Khasiat Kurma Ajwa (Kurma Madinah) dari Hadits Nabi

Salah satu keutamaan kota Madinah adalah Allah memberikan sisi keberkahan.

Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ سَمَّى المَدِيْنَةَ طَابَةً

“Sesungguhnya Allah menyebutkan kota Madinah dengannama: THOBAH (Thayyibah).” (HR. Muslim, no. 1385)

Keutamaan Kurma Madinah

Mengenai keutamaan kurma Madinah disebutkan dalam hadits dari Sa’d bin Abi Waqqash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِمَّا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا حِينَ يُصْبِحُ لَمْ يَضُرَّهُ سُمٌّ حَتَّى يُمْسِىَ

“Siapa yang makan tujuh butir kurma yang berasal dari Madinah ketika pagi, maka racun-racun tidak akan membahayakannya sampai sore.” (HR. Muslim, no. 5459).

Khasiat Kurma

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa kurma itu bisa menguatkan (menajamkan) penglihatan dan sangat mujarab. Dan sangat mujarab jika digunakan berbuka sebelum lainnya. Itu kata Ibnul Qayyim. 

Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhobbi radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ

“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi, dan Imam Ahmad. Hadits ini disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Alasannya, kita bisa ambil pelajaran jika di pagi hari ketika baru bangun tidur sebelum mengkonsumsi lainnya, lalu memakan 7 butir kurma, maka dapat mengatasi sihir dan racun. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari, no. 5779 dan Muslim, no. 2047). 

Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah bahwa yang dimaksud kurma ajwa di sini hanyalah sebagai contoh (permisalan). Manfaat kurma yang disebutkan dalam hadits tadi sebenarnya berlaku untuk seluruh kurma (bukan hanya kurma ajwa). Inilah yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dari perkataan gurunya.

Kesimpulannya, kurma yang dimaksud dapat mengatasi racun dan sihir adalah kurma secara umum, walau memang kurma yang utama adalah kurma dari kota Nabi, Madinah.

Madinah Kota Nabi, 18 Safar 1444 H, 15 September 2022

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber https://rumaysho.com/34635-khasiat-kurma-ajwa-kurma-madinah-dari-hadits-nabi.html

Laki-Laki, Suami Gemuk, Futsal Dan Ukhuwah

Sekilas kata-kata di atas kurang “nyambung”. Akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama maka ada benang merah agar menjadi sebuah tulisan.

LAKI-LAKI

Sosok laki-laki identik dengan sifat dasar mereka sebagimana yang diungkapkan oleh para psikologi dan ahli sifat manusia, yaitu cuek, mengutamakan logika, praktis, harga diri, berpikir masa akan datang, menaklukkan, mengutamakan hasil dan berpikir global. Namun kumpulan sifat ini, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya memang diciptakan agar kelak bisa menjadi pemimpin. Minimal menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Allah Ta’ala berfirman

,الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka.” (QS. An Nisa’: 34)

Salah satu sifat yang kita sorot disini adalah cuek. Mungkin sesama laki-laki tidak terlalu bisa melihat kontrasnya sifat ini. Karena jelas, mereka sama-sama cuek. Bisa kita lihat jika kita masuk ke asrama atau wiswa laki-laki, maka pandangan tidak biasa di mata wanita akan nampak, seperti lantai yang setengah bersih, panci kotor diatas kompor, handuk di atas kursi dan sepatu dengan kaos kaki berserakan di depan pintu. Tetapi para laki-laki sepertinya santai saja dan sudah biasa yang seperti ini.

Bagi yang sudah berumah tangga, maka mereka bisa melihat bagaimana protes para istri terhadap sikap cuek para suami, mulai dari tidur mendengkur tengah malam di saat anak bangun menangis. Cuek dengan curhat para istri dengan berkata, “sudah, ga apa-apa; sudah, tenang aja; wah kayak gini gampang”. Dan umumnya cuek dengan penampilan dirinya. Padahal wanita sangat jauh dari sikap cuek alias sensitif dan perhiasannya adalah perhatian.

Yang lebih kita sorot lagi adalah cuek terhadap penampilannya. Jangan salahkan sepenuhnya para istri jika mereka menyambut para suami yang pulang dengan baju lusuh, agak bau dapur dan tidak berhias. Lha wong suami kalau di rumah juga biasanya sarungan plus kaos putih lusuh kayak penjual-penjual di pinggir jalan, rambut jarang disisir, pakai parfum hanya keluar rumah saja. Dan yang kurang adil adalah suami jarang membelikan istri pakaian yang bagus-bagus, pakaian dengan mode terkini dan pakaian yang [maaf] agak menggoda serta jarang membelikan parfum pilihannya buat istrinya. Tentu dengan catatan dipakai di rumah untuk dipersembahkan bagi para suami mereka.

Solusi bersama

Mudahan dengan mengerti sifat dasar laki-laki ini wanita bisa lebih bijaksana menyikapi dan laki-laki juga lebih bijaksana memperbaiki dan begitu juga sebaliknya. Solusi dari itu semua adalah komunikasi dan keterbukaan. Dalam hal ini laki-laki lebih banyak memegang kunci, karena laki-laki lebih diberi ketenangan dengan kecuekannya dalam menghadapi permasalahan. Laki-laki yang lebih dulu mengajak untuk bermusyawarah kecil. Musyawarahkanlah apa yang diinginkan suami dan apa yang diinginkan istri dan apa yang diperlu sama-sama diperbaiki serta apa-apa yang masih bisa ditolerir dan mentok sudah tidak bisa ditolerir lagi. Allah Ta’ala berfirman,

وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran : 159]

Dan merupakan kebiasan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bermusyawarah dengan istri beliau, saling curhat dan bertukar pikiran. Kita lihat contoh ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan wahyu pertama kali dan pulang ke rumah istri beliau khadijah radhiallahu ‘anha dengan hati yang bergetar bercampur rasa takut, kemudian beliau meminta diselimuti dan berkata,

لَقَدْ خَشِيْتُ عَلَى نَفْسِيْ

“Sungguh aku mengkhawatirkan diriku (akan binasa).”

Khadijah radhiallahu ‘anha pun menghibur suaminya,

كَلاَّ وَاللهِ، مَا يُخْزِيْكَ اللهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ،

وَتَكْسِبُ الْـمَعْدُوْمَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِيْنُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Tidak demi Allah! Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Engkau seorang yang menyambung silaturahim, menanggung orang yang lemah, memberi kecukupan/kemanfaatan pada orang yang tidak berpunya, suka menjamu tamu, dan menolong kejadian yang haq.”

[HR. Al-Bukhari no. 3 dan Muslim no. 401]

Imam Nawawi rahimahullahu menjelaskan perkataan Khadijah yang sangat menghibur suaminya,

(قال العلماء رضي الله عنهم معنى كلام خديجة رضي الله عنها

إنك لا يصيبك مكروه لما جعل الله فيك من مكارم الأخلاق وكرم الشمائل

“Para ulama radhiallahu ‘anhum berkata, “Makna dari ucapan Khadijah radhiallahu ‘anha ini adalah engkau tidak akan ditimpa perkara yang jelek /tidak disukai karena Allah menjadikan pada dirimu akhlak yang mulia dan perangai yang utama.” [Al-Minhaj 2/202, Darul Ihya’ut Turots, cet. Ke-2, asy-Syamilah]

Begitu juga curhat beliau kepada kepada Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengenai para Sahabat yang belum mau menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut ketika mereka tidak jadi melakukan haji tahun tersebut karena perjanjian dengan musyrikin Mekkah. Kemudian istrinya berkata,

يَا نَبِيَّ اللهِ، أَتُحِبُّ ذلِكَ؟ اُخْرُجْ، ثُمَّ لاَ تُكَلِّمْ أَحَدًا مِنْهُمْ

حَتَّى تَنْحَرَ بُدْنَكَ، وَتَدْعُو حَالِقَكَ فَيحْلِقَكَ

“Wahai Nabiullah! Apakah engkau ingin mereka melakukan apa yang engkau perintahkan? Keluarlah, lalu jangan engkau mengajak bicara seorang pun dari mereka hingga engkau menyembelih sembelihanmu dan engkau memanggil tukang cukurmu lalu ia mencukur rambutmu.” [HR. Al-Bukhari no. 2731, 2372]

Maka para sabahat langsung mengikuti beliau.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa bercengkrama bersama istrinya sebelum tidur. Saling berbagi, saling curhat dan mencari solusi bersama.

Berkata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ

“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa lama kemudian beliau tidur”. [HR Al-Bukhari IV/1665 no 4293, VI/2712 no 7014 dan Muslim I/530 no 763]

Salah satu solusi dalam hal ini misalnya, suami menanyakan parfum apa yang disukai aromanya oleh istri, bagaimana model rambut yang disukai istri, pakaian apa yang disukai istri, bagaimana penampilan yang disukai oleh istrinya.

SUAMI GEMUK

Menyambung dari sifat dasar laki-laki yang umumnya cuek dengan penampilannya. Salah satunya adalah cuek dengan berat badannya. Sampai-sampai ada komentar,

“ikhwan-ikhwan kalau tidak gemuk pasti kurus ceking, jarang ada yang punya tubuh yang menengah ideal”

Lebih-lebih jika sudah menikah, entah kenapa para suami cenderung menjadi lebih cepat gemuk. Mungkin ada beberapa alasan yang menyebabkan para suami lebih cepat gemuk:

-sudah ada yang merawat yaitu istri, mengontrol makan dan gizi para suami, apalagi jika istri pintar masak.

-kebiasaan makan bersama dengan istri satu piring bersama sehingga porsi makan tidak terkontrol dan suami umumnya menjadi “lambung terakhir” jika ada makanan yang tersisa.

-biasanya suami dapat jatah makanan dan snack di kantor, kemudian istri yang sangat cinta dengan suaminya tidak mau makan di rumah sendiri, lebih baik menahan lapar sedikit asalkan bisa makan dan berbincang-bincang bareng dengan suami. Jadi tidak jarang suami makan dua kali pada jam makannya. Makan di kantor dan makan di rumah lagi.

-para suami tidak seperti masa mudanya dulu yang aktif di luar dan banyak bergerak. Ada porsi aktivitas di rumah yang kurang bergerak.

-di rumah terkadang aktivitas seharian lebih banyak porsinya dilakukan oleh istri, seperti mencuci, membersihkan rumah dan mendidik anak.

Mengenai hal ini, sudah selayak para suami tidak “cuek habis” terhadap penampilannya karena beberapa alasan:

-Istri punya hak yang seimbang dengan sama dengan suaminya,

Jika suami berhak atas kecantikan istri, maka istri juga berhak atas ketampanan suami. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf.” [Al-Baqarah: 228]

-Islam mengajarkan agar para suami juga berhias untuk istrinya.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَزَيَّنَ لِلْمَرْأَةِ كَمَا أُحِبُّ أَنْ تَتَزَيَّنَ لِي لِأَنَّ اللهَ تَعَالَى

يَقُوْلُ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

“Sesungghnya aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku suka ia berhias untukku karena Allah berfirman “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya” [Atsar riwayat At-Thobari di tafsirnya II/453, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro VII/295 no 14505, dan Ibnu Abi Syaibah di Mushonnafnya IV/196 no 19263]

-istri juga punya syahwat dan ingin menikmati keindahan ciptaan pada suaminya

Istri juga punya keinginan yang hampir sama dengan suami, hanya saja para istri terkadang berbalut malu berkaitan dengan hal ini. Para istri juga ingin menikmati ketampanan suami, ingin bersandar manja di bahu lebar dan dada bidang suami dan ingin merasakan keperkasaan suami dengan staminanya. Tidak heran karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنما النساء شقائق الرجال

“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki.” [HR. Ahmad no.26195, hasan lighairihi, tahqiq Syu’aib Al-Arna’uth]

Belum punya istri sudah gemuk?

In i juga fenomena beberapa laki-laki, belum lagi mereka punya istri yang merawat dan memperhatikan tetapi wajah sudah mulai membulat, pipi di pinggang bersaing dengan pipi “chubby” di wajah, perut sudah mulai “one pack”.

Tentu ini harus dihindari sebisa mungkin, biasanya terjadi pada laki-laki yang tidak ada pekerjaan alias menganggur atau mahasiswa yang skripsinya tidak selsai-selsai, terlalu sibuk duduk diam mengerjakan skripsi bersama cemilan atau mahasiswa yang baru lulus dan belum mendapatkan pekerjaan.

Kurang baik jika umur masih muda tetapi sudah kegemukan, karena:

– biasanya gemuk membuat terlihat lebih tua dan terkesan sudah “bapak-bapak” muka menjadi ber “mutu” alias MUka TUa, padahal umur belum “bapak-bapak”.

-kurang sehat, jika muda saja sudah kegemukan, maka apalagi sudah menikah nanti.

-kurang mengenakkan buat calon istri kelak, karena mereka juga menginginkan tubuh calon suami yang ideal.

Mengenai bahaya kegemukan sepertinya sudah diketahui oleh banyak orang yaitu kurang baik bagi kesehatan, aktifitas, percaya diri dan stamina.

Solusi kegemukan

Pertama kali harus tahu apakah kita kegemukan apa tidak, biasanya langsung terlihat dengan bentuk tubuhnya. Tetapi ada juga yang sudah mulai kegemukan tetapi tidak terlalu kelihatan seperti gemuk tipe “buah pir” kemudian ditambah lagi dengan cara berpakaiannya. Kita juga harus tahu apakah kita sudah mulai kegemukan apa tidak sehingga bisa mengambil ancang-ancang kuat berjuang melawan kegemukan dengan kesungguhan.

Cara sederhana untuk mengetahuinya dengan menggunakan BMI [Body Mass Indeks] dan mengetahui batas-batas alarm kegemukan. Rumusnya mudah dihitung yaitu:

BMI= BB [Kg]/ TB2[meter]

Rentang BMI ada berbagai versi, tentu kita menggunakan versi orang Indonesia/Asia yaitu:

>BB kurang : < 18,5

>BB normal : 18,5 – 22,9

>BB lebih : 23 – 24,9

>Obesitas I : 25 – 29,9

>Obesitas II : ≥ 30

Berhati-hatilah jika sudah masuk keriteria BB lebih.

Cara menjadi lebih kurus hanya dua cara

Berdasarkan ilmu kedokteran yang ada pada kami saat ini, cara untuk menjadi lebih lebih kurus hanya dua cara yaitu mengurangi kalori yang masuk misalnya mengurangi porsi makan dan yang kedua adalah membuang kalori dan lemak berlebih dengan olahraga misalnya. Selain dua cara ini bisa kita katakan [maaf] “omong kosong”. Seperti iklan yang mengatakan bisa lebih kurus tanpa olahraga dan mengurangi porsi makan. Kecuali jika menggunakan cara kilat yang tidak diperkenankan oleh agama semisal operasi sedot lemak dan sejenisnya.

Berbagai tehnik diet bisa dilakukan, intinya adalah mengurangi porsi kalori yang masuk dengan tetap menjaga pasokan gizi. Umumnya mengurangi nasi atau karbohidrat dan makanan berlemak dengan tetap memakan sumber protein, vitamin dan mineral. Bisa dengan meminum susu atau suplemen produk khusus diet.

Pola makan dari berbagai tehnik diet juga hampir sama, yaitu makan pagi seminimal mungkin atau diganti dengan susu atau suplemen dan buah. Kemudian makan siang makan seperti biasa karena siang kalori dibutuhkan karena aktivitas. Kemudian makan malam juga seminimal mungkin sama seperti makan pagi.

Hati-hati dengan pola diet yang salah yang sering dilakukan dengan cara yang salah misalnya asal saja mengurangi makan. Ini bisa menyebabkan kekurangan gizi, tenaga lemah dan maag atau gastritis bisa kambuh. Hati-hati juga terhadap penurunan berat badan yang langsung turun tiba-tiba dengan drastis, karena tubuh akan kaget dengan perubahan yang tiba-tiba. Penurunan berat badan yang ideal adalah 0,5 kg tiap minggu.

Diet yang sederhana dan murah

Yaitu diet dengan minum air. Sehingga tidak perlu membeli produk khusus diet yang mahal dan membeli buah-buahan setiap hari. Bagaimana caranya? Caranya adalah sebelum makan kita minum air sebanyak mungkin sampai agak kembung. Nanti ada sedikit perasaan dan sensasi kenyang dengan air. Kemudian ketika makan yang kita kurangi hanyalah porsi nasinya saja, sedangkan sayur dan lauk tetap porsinya. Kalau perlu tambah porsi sayur yang mengadung serat sehingga kita tidak cepat merasa lapar. Dengan cara ini kita tidak akan kekurangan gizi. Hanya saja memang akan menyebabkan kita akan terasa lemas pada awal-awalnya. Dan ini bisa di atasi dengan meminum sedikit demi sedikit minuman yang mengandung gula seperti teh.

Diet kombinasi dengan olaharaga agar maksimal

Akan tetapi menjadi kurus hanya dengan diet makanan saja tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Ia sebaiknya dibarengi dengan olahraga membuang kalori. Dengan beberapa alasan:

-jika berta badan turun dengan diet mengurangi makanan saja tanpa olahraga, Maka berat badan cepat juga menjadi naik kembali.

Tubuh sensitif dengan makanan karena ingin mengembalikan ke bentuk semula. Jadi sedikit saja makan berlebih atau pola diet kacau, maka tubuh cepat sekali kembali gemuk. Maka hasil usaha yang lama dan jerih payah hilang dalam waktu yang sebentar.

-kulit terlihat kurang segar.

Karena terjadi seperti perenggangan kulit akibat lebih kurus. Kulit tidak elastis dan tidak terlihat muda.

-kurang terlihat sehat dan bugar

Karena mengurangi porsi makan dan tubuh yang tidak tebiasa olahraga memiliki daya tahan yang kurang jika terjadi proses perubahan tubuh seperti ini.

Dan diet mengurangi makan adalah suatu perjuangan berat dan butuh kesungguhan serta banyak ujian dan godaannya. Maka benar-bebar harus punya tekad yang kuat dan supaya tidak putus asa di tengah perjuangan. Maka ingat-ingatlah ajaran Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” [HR. Muslim: 47. Kitab Al Qodar]

FUTSAL

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk menyempurnakan perjuangan berat melawan kegemukan maka harus dibarengi dengan olahraga. Jika melihat judulnya, maka ini bukan semata-mata futsal adalah satu-satunya olahraga dan satu-satunya olahraga terbaik. Ini hanya sekedar saran dan mewakili sekian banyak olahraga yang juga sama baiknya. Seperti fitnes untuk menjaga kebugaran dan mendapatkan tubuh yang ideal Yang penting olahraganya benar dan tidak melanggar syariat.

Ada beberapa pertimbangan kami menganjurkan futsal sebagai olahraga pilihan, akan tetapi ini belum tentu yang terbaik bagi setiap individu. Pertimbangan tersebut:

-mudah dijangkau.

mengingat beberapa kota bahkan desa sudah ada fasilitas penyewaan tempat futsal yang mulai menjamur. Jika tidak ada, maka bisa menggunakan lapangan kecil atau asal sekedar lapangan untuk bisa bermain bola atau futsal.

Kemudian mengapa tidak bermain bola dilapangan besar? Main bola dilapangan besar agak cukup merepotkan, karena harus cari lapangan yang luas dan membutuhkan banyak orang dan yang terpenting stamina kebanyakan orang tidak mampu berlari dari ujung lapangan ke ujung yang lain. Dan bisa rentan cedera dan luka jika terjatuh, berbeda dengan lapangan futsal.

Sebenarnya olahraga terbaik untuk diet adalah berenang, karena berenang cepat membakar kalori karena semua anggota tubuh bergerak, akan tetapi kolam renang, pantai atau tempat berenang susah di jangkau di beberapa tempat dan kurang aman bagi mata yang menjaga pandangan, karena ikhtilat/bercampur laki-laki dan wanita. Kemudian pakaiannya juga serba minim saat berenang.

-Murah

Tentu saja murah, karena umumnya biaya menyewa lapangan futsal sekitar 75 ribu sampai 150 ribu perjam dan tentu saja sedikit jika dibagi 10-20 orang. Mungkin berkisar 5-10 ribu perorang. Kita jangan mau kalah dengan perokok yang membakar uang dengan jaminan rusaknya paru-paru setiap hari 10-20 ribu. kita demi kesehatan tentu tidak pelit jika seminggu sekali misalnya mengeluarkan 5-10 ribu.

Silahkan bandingkan dengan olahraga yang lainnya

-Sederhana dan tidak rumit

Futsal atau sepakbola adalah olahraga yang peraturannya sederhana dan tidak rumit. Sepertinya aturannya sangat seusai dengan gerakan naluri manusia dalam bergerak dan berolahraga. Jadi siapa saja bisa untuk ikut bermain tanpa ada pelatihan khsusus tertentu. Bisa kita bandingan dengan olahraga yang lain misalnya basket dengan aturan yang cukup banyak, voli dengan tennik memukul bola agar tangan tidak sakit dan berenang yang sangat perlu latihan dasar agar tidak tenggelam.

-Tidak perlu alat macam-macam

Hanya butuh bola dan sepatu. Bola sudah tersedia biasanya di tempat penyewaan. Sedangkan sepatu, jika tidak punya septu khusus futsal, maka setiap orang umumnya punya sepatu kets atau sepetu biasa. main futsal tidak pakai sepatu juga tidak terlalu bermasalah. Jadi benar-benar praktis.

-dimainkan bersama dan menjalin ukhuwah

Permainan dinikmati bersama-sama, dan sesuatu hal dengan kebersamaan terasa lebih nikmat sebagaimana anjuran gama Islam agar jika bisa, makan itu berjamaah. Makan berjamaah lebih terasa nikmat.

Bandingan dengan olahraga yang lain dan harus mengantri seperti badminton atau tenis.

– Hampir disukai banyak orang dan Identik dengan olahraga laki-laki

Kita tidak mungkin tidak terlalu kesulitan mencari teman-teman yang mau diajak bermain futsal. Karena ini adalah olahraga yang cukup populer dan identik dengan olahraga laki-laki yang menunjukan kejantanan. Bahkan ada yang datang hanya sekedar menonton saja, karena suka dengan olaharag ini. Jadi, insya Allah tidak sulit mencari minimal 10 orang untuk bermain futsal.

Saya tidak hobi main futsal?

Apapun jenisnya yang penting olahraga dan bergerak untuk kesehatan tubuh kita, tidak perlu terpaku hanya olahraga futsal saja. Yang terpenting olahraga teratur dan benar serta tidak melanggar syariat, misalnya olahraga futsal maka hendaknya memakai traning panjang atau celana tiga perempat untuk menutup aurat.

Zaman ini olahraga cukup penting untuk menjaga kesehatan

Pola hidup di zaman modern ini kurang baik untuk kesehatan mulai dair makanan junk food dan siap saji yang identik dengan pengawet dan pemanis buatan, kemudian tekanan dan stresor kerja yang menuntut kerja keras, lembur, cepat dan dinamis. Kemudian pola pikir yang menuntut harus berhasil, hasil yang cepat dan mudah putus asa.

Beberapa faktor tersebut menggeser panyakit akibat degeneratif dan penuaan menjadi penyakit akibat pola hidup seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kanker ganas sampai penyakit aneh yang belum pernah ada sebelumnya.

Jadi, olahraga bagi masyarakat di zaman modern cukup penting, karena olahraga seperti sudah kita ketahui bersama sangat banyak manfaatnya, dari melancarkan peredaran darah, menguatkan fungsi organ utama terutama jantung dan paru-paru, serta saat berolahraga kita mengeluarkan hormon endorphin, yaitu hormon antistress.

Dan menjaga kesehatan agar menjadi mukmin yang kuat fisik dan imannya adalah anjuran agama Islam.

عن رفاعة بن رافع قَالَ : (( قَامَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى

فَقَالَ : قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الأَوَّلِ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى

فَقَالَ : “اسْأَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنْ الْعَافِيَةِ” ))

Dari Rifa’ah bin Rafi’ berkata, “Abu Bakar Ash-Shiddiq berdiri di atas mimbar lalu menangis. Kemudian ia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama hijrah berdiri di atas mimbar, lalu menangis, dan bersabda: “Hendaklah kalian memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan/kesehatan. Setelah dikaruniai keyakinan (iman), sesungguhnya seorang hamba tidak diberi karunia yang lebih baik daripada keselamatan/kesehatan.” [HR. Tirmidzi no. 3481, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani]

Yang dimaksud dengan [الْعَافِيَةِ] “afiyah” adalah keselamatan dunia-akhirat, keselamatan dunia yaitu selamat dari penyakit dengan kata lain adalah kesehatan.

Olahraganya orang desa dan ulama

Sebaiknya Jangan kita beralasan dengan orang desa yang jarang berolahraga, tetapi aktifitas mereka sudah berolaharaga, seperti berkuda, mengangkat barang dan aktifitas keseharian yang tidak dimanja dengan remote control atau kendaraan mewah.

Begitu juga jangan beralasan dengan ulama atau para ustadz yang sibuk berdakwah sehingga kesannya tidak sempat berolahraga. Tapi ternyata ada juga ulama dan ustadz yang hobi berolahraga. Akan tetapi mereka yang dekat dengan rabb-nya, menjaga kesehatan dengan sebab syar’i yaitu mereka umumnya bisa lebih menjaga tubuh mereka dari maksiat maka Allah menjaga tubuh mereka dari penyakit dan kelemahan. Sebagaimana hadist,

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” [HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1/303. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Maka salah satu bentuk penjagaan Allah, jika kita menjaga diri dari maksiat kepada-Nya adalah penjagaan kesehatan.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata menjelaskan hadist ini,

كان بعض العلماء قد جاوز المائة سنة وهو ممتع بقوته وعقله،

فوثب يوما وثبة شديدة، فعوتب في ذلك،

فقال: هذه جوارح حفظناها عن المعاصي في الصغر، فحفظها الله علينا في الكبر.

وعكس هذا أن بعض السلف رأى شيخا يسأل الناس

فقال: إن هذا ضعيف ضيع الله في صغره، فضيعه الله في كبره

“Sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu, mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Ada seorang ulama yang pernah melompat dengan lompatan yang sangat jauh. Kemudian ia diperingati dengan lembut. maka Ulama tersebut mengatakan,

“Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. maka, Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.”

Namun sebaliknya, ada yang melihat seorang sudah jompo/ dan biasa mengemis pada manusia. Maka ia berkata,

“Ini adalah orang lemah yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.”[Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 249, Darul Aqidah, cet. Ke-1, 142 H]

Pola olahraga yang benar dan yang salah

Olahraga sebaiknya dilakukan dengan rutin dan teratur. Teori idealnya olahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Namun ini bukan sesuatu yang mutlak, yang bagus adalah yang teratur dan istiqamah. Sebagaimana jika beramal juga harus istiqamah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus [istiqomah] walaupun itu sedikit.” [HR. Muslim no. 783]

Dan pola yang salah adalah misalnya olahraga hari ini, tiga hari kemudian olahraga, kemudian 2 minggu lagi olaharaga kemudian satu bulan lagi olahraga dan tiga hari lagi olahraga. Artinya tidak teratur waktunya. Ini kurang baik bagi tubuh.

Cukupkah “olahraga” di rumah bersama istri?

Olahraga ini teorinya memang cukup menghabiskan energi, terutama jika mencapai puncaknya. Katanya, sama dengan bermain tenis meja ganda satu set. Akan tetapi “olahraga” ini cukup berbeda dengan olahraga yang asli. Karena tidak semua anggota tubuh bergerak sempurna seperti berlari, kemudian belum tentu mencapai puncak karena berbagai faktor, kemudian bagi yang sudah mempunyai anak, dua misalnya, maka agak susah dilakukan dengan bebas.

Malas berolahraga?

Memang pola hidup yang kurang baik tidak akan terasa dampaknya ketika masih muda, akan tetapi dampak pola hidup tersebut baru terasa mulai menginjak usia tua. Bisa berupa kelemahan atau penyakit. Sehingga membuat orang semakin agak malas berolahraga. Mungkin dengan sering-sering membaca doa ini, Insya Allah akan bermanfaat, sesuai dengan pembahasan kita,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahanrasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” [HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706]

UKHUWAH

Yang dimaksud tentu ukhuwah islamiyah. Yaitu bersaudara karena keimanan yang sama. Dan terkait dengan waktu berolahraga yang dianjurkan yaitu rutin dan teratur misalnya seminggu sekali dan olaharaga yang dipilh adalah futsal yang melibatkan cukup banyak orang, maka hal positif yang bisa juga kita dapat adalah kita bisa mempererat ukhuwah dan lebih menjalin silaturahmi [Silaturahmi yang dimaksud di sini adalah apa yang dipahami dalam bahasa Indonesia]. Mengapa demikian? Karena:

-bertemu rutin akan memperat silaturahmi dan persahabatan.

Tidak jarang teman satu kantor tapi bisa jadi tidak pernah bertemu lama karena beda penempatan, begitu juga dengan teman-teman kajian saudara seiman, terkadang jarang kita bisa bertemu dengan mereka. Padahal berkumpul dengan orang-orang yang shalih dan istiqamah adalah jalan istiqamah paling ampuh.

-bertemu saat main futsal atau berolahraga suasananya lebih santai dan akrab

Berbeda jika bertemu di kantor atau di majelis ilmu yang terkadang suasananya agak serius dan kurang cair suasananya.

-tidak ada perbedaan status yang jauh

Bos dengan bawahan bermain bersama, ustadz dengan santri bermain bersama sehingga menimbulkan keakraban. Sudah bukan zamannya lagi, jika bos atau guru harus sanggar, seram dan dipatuhi. Tetapi harus bersahaja, ramah tetapi disegani. Bermain futsal dan berolahraga bersama bisa mewujudkan hal tersebut.

-ketika bermain futsal terkadang ada antrian tim bermain.

Maka di saat tersebut, bisa digunakan untuk berbincang-bincang ringan masalah kantor atau masalah dakwah. Dan suasana yang santai terkadang membawa banyak ide dan solusi mengenai berbagai masalah.

Oleh karena itu, sebaikya setiap instansi atau kantor atau sekolah atau mejelis pengajian mempunyai jadwal rutin fusal atau jadwal rutin berolahraga. Agar ukhuwah dan silaturahmi lebih terjaga demi kebaikan bersama.

Tentu menjaga ukhuwah dan silaturahmi merupakan ajaran agama Islam yang mulia dan sempurna. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya kaum beriman itu bersaudara”. [Al-Hujurat :10]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Ruh-ruh manusia adalah pasukan yang besar. Selagi ruh-ruh itu saling mengenal, maka mereka akan bersatu padu. Dan selagi ruh-ruh itu saling mengingkari, maka mereka akan berselisih.” [HR Muslim]

Demikian yang dapat kami jabarkan semoga bermanfaat bagi kita semua.

wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

8 Muharram 1433 H, Bertepatan 4 Desember 2011

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

sumber : https://muslimafiyah.com/laki-laki-suami-gemuk-futsal-dan-ukhuwah.html

Setiap Penyakit Pasti Ada Obatnya

Satu hal yang dapat memotivasi kita untuk terus berusaha mencari kesembuhan, adalah adanya jaminan dari Allah Ta’ala bahwa seluruh penyakit yang menimpa seorang hamba pasti ada obatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“ Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut ” (H.R. Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh jenis penyakit, memiliki obat yang dapat digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, ataupun untuk meringankan penyakit tersebut. Hadits ini juga mengandung dorongan untuk mempelajari pengobatan penyakit-penyakit badan sebagaimana kita mempelajari obat untuk penyakit-penyakit hati. Karena Allah Ta’ala telah menjelaskan kepada kita bahwa seluruh jenis penyakit memiliki obat, sehingga kita hendaknya berusaha mempelajari dan kemudian mempraktikkannya.

Selain itu, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ

“ Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah ” (H.R. Muslim).

Maksud hadits tersebut adalah, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya, dan waktunya sesuai dengan yang ditentukan oelh Allah, maka dengan seizin-Nya orang sakit tersebut akan sembuh. Dan Allah akan mengajarkan pengobatan tersebut kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“ Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya. Ada yang tahu, dan ada juga yang tidak tahu “ (H.R. Ahmad, shahih)

Ungkapan Rasulullah, “Untuk setiap penyakit ada obatnya...” memberikan penguatan jiwa kepada orang sakit serta dokter yang merawatnya. Dan juga memberikan dorongan untuk mencari obat dan mempelajarinya. Karena, kalau orang sakit meyakini bahwa ada obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya, maka terbukalah pintu harapan baginya dan hilanglah keputusasaan dari dalam dirinya. Ketika semangat seperti ini sudah meningkat, maka daya tahan tubuh yang mendukung tubuhnya juga akan meningkat sehingga mampu mengatasi, bahakn menolak penyakit. Demikian juga bagi si dokter sendiri, kalau ia sudah meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya, maka ia juga terus mencari obat dari suatu penyakit dan akan terus melakukan penelitian.

Berdasarkan penjelasan Rasulullah dalam hadits di atas, maka apabila saat ini tidak ada obat yang mampu menyembuhkan suatu penyakit, bukan berarti bahwa penyakit tersebut tidak ada obatnya. Akan tetapi, hal itu terjadi karena ilmu pengetahuan manusia yang belum mampu menemukan dan mengungkap obat dari penyakit tersebut. Karena memang demikianlah ilmu manusia, secanggih apapun ilmu kedokteran modern saat ini, hal itu sangat amat kecil dibandingkan dengan ilmu Allah Ta’ala yang sangat luas dan meliputi segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُوتِيتُم مِّن الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

“ Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit ” (Al Isra’:85).

Diambil dari buku “Ke Mana Seharusnya Anda Berobat?” hal 25-27, penerbit Wacana Ilmiah Press,  karya dr. Muhammad Saifuddin Hakim *

*****

* dr. Muhammad Saifuddin Hakim merupakan salah satu Dewan Redaksi Majalah Kesehatan Muslim. Beliau adalah alumni Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh studi S2 di Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda.

sumber: https://kesehatanmuslim.com/setiap-penyakit-ada-obatnya/

Yuk pakai masker

Bismillah

Mari kita patuhi himbauan ini,sebagai ikhtiar kita yang merupakan bentuk tawakal kita kepada Allah Subhanahuwataala

——-

Pemerintah RI: Mulai Hari Ini Semua Harus Menggunakan Masker

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Jakarta –
Mengikuti rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, Pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan masker meski tidak sedang sakit. Masker kain lebih disarankan.
“Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Minggu (5/4/2020).

Yuri mengingatkan, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis. Untuk sehari-hari, lebih disarankan pakai masker kain.Saran ini terkait dengan adanya beberapa kasus infeksi virus corona COVID-19 tanpa gejala yang juga menjadi sumber penyebaran penyakit. Karenanya, dianjurkan untuk semua pakai masker saat keluar rumah.

Bagi yang menggunakan masker kain, disarankan untuk tidak memakainya lebih dari 4 jam. Setelah itu, masker kain bisa dicuci dengan direndam air sabun.

repost: FP Dokter Indonesia Bertauhid

Inilah Tips Berhenti Merokok

Ada beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sebagai catatan, yang Anda lakukan adalah berhenti merokok, bukan mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi. Orang-orang yang berusaha berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok biasanya justru sulit berhenti dan akan kembali ke kebiasaan semula. Jadi, berhentilah merokok!

Lakukan langkah-langkah T-A-S-K berikut ini

T : Tetapkan tanggal berapa Anda akan berhenti merokok. Tentu lebih cepat, atau bahkan mulai sekarang, lebih baik.

A : Atasi dan lawan tantangan berhenti merokok. Mengubah kebiasaan tentu butuh perjuangan. Apalagi rokok memang membuat pemakainya “kecanduan”. Belum lagi adanya kemungkinan nyinyiran perokok lain yang menyurutkan semangat Anda. Anda harus menghadapi kondisi ini. InsyaAllah beberapa waktu saja.

S : Sampaikan kepada keluarga dan kawan-kawan Anda bahwa Anda berhenti merokok. Mintalah dukungan mereka.

K : Kondisikan lingkungan untuk berhenti merokok. Singkirkan asbak, korek, dan tentu saja rokok, dari rumah Anda. Jika tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari kerumunan orang yang merokok.

Referensi : WHO 2014, A guide for tobacco users to quit.

sumber: https://web.facebook.com/MajalahKesehatanMuslim

Atasi flu tanpa obat? InsyaAllah bisa

Pada musim penghujan, seringkali tubuh kita jadi lebih terserang flu. Kalau malas minum obat, sebenarnya flu bisa disembuhkan dengan cara-cara sederhana seperti di bawah ini:

1⃣ Peningkatan asupan cairan dengan banyak minum air, teh, sari buah. Asupan cairan dapat mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam.

2⃣ Istirahat yang cukup.

