Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha Hanya Berlaku Bagi Sohibul Qurban

Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha Hanya Berlaku Bagi Sohibul Qurban

Apakah tidak makan sebelum berangkat shalat idul adha itu berlaku bagi semua orang? Ataukah hanya berlaku utk sohibul qurban saja?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du,

Anjuran tidak makan sebelum berangkat shalat idul adha, disebutkan dalam hadis dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu โ€˜anhu, beliau mengatakan,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุทู’ุนูŽู…ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุทู’ุนูŽู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ูŽ

Pada hari idul fitri, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak keluar menuju lapangan, hingga beliau sarapan dulu. Dan pada hari idul adha, beliau tidak makan, hingga beliau shalat. (HR. Tirmidzi 545 dan dishahihkan al-Albani).

Beliau menunda makan, agar bisa sarapan dengan daging qurbannya. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain,

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุญู’ุฑู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ููŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุถู’ุญููŠูŽุชูู‡ู

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak makan ketika idul adha, hingga beliau pulang, lalu makan hasil qurbannya. (HR. Daruquthni 1734).

Terkait alasan ini, banyak ulama menyebutkan bahwa anjuran tidak makan sebelum berangkat shalat id, hanya berlaku bagi sohibul qurban, agar dia bisa makan daging qurbannya.

Berikut keterangan mereka,

[1] Keterangan az-Zailaโ€™i โ€“ ulama hanafiyah dari Mesir โ€“ (w. 762 H)

ู‡ุฐุง ููŠ ุญู‚ ู…ู† ูŠุถุญูŠ ู„ูŠุฃูƒู„ ู…ู† ุฃุถุญูŠุชู‡ุŒ ุฃู…ุง ููŠ ุญู‚ ุบูŠุฑู‡ ูู„ุง

Aturan ini berlaku bagi orang yang hendak berqurban, agar dia bisa makan daging qurbannya. Sementara untuk yang lain, tidak berlaku aturan ini. (Tabyin al-Haqaiq, 1/226).

[2] Keterangan al-Buhuti โ€“ ulama Hambali dari Mesir โ€“ (w. 1050 H)

ูˆูƒุงู† ู„ุง ูŠุฃูƒู„ ูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ ุญุชู‰ ูŠุฑุฌุนุŒ ููŠุฃูƒู„ ู…ู† ุฃุถุญูŠุชู‡ุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ ุฐุจุญ ู„ู… ูŠุจุงู„ ุฃู† ูŠุฃูƒู„

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak makan pada hari idul adha hingga beliau pulang, lalu makan daging qurbannya. Ketika tidak memiliki hewan qurban, tidak masalah makan sebelum shalat. (Kasyaf al-Qinaโ€™, 2/51).

[3] Keterangan al-Mubarokfuri โ€“ (w. 1353 H)

ูˆู‚ุฏ ุฎุตุต ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„ ุงุณุชุญุจุงุจ ุชุฃุฎูŠุฑ ุงู„ุฃูƒู„ ููŠ ุนูŠุฏ ุงู„ุฃุถุญู‰ ุจู…ู† ู„ู‡ ุฐุจุญ

Imam Ahmad menegaskan bahwa anjuran menunda makan ketika idul adha, hanya khusus untuk mereka yang memiliki hewan qurban. (Tuhfatul Ahwadzi, 3/81).

Berdasarkan keterangan di atas, bisa kita buat kesimpulan,

[1] Dianjurkan untuk tidak makan sebelum berangkat shalat idul adha.

[2] Anjuran ini hanya berlaku bagi sohibul qurban, dan bukan semua kaum muslimin

[3] Latar belakang anjuran tidak makan sebelum shalat bagi sohibul qurban adalah agar dia bisa sarapan dengan daging qurbannya. Karena itu, bagi sohibul qurban yang menyerahkan hewan qurbannya di dekat tempat tinggalnya, maka dianjurkan seusai shalat idul adha agar tidak makan apapun, menunggu hewan qurbannya disembelih.

