Jangan Biarkan Kemungkaran Merajalela

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ، ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ». رواه الترمذي، وَقَالَ: «حديث حسن». [الترمذي (2169)، وحسنه الألباني في صحيح سنن الترمذي (2169)].

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:  

_”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar. Jika tidak, maka hampir saja Allah menurunkan azab dari sisi-Nya kepada kalian. Kemudian kalian berdoa kepada-Nya, namun doa kalian tidak dikabulkan.”_ HR. At-Tirmidzi, beliau berkata: “Hadits hasan”. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam _Shahih Sunan At-Tirmidzi_ (2169).

Pelajaran penting dari hadits ini

1. Bolehnya bersumpah tanpa diminta terlebih dahulu

Ini menunjukkan betapa pentingnya perkara yang disampaikan.

2. Menegaskan wajibnya amar ma’ruf nahi munkar

Kewajiban ini dikuatkan dengan sumpah, huruf lam, dan nun taukid yang menunjukkan penekanan yang sangat kuat.

3. Peringatan dan ancaman jika meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar

Meninggalkan kewajiban ini adalah salah satu sebab turunnya azab. Bentuk azabnya bisa berupa kezhaliman penguasa, dikuasainya kaum muslimin oleh musuh, atau bentuk azab lainnya. 

Keadaan ini seperti penyakit dan wabah yang menyebar luas, sampai para dokter pun kewalahan mengobatinya. Akibatnya bisa terjadi banyak kematian, dan doa-doa mereka tidak dikabulkan untuk menolak bala tersebut.

4. Menyebarnya kemungkaran dan tidak adanya pengingkaran adalah penghalang terkabulnya doa

[Referensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal 174]

 Wallohu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Nurhadi Nugroho hafidzhohulloh

sumber: https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-193-jangan-biarkan-mungkar-merajalela/