[Kitabut Tauhid 10] 45 Mencintai Allah 33

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Sebagaimana kewajiban Syariat yang lainnya, ittiba’ kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak cukup hanya bermodal niat dan semangat, tetapi harus mengikuti bimbingan Syariat. Diantara rambu-rambu Syariat yang harus dipahami dan dipatuhi dalam urusan ittiba’ kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah :

  1.  Ittiba’ tidak akan terwujud kecuali jika amalan sesuai dengan Syariat di dalam enam hal (sebab, jenis, ukuran, tata cara, waktu, dan tempat).
  2. Asal di dalam ibadah bagi mukallaf adalah ta’abbud (merendahkan diri dan tunduk) dan imtitsâl (mewujudkan ketaatan) kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- tanpa melihat kepada hikmah-hikmah yang dikandungnya, meskipun mungkin saja sebagian hikmahnya tampak sangat jelas.
  3. Kesusahan bukanlah tujuan Syariat.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

Tinggalkan Balasan