Quiz bulanan 3 – kitabut tauhid bag. 7

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Kamis pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir

[Kitabut Tauhid 7] 24 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Kesyirikan yang pertama kali terjadi di muka bumi ini adalah kesyirikan yang dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh –‘Alaihissalâm-, dan itu terjadi 10 (sepuluh) generasi dari masanya Nabi Adam –‘Alaihissalâm-.
  2. Kesyirikan tersebut adalah hasil tipu daya setan secara bertahap, yang dimulai dengan isu pemulian dan kecintaan terhadap orang-orang shalih.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 23 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 07

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Allâh -‘Azza wa Jalla- memiliki hak yang tidak dimiliki selain-Nya, hamba juga memiliki hak, dan keduanya adalah dua hak yang berbeda. Jangan Kalian jadikan dua hak itu menjadi satu hak, tanpa memisahkan dan tanpa membedakannya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 22 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Prilaku ghuluw (berlebih-lebihan atau melampaui batasan) dalam Agama Allâh -‘Azza wa Jalla- bermacam-macam, banyak jenisnya; terkait masalah akidah, ibadah dan juga muamalah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 21 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Sikap ghuluw (berlebih-lebihan atau melampaui batasan) dalam Agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dipicu oleh beberapa sebab, diantaranya : [1] kebodohan dalam urusan agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, [2] taqlid buta (ikut-ikutan), [3] mengikuti hawa nafsu, [4] berdalil dengan hadits-hadits lemah dan palsu.
  • Diantara cara dan jalan untuk selamat dari sikap ghuluw dalam beragama adalah :
  1. Mempelajari agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dibawah bimbingan guru yang kokok ilmunya dan lurus aqidahnya.
  2. Bertaqwa kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun. Karena taqwa adalah jaminan kebaikan sekaligus solusi dari untuk seluruh permasalahan hamba, baik dalam urusan dunianya maupun urusan agamanya.
  3. Berpegang teguh (komitmen) dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Ummah.
  4. Berteman dengan orang-orang yang berilmu dan baik agamanya, sekaligus menjauh dari orang-orang yang bodoh dan buruk agamanya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 20 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- telah menyebutkan bahwa Islam itu adalah agama yang pertengahan antara ghuluw (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan). Semua komponen Syari’at (aqidah, ibadah dan muamalah) dibangun di atas konsep ini (keadilan, pertengahan). Sikap ghuluw dalam urusan agama adalah sikap yang tercela dan dilarang oleh Syariat. Sikap seperti ini tidak akan mendatangkan kebaikan apapun dan bahkan sebaliknya menjadi sumber keburukan bagi pelakunya, juga bagi agamanya dan anak manusia.
  2. Ghuluw (sikap berlebihan) dan tafriith (sikap meremehkan), keduanya adalah makar setan untuk merusak anak manusia dan menyesatkan mereka dari jalan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  3. Sebagaimana halnya Kita tidak boleh terjebak dalam sikap taqshiir karena menghindari ghuluw, demikian pula Kita jangan salah menilai ghuluw. Sebagian orang menilai keteguhan memegang Syariat dan istiqamah di atasnya merupakan sikap ghuluw. Sebagai dampaknya, mereka menganggap pengamalan sebagian Sunnah Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sebagai sikap ghuluw. Ini jelas salah besar. Memang Kita membenci sikap ghuluw, namun hendaknya Kita jangan salah menilai.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 19 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Di dalam bahasa Arab, ghuluw adalah melampaui batas dalam ukuran. Adapun ghuluw dalam agama adalah sikap dan perbuatan berlebih-lebihan atau melampaui apa yang dikehendaki oleh Syariat, baik berupa keyakinan maupun perbuatan.
  2. Selain ghuluw, ada beberapa Istilah lain dalam Syariat untuk sikap berlebih-lebihan atau melampaui batas dalam Agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, diantaranya  : tanaththu’, tasyaddud, i’tidâ’ dan takalluf.
  3. Ghuluw (berlebih-lebihan, melampaui batas) dalam agama Allâh -‘Azza wa Jalla- hukumnya haram (terlarang) berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, Al-Hadits dan Ijma’ Para Salaf.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 18 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Penyimpangan dari agama Allâh -‘Azza wa Jalla- yang pertama kali terjadi disebabkan karena sikap ghuluw (berlebih-lebihan, melampaui batas) terhadap orang-orang shalih dengan alasan mencintai wali-wali Allâh -‘Azza wa Jalla- dan dalam rangka mengharapkan syafa’at mereka; yang semua itu terjadi karena hilangnya ilmu agama dengan sebab meninggalnya Para Ulama.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid 7] 17 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 01

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Mengucapkan kalimat laa-ilaaha-ilallaah hanya akan bermanfaat jika dibarengi dengan pemahaman terhadap maknanya dan penegakkan terhdap konsekuensinya.
  2. Amalan dan kehidupan seseorang dinilai dari keadaan akhirnya.
  3. Terlarang hukumnya memintakan ampunan bagi orang yang meninggal dunia bukan di atas keislaman, dan larangan ini berlaku umum, tanpa ada pengecualiaan.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Quiz bulanan 2 – kitabut tauhid bag. 7

catatan: materi quis bulanan berasal dari 8 materi terakhir Belajar Tauhid yang telah dipelajari sebelumnya.


Dear pengguna, sudah murajaah kan.?

baiklah, kapanpun antum siap, ketuk link dibawah ini. 💪

link utama

catatan1: Jika antum tidak dapat membuka link tersebut, berarti antum masih menggunakan versi lawas HijrahApp. solusinya, mohon update hijrahapp antum ke versi terbaru

catatan2: insyaallah, hasil pemeringkatan akan kami umumkan Hari Rabu pukul 19.00WIB di beranda HijrahApp

catatan3: Materi yang diujikan ada di beranda HA, buka kategori belajar tauhid, pelajari 8 materi terakhir