[Kitabut Tauhid 3] 10. Makna Kalimat Tauhid 10

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Rububiyah, Tauhid Al-Uluhiyyah, dan Tauhid Al-Asmâ’ wash-Shifât. Pembagian Tauhid menjadi 3 seperti iniberdasarkan istiqra’ (penelitian menyeluruh) terhadap dalil-dalil yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah . Diantara dalilnya adalah firman Allâh -‘Azza wa Jalla- :

Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah Engkau mengetahui ada sesuatupun yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?_____ QS. Maryam : 65.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.2 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 09. Makna Kalimat Tauhid 09

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Diantara kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan Kalimat Tauhid : [1] Memaknai Kalimat Tauhid dengan لآمعبود إِلاَّ اللهُ  (tidak ada sesembahan kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-), [2] Memaknai Kalimat Tauhid dengan لآخالق إِلاَّ اللهُ  (tidak ada pencipta selain Allâh -’Azza wa Jalla-), [3] Memaknai Kalimat Tauhid dengan لآحاكميةَ إِلاَّ اللهُ  (tidak ada yang menetapkan hukum selain Allâh -’Azza wa Jalla-).
  • Kesalahan pertama yang paling fatal, karena : [1] bertentangan dengan realita yang ada, dimana manusia memiliki sedemikian banyak sesembahan selaian Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau yang lebih bathil [2] segala sesuatu yang disembah oleh manusia, apapun wujudnya, hakikatnya adalah Allâh -‘Azza wa Jalla- atau setidaknya merupakan bentuk penyembahan juga kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Yang kedua dan ketiga hanya merupakan sebagian saja dari makna kalimat لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  karena makna ini hanya menetapkan Tauhid Rububiyyah sajaDan bukan ini yang dimaksud, bukan untuk tujuan ini Allâh -‘Azza wa Jalla- menurunkan Kitab-Kitab-Nya dan mengutus Rasul-rasul-Nya. Karena orang-orang musyrik dari zaman ke zaman mengakui Tauhid Rububiyyah, mereka meyakini dan tidak menolak ketika dikatakan “tidak ada pencipta selain Allâh -’Azza wa Jalla-“. Bahkan pertentangan yang terjadi antara Para Rasul dan orang-orang musyrik sepanjang zaman adalah untuk urusan Tauhid Uluhiyyah.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.2 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 08. Makna Kalimat Tauhid 08

catatan: besok, Ahad pukul 17.00WIB, quis bulanan akan aktif. yuk muraja’ah 8 materi terakhir kitabut tauhidnya.


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Kalimat Tauhid (laa ilaaha illallaah) memiliki tujuh syarat, yaitu : [1] al-‘ilmu (pengetahuan) yang menafikan al-jahl (kebodohan), [2] al-yaqiin (keyakin) yang menafikan asy-syak (keraguan), [3] al-qabuul (penerimaan) yang menafikan ar-radd (penolakan), [4] al-inqiyaad (kepatuhan) yang menafikan at-tark (meninggalkan), [5] al-ikhlaash yang menafikan asy-syirik, [6] ash-shidq (kejujuran) yang menafikan al-kadzib (kedustaan), dan  [7] al-mahabbah (kecintaan) yang menafikan al-baghdhaa’ (kebencian).

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 07. Makna Kalimat Tauhid 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Konsekuensi laa ilaaha illallaah adalah meninggalkan ibadah kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla- dari segala macam yang dipertuhankan, sebagai keharusan dari an-nafyu (peniadaan) pada kalimat laa ilaaha. Dan beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- semata tanpa berbuat syirik sedikitpun, sebagai keharusan dari al-itsbaat (penetapan) pada kalimat illallaah.
  • Yang membatalkan syahadatain adalah hal-hal yang membatalkan Islam, karena dua kalimat syahadat itulah yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Mengucapkan keduanya adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalkan konsekuensinya berupa segala macam syi’ar-syi’ar Islam. Jika ia menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut. Yang membatalkan Islam itu banyak sekali. Para fuqaha’ dalam kitab-kitab fiqih telah menulis bab khusus yang diberi judul “Bab Riddah (Kemurtadan)”. Dan yang terpenting (dari pembatal keislaman) adalah sepuluh hal.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 06. Makna Kalimat Tauhid 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Manusia dari masa ke masa memiliki banyak sesembahan, yang mereka menyembahnya disamping mereka menyembah Allâh -‘Azza wa Jalla-. Atau menyembahnya dan tidak menyembah Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Diantara yang mereka sembah adalah : Para Malaikat, Para Nabi, orang-orang shalih, jin, pepohonan, bebatuan, matahari, rembulan, manusia (dari kalangan penguasa), pemuka agama, berhala-berhala dan hawa nafsu mereka.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 05. Makna Kalimat Tauhid 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Kalimat Tauhid : “laa ilaaha illallaah ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ )” memiliki dua rukun, yang tanpa keduanya, i’tiqad (keyakinan) dan iqrar (pernyataan) terhadap kandungan kalimat tersebut tidak ada gunanya. Kedua rukun tersebut adalah : [1] An-Nafyu (Peniadaan), dan [2] Al-Itsbaat (Penetapan). Maksudnya meniadakan seluruh bentuk sesembahan (yang hak) dan menetapkannya hanya bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- semata.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore atau appstore

[Kitabut Tauhid 3] 04. Makna Kalimat Tauhid 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Kalimat Tauhid : “laa ilaaha illallaah ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ )” memiliki dua rukun, yang tanpa keduanya, i’tiqad (keyakinan) dan iqrar (pernyataan) terhadap kandungan kalimat tersebut tidak ada gunanya. Kedua rukun tersebut adalah : [1] An-Nafyu (Peniadaan), dan [2] Al-Itsbaat (Penetapan). Maksudnya meniadakan seluruh bentuk sesembahan (yang hak) dan menetapkannya hanya bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- semata.

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore, KETUK DISINI

link alternatif: https://forms.gle/si184XcaqNb9MFi5A

[Kitabut Tauhid 3] 03. Makna Kalimat Tauhid 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Para Ulama Ahli Tafsir sepakat bahwa makna laa ilaaha illallaah adalah laa ma’buda bihaqqin illallaah : ‘tidak ada sesembahan yang berhak disembah, dijadikan sebagai tujuan ibadah selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.’

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore, KETUK DISINI

link alternatif: https://forms.gle/Z1hbETfVm1Vp8uR87

[Kitabut Tauhid 3] 02. Makna Kalimat Tauhid 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Makna dari Kalimat Tauhid : laa ilaaha illallaah ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) adalah i’tiqad (keyakinan) dan iqrar (pernyatakan) bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-, menta’ati (konsekuensi) hal tersebut dan mengamalkannya. Laa ilaaha (لَا إِلَهَ) menafikan (meniadakan) hak penyembahan dari selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, siapapun orangnya. Illallaah (إِلَّا اللَّهُ) adalah penetapan hak bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- semata untuk disembah. Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah : “Tidak ada sesembahan [yang haq] selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.”

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore, KETUK DISINI

link alternatif: https://forms.gle/BYgmymhiQSBQ5fAQ7

[Kitabut Tauhid 3] 01. Makna Kalimat Tauhid 01

catatan: 1. bagi peserta yang lulus dalam mengikut ujian akhir kitabut tauhid bag.2 kemarin, seluruh e-sertifikat telah kami kirimkan ke email antum. silahkan buka kotak masuk email antum atau kotak spam. jika antum belum menerimanya, silahkan menghubungi tim support hijrahapp melalui email dengan menyertakan nama lengkap yang antum gunakan saat mengikuti ujian akhir. terimakasih

2. sehubungan dengan semakin padatnya aktivitas ustadz Abu Muhammad hafidzahullah, maka pelajaran tauhid “kitabut tauhid bag.3” ini hanya dapat diselenggarakan 2x sepekan, yakni setiap hari Jum’at dan Sabtu. tidak ada quis pekanan, namun diganti menjadi quis bulanan. mudah-mudahan yang sedikit ini tetap bermanfaat dan kiranya dapat dimaklumi.


Pada pelajaran sebelumnya kita telah menyelesaikan rangkaian materi kitabut tauhid bagian pertama dan kedua, berikut kita lanjutkan ke bagian ketiga. tetap lurus dan ikhlaskan niat, mudah-mudahan materi selanjutnya ini bermanfaat. Allahumma aamiin

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

link alternatif: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdVPA9cYL7YHvFCG4idXh1KBoIixsiChE3DSCJNP_ocr7CGTg/viewform?usp=sf_link