Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Allâh -‘Azza wa Jalla- mengancam akan memerangi siapa saja yang mengganggu wali-walinya.
- Wali-wali Allâh -‘Azza wa Jalla- terdiri dari 2 (golongan). [Pertama] Sâbiquuna bil khairât atau muqarrabuuna, yaitu orang-orang yang selalu bersegera dan terdepan dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan, yang senantiasa mendekatkan diri dan didekatkan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; meraka adalah orang-orang yang sangat bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhi yang dimakruhkan dalam Syariat. [Kedua] Muqtashiduuna atau ashhâbul yamiin; mereka adalah orang-orang yang berupaya menunaikan kewajiban-kewajiban, tetapi tidak atau kurang bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah, tidak menjauhkan diri dari yang makruh dan terjatuh pada sebagian dosa kecil.
- Jika seorang hamba mencapai kewalian dan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan membimbing seluruh gerak-geriknya sehingga tetap berada pada jalur yang diridhai-Nya. Allâh -‘Azza wa Jalla- juga menjamin bahwa Dia -‘Azza wa Jalla- akan memberi apa yang diminta oleh wali-wali-Nya dan melindungi mereka dari musuh-musuhnya.
- Di dalam Al-Qur’an, Allâh -‘Azza wa Jalla- membagi hamba-hamba-nya dari kalangan orang-orang yang beriman menjadi 3 (tiga) golongan; yaitu : [1] sâbiquuna bil khairât atau muqarrabuuna; [2] muqtashiduuna atau ashhâbul yamiin; dan [3] zhâlimuuna li anfusihim. Yang pertama dan kedua adalah wali-wali Allâh -‘Azza wa Jalla-; sedangkan yang ketiga adalah orang-orang yang mencampur-adukkan antara keimanan dengan kezhaliman (kemaksiatan); mereka banyak menelantarkan kewajiban dan terjatuh dalam dosa-dosa besar.
- Tidak ada jalan untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendapatkan kewalian dan kecintaan-Nya; kecauli dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya. Tidak setiap orang yang mendapatkan hidayah di atas keimanan otomatis juga mendapat hidayah di atas ketaqwaan, dan siapa saja yang mendapatkan keduanya, maka dia telah mencapai kewalian dan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Amalan yang paling utama adalah menunaikan apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- wajibkan, dan menjauhi apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- haramkan, serta mempunyai niat yang benar dalam menggapai apa yang ada di sisi Allâh -‘Azza wa Jalla-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“