Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Banyak beredar di tangah-tengah Kaum Muslimin hadits-hadits dha’iif tentang Shalawat Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Yang meskipun tujuannya untuk memotivasi Kaum Muslimin agar banyak bershalawat, tetap saja tidak bisa dibenarkan, karena tidak boleh sengaja berdusta atas nama Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- kemudian menjadikan kedustaan tersebut sebagai dasar atau sandaran dalam beragama.
- Yang shahih dari Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah bahwa siapa saja yang mengucapkan shalawat kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- satu kali, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan bershalawat kepadanya 10 kali; dan siapa saja yang bershalawat 10 kali, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan bershalawat kepadanya 100 kali.
- Keutamaan-keutamaan berikut ini yang dikaitkan dengan shalawat Nabi tidak benar penyandarannya kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- :
- Siapa saja yang bershalawat 100 kali, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan bershalawat kepadanya 1000 kali.
- Siapa saja yang bershalawat 1000 kali, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka, dan akan meneguhkan ucapannya dengan ucapan yang kokoh Ketika ada masalah pada kehidupan dunia dan pada kehidupan akhirat nantinya, dan Allâh -‘Azza wa Jalla- akan memasukkannya ke dalam surga, dan shalawatnya akan datang kepadanya berupa cahaya pada Hari Kiamat pada saat berada di atas Shirath yang ditempuh selama 500 tahun perjalanan, dan Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memberikan kepadanya bagi setiap shalawat yang diucapkannya sebuah istana di dalam surga, baik dengan jumlah sedikit ataupun banyak.
- Siapa saja yang bershalawat 100 kali maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan menuliskan di antara kedua matanya : terbebas dari kemunafikan, terbebas dari neraka; dan Allâh -‘Azza wa Jalla- akan menempatkannya pada Hari Kiamat bersama para syuhada.
- Siapa saja yang bershalawat 1000 kali maka pundaknya akan berdampingan dengan pundak Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- di dalam pintu surga.
- Dan hadits-hadits yang shahiih tentang shalawat Nabi mencukupi bagi Kaum Muslimin, yang dengannya mereka tidak butuh kepada hadits-hadits dha’iif, maudhuu’ dan laa ashla lahu.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“