Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
Terkait dengan kecintaan kepada Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, manusia terbagi menjadi tiga golongan, dua golongan yang ekstrem, dan satu golongan yang pertengahan; yaitu :
- Golongan yang melampaui batas atau berlebih-lebihan dalam mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, sehingga kemudian mereka terjatuh dalam kebid’ahan atau bahkan kesyirikan; dimana mereka mensifati Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dengan sebagian sifat-sifat rububuyyah, atau memberikan kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sebagian hak dari hak-hak uluhiyyah; yang semua itu merupakan kekhususan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Golongan yang tidak mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana mestinya; dimana mereka menelantarkan dan mengurangi hak-hak Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, lebih mendahulukan kecintaan kepada selain Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dibandingkan kecintaan kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-; sehingga kemudian mereka terjatuh dalam sekian banyak penyelisihan terhadap Syariat.
- Golongan yang pertengahan (moderat) dalam mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Diamana mereka mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- secara proposional sesuai dengan tuntunan dan tuntutan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya, dimana Mereka tidak menambahi dan tidak menguranginya, dan mereka adalah Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- dan orang-orang yang mengikuti jejak Mereka dengan baik.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“