Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Allâh -‘Azza wa Jalla- mengancam dengan adzab-Nya siapa saja yang mendahulukan dan menyamakan atau bahkan melebihkan kecintaan kepada selain-Nya dengan kecintaan kepada-Nya, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.
- Lebih mencintai Allâh -‘Azza wa Jalla-, Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dibandingkan kecintaan terhadap segala sesuatunya merupakan bukti kesempurnaan keimanan.
- Ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya harus lebih didahulukan daripada ketaatan terhadap siapapun juga, dan ketaatan terhadap selain keduanya tidak boleh bertentangan dengan ketaatan kepada keduanya.
- Meninggalkan jihad di jalan Allâh -‘Azza wa Jalla- merupakan penyebab kemurkaan Allâh -‘Azza wa Jalla- dan turunnya kehinaan bagi Kaum Muslimin. Dan bermalas-malasan dalam berjihad di jalan Allâh -‘Azza wa Jalla- merupakan bagian dari kemunafikan.
- Beriman kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan–Nya termasuk sebab seorang hamba selamat dari siksa Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Jihad di jalan Allâh -‘Azza wa Jalla- merupakan amalan yang paling utama, karenanya banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang memotivasi untuk berjihad dan anjuran untuk zuhud terhadap dunia.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“