Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Allâh -‘Azza wa Jalla- dan hanya Allâh -‘Azza wa Jalla- saja yang menurunkan hujan. Dan asalnya hujan merupakan bagian dari nikmat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- dan bahkan bagian nikmat-Nya yang sangat agung yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya.
- Sebagaimana nikmat-nikmat yang lainnya dan terlebih karena statusnya sebagai bagian nikmat yang sangat agung, maka nikmat hujan wajib untuk disyukuri dan tidak boleh dikufuri. Dan salah satu bentuk kekufuran terhadap nikmat hujan adalah ketika menyandarkan nikmat tersebut kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, seperti perkataan sebagian manusia : “Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu.”
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“