Ditulis Oleh: Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah
Diterjemahkan oleh: Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
Wasiat terbesarku teruntuk: Keluargaku, saudara-saudaraku, saudari-saudariku, dan orang-orang yang aku cintai karena Allah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Jadikanlah shalat, setiap hari dan di setiap waktu, sebagai perhatian terbesar kalian, tujuan utama kalian, dan di atas segala sesuatu. Jika kalian melakukan itu, niscaya kalian akan diberi taufik dan kebahagiaan dengan izin Allah.
Sesungguhnya menjaga shalat pada waktunya adalah tanda terbesar iman yang tulus. Itu juga timbangan yang teliti untuk mengukur ketulusan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِینَ كِتَـٰبࣰا مَّوۡقُوتࣰا
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS An-Nisāʾ: 103)
Artinya: diwajibkan pada waktu-waktu tertentu, tidak boleh diremehkan.
Nabi ﷺ bersabda:
أحبُّ الأعمال إلى الله الصلاة على وقتها
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat pada waktunya.” (Muttafaq ‘alaih)
Maka jagalah shalat tersebut, dan jangan sampai kalian dikalahkan oleh setan dengan tidur atau begadang berlebihan hingga meninggalkan shalat Subuh. Cukuplah sebagai keutamaan bahwa siapa yang menunaikan shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.
Beliau ﷺ juga bersabda:
“مَن صَلَّى الصُّبحَ فهو في ذِمَّةِ اللهِ، فلا يَطلُبَنَّكُمُ اللهُ مِن ذِمَّتِه بشَيءٍ، فيُدرِكَه، فيَكُبَّه في نارِ جَهَنَّمَ
“Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah. Maka jangan sekali-kali Allah menuntut kalian terkait perlindungan-Nya itu sedikit pun; jika Dia menuntutnya, niscaya Dia akan mendapatkannya lalu melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, termasuk tanda keimanan yang paling sempurna adalah menjaga shalat-shalat wajib. Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan bagi orang yang menjaga shalat-shalat ini keutamaan yang besar.
Dalam hadis ini, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam “dzimmah (jaminan/perlindungan) Allah”, yaitu dalam keamanan dan tanggungan-Nya. Shalat Subuh dikhususkan di antara shalat-shalat lainnya karena adanya kesulitan untuk menunaikannya, dan tidak ada yang konsisten menjaganya kecuali orang yang benar-benar tulus imannya. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan keamanan serta berada dalam jaminan dan perlindungan Allah Ta‘ala.
Kemudian beliau ﷺ bersabda:
“Jangan sampai Allah menuntut kalian atas jaminan-Nya dengan sesuatu, lalu Dia mendapatkannya, kemudian Dia menjerumuskannya ke dalam neraka Jahannam.”
Larangan di sini berkaitan dengan hal-hal yang menyebabkan adanya tuntutan karena melanggar perjanjian dan merusak jaminan dari Allah ‘Azza wa Jalla.
Ucapan Nabi ﷺ ini mengandung dua kemungkinan makna:
Makna pertama, barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh, maka ia telah memperoleh jaminan keamanan dari Allah. Maka tidak pantas bagi siapa pun untuk menyakitinya atau menzaliminya. Siapa yang menzalimi atau menyakitinya, maka Allah akan menuntutnya karena telah melanggar jaminan tersebut.
Makna kedua, janganlah kalian meninggalkan shalat Subuh, karena dengan itu perjanjian antara kalian dan Rabb kalian menjadi rusak, sehingga Allah akan menuntut kalian karenanya. Barang siapa melakukan itu, maka Allah akan mendapatkannya dan menjerumuskannya ke dalam neraka Jahannam.
Di antara pelajaran dari hadits ini:
Pertama, motivasi yang kuat untuk menunaikan shalat Subuh.
Kedua, penjelasan tentang besarnya keutamaan dan luasnya rahmat Allah terhadap umat ini, karena Dia menjadikan shalat Subuh memiliki keutamaan yang agung.
Ketiga, penjelasan bahwa Allah akan membalas orang yang menyakiti hamba-hamba-Nya yang shaleh.
Keempat, penegasan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah, baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada seorang pun yang bisa luput dari-Nya jika Dia hendak memberikan balasan.
Penutup
Benarlah orang yang berkata: “Sesungguhnya bagi orang-orang yang menjaga shalat Subuh ada ghanimah (keuntungan besar) yang tidak akan didapatkan oleh orang yang tidur.”
Maka saling tolong-menolonglah kalian dalam menunaikan shalat pada waktunya. Itu adalah perdagangan yang menguntungkan dan tidak akan merugi. Jadilah teladan bagi anak-anak lelaki dan perempuan kalian dengan menjaga shalat tepat pada waktunya.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat, dan bersabarlah dalam menjaganya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Thaha: 132)
Semoga Allah menolong kita semua untuk menunaikan shalat Subuh pada waktunya dan berjamaah, bagi para pemuda dan keturunan kita, serta menjaga waktunya pada seluruh shalat. Akhir ucapan nabi Muhammad ﷺ adalah:
الصلاةَ الصلاةَ ! اتقوا اللهَ فيما ملكت أيمانُكم
“Shalat, shalat! Bertakwalah kepada Allah dalam urusan hamba sahaya yang kalian miliki.” (HR Abu Daud)
Wallahu a’lam,
Semoga Allah memberikan kepada kita semua husnul khatimah.
Ditulis oleh ustadz: Amrullah Akadhinta, S.T.
sumber: https://bimbinganislam.com/nasehat-agar-menjaga-shalat/