Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Jahiliyyah adalah segala sesautu yang dikaitkan dengan bangsa Arab sebelum diutusnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dan segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
- Segala sesuatu yang dikaitkan dengan al-jahiliyyah tercela dan terlarang dalam Syariat.
- Secara umum jahiliyyah sudah berakhir dengan diutusnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Akan tetapi bukan berarti semua pola pikir dan prilaku jahiliyyah hilang seutuhnya dari muka bumi. Al-Jahiliyyah masih ada dan akan tetap ada pada diri sebagian orang, sebagia kelompok, dan sebagian wilayah.
- Dilarang penggunaan istilah ‘masyarakat jahiliyah’ setelah masa ke-Islam-an, karena berarti mengukuhkan sesuatu yang telah berakhir. Meskipun boleh menyebutnya untuk jahiliyyah yang bersifat parsial, seperti riba jahiliyyah atau karakter buruk lainnya yang sejalan dengan tradisi jahiliyyah.
- Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menyatakan bahwa seluruh pola pikir dan prilaku jahiliyyah sudah dikubur di bawah telapak kaki Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, sebagai bentuk peringatan kepada umat Islam agar tidak menggali kembali warisan jahiliyah, apalagi melestarikannya; dan Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- mengatakan bahwa orang-orang yang menghidupakn al-jahiliyyah dalam Islam sebagai bagian dari orang-orang yang paling dimurkai Allâh -‘Azza wa Jalla-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“