[Kitabut Tauhid 2] 27. Dakwah kepada kalimat tauhid 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Dalil-dalil tentang larangan menikahi atau mempertahankan pernikahan dengan wanita-wanita kafir dan musyrik merupakan dalil-dalil dengan konteks umum (‘aam). Sedangkan dalil-dalil tentang bolehnya menkahi wanita-wanita Ahlu Kitab merupakan dalil-dalil khusus yang men-takhshish (mengkhusukan) dalil-dalil tentang larangan menikahi wanita-wanita kafir dan musyrik secara umum.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 13. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 26. Dakwah kepada kalimat tauhid 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa seorang laki-laki Muslim halal menikahi wanita-wanita Ahlu Kitab, baik dari kalangan Yahudi maupun Nashrani, Bani Isarail atau bukan, yang berpegang dengan Taurat dan Injil yang asli atau yang sudah mengalami perubahan; dengan syarat dia yakin bisa menjaga keimanannya dan tidak terfitnah dengan kekufuran istrinya.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 12. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 25. Dakwah kepada kalimat tauhid 11

catatan: besok, sabtu pukul 17.00WIB quis pekanan 5 akan aktif, yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Asalnya, sembelihan penduduk negeri Ahlu Kitab dihalalkan bagi Kaum Muslimin, sampai ada bukti bahwa yang menyembelih bukan orang-orang yang dihalalkan sembelihannya oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, yaitu Kaum Muslim dan Ahlu Kitab. Atau ada bukti bahwa sembelihan tersebut disembelih dengan cara-cara yang bertentangan dengan Syari’at Islam, atau disebut nama selain nama Allâh -‘Azza wa Jalla- padanya, atau ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 11. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 24. Dakwah kepada kalimat tauhid 10B

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Dalam Syari’at Islam, Ahlu Kitab memiliki kekhususan, berbeda dengan orang-orang kafir yang lainnya, yaitu : [1] adanya ketentuan jizyah (pajak keamanan), dimana apabila mereka menolak untuk masuk Islam, maka diperbolehkan bagi mereka untuk tetap memeluk agamanya dan berada di bawah naungan sebuah pemerintahan Islam, dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang telah diberlakukan oleh pemerintah serta membayar jizyah dalam kadar dan ketentuan tertentu sebagai jaminan, [2] boleh bagi seorang Muslim menikahi wanita Ahlul Kitab yang baik, jika memang ia mampu membentengi keimananannya, [3] halal bagi Kaum Muslimin sembelihan Ahlu Kitab yang tidak ada bukti yang nyata  bahwa sembelihan tersebut disembelih dengan selain nama Allâh -‘Azza wa Jalla- juga tidak ada bukti bahwa sembelihan tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Di luar apa yang telah disebutkan di atas, maka seluruh hukum yang berkenaan dengan mereka dalam Islam sama persis dengan hukum yang berkenaan dengan kaum kafir lainnya. 

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 10B. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 23. Dakwah kepada kalimat tauhid 10

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kafirnya Ahlu Kitab merupakan ijma’ (konsensus, kesepakatan) yang disepakati di dalam Islam. Kesepakatan ini tidak bolehdiingkari oleh seorang pun dari Kaum Muslimin. Siapa saja yang mengingkari kesepakatan ini, maka dia keluar dari Islam dan tidak lagi menjadi bagian dari Kaum Muslimin.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 10. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 22. Dakwah kepada kalimat tauhid 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Dimasukkannya Ahlu Kitab sebagai objek Dakwah Tauhid menunjukkan bahwa mereka telah menyimpang dari Dakwah Tauhid yang diajarkan oleh Nabi-Nabi mereka. Bahkan Allâh -‘Azza wa Jalla- telah membatalkan agama mereka dan mengharuskan mereka mengikuti dakwah Nabi Kita Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Nama Ahlul Kitab adalah julukan di dalam Al-Quran yang ditujukan untuk Yahudi dan Nashrani, karena yang dimaksud dengan kitab disana adalah Taurat dan injil. Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya menyebut mereka sebagai Ahlu Kitab bersamaan dengan kerusakan mereka dan kekafiran mereka.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 09. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 21. Dakwah kepada kalimat tauhid 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Salaf adalah orang-orang yang sangat berhati-hati dalam berfatwa. Karena mereka sangat memahami keagungan Allâh -‘Azza wa Jalla- dan betapa besarnya berbicara tentang-Nya tanpa dasar ilmu.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 08. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 20. Dakwah kepada kalimat tauhid 07

catatan: besok (Sabtu pukul 17.00WIB), quis pekanan 4 akan aktif.. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Berbicara tentang Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu merupakan dosa besar yang paling besar karena merupakan induk dari seluruh kesyirikan. perbuatan ini mencakup berkata atas nama Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ilmu dalam hal nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, dan dalam agama serta syariat-Nya.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 20. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 19. Dakwah kepada kalimat tauhid 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Berdakwah tanpa ilmu merupakan bagian dari perbuatan berbicara tentang Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa ini. Ini merupakan dosa yang sangat besar dan sangat berbahaya. Karena perbuatan tersebut termasuk bentuk berdusta atas nama Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendahului-Nya, melangkahi kewenangan-Nya, merusak agama-Nya, dan menipu manusia.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 19. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 2] 18. Dakwah kepada kalimat tauhid 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Orang-orang yang berilmu, yang memahami agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan baik, mereka memiliki sekian banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Dan cukup sebagai wakil dari seluruh keutamaan tersebut adalah ketika Allâh -‘Azza wa Jalla- menjadikan mereka sebagai saksi kalimat Tauhid. Maka, mereka Para Ulama adalah orang-orang yang paling berhak dan paling berkewajiban untuk mendakwahkan kalimat Tauhid, karena mereka adalah orang-orang yang paling memahami kandungan makna dan konsekuensi kalimat Tauhid, dan mereka jugalah orang-orang yang paling terdepat didalam menerapkan kalimat Tauhid dalam kehidupan ini.

selanjutnya kita akan mempelajari Khawatir Terhadap Kesyirikan 18. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.