[Kitabut Tauhid 4] 20 Mencari keberkahan 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Diantara tabarruk yang terlarang adalah :

  1. Tabarruk dengan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  setelah wafatnya Beliau.
  2. Tabarruk dengan jasad orang shalih.
  3. Tabarruk dengan pohon, batu, dan yang semisalnya.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 19 Mencari keberkahan 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Hari Jum’at merupakan hari yang berbarokah. Diantara keberkahannya adalah :

  • Sebaik-baik hari.
  • Nikmat khusus bagi ummatnya Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Padanya terdapat waktu-waktu dikabulkannya do’a.
  • Bahwa siapa saja yang menunaikan shalat Jum’at sesuai dengan tuntunan adab dan tata cara yang benar, maka dosa-dosanya yang terjadi antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya akan diampuni.
  • Dan diantara keberkahan lainnya yang dimiliki hari Jum’at bahwa hari ini merupakan hari berkumpulnya kaum Muslimin di masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan se-belumnya mendengarkan dua khutbah Jum’at yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum Muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 18 Mencari keberkahan 10

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Diantara tabarruk yang disyariatkan adalah tabarruk dengan waktu -waktu yang disebutkan dalam Syariat keberkahannya.
  • Diantaranya waktu – waktu yang berbarokah adalah : [4] bulan Muharram, [5] hari ‘Aasyuuraa’, dan [6] bulan Dzulhijjah, [7] hari ‘Arafah.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 17 Mencari keberkahan 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Diantara tabarruk yang disyariatkan adalah tabarruk dengan waktu -waktu yang disebutkan dalam Syariat keberkahannya.
  • Diantaranya waktu – waktu yang berbarokah adalah : [2] sepertiga malam yang terakhir, [2] bulan Ramadhan, dan [3] malam Lailatul Qadr.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

Quiz bulanan 2 – kitabut tauhid bag. 4

Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan hari Rabu pukul 20.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 4] 16 Mencari keberkahan 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Diantara tabarruk yang disyariatkan adalah tabarruk pada tempat – tempat yang disebutkan dalam Syariat keberkahannya. Diantaranya adalah masjid – masjid Allâh -‘Azza wa Jalla-. Terkhusus tiga masjid yang paling mulia (Masjidil Haram, Masjid Nabawy, Masjidil Aqsa).
  • Mencari barokah melalui masjid-masjid tidak dengan cara mengusap-usap tanahnya, atau menciumi temboknya, atau menyepi dan bertapa di dalamnya, atau cara-cara sejenisnya. Mencari barokah melalui masjid-masjid ialah dengan cara shalat berjama`ah di dalamnya, duduk menunggu waktu shalat, menghadiri majlis dzikir atau majlis ilmu di dalamnya dan kegiatan-kegiatan lain yang disyari`atkan.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 15 Mencari keberkahan 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Diantara tabarruk yang disyariatkan adalah :

  1. Tabarruk dengan orang shalih.
  2. Tabarruk dengan kejujuran dalam jual – beli.
  3. Tabarruk dengan tidak  tamak terhadap harta.
  4. Tabarruk dengan berpagi – pagi dalam mencari rezeki.
  5. Tabarruk dengan air zam – zam.
  6. Tabarruk dengan menjaga adab adab makan

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 14 Mencari keberkahan 06

At-Tabarruk (mencari keberkahan) ada dua macam : [1] tabarruk masyruu’ (yang disyariatkan); dan tabarruk mamnuu’ (yang terlarang). Tabarruk yang disyariatkan adalah upaya meraih keberkahan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan menempuh sebab-sebab yang disyariatkan, yakni sebab-sebab yang diizinkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya.

Tabarruk mamnuu’ (yang terlarang) yaitu tabarruk dengan segala sesuatu yang tidak siyariatkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Tabarruk jenis ini memiliki dua kemungkinan : [1] mungkin merupakan syirik kecil, atau [2] tergolong sebagai syirik akbar.

Dan tabarruk dikatakan disyariatkan apabila memenuhi dua syarat berikut ini :

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 13 Mencari keberkahan 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Orang-orang shalih memiliki keberkahan. Dan keberkahan mereka adalah keberkahan maknawi, bukan keberkahan dzat sebagaimana keberkahan jasad Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

Cara yang benar untuk mencari keberkahan dari orang shalih adalah dengan duduk di majelisnya untuk mengambil keberkahan ilmunya, demikian juga meminta nasihatnya, serta meminta keberkahan doanya. Bahkan bermajelis dengan orang-orang shalih yang sedang mengingat Allâh -‘Azza wa Jalla- merupakan sebab meraih ampunan-Nya.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Kitabut Tauhid 4] 12 Mencari keberkahan 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menjadikan sekian banyak keberkahan. Keberkahan tersebut terbagi menjadi dua macam : (1) Keberkahan agama, dan (2) Keberkahan duniawi. Dan ada keberkahan yang mencakup duniawi dan agama sekaligus. Keberkahan juga bisa dibagi menjadi dua macam : (1) keberkahan secara dzat (kongkret, hissiyyah), dan (2) keberkahan secara maknawi (abstrak).

Keberkahan duniawi jika tidak digunakan untuk menjalankan ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla, bahkan untuk bermaksiat kepada-Nya, maka pada hakikatnya bukanlah keberkahan dan anugrah bahkan merupakan racun dan penyebab mudharat dunia dan akhirat.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“