Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
Sebagaimana kewajiban Syariat yang lainnya, ittiba’ kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak cukup hanya bermodal niat dan semangat, tetapi harus mengikuti bimbingan Syariat. Diantara rambu-rambu Syariat yang harus dipahami dan dipatuhi dalam urusan ittiba’ kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah :
- Ittiba’ tidak akan terwujud kecuali jika amalan sesuai dengan Syariat di dalam enam hal (sebab, jenis, ukuran, tata cara, waktu, dan tempat).
- Asal di dalam ibadah bagi mukallaf adalah ta’abbud (merendahkan diri dan tunduk) dan imtitsâl (mewujudkan ketaatan) kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa melihat kepada hikmah-hikmah yang dikandungnya, meskipun mungkin saja sebagian hikmahnya tampak sangat jelas.
- Kesusahan bukanlah tujuan Syariat.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“