١٨١- فَالأَوَّلُ: عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «الدِّينُ النَّصِيحَةُ» قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: «لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ. [مسلم (٥٥)]
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Beliau menjawab: “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk seluruh kaum muslimin.” HR. Muslim
Pelajaran Penting Dari Hadits ini:
1. Pentingnya nasihat dan kedudukannya yang agung dalam agama
Sampai-sampai Nabi ﷺ menjadikan nasihat sebagai inti agama itu sendiri. Ini menunjukkan betapa luas cakupan nasihat.
2. Semangatnya para sahabat dalam menuntut ilmu
Mereka tidak membiarkan sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk dipahami kecuali mereka tanyakan kepada Nabi ﷺ.
3. Wajibnya memberi nasihat kepada pemimpin kaum muslimin dan para ulama secara khusus
Hadits ini juga memberi isyarat bahwa masyarakat muslim dan negara Islam harus memiliki pemimpin yang mengatur mereka dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ.
4. Mendahulukan yang paling penting
Nabi ﷺ memulai dengan “nasihat untuk Allah”, lalu untuk Kitab-Nya yang mulia, lalu untuk Rasul-Nya yang mulia ﷺ, lalu untuk para pemimpin kaum muslimin, kemudian untuk seluruh kaum muslimin. Ini menunjukkan metode pengajaran Rasulullah ﷺ yang baik: beliau menyebutkan sesuatu secara global, lalu merincinya.
5. Siapa yang lalai memberi nasihat padahal dia mampu
Jika dia meninggalkannya tanpa udzur, maka itu akan menyebabkan kekurangan dalam agamanya.
6. Bantahan bagi orang yang berkata: “Agama itu hanya ibadah saja” atau “Agama itu hanya muamalah saja”
Hadits ini menjadi dalil bahwa agama mencakup akidah, ibadah, muamalah, dan sistem hidup yang sempurna.
Perkataan Ibnu Baththol:
“Ini menunjukkan bahwa nasihat disebut sebagai agama dan Islam, dan bahwa kata ‘agama’ itu mencakup amalan, sebagaimana juga mencakup ucapan.”
[Referensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal 163 – 164]
Wallohu a’lam
Ditulis oleh Ustadz : Nurhadi Nugroho
sumber : https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-181-kenapa-agama-disebut-nasehat/