Demikian

Allahu aโ€™lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

sumber : https://konsultasisyariah.com/35381-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha-hanya-berlaku-bagi-sohibul-qurban.html

Anjuran Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Ada satu anjuran sebelum penunaian shalat Idul Adha yaitu tidak makan sebelumnya. Karena di hari tersebut kita kaum muslimin yang mampu disunnahkan untuk berqurban. Oleh karenanya, anjuran tersebut diterapkan agar kita nantinya bisa menyantap hasil qurban.

Dari โ€˜Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ุฏููˆ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ููŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุชูู‡ู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berangkat shalat โ€˜ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat โ€˜ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.โ€ (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syuโ€™aib  Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

ู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ: ูˆุงู„ุฃุถุญู‰ ู„ุง ูŠุฃูƒู„ ููŠู‡ ุญุชู‰ ูŠุฑุฌุน ุฅุฐุง ูƒุงู† ู„ู‡ ุฐุจุญุŒ ู„ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูƒู„ ู…ู† ุฐุจูŠุญุชู‡ุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ ุฐุจุญ ู„ู… ูŠุจุงู„ ุฃู† ูŠุฃูƒู„. ุงู‡ู€.

โ€œImam Ahmad berkata: โ€œSaat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat โ€˜ied.โ€ (Al Mughni, 2: 228)

Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

ูˆุฅู† ุฃูƒู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฃุถุญู‰ ู‚ุจู„ ุบุฏูˆู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุตู„ู‰ ูู„ุง ุจุฃุณุŒ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุฃูƒู„ ุญุชู‰ ูŠุฃูƒู„ ู…ู† ุฃุถุญูŠุชู‡ ูุญุณู†ุŒ ูˆู„ุง ูŠุญู„ ุตูŠุงู…ู‡ู…ุง ุฃุตู„ุง

โ€œJika seseorang makan pada hari Idul Adha sebelum berangkat shalat โ€˜ied di tanah lapang (musholla), maka tidak mengapa. Jika ia tidak makan sampai ia makan dari hasil sembelihan qurbannya, maka itu lebih baik.  Tidak boleh berpuasa pada hari โ€˜ied (Idul Fithri dan Idul Adha) sama sekali.โ€ (Al Muhalla, 5: 89)

Namun sekali lagi, puasa pada hari โ€˜ied -termasuk Idul Adha- adalah haram berdasarkan ijmaโ€™ (kesepakatan) para ulama kaum muslimin. Sedangkan yang dimaksud dalam penjelasan di atas adalah tidak makan untuk sementara waktu dan bukan niatan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Dan kita lihat dari penjelasan Imam Ahmad yang dinukil dari Ibnu Qudamah di atas bahwa sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha hanya berlaku untuk orang yang memiliki hewan qurban sehingga ia bisa makan dari hasil sembelihannya nanti. Sedangkan jika tidak memiliki hewan qurban, maka tidak berlaku. Wallahu aโ€™lam.

Hikmahnya

Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat โ€˜ied. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1: 602)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุญูŽุฑูู…ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุนูŽู‚ููŠุจูŽ ูˆูุฌููˆุจูู‡ู ุŒ ููŽุงุณู’ุชูุญูุจูŽู‘ ุชูŽุนู’ุฌููŠู„ู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ู„ูุฅูุธู’ู‡ูŽุงุฑู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฏูŽุฑูŽุฉู ุฅู„ูŽู‰ ุทูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุงู…ู’ุชูุซูŽุงู„ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุจูุฎูู„ูŽุงููู‡ู .ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุดูุฑูุนูŽ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุŒ ููŽุงุณู’ุชูุญูุจูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ููุทู’ุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง .

โ€œIdul Fithri adalah hari diharamkannya berpuasa setelah sebulan penuh diwajibkan.  Sehingga dianjurkan untuk bersegera berbuka agar semangat melakukan ketaatan kepada Allah Taโ€™ala dan perintah makan pada Idul Fithri (sebelum shalat โ€˜ied) adalah untuk membedakan kebiasaannya berpuasa. Sedangkan untuk hari raya Idul Adha berbeda. Karena pada hari Idul Adha disyariโ€™atkan memakan dari hasil qurban. Jadinya, kita dianjurkan tidak makan sebelum shalat โ€˜ied dan nantinya menyantap hasil sembelihan tersebut.โ€ (Al Mughni, 2: 228)

Wallahu waliyyut taufiq.

sumber : https://rumaysho.com/2891-anjuran-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha.html

Inilah Hikmah Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha, Sunnah Makan Sebelum Shalat Idul Fitri

Apa hikmah tidak makan sebelum shalat Idul Adha, begitu pula shalat Idul Fitri? Yuk, baca berbagai macam penjelasan dari ulama Syafiiyah berikut ini.

Dari โ€˜Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ุฏููˆ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ููŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุชูู‡ู

โ€œRasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย biasa berangkat shalat Id pada hari Idulfitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Iduladha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat Id, lalu beliau menyantap hasil qurbannya.โ€ (HR. Ahmad, 5:352. Syaikh Syuโ€™aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits iniย hasan).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Minhaaj Ath-Thalibin (1:300) berkata,

ูˆูŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูููŠ ุนููŠู’ุฏู ุงู„ููุทู’ุฑู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽูŠูู…ู’ุณููƒู ูููŠ ุงู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰

โ€œ(Disunnahkan) makan ketika shalat Idulfitri sebelum berangkat shalat. Sedangkan, (disunnahkan) untuk tidak makan sebelum shalat Idul Adha.โ€

Imam Nawawi rahimahullah berkata, โ€œPada Idulfitri, sedekah (yaitu zakat fitrah kepada orang miskin) disyariatkan sebelum shalat Id, sehingga makan sebelum shalat dianjurkan agar bisa berbarengan dengan orang miskin dalam hal ini. Sedangkan, sedekah pada shalat Iduladha adalah bakda shalat Id. Sedekah pada Iduladha berupa sembelihan qurban, sehingga bisa berbarengan dengan orang miskin dalam menikmatinya.โ€ (Al-Majmuuโ€™, 5:8). Perkataan Imam Nawawi ini ditemukan pula redaksi yang sama dalam penjelasan Imam Al-โ€˜Amrani dalam Al-Bayaan, 2:268.

Imam Al-โ€˜Amrani dalam Al-Bayaan (2:628) menjelaskan pula, โ€œMakan sebelum shalat Idulfitri adalah mustahab (disunnahkan). Imam Syafii rahimahullah berkata, โ€˜Jika tidak bisa makan di rumah, bisa pula makan di perjalanan atau saat di tempat shalat jika memungkinkan. Adapun shalat Iduladha, makan barulah disunnahkan setelah shalat Id.’โ€ Lalu disebutkanlah hadits dari Buraidah di atas.

Kenapa antara shalat Idulfitri dan Iduladha dibedakan mengenai makan sebelum shalat Id? Imam Al-โ€˜Amrani mengatakan bahwa perbedaan antara keduanya adalah:

  • Sebelum shalat Idulfitri, maka diharamkan. Sehingga makan sebelum shalat disunnahkan agar membedakan dengan keadaan sebelum shalat Idulfitri yaitu berpuasa.
  • Untuk shalat Iduladha, sebelum shalat Iduladha tidak ada syariat puasa wajib. Sehingga makan pada Iduladha diakhirkan bakda shalat agar membedakan antara keadaan sesudah dan sebelum shalat.โ€ (Al-Bayaan, 2:628)

Muhammad bin Al-Khathib Asy-Syirbiniย rahimahullahย berkata, โ€œDianjurkan menahan diri dari makan pada Iduladha sampai shalat dilaksanakan karenaย ittibaโ€˜. Tujuan makan sebelum shalat Idulfitri yang lainnya adalah agar membedakan hari Idulfitri dan hari sebelumnya yang masih haram untuk makan. โ€ฆ Adapun shalat Iduladha dianjurkan menahan diri dari makan, sebagaimana minum pun demikian. Meninggalkan sunnah ini dihukumi makruh sebagaimana ada perkataan dalamย Al-Ummย yang disebutkan dalamย Al-Majmuโ€™.โ€ (Mugni Al-Muhtaaj, 1:467)

Syaikh Prof. Dr. Musthafa Diib Al-Bughaย hafizhahullahย berkata, โ€œUntuk Idulfitri, makan sebelum shalat punya maksud untuk membedakan bahwa hari Idulfitri bukan lagi berpuasa. Sedangkan untuk Iduladha, tidak makan sebelum shalat punya maksud agar yang pertama kali dimakan adalah dariย udhiyyahย (hasil qurban).โ€ (Ifaadah Ar-Raaghibiina bi Syarh wa Adillah Minhaaj Ath-Thalibiin,ย 1:494)

Yuk, amalkan sunnah yang satu ini sebelum shalat Idulfitri maupun shalat Iduladha. Semoga kita semua mendapatkan berkah di hari raya. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:

  • Al-Bayaan fii Madzhab Al-Imam Asy-Syafii.ย Cetakan keempat, Tahun 1435 H. Abul Husain Yahya bin Abil Khair Saalim Al-โ€˜Amrani Asy-Syafii Al-Yamani. Penerbit Dar Al-Minhaaj.
  • Al-Majmuuโ€™ Syarh Al-Muhadzdzab li Asy-Syairazi. Cetakan kedua, Tahun 1427 H. Abu Zakariya Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar โ€˜Alam Al-Kutub.
  • Ifaadah Ar-Raaghibiina bi Syarh wa Adillah Minhaaj Ath-Thalibiin.ย ย Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Syaikh Prof. Dr. Musthafa Dib Al-Bugha. Penerbit Dar Al-Musthafa.
  • Minhaaj Ath-Thaalibiin.ย Cetakan kedua, Tahun 1426 H. Abu Zakariya Yahya bin Syarf An-Nawawi Ad-Dimasyqi. Tahqiq & Taโ€™liq: Dr. Ahmad bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz Al-Haddad. Penerbit Dar Al-Basyair Al-Islamiyyah.
  • Mughni Al-Muhtaaj ila Maโ€™rifah Maโ€™ani Alfaazh Al-Minhaj.ย Cetakan keempat, Tahun 1431 H. Muhammad bin Al-Khathib Asy-Syirbini. Penerbit Dar Al-Maโ€™rifah.

โ€“

Selesai disusun pada malam Iduladha, 10 Dzulhijjah 1443 H, 9 Juli 2022

Penulis:ย Muhammad Abduh Tuasikalย 

sumber : https://rumaysho.com/34155-inilah-hikmah-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha-sunnah-makan-sebelum-shalat-idul-fitri.html

Arofah, Hari yang Paling Banyak Allah Bebaskan Hamba dari Neraka

Hari Arofah, Hari yang Paling Banyak Allah Bebaskan Hamba dari Neraka

Benarkah hari arafah paling banyak Allah membebaskan dari neraka?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, amma baโ€™du

Terdapat dalam hadis dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุชูู‚ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุฏู’ู†ููˆ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูุจูŽุงู‡ูู‰ ุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู

Tidak ada satu hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka, melebihi hari arafah. Sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para Malaikat. Allah berfirman, โ€˜Apa yang mereka inginkan?โ€™ (HR. Muslim 3354, Nasai 3003, dan yang lainnya).

Di hari arafah, Allah membanggakan para hamba-Nya yang wukuf di arafah. Karena mereka rela melepaskan semua atribut dunia dan kenikmatan dunia, untuk berkumpul di arafah.

Kita bisa membayangkan kondisi arafah di zaman para sahabat. Jangan anda bayangkan bahwa kondisi mereka seperti jemaah haji kita saat ini. Jemaah haji Indonesia hanya menempuh 10 jam untuk tiba di tanah suci, sedangkan para sahabat harus menempuhnya kurang lebih dalam 10 hari. Jemaah kita menaiki pesawat yang full AC, sedangkan para sahabat hanya mengendarai unta dengan terpaan hawa panas gurun sahara.

Dapat dipastikan bahwa setelah 10 hari lebih dalam keadaan ihram, rambut mereka pasti kusut dan berdebu.

Mereka juga tidak tinggal dalam kemah yang sejuk dengan makanan yang melimpah. Mayoritas sahabat -termasuk Rasulullah- justru melalui hari yang demikian terik tadi tanpa naungan apapun.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu โ€˜anhuma, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ูŠูุจูŽุงู‡ูู‰ ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ุนูŽุดููŠูŽู‘ุฉูŽ ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู†ู’ุธูุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏูู‰ ุฃูŽุชูŽูˆู’ู†ูู‰ ุดูุนู’ุซุงู‹ ุบูุจู’ุฑุงู‹

Sesungguhnya Allah โ€˜azza wa jalla membanggakan orang yang wukuf di Arafah pada siang hari arafah. Allah berfirman, โ€˜Lihatlah kepada para hamba-Ku. Mereka mendatangi-Ku dengan rambut kusut dan badan berdebu.โ€™ (HR. Ahmad 7288 dan dishahihkan al-Albani).

Singkatnya, pada hari itu terkumpullah pada mereka sejumlah faktor penting penyebab terkabulnya doa. Mulai dari kondisi yang memprihatinkan, waktu dan tempat yang mulia, hingga dekatnya Allah kepada mereka.

Di saat itulah, doa menjadi sangat mustajab. Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุฏูุนูŽุงุกู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ู‚ูู„ู’ุชู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‰ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽู‰ู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ

Sebaik-baik doa, adalah doa di hari Arafah. Dan sebaik-baik doa yang kupanjatkan dan dipanjatkan oleh para nabi sebelumku, adalah

ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู…ูู„ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ

โ€œTiada ilah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya semua kerajaan, dan bagiNya segala pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu (HR. Tirmidzi 3934 dan dihasankan al-Albani).

Semoga Allah memudahkna kita untuk menyusul mereka yang mendahului kita dalam kebaikan.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

sumber : https://konsultasisyariah.com/23554-arofah-hari-yang-paling-banyak-allah-bebaskan-hamba-dari-neraka.html

Mustajabnya Doโ€™a pada Hari Arafah

Sebaik-baik doโ€™a adalah doโ€™a hari Arafah -9 Dzulhijjah-. Maksudnya, doโ€™a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari โ€˜Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุชูู‚ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุฏู’ู†ููˆ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูุจูŽุงู‡ูู‰ ุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู

โ€œDi antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?โ€ (HR. Muslim no. 1348).

Dari โ€˜Amr bin Syuโ€™aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุฏูุนูŽุงุกู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ

โ€œSebaik-baik doโ€™a adalah doโ€™a pada hari Arafah.โ€ (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

Apakah keutamaan doโ€™a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Yang tepat, mustajabnya doโ€™a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat. Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanyaย no. 70282.

Tanda bahwasanya doโ€™a pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan taโ€™rif. Taโ€™rif adalah berkumpul di masjid untuk berdoโ€™a dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.

Syaikh Sholih Al Munajjidย -semoga Allah berkahi umur beliau-ย menerangkan, โ€œHal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. Walau memang berkumpul-kumpul seperti ini untuk dzikir dan doโ€™a pada hari Arafah tidaklah pernah ada dasarnya dari Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Oleh karena itu Imam Ahmad tidak melakukannya. Namun beliau beri keringanan dan tidak melarang karena ada sebagian sahabat yang melakukannya seperti Ibnu โ€˜Abbas dan โ€˜Amr bin Haritsย radhiyallahu โ€˜anhum.โ€ (Fatawa Al Islam Sual wal Jawabย no. 70282)

Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak doโ€™a serta tidak banyak bergaul dengan manusia. โ€˜Athoโ€™ bin Abi Robbah mengatakan pada โ€˜Umar bin Al Warod,  โ€œJika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.โ€ (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)

Doโ€™a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan doโ€™a pada hari Arafah.

