Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Hadits-hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang membicarakan tentang perbuatan mendatangi dukun dan peramal, menyebutkan dua konsekuansi dari perbuatan tersebut : (pertama) tidak diterima shalatnya selama 40 hari, dan (kedua) kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
- Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- berlepas diri dari tiga golongan manusia : (pertama) orang yang bertaththayyur atau minta dilakukan tathayyur untuknya, (kedua) orang yang melakukan praktek perdukunan atau mendatangi dukun, dan (ketiga) orang yang melakukan sihir atau minta disihirkan.
- Kâhin (dukun) dan ‘arrâf (peramal) keduanya memiliki persamaan, dimana keduanya mengklaim mengetahui ilmu ghaib, dan ini adalah kekufuran, karena mengklaim sesuatu yang merupakan kekhususan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“