Bagaimana Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Kita?

Memiliki anak merupakan impian serta tujuan dari pernikahan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi orang tua untuk mendidik mereka dengan baik dan penuh kasih sayang. Akan tetapi, terkadang orang tua tidak menyadari kesalahan mereka dalam mendidik anak. Salah satunya, anak memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Mengapa anak bisa memiliki kepercayaan diri yang rendah? Bagaimana cara orang tua memperbaikinya? Mari simak sedikit pembahasan yang diuraikan dari kitab Tanshi’at al-Fatat al-Muslimah oleh Hanan ‘Atiyah at-Tori al-Juhani.

Kapan anak mulai membentuk perilaku?

Ketika usia dua tahun, anak memulai membentuk perilaku mereka terhadap dunia di sekitarnya. Beberapa psikolog berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan salah satu karakter yang dibentuk pada usia ini, tergantung pada bentuk pendidikan dari orang tua dan keadaan lingkungan sekitarnya.

Pada tahapan ini, anak akan menampakkan perkembangan pada kemandiriannya, seperti keinginan untuk berbicara, berjalan, maupun bermain. Semua hal ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhannya untuk membangun keyakinan pada diri sendiri melalui kemandiriannya. Hal ini mengkonfirmasi bahwa perkembangan kedewasaan seseorang dapat dimulai dengan menghormati individualitas seorang anak dan mengembangkannya.

Anak-anak cenderung sensitif, irasional, dan mudah terpengaruh. Maka, membangun kepercayaan diri merupakan salah satu tahapan dalam membangun karakternya nanti.

Sebab rendahnya kepercayaan diri

Beberapa anak tumbuh dengan rendahnya rasa kepercayaan diri sehingga mereka tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, baik pada perkara yang rumit maupun sederhana. Mereka jarang mengambil inisiatif dan sering kali menunggu perintah dari orang lain.

Ketika mereka menghadapi suatu masalah, mereka akan merasa sulit untuk mengambil suatu keputusan dan terkadang menghindar dari permasalahan tersebut dan menangis. Perilaku ini sebagian besar disebabkan karena pendidikan dari orang tuanya, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, orang tua terlalu banyak mengontrol, baik dalam perihal kecil maupun perihal besar. Hal ini membuat anak kehilangan spontanitas mereka dan kehilangan kepercayaan diri dalam melakukan suatu aktivitas. Anak akan menunggu seseorang untuk mengoreksinya dan meyakinkan mereka jika apa yang mereka perbuat sudah benar.

Kedua, orang tua menyalahkan dan mengkritik segala hal yang anak lakukan. Sehingga anak disalahkan dan ditegur lebih dari yang seharusnya pada saat mereka mengharapkan pujian atas usahanya. Hal ini menghancurkan motivasi anak untuk bertindak atau berkompetisi dalam melakukan sesuatu.

Ketiga, orang tua tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk berbicara, baik di depan orang tua maupun orang lain. Orang tua terkadang takut jika mereka berbicara yang macam-macam. Sehingga orang tua terlalu mengatur apa yang boleh anak sampaikan ke orang lain.

Keempat, orang tua memberikan peringatan kepada anak tentang bahaya yang terlalu banyak, sehingga anak berpikir yang terburuk dan berpikir bahwa mereka selalu berada di tengah bahaya.

Kelima, orang tua merendahkan anak dan membandingkan mereka dengan orang lain. Hal ini membuat anak berpikir bahwa mereka tidak memiliki nilai di mata orang tuanya.

Keenam, orang tua membuat candaan dan mengejek anaknya.

Ketujuh, orang tua tidak memperhatikan kebutuhan anaknya.

Kedelapan, orang tua tidak memperhatikan pertanyaan-pertanyaan anaknya.

Kesembilan, orang tua terlalu memperhatikan tingkah anaknya yang menunjukkan kekhawatiran secara berlebihan kepada anaknya.

Efek negatif dari rendahnya kepercayaan diri

Rendahnya kepercayaan diri pada anak memiliki berbagai efek negatif, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, anak tidak bisa bersikap secara independen dan kesulitan dalam mengambil keputusan.

Kedua, anak tidak bisa kreatif dan cenderung lamban.

Ketiga, anak akan mulai mengeluh dan merasa tidak bahagia ketika mereka diperintahkan sesuatu, karena mereka berpikir mereka pasti akan dikritik, terlepas dari pekerjaan mereka yang nantinya bisa atau tidak bisa mereka kerjakan, sesuai dengan ekspektasi pemberi perintah.

Keempat, anak tidak memiliki kehendak dan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan. Anak hanya akan menurut dan bersikap apatis terhadap suatu situasi, serta lalai dan berantakan dalam mengerjakan suatu hal.

Kelima, anak akan menderita kecemasan dan frustrasi, serta memiliki sikap tidak ramah dan menarik diri.

Bagaimana cara orang tua untuk meningkatkan kepercayaan diri anaknya?

Untuk menghindari efek negatif dari rendahnya kepercayaan diri pada anak, orang tua hendaknya membantu perkembangan kepercayaan diri mereka, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, orang tua hendaknya mengajarkan segala sesuatu yang diizinkan Allah maupun yang dilarang Allah. Dengan adanya pedoman yang jelas, anak akan mengetahui perbuatan apa yang baik dan buruk, serta menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela. Kemudian, berikanlah ruang bagi anak untuk dapat mengambil inisiatif sendiri.

Kedua, ibu hendaknya memberikan tugas tertentu bagi anak. Jika anak membuat suatu kesalahan, maka ibu hendaknya tetap mengapresiasi usaha anak tersebut dan juga mendorong anak untuk melakukannya lagi secara benar. Jika tugas itu merupakan tugas yang belum dikuasai anak, maka ibu hendaknya berdiskusi dengan anak, menanyakan pendapatnya, serta tidak mempermasalahkan jika anak membuat kesalahan. Dengan hal ini, anak dapat memperkuat tekadnya dan menyelesaikan tugas tersebut dengan  baik.

Ketiga, orang tua hendaknya memberikan pujian kepada anak dan memberikan hadiah atas usahanya selama ini. Berilah pujian pada perkara-perkara ibadah, seperti salat dengan rutin, membaca dan menghafalkan Al-Quran, dan lainnya.

Keempat, orang tua hendaknya memberikan nama panggilan yang berbeda dengan anak yang lain. Orang tua juga hendaknya tidak mengizinkan orang lain untuk memanggil anaknya dengan nama panggilan yang buruk.

Kelima, orang tua hendaknya memperkuat tekad dan ketekunan anak dengan dua hal berikut:

1) Menjaga rahasia

2) Membiasakan anak untuk berpuasa

Keenam, orang tua menguatkan kepercayaan diri anak dengan membiasakan mereka untuk menghadapi orang lain. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan perintah kepada anak, duduk bersama orang yang lebih tua, berkumpul bersama anak-anak seusianya.

Ketujuh, orang tua menguatkan kepercayaan diri anak dengan menambah ilmunya, yaitu dengan mengajarkan Al-Quran dan As-Sunah. Dengan adanya landasan agama yang kokoh, anak akan lebih percaya diri dan tidak terpengaruh dengan perkara-perkara batil.

Apa yang menyebabkan anak merasa tidak cukup?

Beberapa hal yang membuat anak merasa tidak cukup antara lain meremehkan, mempermalukan, dan mengejeknya, seperti memanggilnya dengan nama dan kata-kata yang tidak senonoh di depan saudara dan kerabatnya, atau bahkan di depan teman-temannya atau di depan orang asing yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Hal ini mempengaruhi cara anak memandang nilai dirinya yang rendah dan tidak penting. Hal ini bahkan mendorong anak untuk membuat dirinya dibenci dan tidak disukai orang lain. Kata-kata kasar yang tidak sengaja orang tua ucapkan kepada anak akan memberikan dampak kepada psikologis anak.

Cara terbaik untuk menghadapi ini yaitu menjelaskan kepada anak dengan lembut, tunjukkan mana yang salah dan berikan alasan mengapa hal itu salah. Jangan membentak mereka, apalagi di depan orang lain. Orang tua hendaknya mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik dan memberikan arahan, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri teladan terbaik. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا ؕ‏

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

***

Penulis: Lisa Almira

Artikel Muslimah.or.id

Catatan kaki:

Artikel ini diterjemahkan dengan sedikit perubahan dan tambahan dari IslamQA oleh Syekh Shalih al-Munajjid dengan judul “How to Boost Your Daughter’s Self-Confidence in Islam”.

Sumber: https://muslimah.or.id/33914-bagaimana-meningkatkan-kepercayaan-diri-pada-anak-kita.html
Copyright © 2026 muslimah.or.id