[Kitabut Tauhid 4] 48 Mencari keberkahan 40

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Mengikuti jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- memiliki banyak keutamaan, diantaranya :

  • Mendapatkan taufik dari Allâh -‘Azza wa Jalla- yang merupakan kunci dari seluruh kebaikan dunia dan akhirat.
  • Mendapatkan semua kemuliaan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- sediakan di Akhirat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 47 Mencari keberkahan 39

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Mengikuti jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- memiliki banyak keutamaan, diantaranya :

  1. Memperoleh keteguhan iman dan keistiqamahan di atas agama Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Meraih Kenikmatan Tertinggi di Surga, Yaitu Melihat Wajah Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 46 Mencari keberkahan 38

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Diantara keutamaan Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah :

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- mengaitkan antara menentang Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dengan menyelisih (berpaling dari) jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-. Itu artinya, seseorang itu dikatakan menentang Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- ketika dia tidak menempuh jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-. Berarti kebalikannya, seseorang itu dikatakan mentaati Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- jika dia menempuh jalannya Para Shahabat.
  2. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhu- berada di atas Ash-Shirath Al-Mustaqiim (Jalan yang Lurus), jalan yang wajib dilalui siapa saja yang ingin beriman kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendapatkan ampunan-Nya dan masuk ke dalam surga-Nya.
  3. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  merupakan sumber rujukan saat terjadi perselisihan dan sebagai acuan dalam memahami Al-Qur`ân dan As-Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 45 Mencari keberkahan 37

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Diantara keutamaan Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah :

  1. Keimanan Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhu-  merupakan standar keimanan bagi siapa saja dari selain mereka.
  2. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- telah Mendapatkan keridhaan Allâh -‘Azza wa Jalla-, dan meneladani mereka merupakan syarat bagi selain mereka untuk menjadi bagian dari orang-orang yang diridhai-Nya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 44 Mencari keberkahan 36

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Keyakinan akan keadilan dan keutamaan Para Shahabat Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- merupakan madzhab Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah. Sesungguhnya Allâh -‘Azza wa Jalla- memilihkan bagi Risalah-Nya yang mulia yang dibawa oleh Rasul-Nya tempat yang sangat layak, yaitu hati-hati Para hamba-Nya yang bisa mewarisi Risalah kenabian tersebut, yaitu mereka yang bisa mengemban amanah dan mesyukuri nikmat yang sangat agung ini sesuai dengan keagungannya.
  • Ada sedemikian banyak dalil (dari Al-Qur’an Al-Hadits, dan Al-Atsar) yang menjelaskan tentang keutamaan Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhu-, diantaranya :

    1. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah generasi terbaik ummat ini, bahkan generasi terbaik diantara seluruh manusia yang pernah, sedang, dan akan ada di muka bumi ini.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 43 Mencari keberkahan 35

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Barangsiapa yang mencela Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- , maka baginya laknat Allâh -‘Azza wa Jalla-, laknat Para Malaikat dan laknat seluruh umat manusia.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memperingatkan Kita agar tidak menyelisihi perintah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- dan tidak menyimpang dari jalan Beliau. Dan di antara bentuk penentangan terhadap Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- yang paling keji ialah mencaci Para wali-Nya. Dan wali Allâh -‘Azza wa Jalla- yang paling mulia setelah Para Nabi dan Rasul-Nya adalah Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- yang telah dipilih oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk menyertai dan menolong Nabi-Nya.
  • Mencintai Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah ketaatan, keimanan dan kebaikan; sedangkan membenci mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan kesesatan.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 42 Mencari keberkahan 34

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Allâh -‘Azza wa Jalla- telah melimpahan keberkahan kepada Nabi Muhammad -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- dengan Para Shahabat yang begitu taat dan besar cintanya kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Tidak ada satupun Nabi maupun raja yang mendapatkan keberkahan seperti ini dari umatnya atau rakyatnya.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- menghimpun antara manusia terbaik (yaitu Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-) dengan generasi terbaik sepanjang zaman (yaitu Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-) ketika Allâh -‘Azza wa Jalla- berkehendak menyempurnakan agama-Nya dan menutup seluruh risalah, yang dengannya sempurna sudah nikmat Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada hamba-hamba-Nya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 4] 41 Mencari keberkahan 33

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Para Shahabat Nabi -Radhiyallâhu ‘Anhum- adalah sebaik-baik generasi dari ummat ini, bahkan sebaik-baik generasi dari seluruh ummat yang pernah ada dan akan ada di muka bumi. Dan mereka adalah teladan bagi generasi setelahnya di dalam ilmu dan amal.
  • Yang disebutsebagai Shahabat Nabi, ialah semua orang yang telah duduk bersama Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- meski hanya sesaat dan mendengar perkataan Beliau meski hanya satu kalimat atau lebih, atau menyaksikan Beliau secara langsung dan tidak termasuk kaum munafik yang sudah dikenal kemunafikannya dan mati dalam keadaan munafik. Dan tidak termasuk orang-orang yang diusir oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- karena alasan yang patut, misalnya kaum banci dan orang-orang semacam itu. Siapa saja yang telah memenuhi kriteria tersebut, maka ia berhak disebut Shahabat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 5 – kitabut tauhid bag. 4

Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan hari Rabu pukul 20.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 4] 40 Mencari keberkahan 32

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Orang yang baru saja hijrah dari kejahiliyahan, tidak bisa dipastikan secara mutlak bahwa dirinya telah terbebas seutuhnya dari pola pikir dan prilaku jahiliyyah. Dan bahwa bahaya sering berinteraksi dengan kaum musyrikin beresiko mengakibatkan sebagian pemikiran m dan kebiasaan mereka tertanam di hati Kaum Muslimin.
  2. Mereka, yakni Para Shahabat yang baru saja masuk Islam -Radhiyallâhu ‘Anhum-melakukan hal itu (meminta dibuatkan Dzâtu Anwâth) dengan niat untuk mendekatkan diri (taqarrub) mereka kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, karena mereka beranggapan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- menyukai perbuatan tersebut. Ini semua disebabkan semata-mata karena tidak-tahuan mereka, dan mereka belum melakukan perbuatan tersebut (bertawassul, bertabarruk dan bertaqarrub dengan Dzâtu Anwâth).
  3. Betapa buruknya kejahilan (kebodohan) dan  betapa pentingnya mempelajari ilmu-ilmu agama, terkhusus ilmu aqidah, karena tidaklah orang-orang musyrik itu terjerumus ke dalam kesyirikan kecuali karena kejahilan (kebodohan) mereka terhadap agama Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  4. permohonan Para Shahabat kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- untuk dibuatkan Dzâtu Anwâth adalah syirik kecil, karena tujuan mereka hanya sekedar untuk mencari keberkahan bukan untuk menyembah pohon tersebut.
  5. Jika sebagian Shahabat Nabi saja ada yang tidak mengenali sebagian kesyirikan dan nyaris terjatuh padanya, tentu selain mereka lebih besar lagi kemungkinannya tidak mengetahuinya dan terjerumus padanya. Hanya saja ketidak tahuan tersebut hanya terjadi pada Para Shahabat yang baru mengenal Islam, adapun Shahabat-Shahabat yang senior mengetahui bahwa perbuatan tersebut merupakan kesyirikan. Karena, Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- adalah sebaik-baik generasi dari ummat ini, bahkan sebaik-baik generasi dari seluruh ummat yang pernah ada dan akan ada di muka bumi. Dan mereka adalah teladan bagi generasi setelahnya di dalam ilmu dan amal.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.