[Kitabut Tauhid 10] 25 Mencintai Allah 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah satu-satunya Dzat yang pantas untuk dicintai (dan paling dicintai) dari semua pertimbangan dan sudut pandang, dan sebabnya adalah karena semua sebab yang menjadikan manusia mencintai sesuatu semuanya itu secara sempurna ada pada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Secara umum, faktor dan sebab utama yang menjadikan manusia mencintai sesuatu kembali kepada dua hal, yaitu : [1] keindahan dan kesempurnaan yang ada pada  sesuatu (yang dicintai), [2] kebaikan dan kasih sayang yang bersumber dari sesuatu (yang dicintai). Karena sesungguhnya hati dan jiwa yang bersih secara fitrah akan mencintai kesempurnaan dan mencintai pihak yang selalu berbuat baik kepadanya.
  • Tidak ada satupun yang kebaikannya lebih besar dibandingkan Allâh -‘Azza wa Jalla-, karena sungguh kebaikan-Nya kepada hamba-Nya (tercurah) di setiap waktu dan (tarikan) nafas (hamba tersebut). Hamba itu selalu mendapatkan limpahan kebaikan-Nya dalam semua keadaannya, sehingga tidak ada cara (tidak mungkin) baginya untuk menghitung (secara persis) jenis-jenis kebaikan Allâh -‘Azza wa Jalla- tersebut, apalagi macam-macam dan satuan-satuannya.

Tidak ada satupun yang kebaikannya lebih besar dibandingkan Allâh -‘Azza wa Jalla-, karena sungguh kebaikan-Nya kepada hamba-Nya (tercurah) di setiap waktu dan (tarikan) nafas (hamba tersebut). Hamba itu selalu mendapatkan limpahan kebaikan-Nya dalam semua keadaannya, sehingga tidak ada cara (tidak mungkin) baginya untuk menghitung (secara persis) jenis-jenis kebaikan Allâh -‘Azza wa Jalla- tersebut, apalagi macam-macam dan satuan-satuannya.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar