Banyak orang takut mengingat dosa-dosa masa lalunya. Padahal, dalam hadis ini terdapat kabar gembira bahwa seorang mukmin yang jujur mengakui dosanya di hadapan Allah akan mendapatkan ampunan dari-Nya. Hadis ini mengajarkan bahwa jalan menuju keselamatan bukanlah mengingkari kesalahan, tetapi mengakuinya, bertobat, dan berharap kepada rahmat Allah.
Hadits 22/433 dari Kitab Riyadhus Sholihin – Bab Ar-Raja’ (Berharap) karya Imam Nawawi rahimahullah
٢٢/٤٣٣ ــ وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «يُدْنَى الْمُؤْمِنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رَبِّهِ حَتَّى يَضَعَ كَنَفَهُ عَلَيْهِ، فَيُقَرِّرُهُ بِذُنُوبِهِ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُولُ: رَبِّ أَعْرِفُ، قَالَ: فَإِنِّي قَدْ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ، فَيُعْطَى صَحِيفَةَ حَسَنَاتِهِ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pada hari Kiamat, seorang mukmin didekatkan kepada Rabbnya hingga Allah menaunginya dengan perlindungan-Nya. Lalu Allah membuatnya mengakui dosa-dosanya. Allah berfirman: “Apakah engkau mengetahui dosa ini? Apakah engkau mengetahui dosa itu?” Ia menjawab, “Wahai Rabbku, aku mengetahuinya.” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menutupinya untukmu di dunia, dan pada hari ini Aku mengampuninya untukmu.” Kemudian ia diberikan catatan amal kebaikannya.’” (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari, 8:353 dan Muslim, no. 2768)
“Kanafuhu” berarti perlindungan dan rahmat-Nya.
Faedah Hadits
- Allah menjaga, memperhatikan, dan menutupi aib orang-orang yang sempurna imannya di dunia dan akhirat.
- Seorang mukmin tidak berdusta, baik di dunia maupun di akhirat.
- Pengakuan (atas dosa) menghapus dosa (al-i’tirof yamhul iqtirof).
- Anjuran untuk menutupi aib seorang mukmin semampunya.
- Penetapan sifat berbicara bagi Allah Rabb semesta alam.
- Semua amal hamba akan diperhitungkan oleh Allah. Barang siapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Barang siapa mendapatkan selain itu, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri, karena ia berada di bawah kehendak Allah.
Pengakuan Dosa yang Berujung Ampunan
Di antara faedah penting hadis ini adalah kaidah:
الِاعْتِرَافُ يَمْحُو الِاقْتِرَافَ
“Pengakuan dosa menghapus kesalahan yang dilakukan.”
Maksudnya, seorang hamba yang mengakui dosanya, tidak membela dirinya, dan kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan akan lebih dekat kepada ampunan Allah daripada orang yang terus-menerus mencari alasan untuk membenarkan kesalahannya.
Referensi
- Al-Hilali, S. b. ‘I. (1430 H). Bahjah an-Nazhirin syarh Riyadh ash-Shalihin (Cet. 1). Dar Ibnul Jauzi.
- Al-Syam al-Mubarak. (1434 H). Ruh wa rayahin syarh Riyadh ash-Shalihin (Cet. 3). Damaskus.
—-
Selesai ditulis di Pondok Pesantren Darush Sholihin, 1 Muharram 1448 H, 15 Juni 2026
Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal
sumber: https://rumaysho.com/42330-pengakuan-dosa-menghapus-kesalahan.html