[Kitabut Tauhid] 55. Keutamaan memurnikan tauhid 20

catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tawâdhu’ merupakan lawan dari kesombongan. Yaitu seseorang tidak melihat dirinya lebih mulia dibandingkan saudara-saudaranya sesama orang-orang beriman.

Tawâdhu’ memiliki banyak keutamaan, diantaranya :

  1. Merealisasikan perintah Allâh -‘Azza wa Jalla- agar hamba-hamba-Nya memiliki sifat Tawâdhu’.
  2. Sebab kemuliaan dan ditinggikannya derajat disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- dan hamba-hamba-Nya.
  3. Sifat Para Nabi dan Rasul, juga sebab sifat adil dan dicintai di tengah-tengah manusia.
  4. Sifat calon penghuni surga dari kalangan hamba-hamba Allâh -‘Azza wa Jalla- yang bertaqwa.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 20. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 54. Keutamaan memurnikan tauhid 19

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Salaf adalah orang-orang yang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati). Mereka jauh dari sifat riya (pamer dan bangga dengan amal shalihnya). Mereka tidak suka dipuji dengan sebab kebaikan-kebaikan yang pada diri-diri mereka. Dan khawatir kalau orang-orang menilai mereka lebih baik dari keadaan yang sebenarnya.

Hakikatnya pujian adalah ujian, maka berhati-hatilah terhadapnya. Berlindunglah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dari akibat buruk pujian manusia. Hendaknya seseorang ketika melakukan kebaikan niatnya adalah untuk mendapatkan ridha Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, bukan karena mengaharap sanjungan manusia. Kemudian juga janganlah seseorang itu memuji orang lain kecuali dalam batasan-batasan yang diizinkan Syariat.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 19. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 53. Keutamaan memurnikan tauhid 18

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Ada dua ilmu yang mempelajari tentang perbintangan (ilmu nujum) yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yiir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsiir).

Yang terlarang untuk dipelajari dan diyakini adalah ilmu astrologi. Yaitu ilmu nujum yang meyakini bahwa bintang-bintang mempunyai pengaruh terhadap keadaan alam semesta. Ilmu ini termasuk kesyirikan dan bagian dari ilmu sihir.  

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 18. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 52. Keutamaan memurnikan tauhid 17

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- menciptakan bintang-bintang untuk 3 (tiga) hal :

  1. Perhiasan langit.
  2. Penunjuk arah.
  3. Pelontar setan.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 17. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 51. Keutamaan memurnikan tauhid 16

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara sarana yang bermanfaat untuk membebaskan seseorang dari pengaruh baruk ‘ain adalah :

  1. Bersabar atas musibah yang menimpanya, dan meyakini bahwa semuanya terjadi dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Bertawakkal hanya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dan meyakini bahwa satu-satunya yang bisa menyembuhkan hanyalah Allâh -‘Azza wa Jalla- 
  3. Mandi dengan air bekas mandi orang yang menyebabkan ‘ain.
  4. Mandi dengan air bekas wudhu orang yang menyebabkan ‘ain.
  5. Ruqyah Syar’iyyah.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 16. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 50. Keutamaan memurnikan tauhid 15

catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB, quis pekanan akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya 🙏


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Ain bisa menimpa benda mati dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dan ‘ain menimbulkan mudharat kepada yang objeknya dalam bentuk yang berbeda-beda.

Diantara sarana yang bermanfaat untuk mencegah ‘ain adalah :

  1. Menghindari sikap suka pamer kenikmatan, dan menghiasi diri dengan sifat tawadhu‘ (rendah hati). 
  2. Memperbesar tawakkal kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Meyakini tidak ada yang bisa memberi manfaat dan menimpakan mudharat kecuali dengan Allâh -‘Azza wa Jalla-. 
  3. Memperbanyak dzikir kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Terkhusus dzikir-dzikir perlindungan diri dari kejelekan makhluq-makhluq-Nya. Diantaranya dzikir-dzikir pagi dan petang, serta dzikir-dzikir amalan harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir naik kendaraan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.

Dan agar tidak menimpakan ‘ain kepada orang lain adalah dengan mendoakan keberkahan untuk sesuatu yang Kita ta’jub kepadanya dan menghindari hasad (iri, dengki) kepada orang lain.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 15. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 49. Keutamaan memurnikan tauhid 14

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Ain adalah : Seorang yang memandang, (kemudian pandangannya tersebut) menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya. ‘Ain itu benar-benar ada dan terjadi dengan izin Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Asalnya ‘ain itu dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. ’Ain juga dapat terjadi bersama rasa takjub walau tanpa adanya sifat iri, walau dari orang yang mencintai dan dari seorang yang shalih (tanpa disengaja).

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 14. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 48. Keutamaan memurnikan tauhid 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tawakkal kepada Allâh –‘Azza wa Jalla- memiliki banyak keutamaan, baik berupa mashlahat dunia maupun mashlahat akhirat. Diantaranya :

  1. Salah satu sifat utama orang-orang beriman.
  2. Salah satu debab utama mendapatkan kecukupan.
  3. Diantara sebab kebaikan dunia dan akhirat.
  4. Salah satu sebab mendapat pertolongan Allâh –‘Azza wa Jalla- atas musuh-musuh-Nya.
  5. Salah satu sebab bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.                                                                  
  6. Benteng dari kesyirikan dan kafarah dari taththayyur.
  7. Diantara sebab yang memasukkan ke Surga.
  8. Mendatangkan ketenangan dalam hati.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 13. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 47. Keutamaan memurnikan tauhid 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Hakikat tawakal adalah kejujuran penyandaran hati kepada Allâh –‘Azza wa Jalla- dalam meminta kemaslahatan dan menolak kemudharatan dalam urusan dunia dan akhirat seluruhnya. Menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya. Serta mengimani bahwa tidak ada yang mampu memberi, menghalangi, memberikan mudharat dan manfaat selain-Nya. Dan ini merupkan salah satu penyempurna Tauhid seorang hamba.

Tawakkal bukan berarti meniadakan usaha. Bahkan usaha merupakan syarat dari tawakkal. Itu artinya tidak ada tawakkal bagi orang yang belum melakukan usaha dan dia dusta dalam tawakkalnya. Kedua hal tersebut (usaha dan tawakkal) harus beriringan, tidak boleh seseorang bersandar kepada Allâh –‘Azza wa Jalla tanpa ada usaha, atau kebalikannya melakukan usaha tanpa menyandarkan hati kepada Allâh –‘Azza wa Jalla-. 

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 12. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Kitabut Tauhid] 46. Keutamaan memurnikan tauhid 11

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kay adalah adalah menempelkan (membakar) dengan besi panas (pada daerah yang sakit atau terluka) atau sejenisnya. Kay diperbolehkan untuk penyembuhan, bukan pencegahan. Tetapi hendaknya dijadikan sebagai alternatif terakhir.

selanjutnya kita akan mempelajari Keutamaan memurnikan tauhid 11. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.