Langit biru yang cerah memanjakan mata. Awan sirus berbaris menambah kemolekannya. Di tengah kita menikmati keindahan ciptaan Allah itu, angin berembus sepoi-sepoi. Terkadang ia bertiup lebih kencang hingga menerbangkan dedaunan, menggugurkan kelopak bunga, menghempaskan halaman-halaman buku, dan mungkin juga menerbangkan ujung jilbabmu. Masyaallah…
Apa yang terpikir dalam benak?
“Aah, gara-gara angin aku kehilangan halaman bukuku.”
“Dasar angin… jilbabku jadi tersingkap.”
Pernahkah kita memandang angin dengan cara yang berbeda?
Angin, tanda kekuasaan Allah pembawa kebaikan
Pernahkah terpikir mengapa Allah menciptakan angin yang terbang bebas ke sana kemari, menyusup melalui celah-celah kecil dan menerobos dedaunan?
Allah telah memberikan penjelasan yang terang tentang angin dalam Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Ar-Rum: 46)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa angin adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Allah mengirimkannya sebagai pembawa kabar gembira. Angin menggerakkan awan dan menjadi salah satu sebab datangnya hujan yang dinanti-nantikan manusia.
Angin juga menjadi salah satu bentuk rahmat Allah. Dengan izin-Nya, angin dapat membantu kapal berlayar sehingga manusia dapat melakukan perjalanan dan mencari karunia Allah.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَسْقَيْنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al-Hijr: 22)
Syekh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa angin mempertemukan awan sehingga awan menurunkan hujan. Angin juga mengawinkan pepohonan sehingga tumbuh-tumbuhan dapat berkembang.
Masyaallah. Maha Besar Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan manfaatnya masing-masing. Terkadang sesuatu yang kita anggap mengganggu ternyata membawa banyak kebaikan. Angin dapat membantu penyerbukan tumbuhan, menggerakkan awan, dan dengan izin Allah membantu kapal berlayar sehingga manusia dapat mencari rezeki.
Maka, tidakkah kita patut bersyukur ketika merasakan hembusannya?
Angin, ketika menyapa
Sampai kepada kita pula pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi angin. Beliau hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الريح من روح الله، تأتي بالرحمة، وتأتي بالعذاب، فإذا رأيتموها فلا تسبوها، وسلوا الله خيرها، واستعيذوا بالله من شرها
“Angin itu termasuk dari rahmat Allah. Ia datang membawa rahmat dan datang membawa azab. Apabila kalian melihatnya, janganlah kalian mencelanya. Mintalah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (HR. Abu Dawud no. 5097, dan selainnya)
Hadis tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak mencela angin. Sebab, angin adalah makhluk Allah yang bergerak sesuai dengan kehendak-Nya. Ia dapat datang membawa rahmat, tetapi terkadang juga membawa sesuatu yang membahayakan.
Angin dapat menjadi sebab turunnya hujan yang bermanfaat bagi manusia. Ia juga dapat memberikan kesejukan ketika hari terasa panas. Namun, terkadang angin bertiup begitu kencang hingga merobohkan bangunan, menerbangkan benda-benda, mematahkan pepohonan, atau menimbulkan kerusakan lainnya.
Ketika sesuatu yang tidak kita sukai terjadi karena angin, bukan berarti kita boleh mencelanya. Sebaliknya, kita diajarkan untuk mengingat bahwa semua itu terjadi dengan kehendak Allah dan memohon kepada-Nya kebaikan serta perlindungan dari keburukannya.
Imam asy-Syafi’i rahimahullah juga menjelaskan bahwa angin adalah salah satu makhluk Allah yang taat kepada-Nya dan termasuk tentara Allah. Allah menjadikannya sebagai rahmat dan nikmat sesuai dengan kehendak-Nya.
Angin, antara kebaikan dan perlindungan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya melarang kita mencela angin. Beliau juga mengajarkan doa ketika angin bertiup.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa apabila angin bertiup kencang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang karenanya ia dikirim. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang karenanya ia dikirim.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)
Dalam doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut ada permohonan terhadap tiga macam kebaikan: kebaikan dari angin itu sendiri, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang dibawa bersamanya.
Kebaikan dari angin itu sendiri dapat berupa kesejukan yang kita rasakan ketika cuaca panas. Angin juga membantu penyerbukan tumbuhan dan membawa berbagai manfaat lainnya.
Kebaikan yang ada di dalamnya, yaitu berupa manfaat yang Allah hadirkan melalui angin, seperti turunnya hujan yang memberikan kehidupan bagi bumi.
Adapun kebaikan yang dikirim bersamanya, bisa berupa berbagai hal yang menyertai angin, seperti awan yang menjadi sebab turunnya hujan.
Demikian pula kita memohon perlindungan dari tiga macam keburukan tersebut: keburukan angin itu sendiri, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang dibawa bersamanya.
Begitu indahnya tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat sesuatu yang terkadang membuat kita tidak nyaman, beliau mengajarkan kita untuk tidak mencela, tetapi justru berdoa.
Masyaallah…
Betapa mengagumkan salah satu makhluk ciptaan Allah yang dapat kita nikmati tanpa harus bersusah payah. Duduk termenung menikmati bunga-bunga yang bergoyang tertiup angin, merasakan kesejukannya, adalah kenikmatan yang patut kita syukuri. Semoga tidak hanya angin dunia saja yang bisa kita nikmati kesejukannya, namun juga harumnya angin utara yang berhembus di surga kelak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang pasar di surga. Para penghuni surga mendatanginya, kemudian berembus angin utara yang menerpa wajah dan pakaian mereka. Dengan sebab itu, mereka semakin bertambah indah dan tampan. (HR. Muslim no. 2833)
Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk merasakan berbagai kenikmatan di dalam surga-Nya. Aamiin.
***
Penulis: Rinautami Ardi Putri
Sumber: https://muslimah.or.id/34772-ketika-angin-bertiup-tanda-kekuasaan-allah-yang-membawa-kebaikan.html
Copyright © 2026 muslimah.or.id