[Kitabut Tauhid 10] 07 Menyandarkan Hujan Kepada Bintang 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Seseorang tidak boleh berbangga dengan amal perbuatannya sendiri, apalagi berbangga dengan amal perbuatan ayah dan leluhurnya yang jelas-jelas bukan jerih payahnya.
  2. Standar kemuliaan sudah banyak berubah pada kebanyakan Kaum Muslimin, dimana mereka mengukur kemuliaan bukan lagi atas dasar ketaqwaan, tetapi mereka ganti dengan tata nilai yang mereka buat-buat sendiri dari berbagai macam simbol-simbol keunggulan duniawi. Perubahan tata nilai ini kemudian merubah orientasi dan tujuan hidup mereka, yang menyebabkan berbagai penyimpangan dalam berbagai lini kehidupan.
  3. Mengaku sebagai keturunan seseorang atau suatu kaum padahal tidak demikian, adalah bagian dari kedustaan yang sangat besar disisi Allâh -‘Azza wa Jalla-, dan pelakunya terancam tidak masuk Surga.
  4. Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- kerap kali mengingatkan ummatnya, termasuk kerabatnya dan bahkan anaknya sendiri bahwa garis keturunan benar-benar tidak layak untuk dibanggakan.

“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar