[Kitabut Tauhid 6] 23 Malaikat tidak berhak disembah 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki banyak keutamaan yang tidak  dimiliki oleh makhluk – makhluk yang lainnya.
  • Termasuk syarat sahnya keimanan seseorang kepada Malaikat adalah mengimani wujud (keberadaan) Malaikat. Malaikat adalah makhluk yang Allâh -‘Azza wa Jalla- ciptakan dari cahaya dan ber-jims (berjasad). Wujud mereka benar-benar ada, tidak sebagaimana keyakinan orang-orang yang sesat yang mengingkari tentang keberadaan Malaikat sebagai makhluk (mereka mengingkari jism Malaikat). Mereka mengatakan bahwa Malaikat hanyalah kiasan dari kekuatan maknawi berupa kekuatan baik yang tersembunyi dalam diri para makhluk.
  • Malaikat juga memiliki akal tapi tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Dan meskipun berjasad akan tetapi mereka tidak memerlukan makanan dan minuman.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 22 Malaikat tidak berhak disembah 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat adalah bentuk jamak (plural) dari kata Malak, yang secara bahasa bermakna Mursil alias utusan. Mereka adalah makhluk ghaib yang Allâh -‘Azza wa Jalla- ciptakan dari cahaya dan tidak memiliki sifat ketuhanan, selalu taat kepada perintah Allâh -‘Azza wa Jalla- dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya.
  • Salah satu rukun (pokok) keimanan yang wajib diimani oleh setiap Mukmin adalah beriman kepada Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karenaya tidak sah keimanan seseorang sampai dia beriman dengan keimanan yang benar terhadap Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Keimanan seorang Mukmin terhadap Para Malaikat harus mengandung hal-hal berikut : [1]  beriman terhadap wujud (keberadaan) Para Malaikat, [2] beriman terhadap nama-nama Malaikat, [3] beriman terhadap sifat-sifat Malaikat, [4] beriman terhadap amalan-amalan dan tugas-tugas Malaikat.
  • Wajib beriman terhadap seluruh Malaikat, tanpa membeda-bedakan satu pun di antara Malaikat dalam masalah keimanan ini. Membeda-bedakan ini bisa jadi dalam masalah jumlah (kuantitas) dan bisa jadi dalam masalah sifat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 21 Malaikat tidak berhak disembah 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Ayat ini (QS Saba’ : 23) : “Sehingga apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati Mereka (Para Malaikat), sebagian Mereka berkata : “Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb Kalian?” Sebagian Mereka menjawab : ‘Yang Dia firmankan adalah Al-Haq (perkataan yang benar), dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.’” mengandung argumentasi yang memperkuat kebatilan kesyirikan, khususnya yang berkaitan dengan orang-orang shalih (termasuk Para Malaikat), dan ayat ini juga mencabut pohon kesyirikan yang ada dalam hati seseorang sampai ke akar-akarnya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 20 Malaikat tidak berhak disembah 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Para Malaikat yang merupakan makhluk yang sangat perkasa, sagat mulia dan sangat dekat dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-; Mereka takut sehingga pingsan dan bersujud ketika turun wahyu dari Allâh -‘Azza wa Jalla-. Jika demikian keadaan Mereka dan rasa takut Mereka kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- tatkala mendengar firman-Nya, maka Mereka tidak patut dijadikan sesembahan selain dari Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Begitu juga dengan langit yang sangat luas dan kokoh, bergetar ketika mendengar firman Allâh -‘Azza wa Jalla-. Ini semua menunjukkan bahwa hanya Allâh -‘Azza wa Jalla- yang patut untuk disembah. Dan ketika keduanya (Para Malaikat dan langit) tidak layak untuk disembah, padahal keduanya adalah makhluk Allâh -‘Azza wa Jalla- yang sangat besar, maka selain dari keduanya tentu lebih tidak layak lagi untuk disembah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 19 Malaikat tidak berhak disembah 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak  mampu memberi atau menolak hidayah bagi siapapun, apalagi selain Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  2. Dakwah yang terbaik dan harus didahulukan dan diprioritaskan adalah dakwah kepada orang-orang terdekat.
  3. Hubungan nasab dengan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak ada gunanya jika tidak diikuti dengan keimanan dan ittiba’ (mengikuti ajaran Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-).

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 18 Tidak Ada Yang Berhak Disembah Selain Allah 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Memberi dan tidak memberi hidayah adalah hak Allâh -‘Azza wa Jalla- semata. Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, manusia paling mulia disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak  memiliki hak terhadaparnya, apalagi selain Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 17 Tidak Ada Yang Berhak Disembah Selain Allah 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Para wali yang telah meninggal dan dikuburkan dalam kubur itu terbukti tidak mampu menyelamatkan diri mereka dari kematian dan juga dari alam kubur dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Mereka disibukkan dengan urusan dirinya sendiri. Mereka juga tidak mampu mendengar doa para pemujanya apalagi mengabulkannya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 2 – kitabut tauhid bag. 6

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Rabu pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 6] 16 Tidak Ada Yang Berhak Disembah Selain Allah 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Pada QS Fathir : 13-14 Allâh -‘Azza wa Jalla- kembali menerangkan sebagian dari kelemahan-kelemahan sesembahan-sesembahan selain dari-Nya, yaitu :

  • Mereka tidak memiliki apapun, meski hanya qithmir (selaput tipis yang membungkus biji buah kurma).
  • Mereka tidak dapat mendengar doa para penyembahnya, dan seandainyapun mereka mendengarnya, mereka tidak akan mungkin bisa mengabulkannya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 6] 15 Tidak Ada Yang Berhak Disembah Selain Allah 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Segala sesuatu yang disembah selain dari Allâh -‘Azza wa Jalla- lemah dari seluruh sisi-sisinya, diantara kelemahannya adalah :
  1. Sesembahan-sesembahan tersebut tidak mampu menciptakan sesuatupun.
    1. Sesembahan-sesembahan tersebut sendiri diciptakan dan selalu membutuhkan Pencipta-nya.
    1. Sesembahan-sesembahan tersebut tidak mampu menolong orang-orang yang menyembahnya.
    1. Sesembahan-sesembahan tersebut tidak  mampu menolong dirinya sendiri.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.