[Kitabut Tauhid 10] 27 Mencintai Allah 15

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Allâh -‘Azza wa Jalla- mengancam akan memerangi siapa saja yang mengganggu wali-walinya.
  • Wali-wali Allâh -‘Azza wa Jalla- terdiri dari 2 (golongan). [Pertama] Sâbiquuna bil khairât atau muqarrabuuna, yaitu orang-orang yang selalu bersegera dan terdepan dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan, yang senantiasa mendekatkan diri dan didekatkan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; meraka adalah orang-orang yang sangat bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhi yang dimakruhkan dalam Syariat. [Kedua] Muqtashiduuna atau ashhâbul yamiin; mereka adalah orang-orang yang berupaya menunaikan kewajiban-kewajiban, tetapi tidak atau kurang bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah, tidak menjauhkan diri dari yang makruh dan terjatuh pada sebagian dosa kecil.
  • Jika seorang hamba mencapai kewalian dan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka Allâh -‘Azza wa Jalla- akan membimbing seluruh gerak-geriknya sehingga tetap berada pada jalur yang diridhai-Nya. Allâh -‘Azza wa Jalla- juga menjamin bahwa Dia -‘Azza wa Jalla- akan memberi apa yang diminta oleh wali-wali-Nya dan melindungi mereka dari musuh-musuhnya.
  • Di dalam Al-Qur’an, Allâh -‘Azza wa Jalla- membagi hamba-hamba-nya dari kalangan orang-orang yang beriman menjadi 3 (tiga) golongan; yaitu : [1] sâbiquuna bil khairât atau muqarrabuuna; [2] muqtashiduuna atau ashhâbul yamiin; dan [3] zhâlimuuna li anfusihim. Yang pertama dan kedua adalah wali-wali Allâh -‘Azza wa Jalla-; sedangkan yang ketiga adalah orang-orang yang mencampur-adukkan antara keimanan dengan kezhaliman (kemaksiatan); mereka banyak menelantarkan kewajiban dan terjatuh dalam dosa-dosa besar.
  • Tidak ada jalan untuk mendekatkan diri kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendapatkan kewalian dan kecintaan-Nya; kecauli dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya. Tidak setiap orang yang mendapatkan hidayah di atas keimanan otomatis juga mendapat hidayah di atas ketaqwaan, dan siapa saja yang mendapatkan keduanya, maka dia telah mencapai kewalian dan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Amalan yang paling utama adalah menunaikan apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- wajibkan, dan menjauhi apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- haramkan, serta mempunyai niat yang benar dalam menggapai apa yang ada di sisi Allâh -‘Azza wa Jalla-.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

Tinggalkan komentar