@ Sakan 27 Jamiโ€™ah Malik Suโ€™ud, Riyadh-KSA, 4 Dzulhijjah 1433 H

โ€”

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: https://muslim.or.id/10500-mustajabnya-doa-pada-hari-arafah.html
Copyright ยฉ 2025 muslim.or.id

Hukum Meninggalkan Shalat โ€˜Ied

Meninggalkan Shalat Ied dan Hukum Wanita Shalat โ€˜Ied

Bolehkah seorang muslim meninggalkan shalat โ€˜Ied padahal tidak ada udzur (halangan)? Dan bolehkah melarang seorang wanita menunaikan shalat Ied bersama orang banyak?

Jawaban:

Shalat โ€˜Ied hukumnya fardhu kifayah, menurut sebagian besar para ulama. Seorang muslim per-individu boleh meninggalkan shalat โ€˜Ied, tapi lebih baik baginya datang dan berkumpul bersama kaum muslimin untuk melaksanakan shalat โ€˜Ied yang hukumnya sunnah muโ€™akad (sunnah yang ditekankan).  Sehingga tidak pantas bagi seorang muslim untuk meninggalkannya tanpa alasan yang syarโ€™i.

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat โ€˜Ied itu hukumnya fardhu โ€˜ain, sama seperti shalat Jumโ€™at. Maka, bagi setiap muslim laki-laki yang mukallaf (sudah dewasa dan tidak gila) dan dia bermukin (tidak bepergian), dia tidak boleh meninggalkan shalat โ€˜Ied. Pendapat ini lebih jelas bila dihubungkan dengan dalil-dalil yang ada dan lebih dekat kepada kebenaran.

Dan disunnahkan pula bagi para wanita untuk menghadiri shalat โ€˜Ied dengan berhijab (menutup aurat) dan tidak memakai wangi-wangian. Hal ini berdasarkan sebuah hadits shahih dari Ummu Athiyyah Radhiyallahu โ€˜anha yang mengatakan:

ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูุฎู’ุฑูุฌูŽ ูููŠู’ ุนููŠู’ุฏูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุนูŽูˆูŽุงุทูู‚ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญููŠูŽู‘ุถูŽ ู„ููŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู’ู†ุงูŽ ุงู„ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุนู’ุชูŽุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ุญููŠูŽู‘ุถู ุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ู‰

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam menyuruh kami keluar menghadiri shalat โ€˜Ied bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khuthbah. Dan bagi wanita yang sedang haid disuruh menjauhi tempat shalat.โ€ (HR. Bukhari: 313, Muslim: 1475)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa ada di antara shahabat perempuan berkata kepada Rasulullah:

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ุชูŽุฌูุฏู ุฅูุญู’ุฏูŽู†ูŽุง ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจู‹ุง ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู ูููŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ู„ูุชูู„ู’ุจูุณู’ู‡ูŽุง ุฃูุฎู’ุชูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจูู‡ูŽุง

โ€œWahai Rasulullah, di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbab.โ€ Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam  berkata: โ€œHendaklah saudaranya memberikan (meminjamkan) jilbab kepadanya.โ€ (HR. Ahmad: 19863).

Jadi tidak diragukan lagi bahwa hadits ini menunjukkan tentang ditekankannya para wanita untuk keluar menuju shalat โ€˜Ied agar mereka menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Dan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala Maha Penolong menuju kebenaran.

Sumber: Fatawa Syaikh Bin Baaz Jilid 2, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Pustaka at-Tibyan.

sumber : https://konsultasisyariah.com/29577-hukum-meninggalkan-shalat-ied.html