[Kitabut Tauhid 10] 30 Mencintai Allah 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Terkait dengan kecintaan kepada Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, manusia terbagi menjadi tiga golongan, dua golongan yang ekstrem, dan satu golongan yang pertengahan; yaitu :

  1. Golongan yang melampaui batas atau berlebih-lebihan dalam mencintai Rasûlullâh        -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, sehingga kemudian mereka terjatuh dalam kebid’ahan atau bahkan kesyirikan; dimana mereka mensifati Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dengan sebagian sifat-sifat rububuyyah, atau memberikan kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sebagian hak dari hak-hak uluhiyyah; yang semua itu merupakan kekhususan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Golongan yang tidak mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana mestinya; dimana mereka menelantarkan dan mengurangi hak-hak Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, lebih mendahulukan kecintaan kepada selain Beliau                    -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dibandingkan kecintaan kepada Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-; sehingga kemudian mereka terjatuh dalam sekian banyak penyelisihan terhadap Syariat. 
  3. Golongan yang pertengahan (moderat) dalam mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Diamana mereka mencintai Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- secara proposional sesuai dengan tuntunan dan tuntutan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya, dimana Mereka tidak menambahi dan tidak menguranginya, dan mereka adalah Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- dan orang-orang yang mengikuti jejak Mereka dengan baik.  

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar