Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
Mencintai Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Setiap Muslim pasti mengaku dan ingin mencintai Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Pengakuan dan keingian ini menuntut bukti dan konsekuensi, yang dapat dijadikan sebagai standar kebenaran pengakuan cinta. Di antara bukti dan konsekuensi tersebut adalah :
Meneladani Sunnah Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Banyak Mengingat dan Menyebut Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan ini terkait dengan beberapa amalan yang disyariatkan, di antaranya :
Menyampaikan shalawat dan salam kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Menyebut keutamaan dan kekhususan sifat, akhlak dan perilaku utama yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-; juga menyebut mu’jizat serta bukti kenabian untuk mengenal kedudukan dan martabat Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Bersikap santun dan beradab terhadap Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, baik dalam menyebut nama atau memanggilnya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“