[Kitabut Tauhid 10] 17 Mencintai Allah 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Seorang hamba tidak dikatakan bertauhid, sampai dia mengucapkan kalimat Tauhiid, yaitu kalimat : laa ilaaha ilallaah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-). Akan tetapi mengucapkan kalimat laa ilaaha ilallaah saja tidak mencukupi sampai terpenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi agar ucapan tersebut diterima. Diantara syaratnya adalah al-mahabbah atau cinta. 
  • Orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha ilallaahwajib mencintai Allâh -‘Azza wa Jalla-, Rasul-Nya, agama Islam dan mencintai Kaum Muslimin yang menegakkan perintah-perintah Allâh -‘Azza wa Jalla-dan menjaga batasan-batasanNya. Dan membenci orang-orang yang bertentangan dengan laa ilaaha ilallaahdan mengerjakan lawan dari kalimat laa ilaaha ilallaahyaitu berupa kesyirikan atau kekufuran atau mereka mengerjakan hal-hal yang mengurangi kesempurnaan laa ilaaha ilallaahkarena mengerjakan kesyirikan serta kebid’ahan.
  • Kecintaan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak cukup dengan hanya pengakuan lisan dan tanpa pembuktian. Dan bukti kebenaran kecintaan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- adalah dengan mengikuti petunjuk Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar