11, 31-32; QS. Maryam : 59; QS. Ruum : 31; QS. Sajdah : 15; dan QS. Al-Mursalat : 46-49.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 21. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 34. Dakwah kepada kalimat tauhid 20

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Ulama dari zaman ke zaman sepakat, tidak berbeda pendapat, bahwa meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dalam perbuatan dosa besar yang paling besar setelah dosa kesyirikan. Dengan demikian dosanya lebih besar dibandingkan dosa-dosa besar lainnya (selain kesyirikan) seperti : membunuh, berzina, berjudi, meminum khamr, dan lainnya.

Para Ulama dari zaman ke zaman juga sepakat, tidak berbeda pendapat, bahwa meninggalkan shalat secara sengaja termasuk kekufuran. Jika ditinggalkan secara sengaja karena mengingkari kewajibannya, atau melaksanakannya tetapi mengingkari kewajibannya, maka ini merupakan perbuatan kufur besar yang membatalkan keislaman.

Kemudian mereka berbeda pendapat apabila meninggalkannya karena malas dan tetap mengakui kewajibannya. Sebagian mengatakan pelakunya kafir dan keluar dari Islam, sebagian lagi mengatakan bahwa perbuatannya tersebut merupakan kufur asghar (kufur kecil) yang tidak mengeluarkan dari keislaman (kufrun duuna kufrin).

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 20. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 33. Dakwah kepada kalimat tauhid 19

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung dan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya:

30. Setiap kali seorang Muslim berangkat ke masjid, maka dia dianggap sedang bertamu ke surga.

31.  Dengan sebab Shalat, Allâh -‘Azza wa Jalla-  menghapuskan dosa diantara shalat yang satu ke shalat berikutnya.

32.  Para Malaikat mendo’akan orang yang melakukan shalat selama dia berada ditempat shalatnya dan dia akan tetap terhitung sebagai orang yang shalat selama (keinginan untuk) shalat masih menahannya.

33.  Menunggu waktu shalat pahalanya sama dengan ribath (berjaga-jaga) dijalan Allâh -‘Azza wa Jalla-.

34.  Orang yang keluar rumah untuk shalat seperti orang yang keluar berhaji dalam keadaan berihram.

35.  Jika tertinggal shalat karena suatu udzur yang syar’iy, padahal biasanya tidak tertinggal, maka dia tetapmendapatkan pahala sebagaimana orang yang ikut dalam shalat jama’ah.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 19. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 32. Dakwah kepada kalimat tauhid 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung dan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya :

21.  Allâh -‘Azza wa Jalla- memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjaga shalat setiap waktu.

22.   Allâh -‘Azza wa Jalla- memerintahkan kepada Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  dan umatnya untuk memerintahkan keluarga mereka supaya menunaikan shalat.

23.   Kaum Muslimin diperintah melatih anak-anak mereka untuk shalat semenjak usia 7 tahu dan boleh dipukul jika tidak shalat setelah berumur 10 tahun.

24.   Siapa yang tertidur atau lupa dari shalat, maka dia wajib mengqadhanya.

25.   Shalat memang membuahkan ketaqwaan, karena mengingatkan pelakunya     kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.

26.   Shalat adalah cahaya di dunia dan akhirat bagi pelakunya.

27.   Allâh -‘Azza wa Jalla- mengangkat derajat dan menghapuskan dosa (kesalahan) dengan sebab shalat.

28.   Shalat termasuk faktor terbesar yang menyebabkan seseorang masuk surga dan menemani Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

29.   Berjalan menuju shalat akan dicatat sebagai kebaikan, bisa meninggikan derajat dan menghapuskan dosa.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 18. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 31. Dakwah kepada kalimat tauhid 17

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung dan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya :

  • Shalat adalah penghubung paling kuat antara hamba dengan Rabb-nya.
  • Shalat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.
  • Shalat merupakan penyejuk hati dan penghibur jiwa.
  • Shalat merupakan sebab pertolongan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada hamba-Nya terkait urusan agama dan dunianya.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- mempersiapkan pahala dan kebaikan yang besar untuk hamba-hamba-Nya yang mendirikan shalat.
  • Shalat adalah penggugur atas dosa-dosa kecil.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 17. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 30. Dakwah kepada kalimat tauhid 16

catatan: besok (sabtu pukul 17.00WIB) quis pekan 6 akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya 💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung dan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya :

  • Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab, dan amalan-amalan lainnya bisa dinilai baik buruknya dari shalatnya.
  • Shalat adalah ajaran Islam yang  terakhir akan hilang.
  • Shalat adalah wasiat terakhir Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- memuji orang yang mengerjakan shalat.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- mencela orang-orang yang melalaikan dan bermalas-malasan dalam menunaikan shalat.
  • Berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya yang diwajibkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- melalui perantara Malaikat Jibril, shalat diwajibkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- secara langsung. Dimana Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- langsung mendapatkan perintah shalat dari Allâh -‘Azza wa Jalla- pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
  • Awalnya shalat diwajibkan sebanyak 50 shalat. Ini menunjukkan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla-  sangat mencintai ibadah shalat. Kemudian Allâh -‘Azza wa Jalla- memperingan bagi hamba-Nya hingga menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Akan tetapi, tetap saja shalat tersebut dihitung dalam timbangan sebanyak 50 shalat, walaupun dalam amalan hanyalah 5 waktu.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- membuka amalan seorang Mukmin dengan shalat dan mengakhirinya juga dengan shalat.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 16. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 29. Dakwah kepada kalimat tauhid 15

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung dan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya:

  1. Shalat merupakan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.
  2. Shalat adalah ibadah yang membedakan antara seorang Muslim dan orang kafir.
  3. Shalat merupakan tiang agama.
  4. Bagian seseorang di dalam Islam sesuai dengan kadar shalatnya.
  5. Allâh -‘Azza wa Jalla- memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mendirikan shalat.
  6. Shalat merupakan amalan terbaik setelah dua kalimat syahadat.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 15. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 28. Dakwah kepada kalimat tauhid 14

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita Ahlu Kitab yang halal untuk dinikahi khusus dari kalangan Bani Israil yang berpegang teguh dengan ajaran Taurat dan Injil yang masih murni dan mentauhidkan Allâh                 -‘Azza wa Jalla-.

Dan yang rajih adalah pendapat Jumhur Ulama, yaitu bahwa penghalal ini berlaku untuk seluruh Ahlu Kitab, baik dari kalangan Bani Israil maupun bukan, yang berpegang teguh dengan ajaran Taurat dan Injil yang masih murni dan mentauhidkan Allâh -‘Azza wa Jalla- maupun tidak, dengan syarat dari kalangan orang-orang merdeka (bukan budak) dan ‘afiifah (menjaga kehormatannya dari zina).

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 14. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.