3⃣ Makan makanan bergizi yaitu makanan dengan kalori dan protein tinggi yang akan menambah daya tahan tubuh. Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin.

4⃣ Mandi dengan air hangat dan berkumur dengan air garam.

Nah itulah beberapa cara mengusir flu tanpa harus minum obat.

Sumber: Pusat Informasi Obat Nasional Badan-POM

repost dari: KesehatanMuslim.com

Apa Jenis Makanan dan Pola Makan Sesuai Anjuran Islam?

Jenis Makanan dan Pola Makan Sesuai Kebiasaan Kaumnya

Cukup banyak kaum muslimin yang bertanya-tanya apakah jenis makanan dan pola makan yang menjadi anjuran agama Islam? Apakah harus makan jenis makan tertentu? ataukah harus makan beberapa kali sehari? Ataukan ada waktu dan jam-jam khusus untuk makan tertentu?

Jawabannya: secara umum, jenis makanan dan pola makan adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya selama tidak menimbulkan bahaya dan melanggar syariat, bahkan ada sebagian ulama yang menjelaskan bahwa disunnahkan memakan jenis makanan apa yang ada dan mudah didapatkan di negerinya/kaumnya. Inilah secara umumnya.

Menyikapi Anjuran Khusus dalam Syariat Islam

Memang ada anjuran secara khusus, misalnya sunnah makan kurma (ajwah) 7 buah di pagi hari agar terhindar dari sihir, akan tetapi bukan berarti kita mengganti jenis makan dan pola makan dari kebiasaan kaum kita. Secara kesehatan ada juga jenis makanan khusus untuk tujuan tertentu, misalnya untuk diet khusus untuk menurunkan berat badan, diet khusus untuk penyakit ini, akan tetapi untuk menjadi pola hidup maka makanan itu disesuaikan dengan kebiasan setempat (kearifan lokal) sesuai dengan bimbingan para ahli kesehatan terutama ahli gizi.

Kami buat contoh, apabila masyakarat indonesia biasa makan nasi sejak kecil dan terpapar nasi dari kecil, maka itulah makanan kebiasaan kaumnya. Hendaknya tidak diganti makan nasi dengan makan kurma (apalagi berkeyakinan kurma itu sunnah, ini tidak tepat). Apabila kita berbicara hukumnya, makan kurma itu hukumnya mubah, yang sunnah adalah apabila makan kurma sesuai dengan anjuran hadits semisal makan kurma ketika berbuka puasa atau ketika makan sahur. Secara kesehatan, kementerian kesehatan Indonesia juga telah mengeluarkan saran makan dengan program “piring makanku”, yaitu satu piring makan dibagi menjadi porsi karbohidrat, protein dan sayur sesuai aturan.

Jadi, jenis dan pola makan kita tetap sesuai dengan kebiasaan kaum kita selama ini dan hal ini tidak bertentangan melaksanakan sunnah-sunnah terkait makanan. Misalnya makan sahur dan berbuka pakai nasi, kemudian kita juga makan kurma untuk menerapkan sunnah makan sahur dengan kurma, demikian juga berbuka dengan kurma setelah itu makan nasi.

Dalil Terkait Jenis Makanan dan Pola Makan

Dalil yang menunjukkan bahwa jenis dan pola makan kita sesuai dengan kebiasaan kaumnya adalah hadits ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditawarkan makanan “dhab” yaitu sejenis kadal gurun yang halal, tetapi beliau menolak memakannya karena itu bukanlah makanan kaumnya. Beliau menolak bukan karena haramnya, tetapi bukan makanan kebiasaan kaumnya.

Perhatikan hadits berikut dari Ibnu Abbas, beliau berkata,

أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا فَقَدَّمَتِ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَنِ الضَّبِّ فَقَالَ خَاالِدٌ: أَحْرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ» قَالَ خَالِدٌ: فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيّ

“Khalid bin Al-Walid  mengabarkan kepada beliau bahwasanya beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Maimunah (istri Nabi) dan Maimunah adalah bibiknya Khalid dan juga bibiknya Ibnu Abbas. Maka Khalid mendapati ada dhab(semacam hewan bebentuk iguana-pen) yang dipanggang (di atas batu panas). Lalu Dhab tersebutpun dihidangkan kepada Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam. Nabi pun mengangkat tangannya tidak menyentuh dhab. Maka Khalid bertanya, “Apakah dhabitu haram wahai Rasulullah?’. Nabi berkata, “Tidak, akan tetapi dhabtidak ada di kampung kaumku, maka aku mendapati diriku tidak menyukainya”. Khalid berkata, “Akupun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hanya memandang kepadaku” [HR Al-Bukhari no 5391]

Dalam riwayat Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan itu bukanlah jenis makanan beliau,

كُلُوا فَإِنَّهُ حَلَالٌ وَلَكِنَّهُ لَيْسَ مِنْ طَعَامِي

“Makanlah oleh kalian, karena sesungguhnya daging ini halal. Akan tetapi bukan dari makananku” [HR. Muslim no. 3608]

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhab karena tidak terbiasa makan dhab dan bukan termasuk makanan kaumnya. Beliau berkata,

وفي هذا كله بيان سبب ترك النبي صلى الله عليه وسلم وأنه بسبب أنه ما اعتاده

“Dalam hadits ini semuanya terdapat penjelasan sebab Nabis shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan makan dhabt karena beliau tidak terbiasa memakan dhab.” [Fathul Bari 9/580]

Ibnu Taimiyyah menjelaskan dari hadits ini, bahwa disunnahkan makan dan berpakaian sesuai dengan kebiasaan kaumnya dan negerinya, beliau berkata,

فَسُنَّتُهُ فِي ذَلِكَ تَقْتَضِي أَنْ يَلْبَسَ الرَّجُلُ وَيَطْعَمَ مِمَّا يَسَّرَهُ اللَّهُ بِبَلَدِهِ مِنْ الطَّعَامِ وَاللِّبَاسِ . وَهَذَا يَتَنَوَّعُ بِتَنَوُّعِ الْأَمْصَارِ

“Sunnah dalam hal ini adalah hendaknya seseorang memakai pakaian dan memakan apa yang telah Allah mudahkan (tersedia) di negerinya/kaumnya berupa makanan dan pakaian. Hal ini berbeda-beda seusai dengan (keadaan) negerinya.” [Majmu’ fatawa 22/310]

Ibnu At-Tiin menjelaskan bahwa karena Rasulullah shallalahu ‘alaihi merasa tidak berselera (agak mual) dengan dhab. Beliau berkata,

وَكَانَ هُوَ صلى الله عليه وسلم قَدْ يَعَافُ بَعْضَ الشَّيْءِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang merasa mual dengan sebagian makanan (dhab ini).” [Fathul baari 9/534]

Tidak Perlu Memaksa Mengganti Makanan Pokok

Jadi makanan tersebut adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya dan apabila kita tidak suka dan tidak, maka tidak bisa dipaksakan. Tidak harus kita mengganti jenis makanan pokok dengan kurma, mengganti makan nasi dengan nasi mandi atau nasi briyani (bisa jadi orang Indonesia mual apabila setiap hari makan nasi ini). Jadi tidak tepat apabila mengatakan sunnahnya adalah mengganti nasi dengan kurma sebagai makanan pokok karena makan kurma adalah sunnah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjadi hukum asal apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka berupa makanan, minuman dan pakaian adalah sebuah adat/perangai sebagai seorang manusia yang hukumnya mubah. Beliau berkata:

وبهذا يتبين أن ما أحبّه صلى الله عليه وسلم من الأطعمة أو الأشربة أو الألبسة ونحو ذلك ، الأصل فيه أنه من العادات التي تفعل بمقتضى البشرية ، ولا يراد بها التشريع ، ككونه يحب الدباء ، ويعاف الضب ، ويلبس العمامة والرداء والإزار والقميص ، ما لم يدل دليل على التشريع

“Oleh karena itu jelas bahwa apa yang disukai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa makanan, minuman, pakaian dan lain-lain maka hukum asalnya adalah perkara adat/perangai sebagai seorang manusia. Bukanlah dimaksudnya untuk menjadi syariat ibadah (tasryi’). Misalnya beliau suka labu dan tidak suka dhabb (seperti biawak padang pasir), misalnya juga memakai ‘imaamah (penutup kepala), baju, kain bawahan, gamis dan lain-lain selama tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa itu disyariatkan.” [https://islamqa.info/ar/answers/149523]

Ibnu hajar Al-Asqalani juga menjelaskan bahwa terkadang obat-obatan dosisnya berbeda sesuai dengan jenis makanan yang menjadi kebiasaan mereka, beliau berkata

فقد اتفق الأطباء على أن المرض الواحد يختلف علاجه باختلاف السن والعادة والزمان والغذاء المألوف والتدبير وقوة الطبيعة…لأن الدواء يجب أن يكون له مقدار وكمية بحسب الداء إن قصر عنه لم يدفعه بالكلية وإن جاوزه أو هي القوة وأحدث ضررا آخر

“Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan suatu penyakit berbeda-beda, sesuai dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu, jenis makanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan dan daya tahan fisik…karena obat harus sesuai kadar dan jumlahnya dengan penyakit, jika dosisnya berkurang maka tidak bisa menyembuhkan dengan total dan jika dosisnya berlebih dapat menimbulkan bahaya yang lain.”[Fathul Baari  10/169-170, Darul Ma’rifah]

Silakan Makan Apa Saja Asalkan Halal dan Thayyib

Kami perlu tekankan kembali dari urusan jenis makanan dan pola makanan adalah sesuai dengan kebiasaan kaumnya. Ajaran islam mengajarkan silahkan makan apa saja asalkan halal dan thayyib dan inti utamanya adalah TIDAK berlebihan.

Allah berfirman,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini,

قال بعض السلف : جمع الله الطب كله في نصف آية : ( وكلوا واشربوا ولا تسرفوا )

“Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir 3/384, Dar Thaybah]

Catatan Agar Hidup Sehat

Agar bisa hidup sehat, kita tidak hanya memperhatikan makanan tetapi perhatikan juga olahraga dan gerak. Sebagian orang hanya fokus ke diet saja tetapi tidak pernah olahraga dan bergerak. Orang dahulu mereka makan dengan pola kebiasaan kaumnya (makan nasi dan sarapan pagi) dan banyak bergerak serta berolahraga sehingga mereka tetap sehat.

 

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau seribu masjid

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Artikel http://www.muslim.or.id

Pemuraja’ah: Ustadz Abul Jauzaa’ Dony Arif Wibowo

sumber: https://muslim.or.id/52524-apa-jenis-makanan-dan-pola-makan-sesuai-anjuran-islam.html

Suplementasi Zat Besi pada Anak Usia 6 Bulan sampai 2 Tahun

ASI eksklusif tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berusia lebih dari 6 bulan. Salah satu kebutuhan mikronutrisi yang tidak dapat dipenuhi dengan ASI pada usia tersebut ialah zat besi.

Prevalensi defisiensi besi pada bayi berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI adalah 6%, dan meningkat menjadi 65% pada usia 9-12 bulan.

Kekurangan zat besi dengan atau tanpa anemia, terutama yang berlangsung lama dan terjadi pada usia 0-2 tahun dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Hal ini dapat mengganggu perkembangan otak serta mekanisme pertahanan tubuh. Efeknya dapat berlanjut hingga kehidupan di masa mendatang.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi kuat pemberian suplemen zat besi sebesar 2mg elemental zat besi/kgBB/hari untuk anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Pemberian zat besi dilakukan satu kali sehari.

Catatan : pada multivitamin atau suplemen zat besi yang dijual di pasaran terdapat informasi kandungan elemen zat besi. Jadi, orang tua tidak perlu bingung mengenai dosis zat besi yang dibutuhkan.

Contoh:
– Sirup Drop merk X mengandung 8mg elemen zat besi per ml. Jika berat badan anak 6 kg, dibutuhkan 12mg elemen zat besi. Jadi dibutuhkan 1,5ml setiap hari.
– Sirup merk Y mengadung 15mg zat besi setiap 1 sendok takar (5ml) sirup. Jadi dosis tersebut tepat diberikan untuk anak dengan berat badan 7,5 kg.

Sumber : Gatot, D, Idjradinata, P, Abdulsalam, M, Lubis, B, Soedjatmiko, Hendarto, A et al. 2011, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia – Suplementasi Besi untuk Anak, Jakarta: IDAI.


repost dari: https://kesehatanmuslim.com